alexa-tracking

Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5762073ed675d416418b456b/menjawab-hoax-tentang-4-warteg-milik-ibu-saeni
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni

Jakarta Saeni, wanita berusia 53 tahun asal Tegal, Jawa Tengah ini adalah salah satu orang yang mendapatkan keistimewaan pada bulan Ramadan. Ibu empat anak yang mengadu nasib dengan membuka warung tegal (warteg) di Jalan Raya Cikepuh, Pasar Rau, Kota Serang, Banten, telah mendapat hikmah dan berkah dari petaka dan kesulitan yang dialaminya.

Enam tahun lalu, Saeni yang tidak pernah mengenyam pendidikan formal, bersama adiknya dia mencoba peruntungan dengan membangun rumah makan kecil-kecilan itu. Saeni dan adiknya bahu membahu menghidupkan warteg tersebut. Mereka berdua mendapat giliran tiga bulan sekali, menjaga warteg yang biaya sewanya Rp 7.000.000 pertahun.

Tidak banyak memang keuntungan yang didapat selama enam tahun berjualan, Saeni mengaku hanya bisa mengumpulkan uang sekitar Rp 1.500.000 perbulan. Jika tidak mendapat giliran berjualan, Saeni pun memutuskan untuk pulang kampong dan melakukan berbagai pekerjaan serabutan. “Yang penting bisa buat makan. kalau perempuan banyak yang bisa dikerjakan mencuci, menyetrika,” kata Saeni saat ditemui Bintang.com di warteg miliknya, Senin (13/6/2016).

Bulan Ramadan tahun ini Saeni mendapat giliran menjalankan warteg yang dirintis bersama adiknya. Dengan alasan butuh uang untuk menghadapi Lebaran, bermodal uang pinjaman dari bank keliling alias rentenir sebesar Rp 400.000, Saeni pun nekat membuka warung di siang hari bulan ramadan, Rabu (8/6/2016).

Namun niat mencari untung, malah petaka yang didapat. Hari pertama berjualan , ada razia dari petugas Satuan Polisi Pamong praja (Satpol PP). Saeni yang terkena razia, menangis sambil memohon dagangannya tak diangkut petugas. Tapi tangisan Saeni tak dihiraukan. Aparat Satpol PP tetap mengangkut barang dagangan Saeni.

Saeni mengaku tidak mengetahui surat edaran pemberitahuan yang telah dikeluarkan tiga hari sebelum pelaksanaan razia terhadap warung makan yang tetap beroperasi di siang hari selama Ramadan. Padahal, berdasarkan pantauan Bintang.com, di bagian kaca depan warteg milik Saeni memang telah terpasang dua lembar surat pemberitahuan razia berdasar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan, dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat dan juga Surat Edaran Wali Kota Serang tahun 2016 tentang Imbauan Bersama Menyambut Bulan Suci Ramadan.

Isinya rumah makan diperbolehkan buka pukul 16.00 WIB. "Saya tidak tahu tulisan pemberitahuan (razia), karena saya tidak bisa baca tulis. Saya juga baru buka warung, jadi tidak tahu sedang ada razia," kata Saeni. Saeni menjelaskan, pada saat razia berlangsung dirinya baru selesai memasak. Kondisi warungnya pun tertutup rapat. Tidak ada pintu yang terbuka dan makanan yang terlihat dari jalanan. Tapi sayang, Saeni tetap menjadi korban razia petugas Satpol PP yang bertindak semena-mena membawa dagangannya. Alhasil, Saeni pun merugi dan jatuh sakit akibat perlakuan yang diterimanya.

Starscream.com

Darimana bu Saeni bisa punya 4 warteg? emoticon-Wow

Jaga warteg aje gantian per 3 bulan sekali, kalau lagi bukan gilirannya, bu Saeni pulang kampung kerja serabutan emoticon-Cape deeehh

Quote:


Quote:


emoticon-Wkwkwk
image-url-apps
siapin dl sop nya saeni agen freemason
image-url-apps
Jonru? Ah gak heran kok emoticon-Traveller
KASKUS Ads
Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni

Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni

Gaya hidup horang kayah pemilik 4 warteg, tidur bersama pakaian tanpa lemari dan tabung LPG di depan kamar mandi

emoticon-Wkwkwk
image-url-apps
Dari mana datangnya fitnah?

Menjawab HOAX Tentang 4 Warteg Milik Ibu Saeni

emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
image-url-apps
Nah lho siapa yg boong nih?
Padahal kemarin ada yang bilang orang ini punya 4 warung, sawah di kampung, serta mobil.....
wlw gmn pun jg ya gk perlu donasi gitu dan jg gak perlu dibesar2in...
menurut ane yg awam ini . . . setiap hal itu harus dikelola dg baik jadi bulan puasa pun harus dikelola dg baik segala aspeknya termasuk gmn mengelola org yg jualan makanan, kita gk bisa langsung tebas "gak boleh jualan smp jam sekian".
usulan ane Silahkan jualan kyk biasa tapi tutup dengan tirai dan tuliskan tidak melayani makan di tempat, karena siapa tw ada keluarga yg 22nya kerja, gak punya pembantu jd kdg beli sarapan anak sambil jalan atau ada org sakit atau ada musafir.
simpel aja sih.
image-url-apps
mungkin yang 3 biji punyak kerabat nyah kali emoticon-Coblos

tetangga saiyah jugak gituh...
giliran ditagih sumbangan untuk mobil ... dia ngaku cuma punya satu.

tapi dirumah nyah mobil 6 biji terparkir di garasi emoticon-Embarrassment


*padahal sumbangan nyah sukarela buat kas RT (Rp. 5.000,- sebulan).
Quote:


1 Warteg pertama itu milik keluarga Saeni sopo? keluarga adiknya atau kakaknya bu Saeni?

2 Anaknya bu Saeni kalau sudah menikah maka itu usaha anaknya sendiri dan keluarga anaknya emoticon-Cape deeehh

3 Ini baru waryngnya bu Saeni

4 Ya gak ketemu wong memang gak ada emoticon-Wow


emoticon-Wkwkwk
Bener2 kelakuan dah, orang kecil kayak gini sampe dijadiin bahan fitnah
kalau IRI jangan fitnah tanpa bukti akurat
image-url-apps


Ahoker donasinya buat Nasi Uduk Babik Buncit aja..😂

Kan makannya pada disitu..😂
image-url-apps
Palingan kerjaan panasbung miskineremoticon-Wkwkwk
image-url-apps
Quote:



itu kan penampakan tempat tidur di wartegnya...

bokap gw juga dulu waktu bukan rumah makan, tempat istirahat rumah makannya darurat..

dan mmg itu di siapin buat karyawan2 buka sampe malem aja..

coba cek di rumahnya.. emoticon-Traveller
image-url-apps
udah dicek ke pemilik warung belom atau cuman berdasar katanya dan penerawangan semata.
Quote:


jangan-jangan kiblat.net itu sejenis dengan pkspyonyang dan selamkropos,alias media yang suka bikin berita HOAX gan....
Quote:


Yang parah mulai dari MUI sampe panasbung semua memojokkan ibu Saeni emoticon-Selamat

emoticon-Wakaka
darimana datangnya pitnah..darimana lagi klo bukan dari PKS emoticon-Leh Uga


perbanyak tabayun dan kurangi suudzon dibulan puasa ini, agar ga menjadi pitnah ke sesama umat Islam, karena muslim yg mempitnah sesamanya bagaikan memakan bangke sodara sendiri, sekian kutipan hadits yg ane sampaikan dalam tausiyah siang ini emoticon-Leh Uga
Quote:


Karyawan sopo maneh emoticon-Wakaka

Yang jaga, masak dll di sono ya bu Saeni dengan putrinya yang kuliah di IAIN

emoticon-Wkwkwk
image-url-apps
warung lagi warung lagi
kasian jg punya warung ikutan nanggung dosa karena ribut2
×