alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5745ca02c1d7702b558b4575/beberkan-fakta-digondolnya-sipandan-linggitan-ini-kata-megawati
beberkan fakta digondolnya sipandan-linggitan ini kata megawati
beberkan fakta digondolnya sipandan-linggitan ini kata megawati
TRIBUNNEWS.COM - "Betulkah Sipadan Ligitan serta merta lepas saat saya jabat Presiden?"

Demikian penuturan Megawati Soekarnoputri di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Rabu 25/5/2016).

Pada orasi ilmiah yang cukup panjang saat ia menerima gelar Doctor Honoris Causa ie beber beberapa rahasia.

Satu di antaranya tentang pulau Sipadan dan Ligitan yang lepas dari Indonesia dan kini menjadi wilayah Malaysia.

Seperti dikutip dari situs resmi PDI Perjuangan, berikut cuplikan pidato terkait hal tersebut.

Senat Guru Besar, Rektor dan hadirin sekalian, Gelar Doctor Honoris Causa yang diberikan kepada saya ini, sesungguhnya adalah penghargaan kepada kabinet yang saya pimpin, yaitu Kabinet Gotong Royong.

lzinkan saya mengucapkan terima kasih kepada para menteri yang telah membantu saya dengan memberikan pengabdian terbaiknya kepada bangsa ini.

Alhamdulillah kita dapat melalui masa transisi dan meletakkan pondasi perekonomian nasional yang jauh lebih baik.

Kita juga menampilkan demokrasi politik yang lebih terbuka, tanpa disintegrasi dan berdiri kokoh melalui pelembagaan politik.

Pada kesempatan ini izinkan saya menyampaikan "pertangungjawaban sejarah" atas berbagai persoalan penting ketika saya menjadi presiden.

Pertama. Terhadap Sengketa Sipadan dan Ligitan. Mari kita berdialektika.

Betulkah Sipadan Ligitan serta merta lepas pada saat saya menjabat menjadi Presiden?

Peristiwa sejarah apa yang sebetulnya melatarbelakangi Sipadan dan Ligitan kemudian dinyatakan sebagai wilayah Malaysia?

Di sini ada Menteri Luar Negeri Kabinet Gotong Royong Dr Hassan Wirajuda.

Silakan dikoreksi jika yang saya sampaikan ini kurang tepat.

Hal ini pernah disampaikan beliau dalam kuliah umum bertajuk "Perundingan Batas Wilayah Maritim Dengan Negara Tetangga", yang diadakan oleh Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

Pada dasarnya Sipadan Ligitan bukan merupakan wilayah lndonesia jika didasarkan pada UndangUndang Nomor 4/Perppu/1960 tentang Negara Kepulauan.

Tetapi juga bukan merupakan wilayah Malaysia, sehingga keduanya kemudian memperebutkannya dengan berbagai argumentasi.

Sengketa kedua pulau tersebut sebenarnya telah terjadi sejak tahun 1967.

Pada tahun 1996, Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Soeharto melunak dan menyepakati untuk membawa sengketa ini ke Mahkamah lnternasional -International Court of Justice di Den Haag Belanda: suatu jalan dan cara penyelesaian yang tidak dapat ditarik kembali.

Pada tahun 1997, masalah tersebut resmi memasuki proses persidangan.

Pada saat saya menjadi Presiden, saya memerintahkan Menteri Luar Negeri untuk terus memperjuangkan agar Sipadan dan Ligitan menjadi bagian dari wilayah Indonesia.

Akan tetapi, argumentasi yang diterima Mahkamah lnternasional bukan karena Malaysia yang lebih dahulu masuk ke Sipadan/Ligitan.

Bukti sejarah yang diterima Mahkamah Internasional adalah dokumen dari pihak Malaysia yang membuktikan bahwa Inggris, negara yang menjajah Malaysia, dan menjadi bagian dari Common wealth paling awal masuk Sipadan Ligitan dengan bukti berupa mercusuar dan konservasi penyu.

Sedangkan Indonesia dianggap tidak memiliki hak atas wilayah kedua pulau tersebut, karena Belanda negara yang menjajah lndonesia hanya terbukti pernah masuk ke Sipadan Ligitan.

Namun hanya singgah sebentar tanpa melakukan apapun.

Dan Putusan Mahkamah Internasional tersebut kebetulan ditetapkan pada tahun 2002 saat saya menjabat sebagai Presiden.

~~~~~

Keputusan Mahkamah Internasional

Demikian cuplikan orasi ilmiah, yang berisi penjelasan Megawati terkait kedua pulau tersebut.

Mengutip Wikipedia, berikut hasil keputusannya.

Pada tahun 1998 masalah sengketa Sipadan dan Ligitan dibawa ke ICJ, kemudian pada hari Selasa 17 Desember 2002 ICJ mengeluarkan keputusan tentang kasus sengketa kedaulatan Pulau Sipadan-Ligatan antara Indonesia dengan Malaysia.

Hasilnya, dalam voting di lembaga itu, Malaysia dimenangkan oleh 16 hakim, sementara hanya 1 orang yang berpihak kepada Indonesia.

Dari 17 hakim itu, 15 merupakan hakim tetap dari MI, sementara satu hakim merupakan pilihan Malaysia dan satu lagi dipilih oleh Indonesia.

Kemenangan Malaysia, oleh karena berdasarkan pertimbangan effectivity (tanpa memutuskan pada pertanyaan dari perairan teritorial dan batas-batas maritim), yaitu pemerintah Inggris (penjajah Malaysia) telah melakukan tindakan administratif secara nyata berupa penerbitan ordonansi perlindungan satwa burung, pungutan pajak terhadap pengumpulan telur penyu sejak tahun 1930, dan operasi mercu suar sejak 1960-an.

Sementara itu, kegiatan pariwisata yang dilakukan Malaysia tidak menjadi pertimbangan, serta penolakan berdasarkan chain of title (rangkaian kepemilikan dari Sultan Sulu) akan tetapi gagal dalam menentukan batas di perbatasan laut antara Malaysia dan Indonesia di selat Makassar.(*)
ho oh .....
harus nyah kan mending dijual ... bukan diberikan secara gratis emoticon-Embarrassment
Quote:Original Posted By mat.kopet
beberkan fakta digondolnya sipandan-linggitan ini kata megawati
TRIBUNNEWS.COM - "Betulkah Sipadan Ligitan serta merta lepas saat saya jabat Presiden?"

Demikian penuturan Megawati Soekarnoputri di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Rabu 25/5/2016).

Pada orasi ilmiah yang cukup panjang saat ia menerima gelar Doctor Honoris Causa ie beber beberapa rahasia.

Satu di antaranya tentang pulau Sipadan dan Ligitan yang lepas dari Indonesia dan kini menjadi wilayah Malaysia.

Seperti dikutip dari situs resmi PDI Perjuangan, berikut cuplikan pidato terkait hal tersebut.

Senat Guru Besar, Rektor dan hadirin sekalian, Gelar Doctor Honoris Causa yang diberikan kepada saya ini, sesungguhnya adalah penghargaan kepada kabinet yang saya pimpin, yaitu Kabinet Gotong Royong.

lzinkan saya mengucapkan terima kasih kepada para menteri yang telah membantu saya dengan memberikan pengabdian terbaiknya kepada bangsa ini.

Alhamdulillah kita dapat melalui masa transisi dan meletakkan pondasi perekonomian nasional yang jauh lebih baik.

Kita juga menampilkan demokrasi politik yang lebih terbuka, tanpa disintegrasi dan berdiri kokoh melalui pelembagaan politik.

Pada kesempatan ini izinkan saya menyampaikan "pertangungjawaban sejarah" atas berbagai persoalan penting ketika saya menjadi presiden.

Pertama. Terhadap Sengketa Sipadan dan Ligitan. Mari kita berdialektika.

Betulkah Sipadan Ligitan serta merta lepas pada saat saya menjabat menjadi Presiden?

Peristiwa sejarah apa yang sebetulnya melatarbelakangi Sipadan dan Ligitan kemudian dinyatakan sebagai wilayah Malaysia?

Di sini ada Menteri Luar Negeri Kabinet Gotong Royong Dr Hassan Wirajuda.

Silakan dikoreksi jika yang saya sampaikan ini kurang tepat.

Hal ini pernah disampaikan beliau dalam kuliah umum bertajuk "Perundingan Batas Wilayah Maritim Dengan Negara Tetangga", yang diadakan oleh Fakultas Hukum Universitas Airlangga.

Pada dasarnya Sipadan Ligitan bukan merupakan wilayah lndonesia jika didasarkan pada UndangUndang Nomor 4/Perppu/1960 tentang Negara Kepulauan.

Tetapi juga bukan merupakan wilayah Malaysia, sehingga keduanya kemudian memperebutkannya dengan berbagai argumentasi.

Sengketa kedua pulau tersebut sebenarnya telah terjadi sejak tahun 1967.

Pada tahun 1996, Pemerintah Indonesia di bawah Presiden Soeharto melunak dan menyepakati untuk membawa sengketa ini ke Mahkamah lnternasional -International Court of Justice di Den Haag Belanda: suatu jalan dan cara penyelesaian yang tidak dapat ditarik kembali.

Pada tahun 1997, masalah tersebut resmi memasuki proses persidangan.

Pada saat saya menjadi Presiden, saya memerintahkan Menteri Luar Negeri untuk terus memperjuangkan agar Sipadan dan Ligitan menjadi bagian dari wilayah Indonesia.

Akan tetapi, argumentasi yang diterima Mahkamah lnternasional bukan karena Malaysia yang lebih dahulu masuk ke Sipadan/Ligitan.

Bukti sejarah yang diterima Mahkamah Internasional adalah dokumen dari pihak Malaysia yang membuktikan bahwa Inggris, negara yang menjajah Malaysia, dan menjadi bagian dari Common wealth paling awal masuk Sipadan Ligitan dengan bukti berupa mercusuar dan konservasi penyu.

Sedangkan Indonesia dianggap tidak memiliki hak atas wilayah kedua pulau tersebut, karena Belanda negara yang menjajah lndonesia hanya terbukti pernah masuk ke Sipadan Ligitan.

Namun hanya singgah sebentar tanpa melakukan apapun.

Dan Putusan Mahkamah Internasional tersebut kebetulan ditetapkan pada tahun 2002 saat saya menjabat sebagai Presiden.

~~~~~

Keputusan Mahkamah Internasional

Demikian cuplikan orasi ilmiah, yang berisi penjelasan Megawati terkait kedua pulau tersebut.

Mengutip Wikipedia, berikut hasil keputusannya.

Pada tahun 1998 masalah sengketa Sipadan dan Ligitan dibawa ke ICJ, kemudian pada hari Selasa 17 Desember 2002 ICJ mengeluarkan keputusan tentang kasus sengketa kedaulatan Pulau Sipadan-Ligatan antara Indonesia dengan Malaysia.

Hasilnya, dalam voting di lembaga itu, Malaysia dimenangkan oleh 16 hakim, sementara hanya 1 orang yang berpihak kepada Indonesia.

Dari 17 hakim itu, 15 merupakan hakim tetap dari MI, sementara satu hakim merupakan pilihan Malaysia dan satu lagi dipilih oleh Indonesia.

Kemenangan Malaysia, oleh karena berdasarkan pertimbangan effectivity (tanpa memutuskan pada pertanyaan dari perairan teritorial dan batas-batas maritim), yaitu pemerintah Inggris (penjajah Malaysia) telah melakukan tindakan administratif secara nyata berupa penerbitan ordonansi perlindungan satwa burung, pungutan pajak terhadap pengumpulan telur penyu sejak tahun 1930, dan operasi mercu suar sejak 1960-an.

Sementara itu, kegiatan pariwisata yang dilakukan Malaysia tidak menjadi pertimbangan, serta penolakan berdasarkan chain of title (rangkaian kepemilikan dari Sultan Sulu) akan tetapi gagal dalam menentukan batas di perbatasan laut antara Malaysia dan Indonesia di selat Makassar.(*)

Pantes istana presiden masih pakai bekas bikinan Belanda... emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By Mangatus
ho oh .....
harus nyah kan mending dijual ... bukan diberikan secara gratis emoticon-Embarrassment


Atau jangan jangan, ah sudahlah emoticon-Embarrassment
Oh ternyata dari sejarahnya emang tuh pulau udah ditempati duluan ama mereka emoticon-Hammer

Terus cemama dong kalo didenger masyarakat emoticon-Leh Uga
Kesiaaan
Iyain aja deh, ni orang kalo ngambek bahaya bre emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By kaiserwalzer
Pantes istana presiden masih pakai bekas bikinan Belanda... emoticon-Big Grin



gw kq gagal pahan sama yg dibold..sebetulnya yg masuk duluan belanda tp gak ngapa2in atw inggris dan lansung dibin mercusuar.
Secara history mereka punya hak ya...
Lah terus Cina yg ngeklaim Laut Cina Selatan berarti juga berhak ya...
Katanya mereka punya history disono...
buyutnya capek2 berjuang buat mempersatukan..
cucunya ngelepasin atau ngejualin satu-satu..

emoticon-coffee

Effective Occupation

itu yg jadi tolok ukur mahkamah internasional
Mahkamah gak menerima argumen bahwa malaysia bukan negara kepulauan.
Sekarang fokus zona Ambalat.. blok kaya minyak (yg diklaim malaysia karena tarik garis sipadan ligitan), jangan sampe kecolongan lagi... mercusuar Karang Unarang (yg pembuatannya diganggu malaysia pake ombak) harus selalu dijaga TNI.
Inget... effective occupation.

beberkan fakta digondolnya sipandan-linggitan ini kata megawati


Quote:Original Posted By mat.kopet



gw kq gagal pahan sama yg dibold..sebetulnya yg masuk duluan belanda tp gak ngapa2in atw inggris dan lansung dibin mercusuar.

Kayaknya sih yang pertama kali ngasih tanda (peninggalan fisik) di pulau itu deh. Inggris ngasih tandanya pake mercusuar.

Kalo Belanda cuma lewat doang gak ninggalin apa2 jadinya gak ada bukti kuat kalau mereka pernah kesana.
Faktanya kan emang lepas dizaman anda.
Quote:Original Posted By Ramma64
Secara history mereka punya hak ya...
Lah terus Cina yg ngeklaim Laut Cina Selatan berarti juga berhak ya...
Katanya mereka punya history disono...



bedalah,kalau ini memang dibuktikan dgn adanya mercusuar inggris oleh malaysia. jadi bukan secara histori. tp kalau klaim cina di LCS itu berdasarkan peta kuno jaman dinasti...(gw lupa). tp apa yg dilakukan china skr sedikit banyak mirip dgn yg dilakukan inggris di sipadan ligitan dulu.
HAHAHA... NATUNA JUGA BUKAN. CHINA LEBIH DULU BANGUN PANGKALAN PERANG
Quote:Original Posted By kaiserwalzer
Kayaknya sih yang pertama kali ngasih tanda (peninggalan fisik) di pulau itu deh. Inggris ngasih tandanya pake mercusuar.

Kalo Belanda cuma lewat doang gak ninggalin apa2 jadinya gak ada bukti kuat kalau mereka pernah kesana.



yupz gw setuju. ada mercusuar inggris disana belanda gak jd tinggal. sesama penjajah khn gak boleh "semakanan"emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By mat.kopet



gw kq gagal pahan sama yg dibold..sebetulnya yg masuk duluan belanda tp gak ngapa2in atw inggris dan lansung dibin mercusuar.


Ingggris duluan masuk, belanda cuma singgah bentar sungkem ke ratu kali...
Sudah lama tau..... tukang goreng saja yg purak2 tidak tau ...... emoticon-Big Grin emoticon-Stick Out Tongue emoticon-Ngacir

Semoga anda berhasil meramaikan BP dengan berita mamak Banteng ... emoticon-Angkat Beer








Pertamax di thread sepi ..... emoticon-Wakaka
Yang nentukan mahkamah international
Quote:Original Posted By kakekserbatahu
itu yg jadi tolok ukur mahkamah internasional
Mahkamah gak menerima argumen bahwa malaysia bukan negara kepulauan.
Sekarang fokus zona Ambalat.. blok kaya minyak (yg diklaim malaysia karena tarik garis sipadan ligitan), jangan sampe kecolongan lagi... mercusuar Karang Unarang (yg pembuatannya diganggu malaysia pake ombak) harus selalu dijaga TNI.
Inget... effective occupation.

beberkan fakta digondolnya sipandan-linggitan ini kata megawati



pastinya pemerintah belajar dari kasus sipadan ligitan dan ngotot buat pertahankan daerah itu. tujuan utama malaysia bukanlah minyak sebetulnya. tp kalau saja terjadi perang maka indo akan dgn mudah menutup jalur distribusi ke wilayah sabah dan serawak. lebih ke sisi strategisnya.
×