alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5745d9afc0d770a7728b456e/kenapa-kita-tak-bisa-tuhan-kita-sama-xa
Video & Image 
Ternyata Jodoh itu di tangan Mak-Mak
Quote:CHAPTER 1
Alexandra Gabriella

A
Bandung, Maret 2016
“Nooo, laah, Pak Ken!!”.. Lexa dengan mantap, antusias dan spontan menjawab pertanyaanku yang terkesan menodong dan terlalu cepat!
Aku tersenyum dan tertawa dalam hati. Raut mukanya terlalu serius untuk tidak ditertawakan. Pembawaaannya yang tenang, malah hilang pada saat itu, berganti pada sikap spontan yang belebihan. Benar, dia sangat berbeda dari kesehariannya yang tenang dan terkesan hati-hati dalam bersikap. Disitu letak keanehannya di hari itu ketika dia dihadapkan pada sebuah pertanyaan yang memang terlalu cepat dan terlalu to the point.

Bahasanya diluar ekspektasi. Penolakan sebenarnya sudah saya duga sebelumnya. Tapi tidak dengan bahasa itu. Kalo dipikir pikir, seharusnya Lexa bisa menjawabnya dengan anggun, seperti wanita kebanyakan mengingat dia dibesarkan dari keluarga berada dan aku yakin bahwa pengalamannya menolak cinta pria pria sebelumnya harusnya sudah teruji dan terbukti.
“ Karena perbedaan kita Xa? Atau kamu masih trauma dengan yang sebelumnya?”
“ Iya, Pak ken. Aku ga mau mengulangi kesalahan dua kali”
“ Hehehe. I see, Okey bisa diterima, xa. Tapi aku mau katakan sesuatu yang penting padamu, xa” kataku sambil memandang lurus ke jalanan agar terlihat cool seperti Afgan Syahreza dalam video klip Sadis.
“ Mungkin ini aku katakan untuk pertama dan terakhir kalinya. I do love you, Unconditionally. But like I said and I promised you before, Jawaban mu tidak akan merubah apa-apa. Tidak akan merubah persahabatan yang kamu tawarkan dan tidak akan merubah hubungan kita secara professional di kantor”

Lexa memang karyawan baru di kantorku. Itukah sebabnya dia tidak bisa merubah kebiasaannya memanggil “pak” padaku. Aku sudah memintanya berkali kali panggil “Ken” aja. Bagiku penggilan Pak akan menciptakan benteng. Benteng dimana membuat komunikasi tidak lepas dan tidak nyaman.

“ Ga akan bisa aku pak ken, pertama karena kmu lebih tua, dan yang kedua, kamu memang lebih tua”
“ Hahaha…Ga usah peduli itu lah xa,kita pakai gaya koboy aja. Lagian jarak umur kita ga terlalu jauh ko. Waktu aku nonton doraemon dan sailormoon, waktu itu juga umurmu udah 5 tahun.

Lexa, berumur 24 Tahun. Sementara aku berumur 31 tahun. Setidaknya kita masih sama sama tahu kalo Satria Baja Hitam, adalah Kotaro Minami dan Sailormoon Biru lebih cantik dari pada sailormoon merah. Diusiaku segitu, aku masih single. Masih bertahan pada satu idealisme untuk hanya menikah dengan uncondional love, tidak yang lain. Dan sejak pertama kali mengenal Lexa sebulan sebelumnya disebuah meeting di daerah Bandung, aku merasakan hal yang sudah lama tidak aku rasakan. Pertama terjadi pada tahun 2004-2010, kedua 2012 hingga ke 2014. Dan yang terakhir terjadi tahun ini, Februari 2016. Kegagalan di pertama dan yang kedua membuatku berjanji, tidak akan mengulangi kesalahan apalagi melepaskan ketika aku menemukan orang ketiga. Kalaupun gagal, Aku harus berjuang lebih hebat daripada Habibie ke Aninunnya atau dari Ristanto ke Kay-nya.

Saat itu, aku tidak benar-benar berjuang secara hebat untuk cinta yang seharusnya aku miliki. Malah mempercayakan orang lain untuk menjaganya dalam jangka waktu tak terbatas. Suatu saat aku sadar bahwa kita tidak bisa mempercayakan orang lain untuk memperlakukannya se-istimewa seperti yang akan kita lakukan. Tidak ada Jaminan, Meman harus kita yang melakukannya dan mengambil alih tanggung jawab itu. Merdeka!!!!

“Gimana kalo panggil abang aja?”
“ Jangan Xa, aku udah lama ga jualan bakso!” Candaku karena memang aku tidak suka dipanggil abang. Rasanya seperti wanita-wanita dunia malam yang menggunakan kata abang kalo sudah ada maunya.
“Hahaha, jawaban pak ken diluar ekspektasiku. Kalo “uda” gimana?”
“ Hmmm, Toko ku yang di tanah abang sudah tutup La. Aku sudah ga pantas dipanggil Uda lagi”
“ Hahaha. Sama aja,!!. Jadi sebaiknya menurut pak ken aku manggil apa?”
“ Gimana kalo kamu manggil aku pake nama tengahku aja”
“ Emang pak ken punya nama tengah?”
“ Punya dong La, Nama Lengkapku Ken Sayang Yorindra”?
“ Hahaha, Jadi aku harus panggil sayang dong ke pak ken?”
“ Boleh, kalo kamu mau, Hahahha” Gantian aku tertawa dengan joke-ku sendiri. Ini lah teknik komunikasi, untuk memanipulasi wanita yang menolak kita untuk memaksanya tetap menyayangi kita. Setidaknya di depan sahabat-sahabat anda, agar anda masih punya Pride dalam menghadapi dunia.

Mobil melaju melintasi simpangan dago dari arah dago atas. Berniat belok kekanan, kearah siliwangi-ciheumbluit. Memang ada janji untuk menjemput salah satu sahabat, klien dan mentor terkeras dalam hidupku ketika ditempa di samarinda, Kalimantan timur. Ketika Pertama kalinya aku mutasi dari Jakarta untuk pekerjaan. Bpk. Thomas Christian, Namanya. Seorang CEO, yang terkenal keras dan galak ke anak buahnya. Namun menjadikan saya sebagai klien terfavorite dan anak kesayanganya.
Suasana masih diam. Aku diam dan Lexa juga terdiam mendengar kata-kataku. Aku tak tahu persis apa yang dia pikirkan waktu itu. Namun kelak di kemudian hari, dia mengaku kaget dan kagum dengan jawabanku tadi dan jawaban ku setelahnya.
“Kamu harus percaya apa yang akan aku katakan ini ke kamu La”
“Akulah, orang yang akan mengantarkan kamu ke pelaminanmu, kelak jika memang kita hanya terpisahkan karena agama!” Lanjutku.
“Tidak secara harafiah ya, Maksudnya sampai kamu menemukan orang yang akan kamu nikahi La” aku teruskan dengan jawabanku secara antusias.

Mungkin terdengar berlebihan, tapi itu lah yang akan aku pastikan. Hatiku sudah terbuat dari baja. Bukan dari bahan empek-empek Palembang lagi. Rasanya memang dia se-spesial itu. Sejak awal aku ingin mencintainya secara sempurna. Berangkat dari kebodohan-kebodohan ku di masa lalu, aku tidak pernah perduli perasaan ini akan berbalas atau malah bertepuk sebelah tangan atau bahkan bertepuk satu jari. Tidak akan merubah sedikitpun perlakuanku padanya dan akan berhenti ketika dia memutuskan menikah dengan orang lain. Tentu, kita harus menghargai institusi yang namanya pernikahan.
Lexa masih terdiam, Saat lampu merah sudah berubah hijau, Kubelokan stir ke kiri menuju jalan Sumur Bandung. Jalan yang terkenal karena adanya Sony Sugema College disisi kiri jalan yang tidak seberapa itu. Lexa kemudian membuat pernyataan yang bias, ambigu dan membigungkan.

“ Padahal, aku tak pernah bisa merasa secocok ini sama cowok. So much in common. Malah too much in common” Katanya dengan sedikit terbata-bata.
Aku pikir, saat itu Lexa terpaksa membuat statement itu. Dari personalitynya yang terlihat, Lexa bukanlah orang yang terbuka untuk mengungkapkan perasaannya apalagi ke lawan jenis. Namun karena suasana yang aku buat terbuka. Lexa jadi lebih nyaman untuk mencoba terbuka. Kelak di kemudian hari, dia mungungkapkan bahwa memang ini yang dia rasakan. Tapi saat it, aku sengaja diam. Ingin mendengar apa yang akan dikatakan selanjutnya.

Aku memang dari awal sangat menyukainya. Tanpa sebab dan tanpa alasan. Begitu amat sangat menyukainya. Tapi, melihat kondisi yang ada, aku tahu perjuangannya akan sangat berat dan berliku melebihi kelok 44 di Maninjau atau lebih terjal dari kelok 9 Payakumbuh. Kemungkinan sampai tujuannyapun sangat kecil, sekecil orang atheis untuk mempercayai tuhan.
Lexa dibesarkan dari keluarga protestan yang taat. Terlahir dari Ras yang warna kulitnya bikin iri perempuan perempuan Indonesia yang perlu banyak mengeluarkan uang untuk tetap putih. Sementara Lexa, tidak memerlukan itu. Bahkan ketika matahari menyengat menerpa kulitnya,warna kulit nya tidak akan berubah menjadi hitam, melainkan menjadi merah. Dan yang bikin perempuan indonesa tidak terima, Lexa hanya perlu 1 hari untuk kembali ke warna kulit originalnya. Tionghoa. Ras-nya Bibi Leung dalam film The Return of The Condors Hero.
Sementara aku berkulit sawo matang masak busuk. Sawo matang terlalu masak jadi busuk. Hahaha. Terkenal sebagai ras yang memegang teguh adat dan fanatik terhadap agama islam. Minangkabau. Tempat lahirnya, si Midun dalam film Sengsara Membawa Nikmat, Syamsul Bahri dalam novel Siti Nurbaya, Zainuddin dan Hayati dalam karya satra Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk. Sangat berbeda dari segi budaya, agama, cara pandang namun punya satu kesamaan. Sama sama dianjurkan untuk menikah dengan orang yang satu budaya. Dogma ini menjadi doktrin yang terus menerus di bisikkan ketelingga kami sejak kecil hingga dewasa. Seingatku, doktrin dimulai coba ditanamkan waktu aku baru bisa belajar ABCD. Mudah bagi pria untuk melawannya tapi tidak dengan wanita. Satu kesamaan yang justru menjadikan jalan lurus menjadi sulit.

“Hehehe, Masa xa? Termasuk dengan mantanmu sebelumnya?”
Aku tahu, Ella baru putus. Lagi antara dilema dan galau. Putus karena menyadari bahwa hubungannya tidak akan kemana mana selain perpisahaan. Berpacaran dengan Muslim Jawa sebelumnyalah yang membuat Ella menolak seorang manusia Muslim Padang walaupun lebih bijak dan pintar.
“ Iya, termasuk itu pak ken”
“Sayang ya La, Padahal tuhan kita sama cuma beda pronounciation aja la, Alah di kamu dan Aulah di aku. Yang berbeda, kamu berhenti Yesus, aku lanjut mengikuti Muhammad. Tapi dunia yang mempersulitnya xa”
“Kalo kata mantanku, andai didunia tidak ada agama, pak ken”
“ Ga bisa begitu juga xa, Di dunia ini emang harus ada agama. Masa dandan aja ada manual booknya, hidup tidak La? Tanyaku ketawa dengan lelucon ku sendiri.
“hehe, iya sih, tapi kalo rasa sudah melibatkan agama, kayaknya sudah dead end, pak ken!”

Aku tidak mengiyakan pernyataannya. Beberapa hari sebelumnya, aku sudah mendownload aplikasi alquran dan mencari tahu pernikahan beda agama dari sudut pandang agama islam dan protestan. Sudah membaca beberapa artikel dari Hukumonline.com dan sedikit mengerti dari tanya jawab diinternet yang bernasib sama dengan kami. Eh, bukan kami, maksudnya saya aja. Hehehe
Setidaknya saya tahu dari sudut pandang islam, bahwa pria muslim boleh menikahi wanita ahlul Kitab. Ahlul kitab di sini adalah wanita wanita yang diberi kitab sebelum adanya alqurnan. Kitab taurat, zabur dan injil. Dalilnya saya temukan, dan berhasil mematahkan pendapat ayahku yang dari dulu seorang muslim yang taat. Aku sodorkan surah Almaidah Ayat 5 ke ayahku, yang persisnya terjemahannya seperti ini.
الْيَوْمَ أُحِل لَكُمُ الطيبَاتُ وَطَعَامُ الذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِل لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِل لَهُمْ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ إِذَا آتَيْتُمُوهُن أُجُورَهُن مُحْصِنِينَ غَيْرَ مُسَافِحِينَ وَلا مُتخِذِي أَخْدَانٍ وَمَنْ يَكْفُرْ بِالإيمَانِ فَقَدْ حَبِطَ عَمَلُهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ (٥

Terjemah Surat Al Maidah Ayat 5
5. Pada hari ini dihalalkan bagimu segala yang baik-baik. Makanan (sembelihan) Ahli Kitab[32] itu halal bagimu, dan makananmu halal bagi mereka. Dan (dihalalkan bagimu menikahi) perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan[33] di antara perempuan-perempuan yang beriman dan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu[34], apabila kamu membayar mas kimpoi mereka untuk menikahinya[35], tidak dengan maksud berzina dan bukan untuk menjadikan perempuan piaraan[36]. Barang siapa yang kafir setelah beriman maka sungguh, sia-sia amalan mereka dan di hari kiamat dia termasuk orang-orang yang rugi[37].

Ahlul kitab disini adalah Kitab kitab yang diturunkan oleh Allah sebelum diwahyukan Alquran. Taurat yang disampaikan memalui nabi Ibrahim dan Injil yang diturunkan pada nabi Isa. Itulah 2 agama yang paling banyak disebut dalam alquran dan jelas jelas dalam beberapa ayat-ayat alquran secara nyata mengakui kedua agama itu, Hal itu karena Ahli Kitab masih menyandarkan diri kepada nabi dan kitab. Para rasul semuanya sepakat haramnya menyembelih untuk selain Allah, karena yang demikian adalah syirk, dan orang-orang Yahudi serta Nasrani beragama dengan meyakini haramnya menyembelih kepada selain Allah.

Yang tidak boleh dan diharamkan itu hanyalah menikah dengan wanita wanita agama selain yahudi dan Kristen, seperti budha dan hindu, agama agama yang tidak disebutkan dalam alquran. Sementara Wanita muslim wajib hukumnnya menikah dengan pria muslim. Haram Untuk menikah dengan pria non-muslim termasuk pria ahlul Sunnah, dikarenakan islam memandang bahwa pria adalah pemimpin keluarga.
Sulitnya ternyata lebih dari sudut pandang ella. Memang di Alkitab ada ayat yang mempertegas hal itu.

(II Korintus 6: 14-18)
6: 14 Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?
6:15 Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya?
6:16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: "Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku.
6:17 Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu.
6:18 Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anak-Ku laki-laki dan anak-anak-Ku perempuan demikianlah firman Tuhan, Yang Mahakuasa."
Line nya ada pada kata pasagan yang tidak seimbang. Secara Logis, banyak orang berpikir bahwa seimbang itu adalah secara agama, termasuk aku pada awalnya. Namun, aku masih mencari tahu arti kata seimbang itu sercara harafiah, dan kemudian menemukan penjelasan terbaik di sebuah blog tanya jawab Kristen (http://hsh-kenispri.blogspot.co.id/2...rnikahan.html)
Qoute:
syalom....apakah kita salah menikah dgn seseorang yg berbeda agama???dan apakah smua pengorbanan dan kepercayaan kita kepada Tuhan akan sia2???ap yg hrus kita lakukan jika kita sdh trlanjur menikah???
Jawab:
Syalom. Pernikahan beda agama sebenarnya tidak bersangkut paut dengan dosa atau tidak berdosa. Juga bukan soal boleh atau tidak. Secara konseptual pernikahan ini sah-sah saja, asalkan masing-masing pihak benar-benar berkomitmen untuk saling menghargai perbedaan masing-masing dan menghormati perjanjian pernikahannya.
Namun secara faktual pasangan nikah beda agama akan menempuh jalan terjal untuk menuju keluarga Kristiani yang serasi dan bahagia. Jalan terjal tersebut kadang dapat dilewati dengan baik dan sukses tetapi kadang sangat membahayakan dan gagal. Oleh karena itu sebaiknya berpikir dua kali sebelum mengambil keputusan pernikahan beda agama.

Dalam PB. boleh tidak kimpoi dengan orang berbeda agama?
Teks 2 Korintus 6:14 yang berbunyi "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?" adalah teks favorit yang paling sering dikutip untuk melegitimasi pelarangan menikah dengan orang yang berbeda agama.
Jika menilik konteksnya, sejatinya ayat itu tidak ditujukan untuk melarang atau mendukung seorang Kristen menikah dengan orang non-Kristen, melainkan lebih ditujukan bagi para petobat baru, yang pasangannya masih memeluk kepercayaan yang lama. Tujuannya jelas, yakni agar orang-orang Kristen benar-benar menerapkan kekudusan dalam hidupnya dan tidak lagi terjatuh dalam kehidupan cemar yang masih menjadi gaya hidup pasangannya.

Mereka dipanggil untuk menularkan positive influence bagi pasangannya yang belum percaya. Namun demikian toh Paulus tetap melarang orang-orang Kristen menceraikan pasangannya yang sudah berbeda iman itu, kecuali pasangannya yang menginginkan (lihat: 1 Korintus 7:12-16).
Hal senada juga dapat kita lihat dalam 1 Petrus 3:1-7. Teks ini bicara soal pernikahan beda agama yang diakibatkan oleh pertobatan istri dari pasangan "kafir". Padahal peranan suami adalah dominan dan harus ditaati oleh istri sebagai pihak yang lebih lemah (1 Petrus 3:7). Dalam konteks yang demikian
para istri tetap harus menjalankan panggilannya untuk menjadi kesaksian di tengah orang yang tidak percaya. (1 Petrus 2: 12).
Dalam Tata Gereja GKI, hal ini (pernikahan campuran) diatur dalam Tata Laksana, Bab X, ps. 30,ayat 9b ditulis:
Jika salah seorang calon mempelai bukan anggota gereja (baca: bukan Kristen), ia harus bersedia menyatakan secara tertulis dengan formulir yang ditetapkan oleh Majelis Sin mie bahwa :
A. Ia setuju pernikahannya hanya diteguhkan dan diberkati secara Kristiani.
B. Ia tidak akan menghambat atau menghalangi suami/ isterinya untuk tetap hidup dan beribadat menurut iman Kristiani.
C. Ia tidak akan menghambat atau menghalangi anak-anak mereka untuk dibaptis dan dididik secara Kristiani
Dari sini terlihat, dalam Tager ini tidak disediakan untuk memberi restu bagi pemuda pemudi Kristen untuk menikah dengan orang non-Kristen. Justru sebaliknya, pasal ini mengarahkan pasangan beda keyakinan kepada sebuah kesepakan untuk menjadikan keluarga tersebut sebagai keluarga yang Kristiani.

Jadi, pernikahan campuran sebenarnya tidak membuat orang Kristen kehilangan keselamatannya selama ia mampu melestarikan hukum Tager di atas. Namun untuk lebih baiknya, orang Kristen diharapkan untuk menghindari pernikahan campuran agar suasana rumah tangga yang kristiani dapat terwujudkan dengan amat baik

Alih Alih untuk menjelaskan ini pada Ella, aku lebih memilih diam. Aku masih dalam tahap memeluk agama islam di taraf percaya karena warisan. Bukan karena memahami apa yang ada di Alquran atau dalam level berserah diri pada Allah dan agamaku. Begitupun aku lihat Ella, masih dalam tahap Percaya pada agamannya, belum terlalu memahami apa yang ada dalam anjaran Injil.

Penjelasan mengenai ini hanya akan mengundang debat yang berujung tidak menyukai satu sama lainnya. Berdebat seperti orang teknik dan kedokteran mengenai marketing pemasaran. Mereka akan selalu bertahan dengan pendapatnya hanya karena harga diri walaupun pendapatnya itu salah dan tidak dilengkapi dengan data dan pengalaman dilapangan. Tentu, dihari bahagia ini setidaknya bagiku yang rencananya akan menghabiskan waktu 2 hari dengannya di Bandung, tidak ingin aku akhiri dengan perdebatan kusir yang tak berujung. Kuputuskan untuk menikmati hari ini hanya antara satu pria dewasa biasa dengan wanita dewasa biasa yang diciptakan tuhan berpasang-pasangan. 2 orang anak Tuhan yang sama menikmati liburan hati yang menentramkan. Lupakan agama dulu sejenak, sampai kita memahami dengan benar apa yang agama ajarkan pada kita, pikirku.

Kelak dikemudian hari, aku bersekimpulan bahwa tuhan mengirimkan Ella mungkin bukan bermaksud untuk memilikinya. Kupikir, tuhan mengutusnya disertai perasaan hati yang tulus didalam hatiku ini adalah agar aku punya motivasi memahami dengan benar agama ku yang telah aku lupakan selama 30 tahun ini. Mungkin tuhan juga inginkanku untuk memahami 2 agama lain yang di kirimkanNya sebelum adanya agama islam, diakui secara harafiah, dan paling sering disebut dalam alquran. Nabi Isa As/Yesus dalam alquran disebut sebanyak 25 kali. Itu lebih banyak 21 kali dibandingkan penyebutan nama Nabi Muhammad SAW. Dan sepanjang surat Maryam dan Ali Imran dalam Alquran, Aku pun mendapati banyak cerita mengenai kelahiran dan kehidupan Nabi Isa As yang hampir sama yang ada dalam Injil.


Ella, mungkin terdengar sedikit lebay, tapi Thank You atas kehadiranmu beberapa waktu dihidupku.

TO BE CONTINUED




Quote:Part II
Part III
Part IV
Part V
Part VI


Part Lanjutan di pos dibawah!
Part Lanjutan
Quote:Part 7. Berpacu Dalam Melodi
Part Khusus - Sebuah Surat Untuk Tuhan
Part 8- Ketika Tidak ada Yang beda


Quote:B.
3 Minggu sebelumnya…

Subuh sekali aku sudah musti bangun dari mimpi yang tidak begitu indah disebuah hotel di kawasan Cirebon Superblok. Pagi ini, aku harus berangkat ke Bandung. Ada janji jam 10 pagi bertemu di kantor klien perusahaanku di daerah Soekarno –Hatta Bandung. Aku tidak terbiasa bangun pagi sebenarnya. Tapi demi Ayam Pop Sederhana dan Dendeng Batokok RM Malah Kadicubo Stasiun Bandung yang harganya mahal, aku paksakan bangun di subuh itu.

Dalam perjalanan yang menjemukan di tol jalan lurus, Cipali. Aku menelepon renata, seorang karyawan baru di posisi relationship officer dari HO yang kebetulan akan membantu sebahagian pekerjaanku untuk mengontrol kendala penjualan di klien-klienku yang tersebar di 13 kota di Pantura Jawa Barat. Mulai dari Bogor, Cikarang, Karawang, terus sampai ke Cirebon dan sekitarnya. Aku meneleponnya, karena sejam sebelumnya, ternyata ada MC dari renata dan tidak kedengaran olehku yang sedang asyik memegang kendali mobil sembari mendengarkan lantunan lagu-lagu lama dinyanyikan oleh Sabrina.

“Ta, Ikut ke Bandungkan sama pak Diky dan pak Budy?”
“ iya pak ken, ini lagi dijalan menuju Bandung, udah hampir sampai, pak Ken dimana?”
“ Masih di Tol dekat Subang, Mungkin 2 jam lagi sampai. Kenapa Ta?”
“ Tadinya, mau minta jemput di Pasteur, tapi udah pak, Kacabnya Bandung 1 yang jadinya jemput aku, Yang lain juga udah pada sampai?”
“Yang lain, Siapa Ta?”
“ Ricky dan Alexandra Gabriella?”
“Alexandra Gabriella?”
“Iya Lexa, yang akan megang Sumut, Ridar, pak Ken”
Nah, baru aku inget, ini yang di ceritakan atasan langsungku, Pak Dicky seminggu yang lalu. Setelah meminta rekomendasiku mengenai renata, Pak dicky sempat bertanya.
“ Kamu udah kenal Lexa Belom?”
“Lexa, siapa pak?”
“RO satu lagi selain renata, waktu kamu ke HO kemaren emang ga lihat?”
“ enggak pak, saya Cuma lihat maya, dan renata di meja marketing”
“ Lah, lu harus lihat ken, Itu yang chinesse itu loh, harusnya lu mah udah tahu”

Si bos ku yang satu ini adalah seorang bos paling baik sepanjang masa. Beliau juga keturunan tionghoa, dan aku sempat bercerita kalo sebetulnya seleraku adalah wanita tionghoa. Film-film Mandarin yang aku tonton di RCTI dan SCTV membentuk seleraku. Oriental adalah seleraku dari kecil sampai dewasa walaupun diwaktu remaja sempat di intervensi oleh wanita-wanita Jepang seiring kemunculan Maria Ozawa dkk. Itulah sebabnya keluar pernyataan terakhir dari pak Dicky, seperti mau mencomblangkan aku dengan Lexa.

“Oke ta, see you in bandung 1, then”
“Okey, Pak ken”.

Renata, adalah orang yang enerjik, antusias dan termotivasi. Aku seperti melihat diriku pada dirinya. Sikap spontannya yang luwes membuat orang lupa bahwa dirinya tidak terlalu tinggi. Pendek kata, Renata adalah aku dalam versi cewek, hanya saja dengan tinggi yang berbeda, tapi iya secara sikap dan spontanitas. Harus diakui, Pada awalnya, aku tertarik pada kepribadiannya. Sebagai seorang yang sudah lama single. Aku tertarik pada sikap antuasias dan spontanitasnya.

Kuparkir kendaraanku di depan kantor Bandung 1. Di daerah Buah Batu, di jalan Gajah. Anda yang tahu Bandung dengan gampang mengenali bahwa kantor cabang Bandung tempatku berkerja tidak jauh dari jalan Palasari yang terkenal dengan buku-buku murahnya itu. Berjalan menyurusi koridor menuju lantai 2, untuk menemui yang empunya kantor, Memet.

Sempat lama saya bercerita, sampai satu gerombolan orang datang kedalam ruangan Memet. Renata memperkenalkanku pada Lexa dan Ricky. Kesan pertamaku padanya -pada Lexa bukan ricky- adalah aku tidak bisa melepaskan pandanganku padanya, sedikitpun. Aku berusaha untuk tetap cool dan tidak kelihatan suka.Lexa waktu itu menggunakan blazer hitam dipadukan dengan jas bewarna coklat. Di tangannya tertenteng sebuah tas coklat yang ukurannya agak besar daripada yang biasa digunakan wanita pada umumnya. Lexa bertinggi kira kira 163 cm, berambut lurus dan berparas seperti bibi Leiung dalam film kembalinya pendekar rajawali. Berkulit sangat putih, lebih dari orang Tionghoa kebanyakan. Rambutnya lurus sebahu, dan berperawakan kurus seperti Keira Knigtly. Akupun setuju jika gaya senyumnya khas seperti Keira Knigthly dalam film Love Actually (2003).

Setelah bersalaman mereka keluar dan memilih duduk di beranda. Dan itu tidak mengurangi perintah otakku untuk tetap melihat Lexa. Sudah berusaha untuk melawan keinginan ini, namun sinkronisasi otak dan hati tidak sejalan. Seakan akan tuhan menyuruhku untuk melihat dia. Ini mungkin yang dimaksud oleh lagu, Can’t take my eyes of off you.
Daripada melawan hati, aku sebaiknya memperlurusnya. Kudekati mereka, dan kemudian berbasa basi dengan Renata. Baru kemudian pindah ke Lexa.

“ Kuliah dimana dulu xa?”
“Di Komunikasi, pak Ken. Di London School”
“Beuh sama, komunikasi juga aku La, tapi aku lulusan Unpad-Nya, ga akan mampu aku bayar kuliah di London school. Hehee” Candaku to the point.
“Apa yang kamu inget tentang teori Jarum Hipodermik dan Diffusi inovasi, xa”? Tanyaku sembari memasang mimik dosen penguji di Yudisium.
“ Waduh, aku ga inget sama sekali malah pak ken, Yang aku inget stimulis respon aja”
“ iya karena si siti nya mulus, langsung kita merespon ya”
“ hahaha” dapat satu senyuman khas dan jujurnya.

“Btw, emang pake ken inget teori komunikasi yang pak ken sebut tadi”?
“Enggak La, Pas pelajaran Teori Komunikasi-nya pak Antar Venus Antar provinsi, aku waktu itu sibuk dandan, jadi ga perhatian dan fokus sama pelajaran” Penjelasanku seakan akan meyakinkannya.

Teori Komunikasi Unpad waktu itu memang diajar oleh Bpk. Antar Venus, MM, S.kom. Aku sering plesetkan jadi Antar Venus Antar Provinsi , karena dulu waktu pulang kampung lebaran ke padang, tulisan antar kota antar provinsi selalu melakat di dinding kiri dan kanan Bus ANS atau NPM.

“Hahahaa” Dapat senyuman keduanya dari target 5 senyuman di hari ini.
Ngobrol dengan Lexa berlanjut dengan hangat. Sampai pada akhirnya kita harus berangkat ke kantor klien kita di jalan Soekarno-Hatta, Bandung. Ramah Tamah diawal, dilanjutkan dengan Review Meeting per Cabang per Area bersama Area Manager masing-masing wilayah. Aku sengaja duduk tak jauh dari dia. Rasanya begitu damai dan menyenangkan, sesekali menoleh kearah kananku melihat wajahnya yang seakan akan memintaku untuk mencintainya. Silahkan, bagi yang mau muntah terlebih dahulu, saya tungguin dan sediakan ember besar. Hehehe. Kalau bahasa saya tidak menjijikkan, berarti anda tak perlu mencari ember.

Setelah Review berakhir, kita kembali ke ruangan rokok untuk berkumpul sembari beramah tamah. Aku tetap memilih duduk hanya berjarak 1 orang dari nya. Pokoknya masih dalam radar yang masih memungkinkan untukku memandang wajahnya yang tenang mendamaikan itu namun tetap berusaha untuk tidak kelihatan. Ketika orang-orang sibuk tertawa oleh lelucon Pak Alvin, kesempatan bagiku untuk memanfaatkan kelengahan orang orang sekitar. Kusodorkan Barcode BBMku padanya.

Thanks atas penemu barcode. Aku tidak perlu berbasa basi atau berkata apa apa untuk membuat dia tersenyum dan membuka Hpnya dan kemudian dengan sendirinya menscan barcode BBM ku. Siapapun engkau penemu barcode, kamu harus tahu bahwa penemuanmu menuntun banyak orang pada jodohnya. Penemuan Barcode adalah penemuan terbaik setelah Google dan Dendeng Batokok RM Upik Balikpapan. Hehehe.

Aku berusaha untuk tetap tidak keliatan menempel Lexa. Seharusnya, aku lebih dekat dengan Renata, yang memang memegang wilayahku. Kuusahakan, berbicara dengannya seperlunya, memandangnya tanpa ketahuan dan berusaha untuk tidak mengeluarkan narasi-narasi dalam hati berisi pikiran pikiranku tentangnya seperti yang selalu ada di sinetron-sinetron Indonesia yang para artisnya terdengar ngomong dalam hati untuk membunuh saingannya demi mendapatkan warisan-warisan yang seharusnya tidak dia miliki. Dear, pemain industri sinetron, tolonglah jangan budayakan itu pada generasi –generasi selanjutnya demi emas yang kamu dapatkan untuk menipu ibu-ibu rumah tangga. Daripada anda memperbodoh Indonesia, kenapa anda tidak ubah budaya nya melalui saluran yang paling jitu, Media.

Namun sekuat apapun aku berusaha, ternyata Fedie, rekan sejawatku, MM untuk Jabar 1 ternyata menyadarinya, dan kelak dikemudian hari, membuka rahasiaku di mobil Mazda CX 5 punya atasan langsungku, Pak dicky, yang tengah aku kemudikan sebulan setengah setelah hari ini. Namun, Anehnya kelak aku tau dari ella, bahwa ella tidak pernah merasa ditempel olehku. Memang Fedie lebih sensitif untuk urusan intelegen dibandingkan wanita manapun didunia.

Hari itu, dilanjutkan dengan makan siang bersama. Ada sekitar 20 orang yang ikut. Kerumah makan yang sederhana, apalagi kalo bukan Rumah Makan Padang Sederhana. Andai harganya sesuai namanya. Aku duduk diantara kedua petinggi perusahaan. Dikepung oleh pak Budy, Alvin, Wiryowadi dan Pak Jurpi. Pertama kalinya dihari itu aku begitu jauh darinya dari segi tempat duduk. Hal ini kulakukan untuk memperlihatkan bahwa aku biasa ke Lexa. Pembicaraan hari itu sebenarnya penuh tawa, tapi tidak terlalu kunikmati. Pikiranku berada 10 kursi disebelah kiri. Kulangkahkan kaki menuju toilet, beranjak dari tempat dudukku, untuk kemudian ke kursi sebelah Lexa sekembalinya aku dari Toilet.

“Aku mau duduk sebelah Lexa,ah!? Kataku sambil disambut tawa oleh rekan-rekan MM dan RO yang kebetulan berada satu lingkungan.
Kukatakan itu untuk menangkis semua kegrogianku. Larry King pernah bilang, jika anda gugup ketika melakukan public speaking, cara terbaik untuk menghilangkannya adalah mengatakan sejujurnya pada audience anda. Dan itu pernah kulakukan dan benar adanya. Anda menciptakan suatu kondisi yang dimengerti oleh anda dan audience anda yang membuat anda tampil lebih relax dan tanpa beban. Ah, Tak percuma aku minjem buku Lary King pada teman SMP ku, Yongki Tompe, Seni berbicara ditahun 1999.

“Dasar Jomblo, kemaren renata, sekarang Lexa?” Fedie Menambahi.

Aku jawab dengan senyuman. Setidaknya statement fedie membantu saya menginformasikan pada Lexa kalo aku Single, walaupun kelak aku tahu kalau Lexa tidak pernah peduli saat itu aku ini single, duda beranak dua atau suami-suami takut istri. Ella tidak tertarik sama aku sama sekali pada saat itu. Dia hanya menganggap seorang rekan kerja biasa yang tidak seganteng Benzema atau se-lucu Mark Westlife. Hanya seorang Ken Yorindra yang banyak kekurangan seperti manusia biasa.

“Mata ini bro, selalu condong ke nan rancak (ke yang cantik). Jadi jangan salahkan gw dong fed, salahkan pepatahnya”
“Ken, elu sebenarnya jomblo apa Homo?” Anas menimpali dengan pernyataan menohok.

Memang susah jadi single di usia 30 tahun. Kebanyakan orang tidak tahu sebabnya. Aku terlalu idealis untuk memilih Istri karena trauma masa kecilku melihat pertengkaran orang tuaku setiap hari. Ya, seperti obat, Sehari 3 kali sebelum makan dan 2 kali setelah makan. Kelak ini yang membuat kakak, dan adek adekku juga lama menikah sama sepertiku. Tapi hal ini tidak pernah kita ungkap ke public demi menjaga nama baik ayah dan ibuku. Tapi, kenapa justru aku tuliskan sekarang ya.. hahahaha.

Setelah 10 menit Obrolan yang hangat, aku beranjak pamit kembali ke meja dudukku. Aku tetap ingin terlihat tak menempel Lexa.
“ Oke, gw balik dulu ke tempat duduk gw, see you”
“Pak ken, Koreknya ketinggalan” ucap Lexa, sembari menyodorkan korek api yang tertinggal disebelahnya.
“Yang ketinggalan bukan korek aja La, Tapi hati ku juga ketinggalan di Kamu?” Kataku dalam hati, karena tidak mungkin mengucap itu di pertemuan pertama. Bisa saja, Rendang, Tambunsu, Dendeng batokok melayang dari tangan Anas, Fedie dan pak Dicky kearah muka ku karena kejijikan komunikasi yang aku ciptakan.

Setelah selesai beramah tamah, Kami pun pamit pulang. Ada 9 orang kantorku dan kemudian rombongan di bagi 2. Aku kebetulan yang membawa mobil salah satunya. Dan aku berdoa pada Tuhan, agar Ella dengan sendirinya ikut mobilku atau pak dicky yang menentukan Lexa untuk ikut mobilku. Aku tentu tak mau jadi orang yang menawarkan dan mengarahkan Lexa ke mobilku. Ketika diskusi masih berlangsung, tiba tiba terdengar suara anggun tapi sedikit bas dari Lexa.
“Aku ikut pak ken aja ah”

Gayung bersambut, Sumur terisi. Dalam situasi normal, sepatah kalimat itu tidak berarti apa-apa, tapi karena itu keluar dari orang yang kita harapkan, bahagia sederhana tercipta di relung hatiku. Aku tak tahu apa yang ada dalam pikirannya. Yang pasti pada saat itu, dia masih biasa padaku. Entah karena kenyamanan komunikasi yang aku berikan padanya atau karena memang aku pilihan terbaiknya pada saat itu. Diantara semuanya, memang aku adalah orang satu-satunya yang single. Fedie sudah punya anak 2, dan secara fisik tidak menarik siapapun kecuali istrinya. Hahaha. Sementara Anas sudah terlalu tua untuk jadi idaman wanita muda. Sementara, Pak budy dan pak Dicky, secara naluriah akan dihindari karena bawahan selalu takut ditanya performance secara tiba-tiba. Hehehe.

Lanjut, Perjalanan dilanjut ke Istana Plaza. Pak dicky mengajak kita semua untuk ketemu sama satu orang lagi sebelum ke hotel tempat team menginap. Kita tiba lebih awal dan memilih Tempat kopi lantai 1 untuk sekedar menunggu. Rasa ingin Pipis, membuatku izin ke pak dicky, untuk ke toilet dahulu. Tiba-tiba suara kecil itu
“Aku ikut pake ken, ke toilet juga pak dicky”
“Kamu ikut aku terus, La, kalo aku mau kepelaminan kamu mau ikut?” Tanyaku dengan cool untuk menyembunyikan rasa bahagia yang tiba-tiba muncul.
“ Aku emang kebetulan mau ke toilet juga ko pak ken, hehe”
Sambil menyusuri lantai 1 IP, aku berjalan sedikit duluan, dia sedikit tertinggal dibelakang. Aku perlambat jalanku agar kita kita bisa berjalan sejajar. Biar semua orang di IP tahu, kalo aku sangat menyukainya. Biar semua orang di IP tahu, kalo ras bukanlah sesuatu yang halangan untuk kami menikah, guys.
“Suka ke Bandung ga, xa?”
“ Suka pak Ken, baru bulan yang lalu aku ke bandung ko,bareng temen teman kantorku yang dulu”
“Kemana aja emang kalo ke bandung, xa”?
“ Kemaren ke Kampung Gajah, sama ke café café di daerah dago pakar?”
“Oh iya, disitu banyak café café yang jual view ko, La?”

Pembicaraan terputus ketika kita sampai di toilet. Ingin sekali rasanya, aku menyertainya ikut ke toilet wanita agar pembicaraan ini terus berlanjut. Kuurungkan niatku karena kupikir di toilet wanita tidak ada tempat kecing menggantung otomatis siram. Hahaha.
Biasa, lelaki lebih duluan. Pipis itu simple, Buka resleting, targetkan, dan lepaskan seperti olahraga panahan. Tidak lupa kemudian menyiram dan membilas. Hanya perlu waktu 3 menit untuk itu semua. Kulihat Ella belum keluar dari tempat favoritenya. Ku tunggu beberapa saat, sampai lagu Aku tak biasa nya ALDA seakan akan mengiringi kemunculannya dari pintu toilet wanita.

Aku tak biasa, bila tiada kau di sisiku
Aku tak biasa, bila ku tak mendengar suaramu
Aku tak biasa, bila tak memeluk dirimu
Aku tak biasa, bila ku tidur tanpa belalaimu… (Revisi belaianmu)


“ La, Kmu kalo punya pacar, diarahkan oleh ibumu untuk ke sesama ras ga”?
“ Iya pak ken, tapi aku aja yang ga dengerin. Mantan pacarku kemaren muslim dan jawa”
Mendengar pernyataan ini, aku beranggapan kalo Lexa masih single saat itu. Pertama, karena ke Bandung sama teman-temannya dan yang kedua, dia menyebut mantan pacarnya. Kelak, ini tebakan salah.

Setelah pak dicky selesai ketemu sama kliennya, kami di ajak balik ke hotel. Malam itu aku menggantarkannya ke hotel Ibis Pasteur, tempat semua team menginap. Briefing sebentar di loby. Tiba-tiba salah satu klien menelepon. Mengajak Renata untuk ikut nongkrong di café yang letaknya ga terlalu jauh dari hotel. Aku ditugaskan pak dicky untuk menjaga renata. Aku dan renata, kemudian memutuskan untuk langsung berangkat, karena malam sudah kian larut. Sementara Ella dan team lainya memutuskan istirahat.

“Ta, si Lexa cantik ya” Todongku ke renata sesaat dia memasuki mobil Rush hitam baru tapi tampak lusuh ditanganku yang menempatkan kebersihan no 4 dilist sehari hariku.
“Haha, Pak ken suka ya?”
“Iya, Ta. Udah punya pacar belom dia?
“Tanyalah sama orangnya langsung”
“Hehehe, Okey. Aku izin ya ga jadi deketin km. Aku kayaknya ke Lexa aja ya tha”
“Diiih, Cepat banget pak ken. Cepat banget berubahnya pak ken”?
“Hehehe, iya nih tha, aku menemukan orang yang aku tuju. Setelah lama tidak menemukan perasaan ini kembali. Kamu mungkin ga pernah ngerasainnya tha”
“Ngerasain apa pak ken?”
“Dalam hidup ini, kita ketemu banyak orang tha. Tapi hanya ada beberapa orang yang pertama kali kita temuin. Kita langsung punya perasaan “inilah mama dari anak anakku””
“wakwkakwkakwakw, Pak Ken lebay”

“Mungkin terdengar lebay tha, karena kata lebay sudah bergeser maknanya, dipakai pada semua yang berlebihan, padahal kadang itu yang sebenarnya. Sama dengan kata “Kepo”, kan semua orang emang pengen tahu dan percakapan dimulai berdasarkan rasa ingin tahu. Tapi sekarang kepo sudah bergeser makna kan? Sejak ditemukannya kata Kepo sekarang susah kalo bertanya Ta”
“Hehehe, Maaf, aku pikir pak ken Cuma kena euphoria aja”
“Engga Tha, Ella adalah orang ketiga aku merasakan perasan ini. Hanya 3 orang selama 30 tahun. Aku harap kmu mengerti. Toh, Fadli Kacab Bandung 1, lebih kamu sukai kan dibandingkan aku”

“Hahahaha. Masa? Mana ada?” Disertai muka merah merekah menahan malu tapi mau.
“Temukan sendiri Jawabannya di hatimu tha, Jangan tanya ke aku, security kantor, atau tukang parkir indomaret ya. Mang Jajang yang jualan cilok aja bisa tahu”!!
“Hehehe, Good Luck, Pak ken”
Obrolan ringan 2 anak manusia yang mencari cinta ini ditutup ketika kita berdua sampai di Badung Café. Salah satu Café terbaik secara dekorasi di kawasan Padjadjaran. Bandung Barat.



TO BE CONTINUED
bagus nih cerita nya
ijin gelar tiker
Sip gan,, tapi ga ada kacang ga papa ya

Quote:
C

Besoknya di bandung, Aku me-Whataspp Lexa
“Ikut pak dicky atau ikut bu sur,xa?”
“ aku ikut ibu sur, pak ken, ini lagi di berlian motor”?
“ Langsung aja beli berliannya, xa, Hehe”
“ Biar bisa buka Dealer ya?”
“ Biar aku ga usah beliin lagi buat mas kimpoi kamu,hehe”

Bla bla dan bla. Besoknya aku sudah mulai melakukan PDKT dari komunikasi terlebih dahulu. Seharian kita WA mengenai kegiatan kita masing-masing walaupun frekuensinya tidak terlalu cepat.

“Aku lihat path kmu, kamu sering ke Balikpapan ya?”
“Ga juga pak ken, Kalo lagi ada acara aja. Soalnya ada sodara disana”

Begitulah sedikit kutipan percakapanku dengannya. Semua aku riset terlebih dahulu. Googling namanya ternyata susah. Keyword Alexandra Gabriella, ternyata membigungkan. Tidak se-gampang mencari Ken Yorindra karena nama ini satu satunya di dunia. Namanya ternyata ribuan didunia. Hahaha. Aku sampai membuka facebook Alexandra Gabriella yang berada di Kuba, Argentina dan Zimbabwe. Namanya terlalu pasaran dan tampaknya selalu ada nama itu disetiap negara. Aku googling satu persatu niscaya akan membuat marah IndiHome atau Kartu Halloku, Dan butuh 10 tahun menemukan artikel atau medsos-nya Alexandra Gabriella yang aku sukai. Kuputuskan mencari jejaknya melalui Path.

Ku drag satu persatu kebawah hingga aku bisa melihat rangkuman hidupnya satu tahun terakhir. Satu kesimpulanku, Lexa bukan orang yang narsis. Sangat jarang aku temukan foto Selfie di Pathnya. Bagiku ini nilai Plus, wanita yang suka foto selfie akan sangat meribetkan, dia lebih mencintai dirinya sendiri dan akan hidup omongan teman,sahabat dan orang lain. Yang kulihat Lexa, cuma memposting foto makanan yang unik, pemandangan yang menurutnya bagus, dan hanya men tag nama tempat dia berkunjung bukan melulu harus disertai gambar. Dari sini, nilai plusnya naik lagi, dari yang awalnya 8 naik jadi 8,25. Lumayan seperempat.

Ada satu foto yang sangat aku sukai. Foto di sebelah Kereta kencana, disitu dia terlihat sedikit bersembunyi. Foto dengan senyuman khasnya Keira Knightly, berpakaian biru dan bercelana biru serta tas coklat. Damai, sedamai biru langit dan laut luas.

Sabtu itu, aku lihat Pathnya. Sedikit curiga. Aku mulai percakapan basa basi sampai akhirnya aku membuat pertanyaan berani.
“lagi sama pacar ya, xa?
“Iya tadi, tapi sekarang udah dirumah”
“Lah, kemaren jomblo kata nya, 2 hari sudah ada pacara aja? PHP kamu ini? Hahaha
“Aku ga pernah bilang jomblo ya pak keen, hahaha”
“hehe, kalo ga salah ada La, aku tanyain pas ambil kopi di Mox itu loh. Apa mungkin aku yang salah denger ya?”
“Ah, pak Ken ga fokus nih”?
“Iya, Kecantikan Pelayan Kopi Mox Mengalihkan fokus ku, La, hahah?”
“Kecantikan Pelayan Mox atau ketampanan Oki. Hahaha?
“Wakwka, kamu ini. Btw, Kiki belok ya? Soalnya untuk ukuran laki laki dia terlalu terbawa perasaan, xa”
“Hahaha, entahlah, tapi tiap kali liat yang ganteng dia langsung nyenggol nyenggol aku. Dia sukanya badan yang gede-gede gitu” Dan tertawa ku pecah.

Ternyata aku memang aku salah denger. Kurang fokus, tidak ada Aqua waktu itu. Ella tidak jomblo. Lelaki itu sangat beruntung. Dan Bayangan masa lalu 2004 muncul kembali. Ketika pertama kali melihat Tyas Mila, Uncond ku yang pertama, aku langsung mencari informasi tentangnya. Dan tyas ternyata in relationship dengan pacarnya Ardy sejak SMP. Yang kalau secara matematis itu berarti sudah 7 tahun. Aku selalu respek pada hubungan yang setia. Kucoba tunggu setahun untuk dia putus, ternyata tidak putus putus. Dan pada akhirnya aku memilih menjadi penggemar rahasia tapi ketahuan sampai ke adek 4 tingkat kebawah sampai 7 tahun mendatang pada Tyas. Ya, pengemar rahasia. Rahasia umum nya monopoli.

Kucoba tetapkan Deadline. Aku pikir 3 bulan cukup untuk melihat hubungan Ella dan Pacaranya seperti apa. Kalau lewat dari 3 bulan, berarti mereka sudah serius. Lebih baik aku kubur dalam-dalam impianku dan menunggu datangnya Yang diperuntukkan untukku kemudian.

“April mungkin aku pindah ke HO, xa, mungkin kita akan sekantor” Ku coba mengalihkan pembicaraan.
“Loh Pak ken Pindah ke HO? Gantiin Pak Kiki? Ucapnya, merujuk pada nama Presiden Direktur Tempatku bekerja.
“ Engga, aku mau ngecenging Putri Tanjung, Biar Pak Kiki ikut kata aku, hahaha”. Aku bekerja di salah satu perusahaan CT Corps.
“Jadi mantunya CT aja pak ken, Lebih asoy”?
“Mau lah, kalo Putrinya mau. Ini kenal aja Kagak, hahaha”
“Btw, Happy Valentine gab, I adore you, Btw, Tgl 14 ini”
“Oh Thank You Pak ken.

Itulah pertama kalinya aku mengungkapkan perasaanku pada xa. Mengatakan I love you pada minggu pertama, adalah sebuah tindakan seperti menggali kubur sendiri. Tidak ada satupun wanita yang akan percaya. Tapi menurut buku Why Men don’t Listen and Woman can’t Read a Map, Laki-laki dengan sangat mudah jatuh cinta pada pandangan pertama namum kemudian kadar cintanya cendrung menurun sampai pada titik tertentu. Sementara kebalikannya, Wanita jarang jatuh cinta pada pandangan pertama. Nalurinya, Wanita mencintai pria karena kebersamaan, kenyamanan yang dibentuk dan perjuangan yang terlihat. Singkat cerita, cinta wanita tumbuh dari 0 naik ke 20,30 persen dan berhenti dititik tertentu. Aku pikir science ini benar. Kalau pria tidak begitu dan wanita tetap pada nalurinya, siapa dong yang mengambil langkah duluan? Masa mang dadang??

Namun untuk amannya, kata adore bisa mewakili perasaanku padanya agar tidak membentuk suasana friendzone yang ditakuti oleh semua jomblo didunia termasuk yang ada di antartika. Dan, aku pikir Ella tidak secuek itu ketika aku menggunakan kata itu padanya. Namun kata “Oke, thank you pak ken” sangat diplomatis. Lexa memang melakukan apa yang dilakukan oleh semua ketika dihadapkan situasi ini. Bersikap Diplomatis.

Hari-hari kamipun berlalu dengan percakapan-percakapan sederhana setiap hari, untuk menjaga respekku pada hubungannya dan tentunya menjaga dirinya untuk tetap pada cintanya. Namun sesekali kalau ada kesempatan, aku menggodanya. Jaga-jaga kalau aku beruntung, Lexa putus dengan sendirinya, dan aku sudah sedikit masuk duluan dibandingkan orang lain yang sejenis dengan saya dan beberapa Bocah tua nakal yang ikut meramaikan persaingan kelak.

Cuplikan 1

“You Look so georgeous at that Kereta Kencana Pic” Komentarku pada DP BBmnya.
“Eeeaalaah, Pake sandal jepit juga itu. Mana gorjes hahaha”?
“At Least to me, Its Georgeous enough, La”
“Haha, Sok Ngerayu ga mempan. So last years”

Kelak aku tahu bahwa kesan pertamanya padaku, adalah seorang Playboy Cap teh pucuk harum. Dari gayaku, komunikasi, dan kecerianku, kesan pertama yang dia tangkap, aku punya banyak cewek. Pengakuannya itu bikin aku tertawa. Aku udah terlalu lama menunggu Tyas Mila lain dan Sherly Meyolia lain.

Dan aku orang yang sangat cuek. Kalau ada cinta, aku bahagia dan berubah menjadi orang yang perhatian, hangat dan nice. Kalau emang tidak ada, cuek aja. Mau setahun, mau 2 tahun kadang aku ga perduli dan menjalani hidup seperti biasa dan fokus pada kerjaan, impian dan hobiku nonton film. Tidak ada keharusan untuk mencari pacar baru dan tidak tertekan pada tekanan orang tuaku. Orang tuaku sampai capek, Mengirim foto anak atau kenalan temannya ku tolak satu persatu bahkan sebelum dipertemukan. Atau beberapa kali, ketika menemai ibuku ke reuni, banyak dari teman ibuku yang kemudian memintaku untuk bertemu pada anaknya terlebih dahulu. Selalu aku tolak, karena bagiku cinta itu ditemukan sendiri, tidak dicari dan tidak dipertemukan. Cinta level tertinggi adalah ketika ada suatu moment dimana ketika pertama kali melihatnya dunia ku berhenti berputar, Hpku tersilent sendiri, semua alat elektronik mati mendadak, Pohon pohon bertumbangan ditelan bumi, benda benda yang ada hilang perlahan dan orang orang ada disekitar terhapus sebentar dimuka bumi. Hanya ada aku dan dirinya diruang kosong di bumi ini.

Aku akan menikah untuk orang-orang seperti itu. Yang bahkan dengan hanya mendengar namanya, aku senang. Tunggu, temukan atau tidak sama sekali. Memang ada sesekali, aku berpacaran dengan wanita-wanita biasa, namun tidak pernah lebih dari 7 bulan. Berhenti disana. Terlalu cepat hilang rasa. Ada saja yang salah. Entah dari akunya atau dari pihak wanitanya. Dan pada akhirnya aku memilih untuk tetap bertahan pada prinsip yang aneh itu. Whenever it takes.
Cuplikan 2
“Lexa”
“Ya Pak Ken”
“Yang rekap instansi itu yang kamu isi kemaren, bisa kamu kirim ke email saya gab?”
“Bisa, email pak ken apa?”
“ilovelexa@gmail.com”
“Haha, Beneran?”
“Beneran.. hehe, kalau itu ga masuk ke kenyorindra@gmal.com aja”

Cuplikan 3
“ Besok, Pak ken Ke HO lagi”?
“ Ga, xa, sudah cukup aku melihat kmu sepinky itu, Ga akan kuat aku lama lama di HO. Hehe”
“Hahah Mulai ya pak ken, Ga akan mempan”
“ Ko mulai xa? Hehe. Iam just saying ko. No hope or Agenda”

Di pagi hari sebelum hari itu, Ku datang ke Ho untuk Meeting. Sebelum masuk ke ruangan meeting aku sempatkan melihat Lexa. Dengan stelan pink, dia melewati koridor ruangan lantai 12 dan berjalan menuju tangga lantai diatasnya. Posisiku waktu itu, mau keluar, namun pintu keluar harus menggunakan finger print yang aku tidak terdaftar di HOnya. Biasanya kucari orang terdekat, biasanya arfandi untuk meminjam tangannya. Ketika menoleh ke kekanan, Lexa muncul kembali dengan soundtrack lagu Aku tak biasanya-ALDA.

Aku tak biasa, bila tiada kau di sisiku
Aku tak biasa, bila ku tak mendengar suaramu
Aku tak biasa, bila tak memeluk dirimu
Aku tak biasa, bila ku tidur tanpa belalaimu… (Revisi lagi, belaianmu)

Kali ini bukan biru. Kali ini Full pink. Aku tak tahu kalo tgl 16 maret adalah hari pink sedunia. Hari itu dia berbeda sekali. Dengan balutan stelan yang sopan namun tidak menghilangkan kesan menariknya pada hari itu. Pandangan kami bertemu. Aku tersenyum dan bener bener amaze dengan apa yang kulihat. Ella sembari berjalan langsung tersenyum kearahku. Semakin lama dia semakin mendekat. Lagu Aku Tak Biasanya Alda semakin lama semakin keras. Dia tetap tersenyum. Mungkin dia juga bahagia waktu itu. Hampir sebulan kami tidak bertemu. Hanya bercerita dan bercanda via BBM, Telp dan WA. Aku pikir dia juga merindukanku sebesar setengah dari rasa rinduku padanya akar 2 dibagi 24. Hehehe

Ada kira kira 10 langkah dia berjalan tapi tetap tersenyum padaku. Aku jatuh cinta untuk kedua kalinya padanya. Dan ini lebih hebat dari pertemuan pertama. Aahh.. andaikan kmu tidak punya pacar, La. Pikirku dalam hati.

“Pak ken di Ho ternyata, ga bilang bilang”
“Sengaja La, aku ingin menetralkan diriku dulu La,”
“Dari apa?”
“Dari perasaanku padamu yang tak kunjung padam?”
“hahaha….”
“Andai kmu tidak punya pacar La”
“hehehe, ada meeting ya pak ken?”
“Iya La, lagi mengatur strategi cara mendapatkan hatimu tanpa menganggu hubuganmu pada sama pacarmu”
“Haha, bisa aja ya. Udah kaya skripsi aja, Pak ken”
“Iya La, kamu cantik sekali hari ini. Aku ga tahu kalau hari ini hari pink sedunia. Tau gitu aku pake baju pink punya mamaku juga tadi kesini”
“Hahahaha, Biar apa”
“ Biar couple. Biar semua orang di Ho ini tahu kalo jodohmu itu aku” candaku

Aku tidak ingat lagi apa pembicaranku pada hari itu. Yang penting dan yang paling aku ingat adalah warna pink dalam dirinya. Tidak ada kata yang bisa mengambarkan kebahagian sederhanaku pada waktu itu. Hanya saja aku tahu, aku mengatakannya No Hope or Agenda. Tidak berharap apa apa dan tidak punya agenda untuk menjadikannya kekasih hatiku. Aku tidak ingin menganggu orang yang dalam hubungan pacaran. Hari itu, aku hanya ingin jujur. Apa yang aku rasakan, aku ungkapkan padanya. That’s it, istilah dari kampong halamanku seperti itu.
Namun, Jam 5 sore ketika meeting baru selasai ada BBm masuk dari Lexa.

“Besok, Masih di HO pak ken?”
“Ga La, Aku balik ke karawang hari ini. Kenapa gitu?
“Ga papa, Kalo pak ken besok di HO kan bisa Lunch bareng sekalian mau cerita cerita nih aku”
“Hehe, pasti udah mulai kerasa ya apa yang aku omongin tentang pekerjanmu ya. Tgl 26 besok aku ke HO lagi. Kosongkan jadwalmu. Lunch berdua?”
“Okey,”
“As you wish princess Lexa”

Namun, sejak 16 maret 2016 sampai 23 maret 2016. Tidak ada komunikasi dengan Lexa. Aku terlalu sibuk dan sebenarnya sedikit menetralkan perasaanku padanya agar tak telalu dalam. Ini masih bulan maret, deadlinenya sampai bulan Mei. Apakah dia tetap bertahan pada hubungannya atau tidak.

Jadi butuh waktu Cooling down dulu. Selow kalau kata anak-anak Rasthafara. Beberapa hari kutahan keinginanku membangun komunikasi dengannya. Sedikit susah di beberapa hari pertama. Tapi ku larutkan pikiranku dalam pekerjaan dan kesibukan yang banyak. Mungkin sebaiknya pas aku ke HO aja, aku kabari. Dan kurasa itu cukup. Intensitas komunikasi bukan cara yang baik saat itu. Baik untuknya dan baik bagi pula untukku. Yang jelas aku tahu, bahwa kehadiranku di HO cukup menggembirakannya. Dan hanya pada saat itu, sebaiknya kau ada untuknya.

Tiba-tiba seminggu kemudian, ketika Lexa dinas di Medan, ada masuk BBm-darinya. Aku sedang membalasan pesan-pesan orderkan sista-sista yang memesan daganganku di OLshop.

“Pak ken sibuk?”. Saat itu aku sedikit sibuk, selain balas BBM aku sebenarnya, juga harus lagi edit beberapa hal di Instagram dan facebook Olshopku yang dijalankan oleh adik kandungku, Gery. Tapi akan selalu ada waktu untuknya, bahkan ketika aku mules ditoilet tetangga.
“Ga kox, What can I do for you, Love?” candaku seperti menirukan gaya Mario Teguh dalam memanggil ibu Kristina di Golden Way.

“Aku habis putus, mau cari teman ngobrol aja. Karena Pak ken mirip sahabatku. Biasanya aku suka cerita sama dia. Cuma hubungan kita jadi slek karena ceweknya cemburuan gitu”

“Sahabatmu mirip aku? Aku yakin itu sahabatmu itu adalah orang yang suka sama kmu tapi ga cocok sama kmu, terus jadi sahabat ya. Mudah mudahan ga mirip sama akulah ya Ella”
“haahaha, iya aja deh pak ken”
“To be honest, aku harusnya bahagia,La. Tapi aku turut berduka ya. Sok atuh cerita, La, lanjut, dia se-agama sama kmu”?
“Nope, He’s a moslem. We break up because of that. Beda prinsip and its totally fatal”
“ Karena ortu ya?”
“ Aku backstreet sama dia. Jadi belum pernah ketemu ortu masing-masing”
“Putusnya murni karena beda agama ya? Bukan karena kmu sering dinas?”
“Iya, Putus karena beda agama. That’s it. Dan aku susah move on orangnyaaa”
“ Let me tell you something, La”
“ Yes Please, I need advice pak Ken”
“2009, aku pacaran sama Ureka. Pacaran 7 bulan, tapi melupakannya hampir 2 tahun. Dan kamu tahu kenapa aku pada akhirnya bisa?”
“kenapa Pak Ken?”

“Pindah kota, La. Bandung to Jakarta. Butuh 3 hari, aku udah lupa. Wakwkakwak. Dan Bener La. Cuma ada 2 cara. pindah kota atau dapat yang baru. Itu aja obatnyaaa. Gih, sana pindah ke Sanggau, lampu merahnya cuma ada 3. selebihnya cuma jalan lurus aja. Hahahahhaa”
“Nah, Iya dapet yang baru aja kalo gitu. Aku selasa disuruh ke medan. Ya udah, aku langsung iyain deh. 2 minggu disana. Tadinya disuruh 2 bulan. Sebenarnya aku orangnya cuek banget, pak ken. Tapi entah kenapa menyangkut urusan cowok jadi rapuh, shit!”
“Hehe, emang udah kodratnya La, waktu tuhan menciptakan perempuan, baja lagi habis. Yang ada cuma kaca”
“Iya, gampang pecahnya ya. Kita saling sayang tapi haris putus dari karena beda keyakinan, pak ken?”
“Apa bedanya dengan aku, La. Aku sama kmu juga beda keyakinan. Aku yakin banget sama kamu, kamu ga yakin sama aku”
“hahahahhhaha.. pak ken, aku serius ini…”
“Lah, aku juga serius, La. When I said I adore you, I really mean that”
Teknik masuk di saat yang tepat. Walaupun saat itu tidak mempan. Tapi katakana saja kawan!!!.

“Emang sih pak ken, Kalo diterusin ga bakalan ada ujungnya”
“Ada La, Nikah di singapura, atau Australia. Mungkin niat kalian ga segede itu kali ya”
“Iya, abis itu dicoret dari KK”
“Dari KK mah ga papa. Cuma dokumen aja. Hidup itu kita yang jalanin La, Bukan orang tua kita. Mereka cukup membimbing kita sampai dewasa. Mungkin mereka marah sementara. Tapi ga akan selamanya”
“Iya, tapi kalo ga direstuin kan susah”
“Ada bayi aja, sudah itu. Hahahahha. Luluh tuh ortu kamu. Tetangga dan Security komplek kamu juga akan restu ko”
“hahahha. Bayiiii!! Pemulihannya itu yang susah. Aku galau banget kalo belom nemu yang baru”
“ Udah nemu ko kamu?”
“Hah? Siapa? Masa pak Ken?”

“ Loh kenapa enggak, Masa harus pak budy sama pak dicky. Mereka udah tua ga. Udah punya anak. Ga pantes buat kamu La. Hhahahha”
“hehehhe”
“kamu kalo ditodong gini, pasti jawabnya hehhe, hahaha, hihii atau kalo ga, kamu ga jawab. Hahaha. Kamu tau lagi dewa 19, Risalah hati”?
“Ga pernah dengerin dewa, itu air supply udah dalam banget”.
Maksud ella adalah, lagu Goodbye-nya Air Suply yang dia pajang di path. Sempat aku love 2 hari yang lalu tapi aku ga menyangka ternyata dia benar-benar putus dari pacarnya.
“Hehe, oke bentar aku download, aku sent buat kamu”
“Haha, Okey aku tunggu. Ini di Ipod aku banyak lagu lagu galau pak ken. Boys 2 Men, MLTR. My Favourite. Pak ken temenin aku ngobrol ya. Aku butuh teman ngobrol” Dan memang hari hari berikutnya aku meneleponya hampir setiap hari.
“Okey. sudah tuh La. coba di dengerkan”
“Gila, Ini satu satunya lagu dewa yang aku punya. Hahhaa”

Hidupku tanpa cintamu
Bagai malam tanpa bintang
Cintaku tanpa sambutmu
Bagai panas tanpa hujan


Jiwaku berbisik lirih
ku harus milikimu
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta kepadaku
Beri sedikit waktu biar cinta datang
Karena telah terbiasa

Simpan mawar yang ku beri
Mungkin wanginya mengilhami
Sudikah dirimu untuk
Kenali aku dulu
Sebelum kau ludahi aku
Sebelum kau robek hatiku
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta kau tak cinta
Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
Meski kau tak cinta kepadaku


“Dari lagunya udah dalam beneeer”
“Hehe iya dong, La. Ini lah yang bikin Ahmad Dhani mendapatkan Mulam Jamilaa. Hahaha”
Aku pikir, Lexa harus dijauhkan dari lagu-lagu galau saat itu. Lagu galau hanya akan memperkeruh suasana sama seperti Fadli Zon di acara acara Talkshow. Yang ga perlu ada, jadi ada. Yang ga musti selesai, jadi balik lagi kemasalahnya. Aku persembahkan lagu itu sebenarnya untuk mewakili perasaanku padanya namun juga untuk menularkan aura positif yang jelas jelas dipancarkan dari lagu itu.
Andai aku bisa menyanyikannya padamu secara live dengan malam itu Lexa. Sayang kita terpisah 40 Km dan sudah malam pula. Ga mungkin aku datang kerumahmu menyanyikan lagu itu dengan iringan band. Niscaya, tabung gas emakmu melayang ke kepalaku. Tetangga no. 9 mu juga akan melempar ban bekas dan Lemari besi ke kepalaku. Ayoolah, hilangkan perasaan galaumu. Galau hanya milk orang orang yang tak punya Tuhan. Lekaslah sembuh, Lexa. Agar tabung gas makmu bisa dipakai untuk hobinya memasak dan kepalaku masih utuh tidak hancur oleh lemari besi tetangga no.9 mu yang aku dan kamu tidak tahu namanya. Kelak di kemudian hari, waktu aku mengantar Ella di suatu malam, tetangga No.9 itu kita jumpai juga. Koko-koko dengan badan besar. Mampu mengangkat Ban bekas ditangan kirinya dan lemari besi ditangan kirinya. Hancur mina. Hancur palaku, Mak
bagus nih ceritanya gan.. apalagi nama ceweknya bagus.. emoticon-Belo
Ternyata bukan saya saja yang mengalami!
Ras dan agama jadi penghalang
Nama aslinya lebih bagus loh gan. hehe.
SIp dipantengi aja ya gan
kalo suka
Quote:Ternyata bukan saya saja yang mengalami!
Ras dan agama jadi penghalang


Haha iya gan, kita hidup di indonesia dimana zaman orang tua kita hidup dalam doktrinisasi
Quote:D. Jodoh di Tangan Mak Mak

Sebuah pepatah lama yang klasik bilang, Jodoh itu ditangan tuhan. Benar adanya, tuhan yang mengatur pertemuan 2 orang untuk memunculkan rasa saling percaya, saling mencintai dan saling mendukung. Berbeda 3 menit aja, kedua orang itu bisa saja tidak pernah diketemukan. Atau dalam kasusku, jika Ella tidak resign dari kantornya yang lama, dan aku tidak pindah kerja ke kantorku yang baru, tidak akan ada novel seindah ini. Atau jika, Ella, ketika pada hari tertentu, dia tidak membuka jobstreet, mungkin lain ceritanya. Dia sudah bahagia dengan orang yang mungkin tidak aku kenal daripada ketemu aku yang bisa saja mempersulit dirinya dikemudian hari.

Tapi Tuhan kemudian mendelegasikan wewenangnya ke Mak-Mak. Doa restu orang tua adalah perwujudan keingingan tuhan dimuka bumi. Namun, Bapak sebenarnya lebih mudah. Logika yang diberikan tuhan adalah anugrah ketika kemudian digunakan untuk memandang sesuatu lebih objektif dan adil. Sementara tidak bagi Mak-mak. Perasaan lebih dominan. Terkadang, yang salah jadi benar. yang penting perasaan senang. Setidaknya itulah yang aku lihat dari Mak-ku. Mak-ku yang spontan dan berpikir dengan perasaan. Jadi menurutku Jodoh itu di tangan Mak-mak. Sun zhu pun pernah bilang untuk menaklukan pertempuran kuncinya adalah menangkan hati Mak-nya. Niscaya seluruh keluarganya akan mencintaimu. Disadur dari buku The Art Of War dalam fantasi saya. Jadi anda, tidak perlu mencari bukunya dan berusaha mencari kutipan itu. Karena memang tidak ada di versi originalnya.

Aneh, Mereka selalu Mengaku kalo mereka ada dipihak yang lemah. Namun semua keputusan dirumah dan Jodoh justru berada ditangan Mak-Mak. Apa yang boleh, apa yang tidak boleh ada dirumah tergantung pada hati Mak-Mak ini. Bagi saya mereka bukan pihak yang lemah. Tapi pihak yang Powerfull. Sangat Powefull. Misalnya saya, di kantor saya megang area. Saya bisa memerintah orang yang 10 tahun lebih tua dari saya dan bahkan memarahinya. Tapi kalau dirumah, Kalo mama sudah memerintahku untuk mencuci piring, dengan senang hati aku mentaatinya. Atau beberapa temenku yang sudah punya istri. Diluar rumah, dia terkenal galak, kejam pada bawahannya dan pada dunia, tapi jika sudah sampai dirumah, jika istrinya meminta untuk mencuci baju kotor, dia tetap melakukakannya. Takut tidur di lantai malam ini.

Tidak ada itu yang namanya Suami-suami takut istri. Istilah ISTI, Ikatan Suami-Suami Takut Istri cuma isapan jempol belaka. Yang ada hanyalah Ikatan Suami-Suami Cinta Damai. Malas berperang, malas berdebat, karena logika laki-laki jalan, tidak akan pernah menang melawan istri. hehehe

Sebelum aku mendekati Ella, aku sudah ngomong sama makku.
“Mah, Ken lagi mau serius nih sama seseorang”
“ Alhamdulillah, Akhirnya lu punya pacar juga. Ini dah serius mau nikah belum”
“ Belum lah ma, orang baru deketin. Dia juga belum tentu mau”
“ Nah terus kenapa lu cerita sekarang. Tar aja kalo dah jadi, ken”
“ Hehe, iya ma, Ini karena yang ken mau itu kebetulan Chienese ma, dan protestan. Jadi harus ngomong sekarang, daripada capek capek ga disetujui”
“ Emang ga setuju!!!”
“Nah kan benar, Dia aja belum tentu mau mama aja udah ga setuju. Apalagi kalau mau ya ma. Pasti langsung protes ke DPR di Mata Najwa”
“Ya iyalah ga setuju, Nikah itu sesama agama, ken.”

“ Loh, siapa yang bilang ma?
“Mamah dedeuh, sama ustad Jeffry, sama Alqur’an”
“Hahaha, ngarang ah si mama. Mamah emang sudah khatam alqur’an?
“ Yee, udah lah, Lu juga blom lahir, gw juga udah Khatam Quran kelas 5 SD”
“ Tapi emang tahu dan ngerti terjemahannya mah? Atau cuma sekedar baca alqur’an aja ma?”
“Hmmmm…..”

“Nah, sudah ken duga. Mamah setuju ga kalo alquran itu adalah kitab yang tidak ada keraguan didalammnya. Dan alquran menantang manusia untuk bikin sesuatu yang bisa menandingin alqur’an dan takkaan ada yang bisa menandinginya”
“Tau lah”
“Surah apa ma”?
“Surah albaqarah ayat 1-5”
“Tumben mamah pinter ya, Hahaha. Biasanya enggak. Atau tebak-tebakan aja si mama nih, karena kebetulan itu surah ke 2, karena diawal-awal dalam alqura ya, mah?”

“Lu pinter itu ken, karena mama pinter, ken. Cuma sekarang-sekarang menurun karena lu ambil waktu di kandungan”. Inilah strategi paling ampuh yang selalu digunakan si mama sejak kecil dalam keadaan terdesak.
“Hahaha, Selalu ya ma pake jurus itu. Jurus yang kita ga bisa ngomong apa apa lagi? Btw mama tahu surah almaidah ayat 5?”
“Emang apa terjemahannya”

“Pada hari ini dihalalkan bagimu segala yang baik-baik. Makanan (sembelihan) Ahli Kitab[32] itu halal bagimu, dan makananmu halal bagi mereka. Dan (dihalalkan bagimu menikahi) perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan[33] di antara perempuan-perempuan yang beriman dan perempuan-perempuan yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu[34], apabila kamu membayar mas kimpoi mereka untuk menikahinya[35], tidak dengan maksud berzina dan bukan untuk menjadikan perempuan piaraan[36]. Barang siapa yang kafir setelah beriman maka sungguh, sia-sia amalan mereka dan di hari kiamat dia termasuk orang-orang yang rugi[37]”
“Tuh mah, aku stabiloin ya, dihalalkan bagimu menikahi perempuan-perempuan yang menjaga kehormatannya diantara perempuan perempuan yang beriman dan perempuan perempuan yang menjaga kehormatan diantara orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu. Taura, Zabur dan Injil adalah kitab kitab yang diturunkan Allah sebelum Alquran. Jadi boleh ma”

“Tapi surah annisa ayat berapa itu, mama lupa, dibilangin ga boleh nikah dengan orang-orang kafir?”
“Kafir disitu maksudnya orang yang menyembah berhala ma, tapi tidak dimaksudkan untuk orang-orang ahlul kitab, orang orang yang diberikan kitab sebelumnya. Dan Allah memberikan 3 kitab sebelum Alquran mah. Taurat dan Zabur melalui nabi Ibrahim dan Musa pada bangsa Yahudi. Injil melalui nabi isa pada umat nasrani, ma”

“ Masa..” Mamaku sudah tampak khawatir dengan pengetahuanku.
“Iya ma, dan surah almaidah adalah salah satu surah yang turun di Madinah ma. Salah satu surah terakhir yang melengkapi surah surah sebelumnya. Ayat terakhir turun adalah surah almaidah ayat 3” Gayaku seperti menirukan iman di khotmah jumat. Sudah mirip sama Ustad Jeffey Al-Bukhori
“Tetap ga Boleh”
“Karena?”
“Karena emang ga boleh”
“Hahaha, Jadi tetap ga boleh karena mama bilang ga boleh, walaupun alquran membolehkan ma?
“Iya, Kalau dia mau jadi mualaf, baru boleh”
“Haha. Ma ini orangnya aja belum tentu mau sama ken. Disuruh mualaf. Berat lah ma”
“Iya, tetap. Boleh kalau dia jadi mualaf”
“Lucu juga sih kalo Ella di jilbabin ma. Hahhaha. Tapi kayaknya ken yang ga akan mau ma”

“Kenapa?”
“Karena hubungan manusia dan tuhan itu bersifat horizontal ma. Bukan vertical. Keyakinan itu masing-masing. Ga boleh pindah agama karena manusia lain. Manusia lain hanya bersifat tempat bertanya aja. Islam tidak mengajarkan memaksakan agama ke orang lain Ma. Cinta pada Allah tidak bisa dikalahkan oleh cinta pada orang tua atau cinta karena pasangan. Level nya berbeda Ma, Ga Sama. Dan kita harus menghormati Cintanya pada TuhanNya seperti kira menghormati cinta kita pada Allah”
“Jadi, kamu tetap mau menikah beda Agama?”

“Iya ma, aku tetap paada agamaku, dan dia tetap pada agamanya”.
“Trus, kalo kalian punya anak, anak ikut siapa?. Udah kamu pikirkan hal-hal semacam itu? Apa anak-anakmu ga bigung?”
“ Ah, Ma itu mah urusan anak kita mah, biarkan mereka yang urus. Hahhha” ucapku sambil bercanda.
“Hmm, mama serius ini ken”

“Anak di bagi aja ma. Yang pertama ikut aku, Yang kedua ikut ibunya, begitu seterusnya. Kalau udah umur 16 tahun baru kita kasih 2 agama keyakinan ayah dan ibunya. Umur 18 dia yang milih. Dan itu lebih hebat dari pada kita ma, yang memeluk agama karena warisan. Tapi kita justru ga paham tentang ajaran agam kita. Mama aja ga tau anjuran-anjuran dalam alquran. Hanya sebatas yang mama terima dari ustadz-ustadz dan orang tua”

“Mereka yang menyebarkan ken”
“Betul ma, tapi inget ma, ada ustad yang beneran mengerti Alquran, ada sebahagian karena menjadikannya profesi, ada pula yang menggunakannya sebagai kepentingan untuk dirinya sendiri. Betul, mereka yang menyebarkan, dan memang ada yang benar benar menyebarkan 100 persen kebenaran alQuran. Tapi ken tanya, mungkin ga manusia kemudian menerimanya dengan hal yang sama 100 persen. Manusia kadang hanya ingin apa yang mereka ingin dengar. Tidak ma, lihat masyarakat minang Ma, Matrilineal, karena budaya itu dipertahankan, padahal islam pake patrilineal. Lihat Ma, orang-orang jawa yang masih memelihara budaya penginggalan hindu, candi, patung, bagaimana menghormati leluhur yang kadang ada yang bertentangan dengan alquran”
“Hmm.. tetap ga boleh”

“Hahaha. Maksud ken Ma, kita boleh mendengar ustadz berkata apa dan percaya 100 persen. Tapi kita sendiri yang mencari kebenarannya dalam Alquran. Kalo benar dengarkan dan jalankan meski itu bertentangan dengan norma-norma budaya yang kita anut. Jangan malah mencampur adukkannya. Kalau salah, tinggalkan ma.”
“Tetap ga boleh, kalau kamu mau menikahi dia, dia harus jadi mualaf”
“Lucu juga sih kalo si Ella di jilbabin Ma, tapi kalaupun dia mualaf itu karena kehendak sendiri bukan karena pernikahan. Allah tidak boleh dipermainkan Ma”

“ Jadi ya sudah, jangan dilanjutkan”
“Lah, Orang cintanya sama dia?”
Debat ini menjadi debat kusir yang tak berujung. Terakhir saya keluarkan jurus maut.
“Ma, tahu ga kalo pria muslim boleh menikahi wanita Kristen di KUA. Dan KUA memperbolehkan itu. Yang tidak boleh adalah wanita muslim menikah dengan pria non-muslim”
“Mana ada, kau lihat Yuni shara menikahnya diluar negeri. Si itu juga yang main sinetron……. Menikah diluar negeri juga”
“Karena Yuni shara perempuan Ma, emang ga boleh di Indonesia. Kalo Yuni shara yang laki-lakinya, boleh ma”
Ternyata debat kusir berlanjut. Data dan fakta yang dibeberkan tidak bisa mengoyahkan doktrin budaya dan ketetapan hati mama saya. Okey, tidak bisa dipaksakan dalam satu hari. Kita yang harus mengalah. Mau ga mau, suka ga suka.
Malamnya, aku datangi ayahku. Beliau adalah Muslim yang taat. Setidaknya beliau akan lebih gampang menyetujui permintaanku. Ya setidaknya aku butuh back up lah ke mama.
“Mana boleh ken, Menikah tetap satu agama” Kata ayahku
“Masa pa? atas dasar apa pa?”

“Surah Annisa ken, Persunting wanita wanita dari agamamu walaupun dia hanyalah sebagai budak sahaja. Dan jangan engkau persunting wanita-wanita kafir walaupun dia menarik hatimu”
“Nah, Papa sudah tahu surah almaidah ayat 5?”
“ Hmmm”
“Okey mari kita lihat di alquran sama sama pa”

Setelah aku bacakan ayat itu, kemudian aku juga perlihatkan youtube pengajian yang membahas pernikahan beda agama lengkap dengan penjelasan ustadnya dan dari pandangan KUA, Ayahku mulai bigung dan tampak semakin bigung. Kemudian dia memberikan pernyataan.
“Hmm, Susahnya adalah ketika kau punya anak, Ken. Anak kau mau ikut yang mana?”
Dan lagi lagi, hehe. Kenapa agama saja tidak cukup. Orang tua hanya wajib memberikan bimbingan diawal pada anaknya sampai akal balig. Dari kecil harus dibimbing agamanya dengan kuat. Sekuat-kuatnya. Tapi ketika mereka dewasa mereka sendirilah yang akan menentukan apa yang mereka yakini. Dalam agama saya, setelah akal balig, dosa akan ditanggung sendiri-sendiri, tidak ke orang tua lagi. Namun kenapa orang tua tidak membiarkan anaknya memilih sendiri keyakinannya dan jalan hidupnya. Masih terus mencampuri urusan pribadi dan keluarga baru anaknya. Ini yang sedikit bertentangan dengan pikiran saya.

Tapi, saya tidak pengen durhaka sama papa dan mama saya. Beliaulah yang mengantarkan saya sampai saya berdiri saat sekarang ini. Mempunyai pendidikan yang cukup dan penghasilan yang cukup. Saya tidak mungkin memilih Ella dan meninggalkan keluarga saya. Dan saya pun tidak pengen ELLA jika saya paksakan cinta saya di kemudian hari, membuatnya sampai di posisi ketika keluarganya memintanya memilih saya dan mereka. Saya tidak pengen itu terjadi, karena saya bukan pilihan. Level saya dan orang tuanya itu berbeda. Jadi tidak bisa dijadikan opsi. Pilihan adalah antara 2 hal yang selevel.

Hari itu saya putuskan untuk berhenti berusaha mencoba meminta restu dari orang tua saya. Mari jalani hidup ini sebagai anak tuhan dan berjalan menyusuri kehidupan yang penuh agitasi ini. Berjalan dan bagaimana kemudian, dipikirkan kemudian. Toh, belum tentu Ella mau menyukai saya atau mau berjuang menjalani jalan berliku. Dari kepribadiannya, saya melihatnya sebagai wanita yang lebih berlogika dibandingkan perasaan. Ini yang akan sulit, karena dia akan memilih keluarganya dibandingkan saya senyaman nyamannya dengan saya atau secinta-cintanya sama saya.

Okelah. Mari jalani dan saksikan kemana ujungnya. Saya ubah strateginya, orang yang paling sulit dikalahkan adalah orang yang pantang menyerah dan Nothing to Lose. Toh kalo saya tidak bisa mempersuntingnya, saya bisa bikin novel best seller. Toh, kalau saya tidak bisa hidup dengannya, tapi saya bisa menciptakan moment-moment indah bersamanya diwaktu yang mungkin sempit ini, untuk kita ceritakan pada anak cucu kita. Toh, kita bisa menciptakan kebahagian yang bersifat sementara dengan tingkat kebahagian tiada tara yang mungkin tidak akan kita dapatkan dari orang yang berbeda, Bahkan ketika Raisya dan Dian Sasto yang menyukai saya sekalipun. Alexandra Gabriella, tidak ada yang lain saat ini, entalah tahun depan ya.

E. Bahu Bata

Quote:“Aku mau kemedan ni pak ken, Tgl 27 subuh bareng si pipih” Pipih itu merujuk pada pak Dicky atasan langsungnya. Mimih berarti Bu sur, dan Babeh berarti Pak budy, Direktur Marketing kita. Ada ada aja istilah yang dia bikin di kantor.

“Harusnya 2 bulah kata si babeh, tapi akhirnya Cuma 2 minggu. Kalo 2 minggu mending ngekos ya”
“Ya iyalah, La. Kalo dinas pake hotel Max. Cuma 7 hari. Kamu mau nombok 1 minggu di hotel?”

“hahaha, enggak lah pak ken. Ga papa kos, asal bagus kosnya. Soalnya aku agak rewel sama kebersihan nih pak Ken. Harus bersih. Hahahha”

“Nah, itu kita yang ga cocok, xa.Aku orangnya selebor. Kebersihan adalah hal paling terakhir yang aku pikirkan. Susah ngurus aku tuh xa, untuk jangka waktu yang lama?” disertai icon ketawa.

“ woi woi…ngaco nih pak ken. Aku kapok pacaran beda agama. Hehehe”
“keluargamu akan mempermasalahkan itu La?”
“iyalah pasti harus seagama dan harus sama sama chienese. Ribet ya. Hahaha. Aku maunya Bule”

“Ribet sih, tapi layak dicoba. Demi babi-babi lucu yang terlahir dari rahimmu”
“AHAHAHHA, bayi pak ken. Langsung di usir aku jadi anak. Hahaha”

“Mantan aku orang jawa pak ken”
“Penggantinya orang Padang, xa”
“hHahaha, tuh kan, sama banget sama sahabat aku. Goda godain aku terus. Suka sama yang oriental dia”

“Kayaknya bakalan senasib aku sama dia. Hehe. Btw, pertaruhannya segede itu kenapa kmu masih melanjutkan?
“Awalnya temenan terus lama lama nyaman, ya udah jalan deh. Ngalir gitu aja meskipun aku sudah aware ga bakal ada ujungnya. Btw aku butuh cuci otak nih pak ken. Advice biar ga galau lagi”

“ Nah, kali ini ada kejadian apa, xa?”
“ Aku dapat kabar, Mantanku dideketin cewek. Trus aku bete gitu pak ken. Emang sih ga ada Hak. Tapi tetap aja nyesek pak ken”
“Hehe, Iya la, Kmu ga ada hak. Biarin aja. Ikhlasin aja”
“Harus putus karena beda keyakinan. Kadang aku pengen jadi laki-laki aja pake logika”
“Jangan xa, Menjadi wanita itu adalah anugrah”

“aku takut ga fokus kalo lagi galau begini. Duuuh, lemah banget nih aku”
“Coba kamu MC dari no ini, Tar aku telp balik”
“iya Cuma butuh teman ngobrol aja. Biar lupa”
“Iya, aku ada ko, La kalo kamu butuh. Setidaknya bisa bikin kamu senyum aja kalo tidak bisa mengetuk hatimu”
“Haha. Jangan sama aku. Kan kita Beda”
“Ah santai La, kmu uncond aku. Aku ga perlu balasan dari kmu La”
“jangan Baper ya pak ken”

“Tenang, Hatiku terbuat dari Baja la. Bukan dari empek-empek oleh oleh dari Pak EL” Merujuk pada salah satu GM beda divisi yang menyukai Ella.
“Haha, Pak ken gimana cara biar ga nyariin mantan?”
“Gampang gab. Delete semua Medsos nya dia. Semua tanpa terkecuali selama 3 bulan. Kalo sudah netral hatimu, kamu baru add lagi”

“ termasuk path juga?”
“ Nah Path yang paling berbahaya gab”
“ kita sebenarnya masih pengen keep contak. Masih pengen pengen temenan. Saling support”
“Iya boleh, tapi butuh break 2 bulan. Kalau ga kamu ga akan move on. Kamu yang akan sakit”
“Emang cowok ga sakit pak ken?”
“Aku pikir pasti sakit juga buat dia,xa. Tapi aku kan ga perduli itu. Aku perdulinya sama kmu aja. Si Joko kan aku ga kenal La?”
“ko Joko?”

“Kan aku ga kenal mantan kmu. Kamu ga pernah kasih tau juga namanya. Gimana kalo kita kasih nama Joko aja, Nama samaran di TV TV kalo ada kasus perkosaan. Kalau cewek, biasanya namanya Bunga. Kamu ga mau aku kasih nama Bunga kan?”
“hahaha… Pak ken. Pak ken.. Aku sampe drop sakit pak ken. Jadi pengen nangis”
”sini Peyuuk”
“Hahahaha, udah ga pantas tampil imut pak ken”. Aku tertawa mendengar komennya. Iya sih udah ga pantas untuk tampil imut.

“Hahaha, kan mencoba xa. Ga ada salahnya”
“Jadi kesel lama lama deh. Kesel sama dia. Kayaknya harus mikirin yang bikin ilfil. Biar cepat Ilfil”
“Salah xa, Semakin kamu mencoba semakin susah. Kamu malah mengingatnya terus. Intinya satu belajar ilmu paling susah. Ilmu Ikhlas”
“Nah, gimana caranya tuh”
“Coba kamu tanya kepala area ridar. Pak Ikhlas. Itu kan areamu”

“ wakwkawkakwkawk…. Serius gimana caranya”
“Inget ini xa. Tuhan menggariskan kamu itu nikah sama siapa sebelum kamu lahir gab. Jadi ga satupun yang bisa merubahnya termasuk manusia. Jika tuhan tidak memperlancar, berarti jodohmu setelah ini. Dan kita perlu menjalani sama orang lain dulu sampai kita dipertemukan tuhan pada jodoh yang dipilihnya buat kamu. Ikhlaskan dia sama yang lain karena memang dia ditakdirkan sama orang lain. Ikhalsan dia, karena memang dia bukan jodohmu. Kamu fokus sama yang akan melamar kmu aja, xa dan kamu mau terima dia. Kalo aku kan mau melamar kamu, tapi kamu yang ga mau”
“Hahahhaa, iya aja deh.. aku dah delete semuanya pak ken. Pathnya juga”
“Yeee Lexa Power ranger biru…..”
“Ko tau aku suka warna biru? Padahal Chasing HP pink?”
“Ada deh, “
“Pak ken, cepat pindah ke HO. Biar aku ada temen dan ngobrol dan temenin aku biar ga galau”
“Sabar ya, kalau lulus jadi DRO.”
“Mana mungkin lah, DRO, ketuaan”
“hahaha”
“Aku mau tidur dulu ya”
”iya La, hehe.. Semoga dijauhkan dari mimpi buruknya. Besok juga hatimu jadi baja. Ga empek empek pak EL lagi.
Percakapan inti terjadi pada tangal 23-24 Maret. Kelak di bulan Mei pertengahan, di Bangi Kopi Tiam Kalapa Gading, 1 Km dari kediaamnya aku baru tahu, bahwa dia putus tanggal 19 Maret. 5 hari sebelumnya, di hari sabtu yang seharusnya menjadi hari pacarannya. Kalau anda baca di Chapter 1, aku sempat menghilang antara 16-22 Maret, untuk menetralkan hatiku padanya. Tgl 20 maret aku hanya me-love Pathnya ketika dia memposting Lagu Goodbye-nya Air Suply. Seharusnya aku feeling, dia putus waktu itu.

Dia drop sakit waktu itu. Senin dan Selasa dia ga masuk kerja. Aku yakin harinya sangat biru waktu itu. Saat saat dia membutuhkan teman bicara. Seorang sahabat. Sahabat lamanya tidak mungkin dia cari. Teman-temannya juga hanya sebatas bisa menghiburnya tapi tidak akan menghilangkan kegalauan tingkat kabupaten kutai kartanegara. Andai aku tahu, Gab. Andai aku tahu waktu itu kamu begitu. Aku akan menjemputmu ke rumah, dan mengajakmu ke tempat terbaik untuk dirimu bahagia, Gramedia. Aku belikan Buku, La Tahzan, Jangan bersedih. Setelah itu, Aku akan mengajakmu ke RM Padang di Senen. Puaskan nafsu makanmu yang lagi rendah itu, dengan melahap Tambunsu. Makanan yang dibuat dari Usus Besar Sapi, dibersihkan dan kemudian dimasukan adonan kuning telor+putih telor, Plus bumbu dapur, bawang merah, bawang putih dan lain lain. Itu enaaaaak sekali Lexa. Ueeeennaaaak. Kamu akan melupakan semuanya dengan hanya memakan itu. Bahkan kegalauanmu akan hilang ketika kamu membayangkan memakan usus besar sapi yang menjadi tempat lewatnya kotoroan selama bertahun tahun ketika sapi itu hidup. Coba Bayangkan apa yang dimakan sapi, Lexa. Semua yang dia makan akan melalui usus besarnya itu. Bayangkan, dan yang akan kamu ingat adalah kemana kamu akan muntah. Lebih baik daripada memikirkan mantanmu yang bernama Joko itu.
Andai aku tahu, gaby. Kamu akan melewatkan 3 hari itu dengan mudah….. Ga pake sakit gaby. Kalo tetap Sakit, jaminan uang kembali.

Besoknya, aku tak mau kecolongan lagi…
“Lagi apa Lexa?”
“Ini mau nelpon Klien, Sama audit minta tolong untuk follow up budjet sama prepayment yang belom kelar”
“sekalian areaku dong xa, hahaha”
“Haha, Kan udah ada renata. Pak ken aku masih kepikiran”

“Kepikiran diriku yang tua ini apa mantanmu?”
“Hahaha, Kepikiran mantan, payah ya wanita. Pak ken udah tua ga boleh banyak gerak nanti copot tulangnya. Hahahha”
“kalau kamu yang rekatkan kembali sih boleh. Malah aku yang matahin sendiri tulang tulangku, lexa”
“Hahaha, iya pak ken, aku kepikiran dia lagi”

“ Lucu ya lexa, kamu kepikiran mantan. Aku kepikiran kamu. Payah ya laki laki”
“Hahah bisa aja. Pengen ga mikirin lagi gimana ya caranya?”
“ Nikah sama aku lexa. Lupa tuh. Kita bikin babi baru namanya alexa”

“ HAHAHAHA. Babi ya ?? bukan Bayi?. Sampai kapan ya kayak gini?”
“ Kapan kmu bisa jatuh cinta sama aku?”
“Hahaha…. Pengen ke Bandung kabur….”
“ Ayu.. Langsung??”
“Jangan minggu ini, aku ke gerajaaaa. Palingan setelah aku dari medan ya pak ken”
“As you wish Princess lexa. Btw, Makan apa tadi?
“Makan ati pak ken, hahahha”
“Hati aku aja yang kamu makan, mau??
“Ga mauuu, Nanti ketularan tuanya pak ken. Hahaha. Ngantuk banget aku di kantor.”
“ Jadi pengen ke HO, kasih bahu aku”
“ Bahu Jalan”?
“hehehhe. Ga dong”
“Trus, Bahu bata? Hahah itu batu bata ya?
“ Ga lexa, Bahu akik aja.

F. Bandung dan Kenangannya

Quote:Hari itu hari Jumat, Aku sedang berada di Jatibarang, Indramayu. Selepas shalat Jumat, ada Janji ketemu Klien jam 1.30. Namun di menit-menit terkakhir, janji ketemu batal karena istri klienku melahirkan lebih cepat.

“Maafkan saya pake Ken, saya ga bisa datang”
“Oh ga papa pak, Selamat ya pak. Ini anak keberapa emang pak?
“ini yang ke 4, pake ken. Pak ken kapan mau yang pertama. Hahaha?”
“Hahaha, Lagi cari pabrik rahimnya dulu pak?”

Damn, Sampailah kita lagi di pusaran ini. Pertanyaan No. 2 sulit selain kapan nikah?. Sebenarnya aku tahu pertanyaan itu adalah pertanyaan basa basi. Tapi tetap saja sedikit menohok mengingat orang-orang seusia saya minimal sudah punya anak 1 atau 2.

Tapi ya sudahlah, saya sudah punya ponakan dari adek kandung saya. Namanya Alicia Aicelin. Yang akan saya anggap anak kandung kemudian jika suatu hari saya ditakdirkan untuk tidak menikah sama Allah.

Kuputuskan untuk lebih cepat pergi keJakarta, aku sudah janjian dengan Ella untuk menjemputnya di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Jam 3 aku sudah pacu kendaraanku di jalan pantura, antara jatibarang-cikampek untuk masuk tol cikampek kemudian menuju ke tol dalam kota Jakarta. Perjalanan sejauh 250 Km itu seharusnya bisa dicapai dalam 3 jam. Tapi berhubung macet. Lelet jadi 6 jam
Rasanya jika mengingat siapa diriku dan bagaimana diriku dulu, tidak mungkin rasanya aku menempuh jarak 250 KM sekedar menjemput seorang wanita jika bukan karena Lexa.

Seingatku dulu waktu aku masih kuliah di bandung, aku tidak seperti yang akan aku gambarkan selanjutnya. Aku tinggal di kawasan dago, Bandung Utara. Sementara dalam perjalanannya aku banyak bertemu dengan wanita-wanita yang tinggal dikawasan bandung selatan

Cuplikan 1
“Filmnya bagus ya.”
“Iya, Kevin Costnernya ganteng banget, Ken. Aku suka banget filmnya. Thanks ya udah ngajak”
“Iya, santai aja. Jadi aku anter kamu kemana nih?”
“Margahayu ken!”
“Margahayu, Bandung selatan?”
“Iya.”
Tetap diantarkan, tapi tidak pernah sms-an lagi.

Cuplikan 2
“hi, Lagi apa?”
“Lagi makan nih, Ken. Dirumah!”
“Hmm, emang rumah kamu dimana?”
“Di cibaduyut, Ken?”
“Cibaduyut Bandung Selatan?”
“Iya, Kenapa gitu?”
“ Ken… “
“ Ken…”
“ Ken, masih hidup?”

Cuplikan 3
“Bro, ada yang suka sama lu tuh”
“Siapa bro?”
“itu anak angkatan 2004, Si merry, tau ga?”
“Tau, sini mana nomornya?”
“0812221…..”
“Merry tinggal dimana bro?”
“Di Riung Bandung, bro”
“Riung bandung, Bandung Selatan?”
“Iya, kenapa gitu?”
“Sorry, Hp gw lowbat. Tar lu sms aja ya nomornya”

Begitulah aku dulu. Kata bandung selatan adalah kata-kata paling menyesakkan dada no.3 didunia selain Cimahi dan Padalarang. Jaraknya kira-kira 10 km. 20 km bolak balik. Motor Vega Z-R hitam-orangeku juga akan ngambek mendengar 3 daerah itu. Motor itu seakan-akan berbicara, Ayoolah Ken, Jauh loh itu.

Dan hari ini, aku merubah semuanya. Demi moment-moment yang aku ceritakan dichapter “How I Meet Your Mother” pada pertanyaan anak-anakku dikemudian hari. Bahwa Ayahnya yang dulu terlalu cuek dan sangat aware pada jarak, melakukan perjalanan terpanjang dalam perjuangan cinta pada seorang wanita yang mungkin jadi Ibu mereka dan mungkin juga tidak.

Macetnya Tol dalam kota, membuat kesan pertamaku padanya menjadi buruk. Ella, sampai terusir di Starbuck yang mau tutup. Untungnya, disaat yang tepat aku datang dan menyambut masuknya dia kedalam mobil Rush hitam dengan bau rokok Marlboro Black Methol yang dominan. Hari itu, dia menggunakan stelan warna favoritenya. Biru. Biru yang selalu mendamaikanku. Biru dan Wajahnya yang selalu menentramkanku. Perjalanan 250 Km itu terbayar sudah. 500 Km pun aku mau menempuhnya untuk moment seindah ini. Tapi kayaknya pake kereta api lebih baik kalo jarak 500 km mah.

Kamipun bercerita. Bercerita mengenai apapun yang ada dipikiran kami waktu itu. Dari Cak Lontong, Dodit Mulyanto, Pak EL GM dan Renata dengan persoalan hidupnya. Tapi yang paling menarik di perjalanan itu adalah cerita kita mengenai music.

“Ini La, aku dari tadi sampai sekarang, Bon Jovi aja yang diputar”
“ Kenapa Pak ken?”
“ Karena selain aku pengagum Bon Jovi, ini satu satunya CD yang aku punya, La. Selain CD Sabrina”
“Hahaa. Masa?”
“Iya La, Itupun di belikan adekku. Sejak di Kalimantan sampai aku pindah ke Karawang, Dimobilku Cuma ada 1 CD, Sabrina. Itupun di kasih orang. Aku tipe orang yang kalau ada music dengerin tapi kalo enggak ya ga papa. Sampai Adekku kasih kado lagu bonjovi ini. Jadi 2 Deh”
“Hahha, separah itu ya? Di Ipodku banyak lagu, Pak Ken. Tapi kebanyakan lagu lagu lama”

“Suka dong kmu Bonjovi?”
“Iya , aku suka lagu Thank You For Loving Me, sama Always, Pak ken. Sama ada satu lagi aku lupa judulnya”
“Hmmm, Bed of Roses?”
“Bukan”
“ Never Say Goodbye?
“Bukan juga”
“Nah pasti All About Loving You nih”
“Coba puter”

Dan aku mutering Lagu 4-6 di layar tape mobilku. Lagu All About Loving You yang pada kemudian hari selalu mengingatkaku padanya. Setiap pagi lagu itu, selalu diperdengarkan diperjalanku menuju kantor atau disaat-saat aku merindukan dirinya.

Looking at the pages of my life, Faded memories of me and you
Mistakes I know I’ve made some few
I took some shots and feel time to time to time, Baby, You were there to pull me through
We’ve been around the block a time or two

I’m gonna lay it on the line, Ask me how we can this far
The answer’s written in my eyes

Reff.
Everytime I look at you, Baby, I see something new
that take me higher than before, and makes me want you more
I don’t wanna sleep tonight, Dreaming just a waste of time
When I look at what my life’s becoming to
And all about loving you

I’ve live, I’ve loved, I’ve lost and I’ve paid some dues
Baby, we’ve been to hell and back again
Through it all you’re always my best friend

“Nah, bener yang ini. Aku suka dengerin lagu itu di café-café Cuma ga tau judulnya aja pak ken”
“Hehe, aku juga suka lagu itu, Ella. Lagu ini officially buat kamu sekarang. Buat kamu xa. menggantikan lagu Aku tak biasnya-Alda risma”
“Hah?, lagu alda, hubungannya apa sama aku pak ken”
“Suatu saat kmu akan ketawa ko kalau sudah pada waktunya la. Kenapa kamu akan ngakak dengan lagu Aku tak biasanya-Alda yang menjijikkan itu”
“Hehe, gitu ya. Seyakin itu kah?”
“Iya, La”

Perjalanan kian berlanjut. Bulan semakin meninggi, malampun semakit larut di hari itu. Beberapa sahabatku seumuran mungkin sudah di selimut bersama istrinya. Ada juga yang lagi tidur di lantai mungkin setelah istrinya ngambek ketika melihat WA suaminya dengan Pemandu Lagu daerah pantura. Atau beberapa diantara mereka lagi bahagia dapat kabar kalo istrinya mengandung anak kedua. Mungkin di sudut kota Jakarta, sahabat-sahabatku yang kurang beruntung lain masih berjuang untuk tetap bekerja demi susu untuk anak anaknya. Namun, malam itu bagi saya, malam biasa yang berbeda.

“Udah ah, Lagu bon jovinya. Ini aku puter lagu-lagu dari Ipod-ku’
“Westlife ada ga?”
“Ada, Mau yang mana”
“Fool again”
“Done”

Dan kita berdua konser didalam mobil. Shane and Mark Cuma bertugas mengisi suaranya. Kita yang lipsinc lengkap dengan aksi panggung-nya kita yang perankan. Tidak ada kecanggungan di malam itu, ken adalah ken biasa yang responsive dan eksresif. Lexa tetaplah Lexa di keseharaiannya. MLTR, Boy 2 Men bergantian mengantikan westlife kalo lagi capek.

Tak berapa lama, kita sudah di depan tol Pasteur. Aku mengantarkannya ke hotel Vio Surapati. Kemudian aku pun pulang ke rumahku 300 Meter dari hotel tempat Ella menginap. Sengaja ku pilih hotel itu, agar kalau ada kecoa yang berani menganggu dirinya, bisa aku antarkan Vape Kuning wangi dalam waktu 10 menit.

Pagi-pagi sekali aku menjemputnya. Disitulah kita kemudian, Di Lawangwangi, Sebuat tempat Art Galery dengan desain Café yang mempesona mata. Jembatan yang sering aku lihat wanita-wanita bandung exist di foto ternyata ada di tempat ini. Aku kemudian Menjemput Bang Randi, tetua adat kosan ku dulu semasa aku kuliah diBandung dan lanjut menjemput pak Thomas, GM yang aku ceritakan di chapter pertama. Hari itu saya tidak berkencan dengannya. Kita berempat menghabiskan waktu banyak untuk sekedar memuaskan nafsu kuliner kita di Lapo Siagian Gasibu. Lapo yang terkenal dengan babi panggangnya. Cuma mengantarkan ko mak!! Ga sengaja nyicip dikit. Hehe.

Pak Thomas ke Bandung bukan untuk ketemu kita bertiga, utamanya. Namun, untuk menghadiri sebuah resepsi pernikahan koleganya di daerah Moh. Toha. Jalan yang sering aku lalui dahulu ketika masih remaja langganan Damri Unpad Dipati Ukur-Jatinanggor. Pak Thomas sebenarnya enggan ke resepsi itu, dia merasa lebih menyenangkan dengan kita bertiga didalamnya bercerita sederhana dengan penuh tawa ceria.
“Ken, ken, Gw mau kabur nih. Ga akan lama gw disini!!”
“Kenapa pak Thomas?
“Hehe, mending kuliner sama kalian. Kalian tunggu sebentar aja, nongkrong disekitar sini. Dalam 30 menit gw dijemput ya”
“sip pak Thomas”

Setelah mengantar pak Thomas, Aku pilih tempat makan desain unik untuk sekedar foto-foto. Eh, Ternyata dan ternyata… tempat makan sedia babi. Lagi-lagi. Haha. Aku tertawa bertiga, kayaknya hari itu jadi hari babi sedunia. Kita pesan minum aja pada akhirnya. Randi kemudian mulai bercerita tentang cintanya dan kesulitannya. Percakapan disaat itu didominasi oleh bang randi.
“Iya, dari awal, mas ken, aku emang berjuang tanpa apa-apa. Mau jalan, Minjem motor teman, aku. Pas dia butuh aku usahakan ada, Mas ken” dengan logat khas Riaunya.

“Wiih, Mantap kali perjuangan abang nih. Tapia bang ga takut diawal, kalo gitu abang Cuma dianggap teman dibandingkan dengan pesaing pesaing abang yang ribuan?”
“Nah, itu mas ken, harus pinter lah”
“Gimana caranya bang?” Ella mulai penasaran.
“Nah itu, Ella, Pokoknya harus pinter-pinter aja. Aku ngerti Cuma ga bisa ngejelasain. Makanya aku ga lulus-lulus dari Enhai”
“Hahahahha” Kami berdua ketawa dengan kejujuran bang Randi
“Aku mau ke toilet dulu” Bang randi kemudian beranjak dari tempat duduknya.
Seketika dari jarak yang memberi aku dan ella privasi, Aku langsung spontan dan nyeletuk pada Ella yang posisi dudukya persis hadap berhadapan denganku.
“Aku juga ga mau ada di friendzone, Xa” Kataku pada Lexa tiba tiba.

Lexa menatapku dengan keanehan. Kaget, Ga ada angin, ga ada hujan. Di kemudian hari dia bercerita bahwa apa yang aku lakukan itu bener bener tidak disangka.
“ AKU TIDAK AKAN MERUBAHMU. TIDAK JUGA MERUBAH AGAMAMU. KALO KAMU SUDAH SIAP, KAMU TINGGAL BILANG, AKU AKAN DATANG KE ORANG TUA KAMU”
Lexa terdiam tanpa kata. Wajahnya mengkerut. Air mukanya keluar, jelas banget keliatan seperti di film-film kartun jepang.
Lexa tidak berkata apa apa selama 3 menit. Aku melihatnya dengan penuh keseriusan. Maksud dan tujuanku sudah aku sampaikan secara gamblang.
“ Bigung ya Lexa?”
Dia tidak tetap tidak menjawab. Frezee
“Kamu pikirkan dulu La, Tar kmu jawab pas kamu dah siap aja”.
Dia hanya mengangguk. Tetap tanpa kata. Berbarengan dengan kedatangan bang randi yang selesai dengan masalah besarnya.

Hari itu, saya secara spontan dan tidak saya rencanakan sebelumnya mengatakan apa yang saya rasakan pada alexa. Walaupun saya tahu itu terlalu cepat. Dan walaupun secara WA dan BBm rutin, tapi ini merupakan pertemuan keempat setelah Bandung dan Di HO 2 kali. Namun ini adalah kencan pertama, itupun kalo dibilang ini sebuah kencan. Tapi bagi saya tidak sih, karena selalu ada bang randi dan pak Thomas. Saya tahu apa yang akan di jawab Alexa waktu itu. Dan saya tidak perduli. Saya hanya ingin mengungkapkan apa yang saya rasakan padanya malam itu walaupun dia tidak mengerti kenapa.

Sekembalinya pak Thomas ke mobil, kita kembali seperti biasa. Perjalanan dihari itu ditutup di Rumah Bamboo di kawasan Dago Pakar. Disana sudah mengunggu Anggi Elguswanda, salah satu sahabat terbaik saya semasa kuliah bersama pasangannya Noni Cintia. Noni, waktu itu saya belum kenal dekat. Namun sepanjang saya mengenal mantan pacar anggi, noni adalah yang paling diem dan cool. Beberapa waktu sebelumnya di Badung, waktu pertama kali dan kedua mengenal noni, saya tidak bisa mengajaknya ngobrol. Bukan karena apa apa, karena memang noni tidak terlalu open pada lawan jenis.

Untuk menyamankan Lexa di bandung, saya sengaja mengajak noni untuk teman ngobrol Lexa, jikalau ternyata pembicaraan menjadi pembicaraan laki laki di pertemuan yang dominan laki-lakinya. Namun resikonya tinggi, ketika saya memandang noni sebagai orang yang pendiam. Noni, menyanggupi permintaan saya.
Dan memang benar adanya, pada pertemuan itu, obrolan di domimasi oleh obrolan laki-laki. Namun ketika saya meminta Lexa untuk pindah ke sebelah noni, seketika kita amaze apa yang kita lihat. Noni berbicara dengan lancarnya dengan Alexa. Malam itu, sepertinya mereka sudah dekat. Menceritakan pribadi masing-masing secara terbuka walaupun saya dan sekitar terlalu asik dengan pembicaraan mengenai saham. Kelak dikemudian hari, apa yang mereka bicarakan menguak tabir rahasia 2 bulan kemudian.
Dan anda kembali ke Chapter 1. Ketika kata-kata keramat “No Lah” menjadi sesuatu legendari bagi kami kelak dikemudian hari. Dan jadi bahan tertawa yang tak pernah basi ketika diungkin saat kita tetap dekat 2 bulan selanjutnya.





mantep bgt ceritanya gan
lanjutkan sampe selesa gan

semangat aja gan

ane dulu sering gan hub beda gt..saat itu nyesek juga krn hrs pisah walau ga ada masalah..

tapi Tuhan selalu kasih yang terbaik gan sis..semangat aja memantapkan langkah.

ambil keputusan dan jangan disesali..masa depan selalu cerah

salam super emoticon-Salaman

siap gan tq semangatnya

Quote:Original Posted By bowom159
ane dulu sering gan hub beda gt..saat itu nyesek juga krn hrs pisah walau ga ada masalah..

tapi Tuhan selalu kasih yang terbaik gan sis..semangat aja memantapkan langkah.

ambil keputusan dan jangan disesali..masa depan selalu cerah

salam super emoticon-Salaman


yoi gan.. hidup kita kita yg tentuin dan jalanin


Quote:Original Posted By hadisy01
mantep bgt ceritanya gan
lanjutkan sampe selesa gan


sip gan.. hehe emang ane mau jadikan novel

monggo gan d lanjut ane setiap hari cek update-an nihemoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By lordotori
monggo gan d lanjut ane setiap hari cek update-an nihemoticon-Big Grin


hehe sory gan.. baru minggu ane baru update..


G. Bandung dan Kenangannya Part 2

Quote:Minggu, Semua kesiangan kecuali diriku. Janji Jam 8 untuk menjemput kehotelnya. Aku sudah ready menembus kemacetan di Pasar-Pagi Gasibu yang memuakkan itu. Rumah kontrakanku berada di Jalan utama titiran, Bandung. Persis disebelah Taman Monumen Perjuangan Jabar yang biasanya pada pagi dihari minggu selalu sibuk. Salah satu pasar pagi yang begitu ramai. Semua mahasiswa yang ngekos didaerah ini atau ibu-ibu disekitaran Bandung Utara, sengaja marathon menuju daerah ini untuk kemudian membeli apapun yang mereka butuhkan dengan harga yang sangat murah. Dan aku harus keluar dari kesibukan di pagi itu.

Sementara Lexa masih tertidur lelap di Vio Hotel Surapati. Hotel yang berjarak 300 Meter dari kediamanku. Berada persis di awal mula jalan Surapati. Dibelakang Telkom Indonesia dan persis di ujung Pasar pagi gasibu. Di persimpangan Jalan Surapati yang biasanya tidak terlalu macet itu, diminggu pagi sulit ditembus karena parkir liar dan semua orang yang berlalu lalang. Aku meneleponnya dipagi itu dan tidak ada jawaban. Parkir Hotel tidak penuh tapi aku tak bisa masuk. Angkot yang ngetem di sembarang tempat menutupi jalur masuk ke hotel itu. Aku akhirnya memutuskan untuk parkir lebih kedepan. Sambil mendengarkan lagu All About loving You-nya Bon Jovi, aku terus menunggu dan menunggu. Menunggu panggilan telepon yang tak kunjung diangkat sama yang Empunya. Ah, ternyata dia tidak sesempurna perkiraanku. Hehehe. Tidur terus lah Xa, kamu tar kalo udah menikah tidak akan bisa melakukan hal paling indah yang hanya bisa dilakukan oleh seorang single. Bangun siang. Bangun siang dan ketika FTV SCTV yang menampikan Ben Joshua, Rio Dewanto, Kadek Dewi, Bunga dan beberapa langganan FTV laiinya dalah hal pertama yang anda lihat.

Jam 9.30, yang ditunggu-tunggu pun datang. Sebuah nofitikasi BBm muncul.
“Pak Ken, Aku ketiduran”
“Haha, ga perlu dikasih tau xa, Aku dah nungguin didepan hotel. Mimpi Rio Dewanto ya?. Sudah cepat siap siap. Kita mau ke Café D’Pakar hari ini.
“Iya, Bentar ya, sekalian packing dan sekalian check out”
Kembali ke chapter 1, ketika kata-kata “No lah” melegenda bagi kami. Saya terima dengan lapang dada. 2 bulan setelah itu, lexa sempat bertanya.
“Kaget lah, pak ken. Masa nodongnya dimobil, Kayak ga ada tempat lain aja?”
“haha, kamu tau xa. Itukan kejadiannya sebelum jemput pak Thomas. Aku hanya punya waktu sedikit dihari itu. Kalo dah berempat sama pak Thomas dan bang Randi ada, ga akan mungkin aku ngomomg gitu xa?”

Hari itu, Pak Thomas mengarahkan kita ke Kedai Kopi Purnama, yang terletak di jalan arkateri, bandung. Katanya kopi ini sudah ada sejak tahun 1930. Tepat setelah Nenek saya lahir, Naimah. Kita manut aja dan memutuskan untuk mecoba kopi disana. Kopi nya enak dan khas. Aku dikemudian hari selalu mengunjungi kedai kopi ini selalu setiap aku ke bandung.
Aku mengantarkannya ke perumahan Jamur Sari di salah satu kawasan terkenal kulinernya di Jakarta utara. Diakhir pertemuan, dia memberiku sebuah Post Card. Post Card yang aku kasihkan ke Lexa ketika pertama kali bertemu di Maxx IP, sebagai hadiah. Sembari jalan pulang, Aku mengantarkan pak Thomas ke Perumahan Pelepeh Raya, tak jauh dari Lexa . Post Cardnya tak sempat aku baca, karena aku harus balik ke bandung.

“Ayo daripada, begong, main tebak tebakan lagu, penyanyinya siapa dan judul lagunya apa”. Pak Thomas berubah menjadi Bob tutupoli di berpacu dalam melody. Bang randi bersedia menjadi tukang itungnya. Awalnya, aku yakin menang. Pak Thomas akan mengeluarkan lagu-lagu lama yang tersimpan di tabnya. Aku akan mudah mengalahkan lexa yang aku perkirakan selera musiknya tak setua itu.
“The Power of Love, Celine Dion” Aku menjawab mantap.

“ When you say that you love me, diane rose” Lexa menjawab hanya mendengarkan intronya saja.
“2-2” Bang Randi menghitun.
Aku sudah mulai khawatir dengan pengetahuannya tentang music lawas waktu itu. Aku perlu mendengarkan liriknya baru bisa menebak lagunya. Lexa hanya perlu mendengarkan intronya. Shit, dapat lawan yang sepadan. Tidak boleh kalah dalam hal ini mengingat umurku yang lebih tua.
“Love of My life, Queen”
“Benar, 5-2 untuk Ken”
Dan aku kembali diatas angin. Macetnya pintu tol CIkarang utama, tidak terasa pada saat itu ketika aku memimpin perolean score berpacu dalam melodi. Malam ini, aku akan melewati malam yang gampang. Ku pikir.
Tapi semua berubah, ketika pa Thomas mulai mendengarkan lagu lagu 70’s.
“Dan byrd…..
“ ABBA…..
“……………………………

Ketika masuk tol lingkar luar Jakarta menuju Kalapa gading, Score sudah berubah jadi 5-13 untuk Lexa. Tidak satupun yang bisa aku tebak setelah itu. Aku kagum pada pengetahuan musiknya yang lawas.
“Ko kamu bisa tahu lagu lagu 60’s dan 70”s. xa? Papa kamu aja waktu itu belom ketemu sama mama kamu?” tanyaku
“ Hahaha. Papaku suka music pak ken. Waktu aku kecil, papa selalu tuh muterin lagu-lagu dipagi hari. Lagu-lagunya ya yang seperti tadi”
“Pantes pak Thomas saya kalah, saya dikasih makan nasi sama si mama. Si lexa dikasih makanan piringan hitam dari papanya”
“Haha, Yang tua siapa sih pak ken?”
“Pak Thommmaaaaaaasssss…”
“HAHAHAHAHA”
“Sial, gw dibawa-bawa” Pak Thomas protes
“Xa, papaku ga suka musik. Sukanya ngaji mulu. Mamaku suka musik tapi lagu lagu Betharia sonata, Tety Kadi dan Dewi Yull. Coba pak Thomas muterin lagu Hati yang luka, Rindu yang terlarang, Biarkan bulan bicara, Andai kau datang. Kalah kamu tuh Xa”
“Pak ken, Kalah mah kalah aja, ga usah alibi”

“Ini salah mamaku ini. Besok aku mau protes. Aku nanti kalau punya anak, kasih makan piringan hitam sama youtube. Biar anakku ga perlu merasakan yang aku rasakan sekarang ini danbisa memenangkan ini kalo dia menemukan moment2 seperti ini”
Sesampainya di Kalapa gading, aku masuk ke salah satu perumahan di Kalapa gading. Perumahan jamur sari namanya. Untuk masuk ke komplek itu, aku harusn mendaki ke-pos security. Security yang kelak dikemudian hari menjadi sering aku temui dalam hidupku untuk beberapa bulan kedepan.

Sesampai dirumahnya, Lexa mengucapkan terima kasih atas perjalanan dibandung. Sebuah perjalanan yang menghapus lukanya pada kegalauan tiada tara. Aku senang menjadi penghiburnya disaat-saat dia paling membutuhkan. Suatu tindakan yang paling terhormat bagiku menjadi pengalih perhatiannya saat dunianya seperti runtuh. Aku tak peduli, jika apa yang aku lakukan padanya memberi imbalan yang setimpal atau tidak. Aku hanya senang dia tersenyum, tersipu malu dan tertawa. Sebuah moment yang akan tersimpan disalah satu memori otakku berpuluh puluh tahun dari sekarang.

Aku kembali per jalanan 120 Km lagi menuju Bandung ditemani oleh bang randi.
“Ken, Kalo Lexa suka, pasti dia akan WA atau BBm udah sampai rumah atau belum”
“Haha, masih aja percaya yang kayak gitu bang?”
Aku beralibi, karena aku tak yakin mendapatkan itu dari Lexa. Jam 1.30 aku sampai juga di rumahku di kawasan gasibu, Bandung. Ada beberapa pesan masuk ke Wa-ku.
Pesan WA pertama.
“Say, Order ini ya”
Ah ternyata dari langganan Olshopku. Aku dipanggil “say” lebih dari 100 kali satu hari oleh orang tidak aku kenal. Mereka bersasumsi bahwa Olshop selalu dimainkan oleh perempuan. Awal-awal aku mencoba membetulkan dan menginformasikan bahwa aku adalah seorang laki-laki. Tapi 100 invite dan 200 chating setiap hari membuatku capek menjelaskan jenis kelaminku daripada produk yang aku jual. Kuputuskan untuk terus menjawab dan menerika kata say, sis dan sayang sebagai cinta mereka padaku haha.
Pesan WA kedua
“:Udah sampai bandung ken” WA dari pak Thomas”
“ Udah pak Thomas”
“Sipp, Thanks ya atas penjemputan dan pengantarannya”
“sama-sama pa Thomas”

Pesan WA ketiga ternyata tidak ada. Mana Lexa? Mana Lexa?. HAHHA. Dasar wanita cuek. Aku telah menempuh 600 Km loh lexa. Aku tertawa dalam hati, ternyata cueknya lexa lebih parah dari masa masa cuekku wakut seumuran dia ke Uereka, Mantan pacarku di tahun 2009.
Hari itu kututup dengan satu kesimpulan. Satu perjalanan yang melelahkan namun membahagiakan. Tapi dengan satu cacat. Ternyata sista-sista Olshop dan pak Thomas lebih membutuhkanku daripada Lexa. HAHAHHA…
Sebelum tidur, aku membaca Post card yang dia kirim. Itu cukup menggantikan apa yang dia lupakan.

“To Pak ken. Thank You so Much for the exiciting bussines Trips”
Sederhana, tapi menyenangkan. Bukan apa yang dia tulis, tapi siapa yang menulisnya. Bukankah say Hi dari orang yang kita harapkan lebih berharga daripada berjam jam mendengarkan percapakan membosankan dari orang yang tidak suka.
Besoknya, Aku lagi yang duluan Mengirimkan pesan BBM
“dah baca cardnya, Xa. And thank you for this weekend”
“Dipigura ya pak ken. Seharusnya aku yang say thank you ke pak ken”
“Eh, Nyadar juga. Hahha. Walaupun telat 1 hari. Tenang xa, ga akan di pigura. Kmu baca aja blog ku 1 tahun lagi ya tentang ini”
“ Kelamaan nunggu setahun lagi, hehe. Thanks buat Sharing Sessionnya juga”
“bayar itu, Xa. BCA 805002222 atas nama Andrikel Yorindra ya. Haha”
“ As you know, you have something impact yang bikin aku totally forget about my ex”
“ My feeling so much better now. Luar biasa doktrin pak ken ini”

2 bulan kemudian, aku baru tahu betapa terpukulnya dia waktu itu.
“As you know too, I wait to have a feeling like I did for you for 2 years latter patiently. And I pray to god in easy way next time, Btw doktrin yang mana?”
“Karena diumur aku yang sekarang ini lebih suka sama pria dewasa yang bisa lebih membimbing. As simple as that. Pokoknya naeshat2 yang pak ken sharing ke aku bikin aku berpikir logic aja”
“tapi tetap aja yang tua kalah di berpacu dalam melodi”
“Hahahaha, sebenarnya siapa sih yang lahir duluan?”
“Pak Thomaaaaassss”
“hahaha, bisa aj”

“Tau ga ku kalah kenapa, xa?”
“kenapa?”
“waktu kecil aku disuruh cuci piring sama angkat-angkat barang sama papa. Sementara kmu dikasih makan piringan hitam sama papamu.”
“hahaha, pak Thomas aja mungkin kalah sama aku kali ya”
“iyaaa, apalagi bang randi yang ga lulus dari enhai”
“hahaha, Pak ken istirahat sana. Thanks ya udah uber uberin aku”
“Sama sama, lexa. Aku nonton siaran ulang Liverpool dulu. Aku ga pernah ninggalin Live pertandingan Liverpool kalo ga penting2 banget. Aku tunggu deh kalo kmu ngojekin aku.”
“Berat kayaknya kalo ngojeking pak ken”

“beratan pak Thomas, xa. Hahha. Kayaknya kalo kamu jadi driver GO-jek, aku kemana mana pake gojek pasti. Kalo gebut dikit peluk. Haha”
“Haha. Bisa banget modusnya. Kayaknya gedean penumpangnnya dari gojeknya”
“Kalo gitu aku deh yang numpang tapi bawa gojeknya, kamu drivernya tapi yang duduk dibelakang. Kalo aku ngebut kamu peluk ga?”
story telling-nya bagus..
bikin saya baca non stop sampai post ke-3.
terhenti karena ada phone call emoticon-Hammer


btw, salam sanak sakampuang emoticon-I Love Indonesia (S)