alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Puasa di Islandia: Matahari Tidak Terbenam Selama Musim Panas
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5762170614088d4d558b4567/puasa-di-islandia-matahari-tidak-terbenam-selama-musim-panas

Puasa di Islandia: Matahari Tidak Terbenam Selama Musim Panas

Spoiler for Reykjavik, Islandia:

Islandia atau disebut juga Tanah Es adalah sebuah negara Nordik yang terletak di sebelah barat laut Eropa dan sebelah utara Samudera Atlantik, yang terdiri dari Pulau Islandia dan beberapa pulau kecil disekitarnya. Letaknya di daerah kutub utara dan jumlah penduduknya hanya 330.000-an.

Karena letak geografisnya di kutub utara, saat musim panas tiba (seperti saat ini), penduduk yang ada di sana tidak menemukan waktu malam (artinya matahari tidak tenggelam), bahkan bisa berlangsung siang lebih dari 24 jam. Begitu juga ketika musim dingin tiba, mereka di sana tidak pernah melihat matahari sama sekali.
Spoiler for Matahari tetap terlihat walaupun sudah tengah malam, pada musim panas di Islandia.:

Walau mayoritas beragama Nashrani, ternyata ada 0,3% yang beragama Islam di Islandia. Bagaimana cara mereka melakukan puasa?

Untuk permasalahan yang terjadi di Islandia sudah dijelaskan oleh para ulama.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menyatakan bahwa yang masalah bukan hanya puasa, namun juga shalat mereka. Namun jika di suatu negara masih mendapatkan siang dan malam, maka waktu siang dan malam tersebut tetap dijadikan patokan untuk hal ibadah, baik ketika siang begitu lama atau begitu singkat.

Namun jika tidak mendapati malam atau siang sama sekali seperti di daerah kutub karena ada yang mengalami siang hingga enam bulan lamanya atau mengalami malam enam bulan lamanya, maka ketika itu baru mereka memperkirakan kapan waktu shalat mereka. (Lihat Majmu’ Fatawa wa Rasail Ibni ‘Utsaimin, 19: 321)

Dalam Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab jika ditanyakan hal yang sama tentang kaum muslimin yang hidup di kutub utara, satu kondisi mengalami siang yang hanya 4,5 jam, apa yang mesti dilakukan ketika ingin menjalankan puasa Ramadhan?
Spoiler for Masjid di Reykjavik, Islandia:

Dijawab oleh Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafizhahullah bahwa jika memang ada waktu malam dan waktu siang, maka hendaklah berpuasa Ramadhan mulai dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari, baik siang tersebut itu panjang atau begitu singkat.

Dalam web Saaid.Net, bisa disimpulkan beberapa hal berikut.

1. Bagi yang masih mendapati waktu siang di musim panas, maka hendaklah menjadikan waktu shalat dan puasa dengan ketetapan yang telah Allah perintahkan (dengan melihat keadaan matahari, pen.). Inilah asalnya sebagaimana ditunjukkan dalam berbagai dalil syar’i.

2. Untuk daerah yang tidak terbit matahari dalam waktu yang lama hingga sampai enam bulan lamanya atau matahari nampak sampai beberapa hari berturut-turut (tidak pernah tenggelam), maka penentuan waktu shalat dan puasa dengan melihat negara yang paling dekat yang masih nampak terbit dan tenggelam matahari dalam 24 jam, walaupun waktunya nanti berbeda.

3. Bagi yang mendapati waktu siang yang terlalu panjang sehingga sulit untuk mengerjakan shalat atau dirasakan berat juga untuk berpuasa, maka boleh baginya makan dan minum dengan kadar yang cukup lalu menahan diri dari sisa hari yang ada. Lantas di waktu lain dari setahun, puasa tersebut tetap diqadha’.

4. Jika memungkinkan kaum muslimin yang berada di negara semacam itu berpindah sesuai kemampuannya ke negara yang siangnya tidak begitu panjang di bulan Ramadhan, lebih-lebih lagi kalau dapat pindah ke negeri muslim, itu lebih baik.

5. Jika ada kaum muslimin yang secara darurat mesti tinggal di negeri semacam itu, maka hendaklah bersabar dan mengharap pahala yang berlipat dari Allah. Namun ia tetap juga berusaha bisa berpindah ke negeri yang keadaan malam dan siangnya itu berimbang. Karena asalnya tinggal di negeri non-muslim semacam itu hanya untuk keadaan darurat saja, bukan bersifat permanen (terus menerus). Kalau sifat darurat sudah hilang, maka hilanglah hukum untuk tinggal di sana.

Seperti itulah uraiannya.

Baca juga: Gak Sembarang Orang Bisa ke Pantai di Indonesia Ini!

Sumber: http://adventuretravel.co.id/news-and-tips/


Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 2
Gak bisa bayangin kalo gue puasa disana

Puasa di Islandia: Matahari Tidak Terbenam Selama Musim Panas
hhhm bawah ane ga puasa emoticon-Cool
berbeda jauh ya dengan negara kita indonesia
disuruh pindah negara
Puasa di Islandia: Matahari Tidak Terbenam Selama Musim Panas
Quote:


bersyukurlah ente bray emoticon-Cool
Mungkin sistemnya hampir sama seperti di Kutub yg pernah jd HT kemarin. emoticon-Big Grin
iceland tapi kok hutan emoticon-Leh Uga
Adem nih negara kek nyaemoticon-Cool
Bawah ane lagi ngopi
⬇⬇
keren ....nyaman di indonesia berarti buat puasa, bersyukur
Puasa di Islandia: Matahari Tidak Terbenam Selama Musim Panas


Ane berasa kayak di islandia
Quote:


Ya bro, ane juga sangat bersyukur kok emoticon-Matabelo
Kenapa referensi nya dari utsaimin sih? Kenapa ga dari ulama2 kibar aja, semacam Imam Nawawi dll? itu aja dulu... emoticon-Bingung
yah di Indonesia aja banyak yg kagak puasa padahal cuma 13 jam
pegimana pindah kesono bisa2 pindah agama kali
emoticon-Wow
yang punya banyak cucian beruntung tu bray.
gag usah pake pengering, tinggal jemur diluar dah kering.
wah belalti panas telus ya
negaranya sejawa timur ?
Diubah oleh gaaaan
Beruntung ane tinggal di indonesia
Masjidnya bagus gan modelnya
gembok
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di