alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5745905396bde6c70e8b456b/ngemil-bikin-gemuk-amp-lemahkan-otot
Ngemil Bikin Gemuk & Lemahkan Otot

Sumber : PantangDiet dot com


Pentingnya Protein
Manusia membutuhkan nutrisi dari makanan untuk hidup.
Ada dua jenis nutrisi yaitu yang makro dan yang mikro.
Makronutrisi adalah nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah banyak ukurannya gram seperti:
protein,
lemak, dan
karbohidrat.
Mikronutrisi adalah nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit (miligram) berupa vitamin dan mineral yang banyak di dalam makanan segar dan alami seperti daging, organ, ayam, ikan, telur dan sebagian kecil ada di dalam sayur dan buah.

Sayangnya mikronutrisi yang ada di dalam sayur dan buah sangat sedikit jika dibandingkan dengan daging misalnya.
Pada sayur tidak semua bisa diserap tubuh karena adanya serat.
Serat tidak dibutuhkan tubuh, akan dibuang lagi malah bisa mengiritasi dinding usus yang halus.
Banyak sayuran juga mengandung zat-zat kimia seperti toksin, asam oksalat, asam salisilat, sisa pestisida, dsb.
Dalam buah selain bervitamin juga mengandung gula (fruktosa) yang cukup tinggi bisa over konsumsi karena tidak mudah bikin kenyang.
Pada akar tumbuh-tumbuhan yang mengandung pati seperti umbi-umbian yang berkarbohidrat tinggi, misalnya kentang, singkong, ubi, ketela, dan sebagainya harus diproses dahulu seperti direndam serta dimasak untuk mengurangi alkaloid atau racunnya seperti sianida, linamarin, tripsin inhibitor dan lainnya.
Di biji-bijian seperti gandum bisa mengandung anti-nutrisi seperti lectin, gluten, phytate, dll.
Sumber: Wheat Belly by Dr. Davis & Grain Brain by Dr. Perlmutter
Selain itu tubuh membutuhkan air, tapi sekarang banyak minuman yang mengaku sebagai minuman sehat tapi mengandung banyak gula hingga sepuluh hingga belasan sendok makan dalam satu sajian.

Yang paling parah adalah makanan buatan pabrik seperti beraneka snack, selain kurang mikronutrisi juga sangat rendah nutrisi makro yang terpenting yaitu: protein.
Mengapa protein paling penting?
Karena, manusia tidak bisa memproduksi protein sendiri di dalam tubuhnya harus mengambilnya dari makanan.
Khususnya 9 jenis asam amino esensial (protein: leucine, lysine, methionine, histidine, isoleuicine, tryptophan, valine, threonine, phenylalanine) yang banyak pada sumber hewani dan ada yang tidak ditemukan pada sumber nabati.

Protein penting untuk regenarasi sel-sel di seluruh tubuh.
Manusia sangat membutuhkan protein untuk perbaikan dan pertumbuhan, membuat hormon serta enzim, membangun otot, tulang, kulit, darah, dan semua komponen di dalam tubuh.
Tubuh tidak bisa menyimpan protein maka sangat penting untuk mengkonsumsi protein yang cukup.
Lemak juga adalah nutrisi makro yang sangat dibutuhkan untuk bahan bakar tenaga beraktivitas sehari-hari.
Kita bisa mendapatkan lemak esensial dari makanan (khususnya hewani) dan juga bisa mengambil kebutuhan energi dari lemak tubuh sendiri.
Lemak bisa disimpan di dalam tubuh sama seperti karbohidrat.
Namun, makan lemak tidak akan membuat seseorang gemuk.
Kalau makan karbohidrat kebanyakan bisa membuat KTA kelebihan berat badan.
Karbohidrat yang kita makan akan menjadi gula dan disimpan sebagian kecil di otot serta liver untuk menjaga gula darah supaya stabil serta untuk memenuhi kebutuhan glukosa pada beberapa sel tubuh.

Tapi, kelebihan karbohidrat (sebagian besar) disimpan dalam bentuk lemak oleh tubuh.
Apalagi jika kadar insulin sudah hiper, hampir seluruh makanan berkarbohidrat dijadikan lemak tubuh.
Karbohidrat tidak ada yang esensial, tubuh bisa membuatnya dari protein (glukoneogenesis) dan metabolisme lemak (pemisahan gliserol dari trigliserida).
Jadi, manusia sangat membutuhkan protein dari makanan khususnya dari sumber hewani.
Sumber protein nabati bisa dianggap asing oleh tubuh dan menimbulkan reaksi sistem imun seperti alergi, misalnya pada kacang-kacangan.
Lemak juga butuh sebagai energi berupa free fatty acids dari sumber lemak jenuh dari makanan dan juga lemak dalam tubuh.

Tapi tidak semendesak kebutuhan protein karena manusia biasanya menyimpan banyak cadangan lemak di tubuh sendiri.
Yang penting lemaknya cukup mengandung omega 3 jangan ketinggian omega 6 seperti pada lemak trans atau minyak yang dihidrogenasi yang menimbulkan inflamasi atau peradangan.

Kekurangan Karbohidrat
Tidak ada istilahnya manusia kekurangan karbohidrat.
Satu-satunya makronutrisi yang tidak dibutuhkan adalah karbohidrat.
Karbohidrat yang dikonsumsi akan membuat kadar gula darah menjadi melonjak.
Gula darah akan meningkat tinggi dengan konsumsi karbohidrat.
Tubuh kita memang membutuhkan kadar gula darah yang stabil, sulitnya ada beberapa sel-sel tubuh yang memang membutuhkan gula.

Tapi untungnya kebutuhan gula ini sangat kecil dan bisa penuhi oleh tubuh sendiri.
Liver bisa membuat gula dari protein (glukoneogenesis) dan sisa metabolisme lemak berupa gliserol bisa dipakai sebagai glukosa, plus dari asam laktat.
Bahkan, banyak kebutuhan gula oleh sel-sel tubuh bisa digantikan oleh keton dari lemak.
Malah, masalah jaman sekarang manusia itu kebanyakan makan karbohidrat dan kelebihan konsumsi gula.
Jika kita kebanyakan memakan karbohidrat tapi kurang lemak dan sedikit protein, maka kita akan mudah lapar lagi.
Tubuh akan terus merasa lapar jika kita belum memenuhi kebutuhan protein harian yang cukup.
Belum lagi, makan karbohidrat akan menaikkan gula darah yang akan meningkatkan hormon insulin supaya menurunkan kadar gula darah.

Insulin adalah hormon yang mengatur gula darah dan memicu tubuh untuk menyimpan lemak.
Insulin juga merupakan hormon yang membangun sel-sel di dalam tubuh selain sel-sel lemak juga.
Dalam proses pembangunan jaringan ini, tubuh mengambil protein untuk disintesis.
Dan jika kita makan makanan yang kurang protein seperti snack maka kebutuhan protein akan diambil dari otot tubuh sendiri!
Sumber; http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/8238497

Jahatnya Ngemil

Banyak orang makan makanan tinggi karbohidrat seperti:
mie,
spaghetti,
roti,
donat,
kue,
keripik,
pasta,
nasi,
ubi,
sagu,
singkong
kentang,
jagung,
-dan semua yang terbuat dari tepung serta gula tapi rendah protein akan mudah membuat lapar lagi.
Kebanyakan cemilan itu rendah protein tapi tinggi karbohidrat dan gula.
Minuman manis juga sama saja dengan cemilan, tinggi kadar gulanya.

Walau sudah makan makanan berkarbohidrat sampai kenyang dan minum minuman manis sampai puas, tetap saja akan terasa lapar kembali setelah sejam, dua atau tiga jam kemudian.
Tubuh akan mengirimkan sinyal lapar jika kebutuhan protein belum terpenuhi.
Berbeda jika kita makan makanan berprotein plus lemak yang membuat kita kenyang tahan lama berjam-jam sampai kuat puasa seharian.
Konsumsi protein akan meningkatkan metabolisme dan menekan selera makan.
Sehingga orang yang makan protein akan membakar lemak lebih banyak.
Sedangkan orang yang kebanyakan makan karbohidrat akan merasa lapar lagi beberapa jam setelah makan karena kurang protein dan gula darahnya turun setelah insulinnya bereaksi berlebihan.
Akhirnya ngemil, tapi kalau ngemilnya karbohidrat juga maka insulinnya akan selalu tinggi.

Jika insulin selalu tinggi, tubuh tidak akan sempat membakar lemak diri karena insulin memicu mode penyimpanan lemak.
Orang yang ngemil akan menyimpan banyak lemak baik yang terlihat dari luar atau yang tidak tampak (visceral dan ectopic fat yang di dalam organ tubuh).
Ditambah lagi, ototnya akan berkurang karena diambil untuk kebutuhan sintesa protein untuk tubuh.
Jadi mudah lelah karena otot berkurang.
Disamping, ngemil makanan karbo membuat gemuk tentunya dengan peran insulin yang ketinggian.
Jika kita berpantang karbohidrat dan makan protein dengan lemak saja, maka insulin akan rendah serta stabil.
Maka dari itu, kita akan mampu menurunkan berat badan karena turunnya kadar insulin membuat tubuh mulai membakar lemak.
Makan protein membuat kenyang lebih lama sehingga akan malas ngemil.
Otot tubuh pun terjaga malah bertambah sehingga meningkatkan kekuatan dan terhindar dari rasa lemas karena otot yang melemah.
Ngemil membuat lemah otot-otot selain membuat orang kelebihan berat badan.

Orang yang kelebihan berat badan bukan yang kebanyakan makan saja.
Awalnya hanya makan banyak karbohidrat sehingga membuat insulinnya naik.
Insulin yang selalu tinggi (ditambah suka ngemil karena mudah lapar), insulin semakin berlebihan.
Insulin yang berlebihan ini akan menurunkan sensitivitas reseptor insulin sampai sel-sel menjadi resisten.
Sel yang masih belum resisten biasanya sel-sel lemak sehingga ruang akan kelebihan berat badan khususnya kelebihan lemak.
Karena insulinnya yang meningkat, orang yang gemuk ini jadi mudah lapar dan ingin makan lagi serta malas berolahraga.
Jadi, obesitas malah menyebabkan seseorang jadi banyak makan bukan sebaliknya.
Resistensi insulin dan hormon leptin akan membuat orang makan berlebihan serta suka ngemil.

Hindari ngemil dengan memakan makanan yang berprotein mencukupi.
Misalnya dengan memakan daging berlemak dimasak sesuai selera.
Minum cukup air putih, yang penting makanannya mengandung protein.
Ambillah sumber protein yang utuh bersama lemak seperti pada daging, ayam, telur, dan ikan.
Tambahkan lemak jika perlu seperti mentega atau butter, susu krim tanpa gula atau rendah laktosa, keju, dan sayuran hijau (tidak diperlukan tapi dibolehkan kalau tidak menimbulkan masalah).
Sebenarnya, makan daging saja sudah sangat optimal dengan komposisi protein dan lemak yang cukup berimbang.
Protein jangan diminum seperti pada whey bubuk protein murni.

Kalau kelebihan protein dan kekurangan lemak juga tidak baik untuk empedu juga menimbulkan kekurangan nutrisi karena lemak dibutuhkan dalam mencerna beberapa vitamin, tanpa lemak bisa terjadi sakit rabbit starvation.
Kekurangan protein dan kelebihan lemak juga tidak baik untuk metabolisme.
Tapi yang paling merusak metabolisme dalam jangka panjang adalah kelebihan karbohidrat yang menyebabkan resistensi insulin serta leptin.
Kerusakan metabolisme menyebabkan diabetes, sakit jantung dan pembuluh darah (stroke), fatty liver, obesitas, pikun, dan banyak lagi.
Kesimpulannya, jangan makan makanan yang berkabohidrat tinggi, terus ngemil lagi dengan karbo!

Makanlah makanan alami manusia selama ratusan ribu tahun seperti daging, seafood dan hindari makan makanan yang diproses di pabrik seperti tepung, snack.
Sumber: http://www.gnolls.org & http://www.proteinpower.com
http://www.intensivedietarymanagement.com