alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Entrepreneur Corner /
Hidup Nyaman sebagai Karyawan atau Hidup Penuh Tantangan sebagai Entrepreneur
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57621fd4162ec2a75e8b456a/hidup-nyaman-sebagai-karyawan-atau-hidup-penuh-tantangan-sebagai-entrepreneur

Hidup Nyaman sebagai Karyawan atau Hidup Penuh Tantangan sebagai Entrepreneur

Hidup Nyaman sebagai Karyawan atau Hidup Penuh Tantangan sebagai Entrepreneur, Antara Jalan Karyawan dan Jalan Entrepreneur


Hidup Nyaman sebagai Karyawan atau Hidup Penuh Tantangan sebagai Entrepreneur

Sumber: Pinterest


Sandang, pangan dan papan, itulah three musketeers kebutuhan yang selama ini kita kenal, tiga kebutuhan dasar yang tak pernah lepas dari hidup manusia. Setiap orang bekerja dan berusaha demi memenuhi ketiga kebutuhan tersebut. Sebagian orang memang berhasil mendapatkannya. Namun tak sedikit juga yang harus terus bergelut dengan kerasnya kehidupan tanpa mampu memenuhi salah satu diantaranya.

Setiap dari kita tentu menginginkan kehidupan yang mapan, bebas dari kekurangan dan serba berkecukupan. Inilah definisi hidup sejahtera yang dipahami oleh sebagian besar orang. Akan tetapi jika kita terus bekerja demi uang, kapankah kita akan benar-benar merasa sejahtera secara batin? Kesejahteraan memang kerap diidentikkan dengan materi yang berkecukupan. Sayangnya tak sedikit orang yang terjebak dalam lingkaran tersebut hingga kehilangan kebahagiaannya.

Untuk menjadi bahagia, kecukupan materi memegang peranan yang sangat penting. Di saat seperti inilah manusia dihadapkan dengan dua jalan yang sangat berbeda dalam mencapai kesejahteraan, yakni jalan karyawan atau jalan entrepreneur. Setiap jalan menghadirkan kisah yang berbeda. Tujuannya memang kurang lebih sama, namun hasil yang dijanjikan bisa sangat berbeda.

Jalan Karyawan

Kalau diibaratkan, jalan karyawan itu ibarat jalan kecil yang padat oleh pengguna jalan. Kecil karena sedikitnya ketersediaan lapangan pekerjaan namun padat karena penuh sesak dengan para pencari kerja. Kenyamanan karir adalah satu hal yang dijanjikan oleh jalan ini. Cukup menjalankan pekerjaan dengan baik, penghasilanpun akan terus mengalir.

Salah satu profesi yang sangat didambakan di jalan ini adalah PNS. Di Indonesia sendiri, sangat banyak orang yang bermimpi menjadi PNS. Sejahtera hingga usia lanjut adalah salah satu motivasi dan alasan kenapa karir yang satu ini begitu populer. Karir lain yang juga diimpikan oleh mereka yang memilih jalan karyawan adalah menjadi pegawai tetap di korporasi besar dan menduduki jabatan penting di perusahaan tersebut. Gaji tinggi dan fasilitas lengkap tentu menjadi alasan kenapa posisi ini begitu didamba.

Jalan karyawan memang menjanjikan banyak keindahan. Namun untuk mendapatkan itu semua, tak sedikit yang harus merelakan kebebasannya dan mengubur mimpinya dalam-dalam.

Jalan Entrepreneur

Jika jalan karyawan ibarat jalan kecil yang penuh sesak, maka jalan entrepreneur adalah jalan tol yang lengang dan menjanjikan kebebasan seluas samudra. Pikiran dan usaha manusia adalah batasan dari jalan ini. Kesempatan yang luas hingga kewenangan untuk sejauh mana bisa berkembang, semua itu ditentukan oleh pelakunya. Namun resiko yang harus ditanggung memang relatif lebih besar. Disebut relatif karena besar kecilnya resiko memang tergantung dari kapasitas sang entrepreneur sendiri. Bagi entrepreneur yang tahan banting, resiko tersebut tak akan dipandang sebagai suatu beban. Sebaliknya, mereka memandangnya tak lebih sebagai batu penghalang. Batu besar yang menutupi jalan, penghambat untuk menuju oasis yang indah dan penuh air, salah satu unsur penting dalam kehidupan.

Entrepreneurship memang jalan yang penuh resiko. Akan tetapi dibalik resiko yang besar, selalu ada return yang besar pula. High risk, high return, bukankah itu aturan yang selalu berlaku di dunia ini?

Jalan Mana yang Anda Ambil?

Apakah itu jalan karyawan ataupun jalan entrepreneur, pilihan tentu ada di tangan Anda sendiri. Semua itu kembali pada tujuan masing-masing pribadi dan kemampuan mereka dalam menanggung resiko. Namun jika yang Anda inginkan lebih dari apa yang bisa diperoleh oleh seorang karyawan, maka jalan entrepreneur pastilah jalan yang terbaik untuk Anda. Penghasilan yang lebih tinggi hanyalah satu hal yang bisa diraih dari menjadi seorang entrepreneur. Di luar itu, masih ada banyak keuntungan lain yang menanti. Akan tetapi, bisnis apa yang sebaiknya Anda ambil?

Memilih Bisnis yang Tepat

Dalam beberapa hal, memilih bisnis yang sesuai memang sesulit menemukan pasangan hidup. Ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menjatuhkan pilihan. Namun secara umum Anda bisa menemukan bisnis yang sesuai dengan melihat modal yang Anda miliki. Tentu saja ini termasuk modal kemampuan, pengalaman dan modal materi. Jika bisa, sebaiknya pilihlah bidang bisnis yang Anda kuasai dan sukai. Selain itu, jangan lupa untuk mempertimbangkan peluang bisnis tersebut. Jangan sampai Anda membangun bisnis akan tetapi tidak ada pasarnya.

Jika berbicara tentang peluang, ada satu bisnis yang tak kalah potensial. Bisnis tersebut adalah bisnis digital printing. Di kota-kota besar, pelaku bisnis ini memang sudah sangat banyak. Akan tetapi jika dijalankan di daerah-daerah yang sedang berkembang, peluangnya masihlah tinggi. Namun bagaimana memulai bisnis digital printing?

Kursusdigitalprinting.com adalah penyedia kursus digital printing bersertifikat pertama di Indonesia. Di sini Anda bisa mempelajari berbagai hal tentang digital printing. Tak hanya perihal operasional mesin cetak, Anda juga bisa mempelajari bisnisnya. Tertarik untuk terjun ke bisnis digital printing? Anda bisa mulai mendaftarkan diri ke kursus kami atau mengunjungi website kami untuk mengetahui informasi lebih lanjut.

Info dan pendaftaran:
SMS/WA/Telepon: 0812-2607-7122
PIN BBM: 5C95-75A0
Website: kursusdigitalprinting.com
Diubah oleh kdpjogja
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di