alexa-tracking

Menjadi Orang Sosial dengan Bekerja untuk Kemanusiaan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5761f8b6162ec27b058b4567/menjadi-orang-sosial-dengan-bekerja-untuk-kemanusiaan
Menjadi Orang Sosial dengan Bekerja untuk Kemanusiaan
Menjadi Kepala Seksi Dinas Sosial Kecamatan Pancoran, Harmani Riza mengaku kalau mendengarkan keluhan masyarakat mengenai Masalah Sosial hampir menjadi makanan sehari-hari. Namun ia menganggap itu semua semata-mana untuk kemanusiaan.

"Saya berupaya untuk bekerja dan membantu, bukan hanya semata-mata sebagai Karyawati di Dinas Sosial. Tapi, lebih kepada saya adalah bagian dari masyarakat dan juga sebagai sesama manusia," tandas wanita yang biasa disapa Riza saat ditemui (15/6).

Spoiler for saat BBJS menemukan warga yg sakit parah, setelah dikoordinasikan dgn Puskesmas akhirnya bisa dirujuk ke RS Budi Asih:


Ia melanjutkan, berhadapan langsung dengan masyarakat yang mengalami berbagai kondisi dan beragam masalah, punya nilai sendiri bagi pengayaan bathinnya. Baginya, hal tersebut memang harus dilakukannya sebagai Orang Sosial.

"Kami memang benar-benar harus turun ke jalan memantau di titik-titik rawan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial, Home Visit melihat langsung kondisi masyarakat yg terkena Musibah Banjir, Kebakaran dan sebagainya. Bahkan kadang masalah mereka di luar Tupoksi Dinas Sosial," ujar wanita berkerudung tersebut.

Spoiler for membantu warga lumpuh untuk mengurus BPJS dan KTP, dan renovasi rumahnya yg bocor:


Karena memang, katanya, masyarakat hanya tahu mengadu dan minta tolong ke Dinas Sosial dan yang terdekat ada di kecamatan. Pihaknya berusaha membantu, mengarahkan, dan mendengarkan keluhan mereka.

"Saya hanya berusaha untuk bisa bermanfaat, tidak menunggu jadi siapa, punya apa, di mana dan demi apa. Setiap kegiatan yang ada di Kecamatan Pancoran, saya usahakan selalu mendapat momen bermanfaat untuk Tupoksi Dinas Sosial, seperti PSN, BBJS, Swiping Unggas, PIN dan Kegiatan Sektoral lain," pungkas Riza.

Spoiler for lansia lumpuh jg tunanetra yg ditempatkan dibelakang rumah yg tidak layak, sampai makanannya ditikusin:


Ia juga menceritakan salah satu pengalamannya ketika mengunjungi rumah warga. Ia bisa melihat segala aspek keluarga tersebut. Disempatkannya mengobrol dengan mereka. Terkadang ada saja berbagai kasus yg tidak sengaja ditemukan.

"Saya pernah temukan Lansia yang lumpuh dan Tunanetra ditempatkan di ruangan belakang rumah sendirian, tidak diurus, makan dengan makanannya sudah ditikusin. Itukan sama saja dengan menelantarkan," imbuh Riza.

Spoiler for TL laporan warga ODGJ yg meresahkan, akhirnya di bawa ke PSBI Kedoya:


Ia menambahkan, ada juga Lansia Lumpuh yang tidak punya BPJS dan tidak mampu berobat, rumahnya sangat memprihatinkan bocor dan sempit seluruh badan penuh luka, tidur di kasur yang sudah tidak layak.

"Kami berusaha urus Lansia tersebut, namun, karena semua persyaratan untuk mendapatkan bantuan beliau tidak punya, akhirnya saya kirim fotonya ke keluarga dan temen-teman deket saya, hasilnya temannya anak saya kasih zakatnya buat renovasi rumah bapak itu," tukas wanita kelahiran 6 Mei ini.

Spoiler for Pemantauan Titik Rawan PMKS, ditemukan Pengamen Tunanetra:


Ia juga pernah bertemu seorang ibu yang rumahnya sangat tidak layak, namun dia tetap menjadi seorang Pekerja Sosial Masyarakat dan Petugas Kebersihan Sasana Krida Karang Taruna, akhirnya ia carikan bantuan, yang memberikan bantuan biasanya ia ajak meliat langsung warga yang diberi pertolongan.

Spoiler for saat banjir ikut membantu warga yg mengungsi:


Ia juga mensosialisasikan Peraturan Daerah no. 8 Tahun 2007 di sekolah-sekolah, agar anak-anak tahu dampaknya memberi dan membeli di jalan, lebih baik mereka membantu teman yg tidak mampu, atau membantu warga disekitar sekolah (semacam CSR sekolah).

Spoiler for mengunjungi warga dari rumah kerumah, ada kepuasan tersendiri, jd terasa lebih dekat:


"Harapannya sih supaya ada rasa bermanfaat yang bisa mereka rasakan sendiri, Insya Allah bikin ketagihan untuk terus bisa membantu, saya pribadi nggak pernah merasa apa yang saya lakukan ini sudah baik, benar atau hebat, saya mencoba melakukan sesuai hati nurani saja," tutup Riza.