alexa-tracking

Pengakuan Dimas Tompel soal pembunuhan Eno

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5761e1b3582b2e48358b4568/pengakuan-dimas-tompel-soal-pembunuhan-eno
Pengakuan Dimas Tompel soal pembunuhan Eno
Pengakuan Dimas Tompel soal pembunuhan Eno
Unjuk rasa menuntut hukuman mati terhadap pelaku pembunuhan Eno Farihah di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten, Selasa (7/6/2016). Unjuk rasa tersebut berlangsung saat sidang perdana kasus pembunuhan Eno Parihah.

Nama Dimas Romadon, 19 tahun, yang dikenal sebagai Dimas Tompel muncul di tengah persidangan pembunuhan Eno Farihah (19). Dalam persidangan, salah satu terdakwa RA, menyebut Tompel sebagai orang yang juga terlibat.

Publik pun bertanya. Karena selama ini Dimas tidak pernah disebut polisi. Nama-nama yang didakwa adalah RAr alias Arif (24), RA alis Alim (16) dan IH alias Ilham (24)--yang diringkus pada 15 Mei lalu.

Pengacara RA, Alfan Sari, menyatakan, sosok Dimas diungkap dalam rangka menjelaskan hubungan RA dengan Eno. Kepada Alfan, RA mengaku tidak kenal dengan Eno.

Dalam versinya, Dimas adalah orang yang menjual telepon seluler merek Prince milik Eno kepada kliennya sesaat setelah pembunuhan terjadi. Tapi, dalam berita acara pemeriksaan (BAP) penyidik, sama sekali tidak ada keterangan tentang peran Dimas yang diucapkan oleh RA.

Alfan meminta polisi menyelidiki siapa dia. Karena Dimas yang awalnya menjual ponsel milik Eno ke RA dengan harga Rp10 ribu. "Polisi mengira RA yang ambil, padahal Dimas yang dapat langsung handphone korban," tutur Alfan.

Udin, ayah dari RA, sempat menunjukan foto Dimas ke awak media. Tak terlalu jelas foto yang ditunjukan Udin yang ia simpan di galeri foto di ponsel miliknya. Namun, foto pria yang diperlihatkan tersebut memiliki tanda di pipi kanannya. "Ini pembunuh aslinya. Dia berteman baik sama saudaranya Eno," tuding Udin.

Di kesempatan terpisah, Dimas langsung membantah tuduhan itu. Dia mengaku tidak mengenal Eno maupun ketiga tersangka. "Saya tidak membunuh Eno," kata Dimas seperti dikutip Tempo, Senin, 13 Juni 2016.

Beritagar.id juga menulusuri keberadaan Dimas di mes karyawan tempat kerjanya di kawasan Kosambi, Tangerang, pada Rabu, 15 Juni 2016. Dia menempati mes paling depan, dekat pintu gerbang besar yang dicat biru muda.

Sore itu Dimas tidak berada di kamarnya. Hanya sang ibu, Wiwik dan kakaknya, Agung. "Dia (Dimas) sedang bekerja di pabrik," begitu kata keduanya.

Ihwal tudingan keterlibatan Dimas, Wiwik mengaku terkejut, tapi meyakini putranya tidak terlibat. Kepada Wiwik, Dimas membantah dengan keras ikut membunuh Eno. "Dia tidak pernah macam-macam," katanya.

Menurut Wiwik, di awal kasus pembunuhan Eno tersiar ke publik, anak kelimanya itu sudah pernah didatangi polisi. Tapi ia lega karena Dimas tidak diciduk usai diinterogasi.

Sang kakak, Agung, menjadi saksi bahwa polisi melempar beberapa pertanyaan, kemudian melepas adiknya itu. Setelah itu, kata Agung, keluarga langsung menanyakan tudingan itu kepada Dimas. "Adik saya bersumpah tidak terlibat," ujar Agung.

Dimas merupakan anak kelima dari enam bersaudara. Sejak 21 tahun silam, dia dan keluarga tinggal di mes karyawan tempat ayahnya, Karyanto, bekerja sebagai sopir. Dimas sudah satu tahun bekerja menjadi kenek angkutan di pergudangan yang berjarak 1 kilometer dari tempat tinggalnya.

Kepada koresponden Tempo Tangerang, Dimas mengakui bahwa foto yang diperlihatkan dalam persidangan itu adalah foto dirinya." Iya, itu foto saya," katanya.

Dimas mengaku bingung mengapa foto yang ada di dalam ponselnya itu bisa beredar. Ia memastikan bahwa ia sama sekali tidak terlibat dalam pembunuhan sadis itu. "Saya tidak tahu apa-apa," katanya.

Sampai menjelang Magrib, Beritagar menunggu Dimas yang tidak diketahui kabarnya. Oleh keluarganya kami diminta menjauh dulu sampai suasana kondusif. "Maaf, Dimas lebih baik jangan ditemui dulu," ujar Agung.

Pada Kamis besok (16/6/2016) pembacaan vonis terdakwa pembunuhan terhadap Eno akan dibacakan hakim di persidangan. Beredar kabar bahwa Dimas telah ditangkap polisi, namun dibantah keras penyidik Kepolisian Polda Metro Jaya. "Penyidikan sudah final, tidak ada tersangka lain," kata Dedi, salah satu penyidik, seperti dikutip Tempo.
Pengakuan Dimas Tompel soal pembunuhan Eno


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...pembunuhan-eno

---

hukum mati
duh kasus ginian emang ruwet sih
gatau malu
Tes Kebohongan, masalah kelar.. teknologi sdh maju bung.. emoticon-Sundul Gan (S)
Pasal berlapis Pemerkosaan Pembunuhan Penyiksaan. Enaknya dihukum apa ini manusia emoticon-Blue Guy Bata (L)
kena pasal berlapis ..hukumanya jg berlpis
1.push up 10 kali
2.hormat bendera
3.keliling lapangan 2 kli putaran
4.sarapan....
xixixixi



5.bacain bismilaah sembelih ditempat
Cangkul lobang pantatnya ampe tembus ke congornya emoticon-Marah emoticon-Marah
Potong aja titidnya udah kelar itu masalah, seumur hidup ga bisa kimpoi, belum lagi hukuman sosial, nantinya hidup segan mati tak mau
Quote:Original Posted By Codebreaker86
Potong aja titidnya udah kelar itu masalah, seumur hidup ga bisa kimpoi, belum lagi hukuman sosial, nantinya hidup segan mati tak mau


trus kasi sama anjingg gan biar di santap emoticon-DP
jgn mudah percaya pemberitaan media gan cuma buat manas"in kalian aj terlalu banyak bumbu di sebar luaskan biar terasa lezat di baca !
hukuman nya suruh ipul hap2 sampai mampus tu bocah emoticon-Marah
Hukum seumur hidup palingan mah..
wah makin merembet nih kasus, moga cepet selesai dah
Namun, foto pria yang diperlihatkan tersebut memiliki tanda di pipi kanannya. "Ini pembunuh aslinya. Dia berteman baik sama saudaranya Eno," tuding Udin


Berteman baik dengan saudaranya Eno apa bisa di judge langsung sebagai pembunuh? Kalo mau diintrogasi, harus diselidiki kronologi di jeda waktu pas jual HP korban
Quote:Original Posted By mutenroshi23
hukuman nya suruh ipul hap2 sampai mampus tu bocah emoticon-Marah


saran lu keren gan emoticon-Ngakak
Tusbol aja gantian pake linggis
tusbol aja pake tongkat kasti sekaliaan emoticon-thumbsup
jika pengadilan tidak adil
pasti masyarakat yang bakal mengadili
Potong titidnya pake tangan algojo !!