alexa-tracking

bagaimana diriku?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/575c5dd1ddd77011348b4580/bagaimana-diriku
bagaimana diriku?
Kau lihat pasir itu,
Putih, cantik, dan lemah,
mengikuti kemana angin membawanya,
Malang sekali bukan?

Kau lihat sampah plastik itu,
Kotor, bau, dan di injak - injak,
Menunggu nasibnya di tempat pembuangan,
Menyedihkan bukan?

Kau lihat hidupku,
Bagai pasir dalam kantong plastik,
Menanti angin segar,
Menunggu Daur Ulang,
Menanti keajaiban datang,

Kemana pasir itu tertiup?
Dimana plastik itu berubah?
Kemana arah hidupku?
Dimana tempat terakhirku?

Sang Pemilik Tangan

Getaran ditangannya tak bisa dihindari ketika suratnya akan ditulis.

Hati sang pemilik tangan seakan - akan memaksanya untuk menulis.

Tapi ketika Pena-nya sudah siap mengabulkan permintaan hatinya, sang pemilik tangan kehilangan akalnya.

Terlalu banyak yang ia rasakan, sehingga sang pemilik tangan bingung, harus memulainya dari mana.

"Aku memang pengecut" kata sang pemilik tangan.



"Maaf!" Hanya itu yang terlontar dari mulutnya di hadapanmu.

Maaf jika sang pemilik tangan telah lancang jatuh hati padamu.

Sang pemilik tangan tahu, tak ada tempat spesial di hatimu.

Maka dari itu, bersama suratnya, sang pemilik tangan hanya mengungkapkan perasaannya.

"Aku mencintaimu "
Cinta...
Hidup ini katanya tentang cinta..
Tapi kenapa harus ada darah?...

Kata orang bilang...
Cinta itu pengorbanan...
Kurasa tidak...
Cinta itu dari hati bukan?...
Lantas kenapa disebut korban?...

Cinta itu katanya abadi...
Kurasa tidak..
pernah ku mendengar..
Di alam sana kita akan sendiri...
Lantas kemana cinta kita?

Cermin

Aku...
Adalah musuh untukku...
Menyiksa waktu demi waktu...
Untuk sesuatu yang tidak perlu...


Dunia...
Tempat dimana aku beraksi...
Membusungkan dada tinggi - tinggi...
Menyombongkan diri, atas apa yang tak ku miliki...


Teman...
Orang yang membuatku begini...
Memaksa untuk terus sombong...
Atas apa yang tak ku miliki...

Dosa...
Mungkin juga dia adalah aku...
Dan setan...
Adalah sahabatku...

Lalu tuhan?...
Hanya tempat untuk berdoa..
Dan pahala?...
Aku tak tahu apa itu...

Apa ya?

Hey kamu,
Apa kabar?
Bidadari,
Ah.. Rasanya kurang pas, apa ya?

Hay kamu,
Selamat Puasa ya,
Boneka terlucu,
Ah.. Masih kurang pas..
Menurutmu apa ya?

Bidadari bukan,
Boneka pun juga bukan,
Ah saya bingung,

Ada kah kata yang tepat?
Tuk gambarkan kebesaran tuhan kali ini,
Ada kah kata yang tepat?
Tuk menyapamu kali ini,
Kamu dan aku ,,

kamu adalah puisi ..
sedang aku kertas ..
pena adalah kebutuhan kita ..
jika kita bersatu ,tulisan indah kita dapati ..

Sampaikan lah

Hey angin
Maaf aku membencimu
Tapi tolong lah
Jangan pergi

Hey hujan
Maaf aku pun membencimu
Tapi ku mohon
Jangan pergi

Apa?
Kenapa?
Kau ingin pergi?
Baik lah, tapi kabulkan yang satu ini

Kepada angin,
Sampaikan rindu ini padanya,
Kepada hujan,
Samarkan lah tangisnya malam ini,

Rindu

Kamu hadir,
Tanpa suatu pertanda,
Aku hadir,
Tanpa suatu pertanda,


Kamu pergi,
Tanpa adanya perpisahan,
Aku sendiri,
Dengan luka yang kau tinggalkan,

Seperti Nada,
Luka ini merambat,
Sakit, perih,
Dan mungkin abadi,

Aku tak tahu,
Obat apa yang bisa menyembuhkan luka ini,
Tapi mungkin kau tahu,
Racun apa yang bisa ku nikmati,

Rindu,
Dia lah racun bagiku,
Aku benci racun itu,
Tapi aku butuh itu,
Ya, itu adalah rindu,