alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/575ce913c0cb1767788b4569/hari-ini-donasi-untuk-ibu-penjual-warung-makan-tembus-rp-232-juta
Poll: Berapakah seharusnya diberikan kepada Ibu penjual warteg tersebut ?

This poll is closed - 26 Voters

View Poll
Seluruhnya Rp 232 juta 7.69% (2 votes)
Sebagian Rp 2 juta lalu dibuat DANA ABADI untuk korban razzia yad 7.69% (2 votes)
Dibagi rata untuk semua pedagang yang bernasib sama. 34.62% (9 votes)
Dibuat DANA ABADI , setiap korban disantuni sejumlah kerugian yang wajar. 50.00% (13 votes)
Hari Ini, Donasi untuk Ibu Penjual Warung Makan Tembus Rp 232 juta
Hari Ini, Donasi untuk Ibu Penjual Warung Makan Tembus Rp 232 juta
Hari Ini, Donasi untuk Ibu Penjual Warung Makan Tembus Rp 232 juta

SatPol PP menyita masakan si ibu, lumayan buat buka puasa gratisan


JAKARTA, KOMPAS.com - Donasi bagi perempuan pemilik warung yang dagangannya dirazia oleh Satpol PP terus mengalir.

Dari akun twitter @dwikaputra atau Dwika Putra, seorang netizen yang menggalang dana untuk ibu tersebut, jumlah donasi yang terkumpul hingga Minggu (12/6/2016) pukul 09.00 WIB yaitu sebesar Rp 232.847.619.

"Update saldo per hari Minggu 12 Juni jam 9 pagi Rp 232.847.619. Donasi akan DITUTUP jam 12 siang. Terima kasih," ujar Dwika lewat akun Twitter-nya tersebut.

Dwika, warga Jakarta ini, mulai menggalang donasi untuk penjual warung asal Serang, Banten sejak Sabtu (11/6/2016) pukul 24.00 WIB.

Dwika selalu meng-update jumlah donasi yang telah diterima melalui akun Twitter-nya, sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Saat dihubungi Kompas.com, Dwika menceritakan tanggapan netizen begitu positif merespon penggalangan dana itu.

Dwika menyebut pada Sabtu sekitar pukul 24.00 WIB saat mulai menggalang dana, dirinya mengosongkan ATM dan menyisakan Rp 400.000.

Selanjutnya dia menyebarkan nomor rekening bagi netizen yang ingin memberikan donasi.

"Saya sampai pukul 02.00 WIB lewat masih bangun dan itu sudah nembus Rp 10 juta. Tadi pagi (kemarin) sudah Rp 30 juta dan barusan saya cek sudah Rp 60 juta," tambah Dwika, Sabtu (11/6/2016).

Sebuah warung makan di Serang, Banten milik seorang perempuan berusia lanjut dirazia Satpol PP, Jumat (10/6/2016). Ibu tersebut memohon sambil menangis agar seluruh dagangannyaa tidak disita
. KERUGIAN IBU ITU MENURUT KOMPAS RP 600.000,-

MUI Dukung Satpol PP Razia Warung Makanan di Siang Hari Puasa

SERANG (Pos Kota) – Razia Satpol PP Kota Serang terhadap sebuah warung makan yang buka di siang hari pada bulan Ramadhan menjadi ramai di dunia maya. Bahkan komika Dwika Putra menggalang dana lewat akun twitternya untuk membantu ibu pedagang makanan.

Meski memicu komentar miring masyarakat atas tindakan Satpol PP yang dinilai arogan karena menyita dagangan namun MUI Kota Serang justru memberikan dukungan.

“Tindakan Pol PP sudah sesuai prosedur. Prinsip dasarnya, Surat Edaran Walikota dan Rekomendasi MUI Kota Serang yang didukung ulama dan Ormas Islam se Kota Serang, bahwa warung makan dilarang buka usaha mulai pukul 04.00 hingga 16.00,” ungkap Sekretaris MUI Kota Serang, Amas Tadjudin kepada wartawan.

(Baca: Saweran Nitizen Rp176 Juta, Kasatpol PP: Orang Bersedekah Kok Dikomentari)

Amas juga meminta masyarakat tidak melihat hal tersebut dari perspektif kemanusiaan seolah olah si ibu pemilik warung yang sudah berusia lanjut tersebut tidak bersalah dengan membuka warung nasi pada siang hari. Tapi juga dilihat kepentingan yang lebih luas, agar umat Islam tidak terganggu saat melaksanakan ibadah puasa di siang hari.

“Kalau ternyata si ibu pemilik warung itu tidak ada mata pencaharian lain, ya betul.., tapi persoalannya bukan berarti dia bisa ditolelir boleh membuka warung di siang hari pada bulan Ramadhan,” tambah Amas lagi.

Terkait ada anggapan masyarakat bahwa tindakan Pol PP yang menyita dagangan pemilik warung adalah arogan, MUI Kota Serang malah mendukung tindakan Pol PP.

“Itu bukan arogan, itu justru tegas. Penegakan hukum memang harus begitu. Kasihan juga orang yang sedang berpuasa tapi justru terganggu oleh ulah oknum pedagang yang mungkin juga adalah umat Islam sendiri,” tutup Amas.
(haryono/sir)


DONASI PER 12 JUNI 2016 PK 12.00 SUDAH RP Rp265.534.758. DAN DITUTUP

http://megapolitan.kompas.com/read/2...us.rp.232.juta

http://poskotanews.com/2016/06/12/mu...ng-hari-puasa/
barakauloh bleh emoticon-Traveller
Donasi buat kak lio berkurang emoticon-Marah
nunggu tv.oon ngetroll dimari😂
lumayan juga emoticon-Matabelo
rejeki gak lari kemana
Hari Ini, Donasi untuk Ibu Penjual Warung Makan Tembus Rp 232 juta
Mayan modal ngetwit doang tuh emoticon-Leh Uga
Quote:Original Posted By perusakakidah
ane gak yakin ibu itu terima full donasinya emoticon-Big Grin


Kamu umurnya berapa sih? masih SD ya? klo milih teman dan tempat bergaul hati2 ya, klo nga tau betul jangan ngomong dulu ya dik...coba belajar budi pekerti dulu sama orang tua kamu. rajin belajar ya biar hidup kamu nanti berguna buat orang lain.....
Quote:Original Posted By ozzoi
rejeki gak lari kemana
Hari Ini, Donasi untuk Ibu Penjual Warung Makan Tembus Rp 232 juta


haiiii cyyynnn......
lo jg ga lari kemana...emoticon-Betty

up

semoga jd barokah

AYO DONASI!!!

larangan itu sebenarnya bentuk kearifan lokal yg ada di Kota Serang yg wajib kita hormati. Sebagaimana di Bali saat Nyepi, siapapun orangnya yg ada di sana harus menghormatinya, bahkan bandara Ngurah Rai pun ditutup. Di Kudus ada tradisi larangan menyembelih Sapi saat Idul Adha untuk menghormati Umat Hindu. Itu belum yg di Pedalaman Kalimantan & Papua. Di Nusantara ini banyak larangan2 sebagai bentuk kearifan lokal yg khusus di daerah itu yg harus di hormati, jangan semua lalu harus disamakan dengan Jakarta!!!

di Balikpapan ada perda yg melarang membuang sampah sebelum jam 6 sore. Banyak pelanggar yg ditangkap satpol PP disidang dan didenda. Mengapa tidak ada yg menggalang donasi? emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By sarumpat
Hari Ini, Donasi untuk Ibu Penjual Warung Makan Tembus Rp 232 juta

Wamena, Jubi – Tak menaati instruksi Bupati Jayawijaya nomor 03 tahun 2013 tentang larangan aktivitas perdagangan di hari minggu, Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo bersama anggota Satpol PP yang dibackup anggota Polres Jayawijaya, melakukan sweeping ke sejumlah pasar, Minggu (2/11).

Dari sweeping tersebut, puluhan mama-mama penjual sayur mayur diangkut dan dikumpulkan di kediaman bupati untuk mendapatkan kompensasi dan arahan.

“Sebenarnya kita sudah berkali-kali ingatkan, tidak boleh jualan hari minggu, tetapi tidak dihiraukan, kita ini kan bukan bangsa kafir, kita warga beriman kepada Tuhan, masyarakat harus sadar bahwa Tuhan sudah kasih kesempatan 6 hari untuk kerja, dan hari minggu diwajibkan pergi ibadah,” ujar Wempi Wetipo kepada wartawan.

“Masa saudara-saudara muslim bisa mengikuti instruksi menutup kios-kios pada hari Minggu dan membuka kios mulai dari pukul 14.00 WP, kenapa mama-mama yang di pasar kebanyakan Kristen tidak bisa lakukan,” tambah Wetipo.

Karena itu, pemerintah sweeping dan menyita barang jualan mama-mama di pasar.

“Hari ini kita menyita sayur dan jualan, mulai minggu depan tidak boleh lagi berjualan, kalau hari ini kita beri kompensasi, tetapi kalau minggu depan masih ada yang berjualan, jualannya kita sita dan tidak ada kompensasi,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Satpol PP Jayawijaya, Rustam Haji mengatakan, sweeping yang dilaksanakan sejak pukul 08.00 pagi tersebut melibatkan 2 unit patroli, yang dimulai di pasar Wouma hingga pasar Potikelek.

“Sweeping ini menindaklanjuti instruksi bupati nomor 3 tahun 2013, dimana pada hari minggu kios-kios dilarang berjualan pada pagi dan mulai buka di atas jam 1 siang, sedangkan di pasar-pasar satu hari full dilarang berjualan,” ungkap Rustam.

Kompensasi yang diberikan pemerintah bervariasi mulai Rp 50 ribu hingga Rp 700 ribu tergantung dari jumlah sayur, setelah dibayarkan kompensasinya, dengan tertib puluhan mama-mama meninggalkan kediaman bupati dengan tertib.

http://tabloidjubi.com/2014/11/03/ta...gu-disweeping/

Hari Ini, Donasi untuk Ibu Penjual Warung Makan Tembus Rp 232 juta

Larangan berjualan di setiap hari Minggu pagi hingga pukul 11.00 WIT seolah telah diberlakukan efektif, padahal aturan itu baru sebatas himbauan dari Wali Kota belum ada aturan yang mengikat.

Seorang ibu penjual sayur masak keliling di wilayah Abepura yang tidak mau disebutkan namanya menyebutkan kepada Kabarpapua.net bahwa dirinya sempat mau ditangkap oleh Satpol PP karena dirinya tetap berjualan di hari Minggu pagi.

“Saya kan tidak mungkin berjualan di tempat ibadah orang Kristen, dan saya tidak mengganggu mereka yang beribadah, masak saya mau ditangkap,” ungkapnya.

Bahkan saat ini para pedagang yang enggan berjualan di hari Minggu mengatakan bahwa mereka takut berjualan karena beredar isyu berupa denda Rp 200 ribu bagi yang kedapatan membuka kios di hari Minggu pagi.

Peraturan pelarangan seolah telah berlaku, padahal hingga saat ini Pemerintah Kota Jayapura baru sebatas melakukan Uji Publik atas Rancangan Peraturan Wali Kota (Raperwal) tentang pengaturan waktu operasional pasar yang akan mengatur jam berdagang khusus di hari minggu.

Sekretaris Daerah Kota Jayapura RD Siahaya sebagai mana dilansir Antara pada Rabu (13/5/2015) menyatakan bahwa sebelum dijadikan Raperwal, Pemkot telah mengeluarkan imbauan mengenai para pedagang yang baru diizinkan berjualan mulai pukul 11.00 WIT.

Alasan munculnya Raperwal ini menurutnya ialah untuk memberikan kesempatan petugas kebersihan membersihkan pasar. Namun disayangkan bahwa Raperwal itu ditarik ke mana-mana hingga pelarangan aktivitas ekonomi secara umum di Kota Jayapura setiap hari minggu pagi, bukan hanya di pasar.

“Saya tidak berani buka kios hari minggu, karena takut kena denda,” ungkap seorang pemilik kios di gang sempit di bilangan Entrop.

Ibu rumah tangga pun banyak yang mengeluhkan adanya pelarangan berjualan di Minggu pagi itu.

“Saya kan hari Senin hingga Sabtu bekerja, kesempatan belanja ya Minggu pagi, kalau ada larangan seperti sekarang ini cukup menyulitkan bagi saya,” ungkap seorang ibu rumah tangga yang tak mau namanya dituliskan.

Bagaimana pendapat warga Kota Jayapura lainnya terkait Raperwal yang sedang diuji publik ini. Tuliskan pendapat di bagian komentar agar menjadi bahan masukan bagi Wali Kota terkait dengan akan berlanjut atau tidaknya pemberlakuan aturan ini.

http://www.kabarpapua.net/2015/05/su...berjualan.html

mari berdonasi untuk mama - mama papua

ditunggu teriakannya hormati orang yg tidak ke gereja



ibunya langsung kaya.. emoticon-Traveller terlepas dari masalah kemanusiaan ya, si ibu memang salah.. karena udah ada edaran dari pemkot serang tentang larangan berjualan di bulan ramadan. dan satpol pp juga cuma jalanin tugas. contoh dari perbuatan baik dan buruk terkadang bukan cuma masalah hitam dan putih.. there is zona abu abu emoticon-Traveller
Quote:Original Posted By tofftof
ibunya langsung kaya.. emoticon-Traveller terlepas dari masalah kemanusiaan ya, si ibu memang salah.. karena udah ada edaran dari pemkot serang tentang larangan berjualan di bulan ramadan. dan satpol pp juga cuma jalanin tugas. contoh dari perbuatan baik dan buruk terkadang bukan cuma masalah hitam dan putih.. there is zona abu abu emoticon-Traveller


Setau gue bleh uangnya ga sepenuhnya di kasih ke ibu, nanti akan di donasikan ke korban yg kena razia warteg. Gue baca info tsb di twitter, lupa siapa yg retweet. Semoga bisa jaga amanah aja yg gerakin donasi emoticon-Traveller
Quote:Original Posted By perusakakidah
ane gak yakin ibu itu terima full donasinya emoticon-Big Grin



pasti ente anak satpol PP ya gan
wkwkwk lucunya negeri ini. emoticon-Wakaka
jadi si ibu bener yak? emoticon-Wow
Apa sih dana abadi?
Mesti jelas laporan keuangannya. emoticon-Salaman
Mestinya sudahlah di stop itu sumbangan. Nantinya hal begini kagak mendidik loh. Semoga si ibu bisa bahagia jika itu duit semua di donasikan ke dia.

Quote:Original Posted By bobybs


Setau gue bleh uangnya ga sepenuhnya di kasih ke ibu, nanti akan di donasikan ke korban yg kena razia warteg. Gue baca info tsb di twitter, lupa siapa yg retweet. Semoga bisa jaga amanah aja yg gerakin donasi emoticon-Traveller


Kalo mau di bagi begitu, makin kuat aroma dana akan di tilep gan. Maaf ngomong nih, memang gak sedikit orang yg beneran amanah, tapi juga gak sedikit yg "kepeleset" ketika dapet amanah. emoticon-shakehand
Quote:Original Posted By maya.asar


Kalo mau di bagi begitu, makin kuat aroma dana akan di tilep gan. Maaf ngomong nih, memang gak sedikit orang yg beneran amanah, tapi juga gak sedikit yg "kepeleset" ketika dapet amanah. emoticon-shakehand


Semua kemungkinan bisa terjadi, semoga yg melakukan penggalangan dana bisa amanah. emoticon-shakehand
×