alexa-tracking

Indonesia Jadi Pusat Pemantauan Resiko dan Peringatan Dini Bencana Alam?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57458d69c1d770eb5a8b456b/indonesia-jadi-pusat-pemantauan-resiko-dan-peringatan-dini-bencana-alam
Indonesia Jadi Pusat Pemantauan Resiko dan Peringatan Dini Bencana Alam?
Jurnalekonomi.co.id

Spoiler for Kok bisa?:


Jurnalekonomi.co.id – Indonesia menjadi Pusat Regional kawasan Asia Pasifik untuk peningkatan kapasitas pemantauan resiko dan peringatan dini bencana alam dalam kaitan perubahan iklim dalam kerangka Kerjasama Selatan-Selatan.

Penunjukan Indonesia yang diwakili Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tersebut terjadi dalam Sidang Komisi ke-72 United Nations Economic and Social Comission for Asia and the Pacific (UN-ESCAP) pada 15-19 Mei 2016 di Bangkok.

Dengan penandatanganan nota kesepakatan (Memorandum of Agreement) ini, Pemerintah Jepang telah menyediakan dana sebagai bentuk kerja sama triangular antara Indonesia, Jepang dan UN-ESCAP.

Dalam sidang bertema “Science, technolgy and innovation for sustainable development” tersebut mengesahkan 12 resolusi yang digunakan untuk memberikan arahan dan kebijakan strategis bagi program kerja UN-ESCAP ke depan.

Indonesia juga menyampaikan resolusi terkait penguatan dan perubahan statuta “Centre for Alleviataion of Poverty through Sustainable Agriculture” yang merupakan Pusat kajian pengentasan kemiskinan melalui pertanian untuk Asia dan Pasifik yang berlokasi di Bogor. Sidang dihadiri wakil-wakil dari Pemerintah negara-negara Asia dan Pasifik, organisasi internasional dan lembaga terkait lainnya.

Dalam pidatonya, Ketua Delegasi Indonesia yaitu Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dr. Andi Eka Sakya menegaskan bahwa 2016 merupakan tahun awal untuk mengimplementasikan kesepakatan dunia yang tertuang dalam Agenda 2030 untuk pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau dikenal dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Selain itu, Kepala BMKG juga menegaskan pentingnya pembangunan serta pengembangan ilmu dan teknologi dalam pencapaian tujuan SDGs, terutama dalam konteks nasional.

SDGs memiliki 17 tujuan utama dan 169 Target guna pencapaian tujuan-tujuan pembangunan hingga 2030, dan juga untuk meneruskan tujuan pembangunan setelah berakhirnya Millenium Development Goals (MDGs) 2015.

Komitmen Indonesia ini melanjutkan usaha pencapaian pembangunan berkelanjutan yang ditegaskan Kepala BMKG pada Sidang UN-ESCAP dalam pidatonya, termasuk rencana pembentukan Sekretariat Nasional untuk mengimplementasikan SDGs dengan peraturan terkait.
Tret bagus gini aja sepi...
kok sepi gan