alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/575c5914d675d4ac1b8b4569/kasus-pembunuhan-eno-pertarungan-hukum-dan-nurani-penegak-hukum
KASUS PEMBUNUHAN ENO PERTARUNGAN HUKUM DAN NURANI PENEGAK HUKUM
Jt.Com-Tangerang-kasus pembunuhan super sadis yang terkenal dengan sebutan Pembunuhan Gagang Pacul dengan korban Eno Pariha akirnya menuai polemik banyak pihak setelah terdakwa RAL (16) dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) cuma 10 tahun penjara dan membayar denda Rp2 ribu di Pengadilan Negeri Tangerang Banten, Jumat (10/6/2016).

Tuntutan yang mengundang kontroversi banyak pihak dibacakan oleh JPU yang beranggotakan Agus Kurniawan,SH, Taufik Hidayat, SH, M Ikbal Hadjarati, SH dan Putri Wulan Wigati, SH berdasarkan hanya Pasal 340 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto 55 Undang Undang Nomor 11 Tahun 2011 tentang Sistem Peradilan Anak.

Senada dengan JPU, Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Edyward Kaban mengatakan bahwa pertimbangan tuntutan 10 tahun penjara kepada tersangka RAL itu mengacu pada Undang Undang Sistem Peradilan Anak.

Edyward Kaban menegaskan “Berdasarkan Pasal 81 Ayat 6 bahwa apabila suatu tindak pidana dilakukan oleh anak-anak pidana maksimal 10 tahun kurungan penjara… ”

Lebih menyakitkan hati orang tua korban Eno Pariha, Pengacara terdakwa RAL Slamat Tambunan, SH dengan tegas tidak terima dengan tuntutan JPU. Slamet yakin bahwa RAL tidak bersalah bahkan tuntutan JPU penjara 10 tahun dinilai Slamet salah alamat.

“Jangankan 10 tahun, sehari saja saya keberatan, dalam fakta persidangan jelas bukan RAL pelakunya…” kata Slamat.

Orang tua korban, Mahfudoh saat diluar sidang kepada wartawan sambil menangis histeris sempat emosi dan mengancam “ Kalau pengadilan disini tidak bisa menghukum mati RAL, sekalian saja bebaskan RAL…biar warga nanti yang akan menghukum dengan hukuman yang adil…”

Salah seorang praktisi hukum dan penggiat Perlindungan Perempuan dan Anak yang ditemui Jt dikantornya daerah kemang, Jakarta, Sabtu (11/6/2016) mengatakan “ Nggak usah sebut nama saya ya…jujur saya sangat muak dengan sifat penegak hukum dalam kasus Eno. Mereka hanya melihat peraturan yang tidak memihak korban dan juga hancurnya nurani keluarga korban dan termasuk juga efek yang ditimbulkan kasus Eno terhadap masyarakat luas. Coba seandainya kasus biadab ini terjadi pada anak mereka…gak bakalan mereka pakai Undang Undang Nomor 11 Tahun 2011 tentang Sistem Peradilan Anak. Saya do’ain kasus ini menimpa anak-anak mereka biar tahu rasanya kehilangan anak dengan cara keji dan biadab…”

SUMBER : http://www.jatengtime.com/2016/06/12...penegak-hukum/
kalo udah undang undang ya giimana lagi
itu si cewek di paragraf trakhir beneran praktisi hukum? kalo iya kan dia tau harusnya semua berdasar uu, termasuk perlindungan anak


cuma yg geblek itu si pengacara yg bilang pelaku gak salah, tp ya namanya juga pengacara, tugasnya emang bela klien. beda sama pengacara negara utk bantuan org kismin salah tangkap polisi, tugasnya cuma ngasih nasihat supaya kliennya sabar emoticon-Big Grin

Quote:Orang tua korban, Mahfudoh saat diluar sidang kepada wartawan sambil menangis histeris sempat emosi dan mengancam “ Kalau pengadilan disini tidak bisa menghukum mati RAL, sekalian saja bebaskan RAL…biar warga nanti yang akan menghukum dengan hukuman yang adil…” emoticon-Matabelo
10 tahun doang? denda 2 ribu?
itu anak org yg tewas.. emoticon-Marah
RAL sudah sempet ngaku trus berubah lagi?! emoticon-Cape deeehh
tipikal pengecut kalo udah ketemu pengacara pasti statement nya berubah,gak si saipul jamil, habiburokhman, anas, sampe ke bajingan teri RA ini.
satu yang pengadilan ini gak boleh lupa,korban masih hidup ketika di*************** pacul. bahkan jack the ripper memastikan korbannya meninggal terlebih dulu sebelum disayat sayat
gak usah dihukum 10 th lepasin aja biar hukum rimba ...emoticon-Wakakaemoticon-Wakakaemoticon-Wakaka
EDYIAAAN NI NJENG emoticon-Cape d... (S)