alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5745a02e507410f35e8b4567/rasanya-jadi-jurnalis-cnn-indonesiacom-part-2
Rasanya Jadi Jurnalis CNN Indonesia.com (Part 2)
Rasanya Jadi Jurnalis CNN Indonesia.com (Part 2)

Oke gan, i'm come back.

Sekarang ane mau lanjutin pengalaman ane jadi jurnalis CNN Indonesia.com

Jadi gini gan, setelah mengalami masa-masa boring di desk internasional. Akhirnya, ane ngomong ke Mbak Yoko buat minta dipindahin ke desk nasional. Waktu itu alesan ane pengen nyobain desk lain. Kenapa ane milih desk/kanal nasional? karena menurut ane, jurnalis/reporter akan menjadi jurnalis yang sesungguhnya di desk nasional. Terus ane juga rada iri sih karena reporter/ND desk nasional ini jarang bgt ke kantor, paling seminggu sekali dua kali.

Mendapati keinginan ane, Mbak Yoko langsung berkoordinasi dengan Kang Sandy Indra Pratama, eks jurnalis Tempo yang menjabat sebagai Redaktur Pelaksana desk nasional, buat menyetujui perpindahan ane. Kang Sandy pun setuju, ane ditukar dengan Ranny Virginia, dia balik ke internasional ane pindah ke nasional. Belakangan ane tau, Ranny ini senior ane di kampus tapi dia beda jurusan dan fakultas.

Perpindahan berlangsung setelah ane menjalani desk internasional selama 3 bulan. Waktu menunjukan pukul 7 malam, hari itu hari terakhir ane kerja di desk internasional, ane pamit pulang ke Mbak Ike sama Manda, ane juga ngucapin makasih selama 3 bulan ini.

Sampe rumah, ane antara seneng sama deg-degan mau jalanin kerjaan di nasioal. Malam itu, ane di masukin ke grup WA nasional sama Kang Sandy, semua anggota di grup menyapa ane, ane ngerasa suasana hangat di nasional, ane sapa balik mereka. Terus salah satu anggota grup bernama Rosmiyati Kandi, dia ngasih tahu ane kalo pembagian tugas baru dikasih tau entar malem kira-kira jam 10 sampe jam 12. Ternyata Mbak Kandi ini menjabat Koordinator Liputan (Korlip) di nasional, dia yang mengatur jadwal liputan para reporter nasional, siapa harus liputan apa, siapa harus ngejar isu apa, siapa yang harus interview siapa, dialah yang menentukan.

Bedanya Internasional sama nasional ini salah satunya dari awak redaksinya, jumlah reporter di nasional ini ada 12 orang, writer 6 orang, editor 3 orang, 1 korlip, 1 redaktur pelaksana, total ada 23 orang. 12 reporter itu dibagi, ada yang menempati pos masing-masing, kayak Istana Negara, Istana Wapres, DPR, Kejaksaan Agung, Mabes Polri, Balai Kota, KPK, Polda Metro Jaya dan Kementerian-Kementerian, sisanya Floating, alias mengikuti agenda yang ada di sekitaran Jakarta. Ane karena masih baru jadi harus floating dulu supaya paham berbagai isu yang ada di nasional.

Yaudah akhirnya ane nunggu sampe agak maleman buat nunggu jadwal liputan keluar. Sepanjang ane menunggu, semakin malem banyak agenda yang dikirim ke grup sama para reporter. agenda itu nantinya di bagi-bagi Mbak Kandi supaya semuanya ke liput. Ane liat di salah satu agenda yang disebar sama reporter itu ada agenda liputan Inspeksi Mendadak (Sidak) makanan berformalin di Pasar Grogol, Jakarta Barat jam 6 pagi. Dalam pikiran ane, gile jauh juga yak di grogol, secara rumah ane di Bekasi itu di Jakarta Barat, istilahnya dari ujung ke ujung. Waktu itu ane berharap mudah-mudahan bukan ane yang disuruh ngeliput itu.

Jadwal liputan pun keluar, teryata dugaan ane salah, ane malah disuruh liputan sidak di Grogol itu. Awalnya ane ngerasa di kerjain buat liputan itu, tapi yaudahlah, masa ane komplain, lagian itu H-1 mau bulan puasa, siapa tahu ditemuin formalin di Pasar itu terus ane bisa beritain supaya masyarakat bisa tau dan aware terhadap makanan yang mau dikonsumsinya. Lagian kan ane sendiri yang mau ke nasional, jadi ane harus terima semua konsekuensinya, di saat itu ane berpikir kayak itu.

Oke, hari pertama di nasional dimulai, jam setengah 5 pagi ane bangun terus mandi, perjalanan Bekasi-Grogol pun ane tempuh di hari itu. Karena masih pagi, jalanan Jakarta pun lengang, cuma sejam ane udah sampe di Pasar Grogol, lokasinya ga jauh dari terminal grogol sama kampus Trisakti. Ane cari petugas dinas ketahananan pangan Jakarta yang waktu itu mau sidak, ternyata masih sepi, cuma ada satu dua petugas yang udah dateng. Akhirnya, sekitar jam 7-an sidak dimulai, reporter lain pun mulai pada dateng.

Petugas pun mulai mendatangi pedagang yang ada di pasar buat diambil sampel dagangannya, mulai dari daging sapi, daging ayam, daging olahan, ikan, tahu, tempe, hasil laut semua diperiksa. Pemeriksaan berlangsung di halaman pasar karena dinas ketahanan pangan punya mobil yang berfungsi kayak laboratorium gitu.

Selagi nunggu hasil sampel, ane pun kenalan sama reporter-reporter media lain. Dan ane baru tahu mereka itu reporter wilayah, mereka merupakan reporter wilayah Jakarta Barat. Jadi, selain floating, ada istilah reporter wilayah, bedanya, kalau floating itu reporter harus ambil semua agenda liputan yang ada di semua wilayah kayak Jakarta Timur, Pusat, Barat, Selatan, Utara, Depok, Bekasi,Tangerang, kalau reporter wilayah itu cuma ambil agenda liputan yang ada di wilayahnya. Terus kalo floating itu cuma ambil satu isu, misal ada konferensi pers di BNN Jakarta Timur, yaudah agenda itu ajah yang di kejar. Nah, kalau reporter wilayah semua isu harus digarap, mulai dari isu politik, hukum, kriminal, sosial, budaya, pokoknya semua isu yang ada di wilayahnya deh harus dikerjain.

Biasanya reporter wilayah di Jakarta dibagi jadi beberapa bagian, pembagiannya gini Jakarta Timur-Bekasi, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan-Depok, Jakarta Barat-Jakarta Utara. Jadi gini, reporter wilayah Jakarta Timur-Bekasi harus ngejar semua isu/agenda yang ada di Jakarta Timur sama Bekasi. Begitu juga reporter wilayah dengan wilayahnya masing-masing. Reporter wilayahnya juga biasanya mempunyai lokasi yang dijadikan tempat kumpul/markas, biasanya mereka berkumpul di Polsek-polsek setempat. Hampir semua media di Jakarta terapin reporter wilayah, tapi CNN Indonesia.com engga pake sistem itu, jadi cuma floating ajah.

Setelah nunggu dan ngobrol sana-sini sama reporter lain, hasil uji sampel pun keluar. Ternyata ada makanan olahan yang mengandung formalin, wah ini yang perlu ditulis. Ane pun menulis tiga berita waktu itu dari hasil sidak. Selesai dari Pasar Grogol, Mbak Kandi nyuruh ane buat liputan konferensi pers (Konpers) di Bakoel Koffie Cikini, Jakarta Pusat. Waktu itu waktu menunjukan jam 12 siang, acara dimulai setengah 2, ane pun langsung berangkat ke Cikini.

Sampe di Cikini, acara belum dimulai, panitia konpers pun menyediakan makanan gratis buat para jurnalis yang hadir. Yaudah ane makan siang dulu disitu, acara mulai jam 2 siang. Konpers selesai jam setengah 4-an, ane pun membuat berita hasil konpers, tiga berita pun selesai dibuat. Total hari pertama ane ngerjain 6 berita. Di CNN sendiri, reporter ga ditargetin jumlah berita yang harus dibuat perharinya, jadi lebih mengutamakan kualitas daripada kuantitas. Setiap kebijakan media emang beda-beda sih, ada media yang nargetin minimal 10 berita per hari, ada yang cuma 7-8 berita per hari.

Waktu udah menunjukan jam setengah 6 sore, waktu itu karena H-1 bulan puasa, otomatis nanti malem sholat teraweh pertama. Lagi itu juga udah ga ada agenda yang disuruh kejar sama Mbak Kandi, terus ane juga berpikir jam kerja ane udah lebih dari 8 jam karena ane berangkat dari jam 5 pagi, ane yang pengen ngikutin teraweh pertama itu, mutusin buat pulang buat sholat teraweh pertama.

Sampailah ane di rumah, dan ane kaget pas liat Hp, ternyata Mbak Kandi nelponin ane selama ane dijalan. Sekitar 5 sampe 8 kali dia nelponin, ane ga tau karena hape ane ada di kantong dan fungsi getarnya lagi ga aktif. Akhirnya, Mbak Kandi nelpon ane lagi dengan nada datar, dia nanya ane lagi dimana?, ane bilang baru sampe rumah, dia nanyain ane kenapa udah pulang?, ane bilang mau sholat teraweh tapi dia kayak ga terima penjelasan ane, katanya masih ada agenda yang perlu dikejar, terus ane harus bilang dulu ke dia kalo mau pulang. Di situ ane cuma iya-iya ajah. Berakhirlah hari pertama di Desk Nasional.

Segitu dulu ajah yaaa, nanti bakal dilanjutin di Part berikutnya, makasihh...

×