alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5745577096bde65f3d8b456e/woow-bocornya-surat-peringatan-keras-dikti-kepada-swiss-german-university-sgu
Woow Bocornya surat Peringatan Keras DIKTI kepada Swiss German University (SGU) !!!

inilah surat peringatan kepada kampus SGU tentang kepemilikan infrastruktur... cekidot

Woow Bocornya surat Peringatan Keras DIKTI kepada Swiss German University (SGU) !!!

kalau begini siapa yang mau disalahkan gan??
Update dari tetangga Sebelah

Quote:Informasi dan sejarah singkat pendirian SGU sbb:
1. Awal berdiri, SGU didukung oleh Kedutaan Besar Jerman dan Kedutaan Besar Swiss. Saat itu, Duta Besar dan tokoh-tokoh dari negara German duduk sebagai ketua dan pembina di Yayasan Swiss German University Asia. SGU didirikan tahun 2000 untuk membantu memajukan pendidikan yang berkualitas di Indonesia. Sejak didirikan hingga akhir tahun 2009, kampus SGU menumpang di gedung German Centre.

2. Tanggal 11 Januari 2010, SGU menempati kampus baru di EduTown BSD City. Tidak lama setelah menempati tempat yang baru, pada tanggal 29 Maret 2010 terjadi perubahan susunan pengurus Yayasan Swiss German University Asia – selanjutnya disebut SGUA. Dubes German dan tokoh-tokoh dari negara German mengundurkan diri dari pengurus Yayasan SGUA. Sejak saat itu, tidak ada lagi ‘’unsur asing’’, baik German maupun Swiss di Yayasan SGUA. Semua ‘’hilang’’ (meminjam istilah ananda Putri). Kalau pun di susunan pengurus ada nama Kanter, itu bukan nama orang German. Chris Kanter adalah WNI asli Manado

3. Dalam susunan pengurus baru yang dibuat di hadapan notaris, tercantum hanya nama Chris Kanter sebagai Ketua Pembina Yayasan SGUA dan tidak ada anggota Pembina lainnya. Saat ini yayasan tersebut murni milik Chris Kanter dan tidak lagi sesuai visi awal pendirian karena pihak pemerintah German dan Swiss tidak lagi ada hubungan di yayasan ini. Dengan demikian nama Swiss dan German di SGU hanya sekedar nama. Semoga tidak seperti Universitas Berkeley yang seolah-olah terafiliasi dengan system pendidikan di Berkeley.

4. Tanggal 06-05-2011, atas permintaan Dewan Pembina SGUA, susunan pengurus yayasan SGUA kembali mengalami perubahan. Anehnya, dalam akta notaris yang dibuat tanggal 29 Maret tahun 2010, hanya tercantum nama Chris Kanter Ketua Pembina. Namun dalam berita acara akta yang dibuat notaris Winanto Wiryomartani, terdapat kejanggalan. Seharusnya unsur pembina cuma Chris Kanter. Tapi tanpa perubahan akta, Chris Kanter memasukkan nama anaknya Evan Yohan Kanter, sebagai anggota Pembina Yayasan SGUA. Evan Yohan Kanter adalah putra Chris Kanter. Kejanggalan ini mungkin bisa ditanyakan kepada Sdr notaris Winanto Wiryomartani, mengapa tiba-tiba tercantum nama Evan Yohan Kanter.

5. Dalam rangka pengadaan lahan dan gedung perkuliahan, Yayasan SGU menyelenggarakan kerjasama dengan PT Swiss German Uni – selanjutnya disebut PT SGU. Untuk diketahui, dalam akta pendirian PT SGU tercatat nama Ny Prikanti Chris Kanter – istri Chris Kanter -- sebagai Presiden Direktur.

6. Dalam perjanjian kerjasama yang dibuat tahun 2010 itu disepakati akan dibuat rekening bersama antara Yayasan SGUA dan PT SGU. Selanjutnya, Yayasan SGUA harus menyetorkan uang ke rekening bersama untuk membayar pembelian tanah dan gedung kampus.

7. Namun sejak perjanjian kerjasama dibuat tahun 2010 hingga Oktober tahun 2015, tidak pernah ada setoran dari Yayasan untuk membayar tanah dan gedung. Bahkan rekening bersama pun tidak pernah dibuat.

8. Dari pihak Yayasan SGUA diperoleh informasi, tanggal 20-12-2013, PT SGU membuat ‘’PT SGU lain’’ dengan akta notaris Edward Suharjo Wiryomartani. Pembuatan akte pendirian PT ‘’SGU Lain’’ disaksikan Frans Tshai dan Yap Hong Gie (YGH) yang bertindak atas nama Ketua dan Sekretaris Umum Yayasan SGUA dan telah mendapat persetujuan Dewan Pembina Yayasan SGUA. Selain Frans dan YGH, terdapat nama Michael Johan Kanter, putra Chris Kanter. Yayasan menempatkan modal sejumlah 29.335.000 dengan nilai nominal seluruhnya Rp 29.335.000. Sementara Michael Johan Kanter menempatkan 15.000 saham dengan nilai nominal seluruhnya Rp 15.000.000. Sehingga seluruhnya berjumlah 29.350.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 29.350.000.000.

9. Susunan pengurus ‘’PT SGU Lain’’ adalah sbb: Christie Adelheid Kanter, putri Chris Kanter (Direktur). Dewan Komisaris : Filiana Santoso, Rektor SGU.


10. Menurut staff Yayasan SGU, dana tidak disetorkan ke PT SGU yang sebenarnya untuk membayar cicilan tanah dan gedung, akan tapi dialihkan ke ‘’PT SGU Lain’’. Sebagian dana yang masuk ke ‘’PT SGU lain’’ digunakan untuk membeli bangunan ruko yang berlokasi di kawasan Kuningan, Jaksel untuk kegiatan perkuliahan program studi S2. Hal ini sempat memicu protes mahasiswa program studi S1 karena uang gedung yang dipungut dari mereka saat pertama masuk kuliah sebesar Rp 45 juta tidak digunakan untuk membangun sarana dan prasarana kampus program studi S.

Dari uraian di atas, silahkan menyimpulkan sendiri, siapa sekarang pemilik Yayasan SGU. Apakah masih ada kerjasama SGU dengan pemerintah German dan Swiss? Apakah gedung kampus milik SGU? Penjelasan ini juga relevan dengan kekhawatiran mahasiswa/i tentang kelangsungan kuliah di SGU. Sebab, jika pemilik lahan dan gedung membatalkan perjanjian jual beli karena pembeli (Yayasan SGUA dan PT SGU) bertahun-tahun tidak pernah membayar cicilan hutang, hingga berujung dengan pengosongan lahan dan gedung, tentu yang paling dirugikan adalah mahasiswa.

Perlu saya juga jelaskan, berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No 234/U/2000 Tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi. Pada Bab II Pasal 12 ditegaskan:

(1) Tanah tempat mendirikan perguruan tinggi dimiliki dengan bukti sertifikat sendiri atau disewa/kontrak untuk sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) tahun dengan opsi yang dinyatakan dengan perjanjian.

(2) Sarana dan prasarana lainnya dimiliki sendiri atau disewa/kontrak untuk sekurang-kurangnya 5 (lima) tahun yang dibuktikan dengan sertifikat atau perjanjian meliputi fasilitas fisik pendidikan dengan ketentuan minimal:
a. Ruang kuliah : 0.5 m2 per mahasiswa;
b. Ruang dosen tetap : 4 m2 per orang
c. Ruang administrasi dan kantor 4 m2 per orang;
d. Ruang perpustakaan dengan buku pustaka.

Dari Keputusan Menteri Pendidikan Nasional yang saya uraikan di atas dan dikaitkan dengan status kepemilikan lahan dan gedung kampus, dapat disimpulkan, pihak penyelenggara pendidikan di SGU telah melanggar aturan Kepmen No 234/U/2000. Mahasiswa SGU bukan tidak mungkin akan bernasib serupa dengan mahasiswa STIE Adhy Niaga, University of Berkeley dan ratusan perguruan tinggi yang baru-baru ini ditutup pemerintah karena melanggar aturan.

Soal Rektor SGU Filiana Santoso yang merangkap jabatan sebagai Dewan Komisaris ‘’PT SGU Lain’’, mari sama-sama kita cari tahu, apakah melanggar aturan atau tidak? Kalau pun dibolehkan, apakah elok mengawal bisnis pemilik SGU (CT) dan mengabaikan tujuan utama yakni untuk mencerdaskan mahasiswa. Jika ternyata melanggar aturan, alangkah baiknya kita ingatkan agar tidak merugikan mahasiswa/kampus. Kembali ke masalah dugaan pelanggaran yang dilakukan Yayasan SGUA.

Sebenarnya, mahasiswa SGU tidak perlu bingung, selama Yayasan dapat mempertanggungjawabkan syarat-syarat mendirikan perguruan tinggi sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No 234/U/2000 Tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi Bab II Pasal 12. Namun demikian, jika Yayasan tidak memiliki kampus maka pemerintah/Dikti bisa mengambil tindakan karena melanggar Kepmen No 234/U/2000


Sumber


UPDATE !

Quote:

Rumor Sengketa Lahan Resahkan Orangtua Mahasiswa SGU

Woow Bocornya surat Peringatan Keras DIKTI kepada Swiss German University (SGU) !!!

TANGERANG, KOMPAS.com - Sebagian besar orangtua mahasiswa Swiss German University (SGU) di BSD, Tangerang, dibuat khawatir oleh informasi sengketa lahan yang dipakai SGU sebagai kampusnya.

Keresahan itu terjadi sejak Februari 2016. Pihak kampus sampai mengeluarkan surat edaran guna menenangkan orangtua mahasiswa.

Hal itu diungkapkan oleh sejumlah mahasiswa yang ditemui Kompas.com di lingkungan kampus SGU, baru-baru ini. Mereka menceritakan, rumor sengketa lahan SGU sampai membuat orangtua mahasiswa menanyakan bagaimana jaminan tentang masa depan anaknya yang masih menuntut ilmu di sana.

"Jujur saja, orangtua saya sendiri jadi bingung. Sudah bayar mahal-mahal, gimana kalau nanti kita diusir dari sini, enggak bisa kuliah lagi?" kata salah satu mahasiswa, Senin (23/5/2016).

Menurut mahasiswa tersebut, uang yang dikeluarkan selama berkuliah di SGU cukup besar. Untuk uang pangkal di semester pertama saja, bisa mencapai angka Rp 50 juta lebih.

Biaya itu belum termasuk dengan biaya persiapan magang, baik magang di dalam negeri hingga program magang di luar negeri, yakni ke Jerman, pada semester akhir nanti.

"Orangtua saya keluarin duit bela-belain buat saya jadi sarjana. Kalau kampus ada masalah begini, gimana nanti saya bisa lulus," tutur mahasiswa itu.

Mahasiswa lainnya mengungkapkan, pihak kampus belum sepenuhnya menjelaskan apa yang terjadi dalam kasus sengketa lahan tersebut kepada mahasiswa dan orangtua.

Pihak kampus disebut hanya mengadakan pertemuan dan mengirim surat edaran bahwa semua informasi yang beredar perihal sengketa lahan adalah tidak benar.

Melalui surat edaran itu, pihak kampus juga minta agar orangtua mahasiswa meyakini bahwa kampus akan tetap beroperasi dan tidak akan bangkrut.

"Saya dengar sengketa lahannya itu sama SinarMas Land. Versinya beda-beda, ada yang bilang SGU ngutang sama SinarMas Land, ada juga yang bilang SGU enggak salah. Masing-masing adu kuat, saya enggak ngerti siapa yang benar, siapa yang salah," ujar mahasiswa tersebut.

Adapun dalam surat edaran yang diberikan pihak SGU per tanggal 4 Februari 2016 lalu, kampus menegaskan akan melaporkan siapapun pihak eksternal yang dianggap melakukan pencemaran nama baik terkait rumor sengketa lahan tersebut. Ancaman itu juga berlaku bagi orangtua mahasiswa.

"Suratnya dikirim via email, judulnya menanggapi tulisan yang beredar di internet," kata salah satu mahasiswa lainnya.

Kompas.com telah menghubungi SGU di nomor 021-30450045 untuk meminta penjelasan lebih lanjut, namun ketika diarahkan untuk berbicara dengan operator, telepon seketika diputus.
ora mudeng saya
izin usaha ataubizin apa yang teranxam bisa dibatalin?
wah kok bs dibatalkan gitu...kampusnya mantan ane dulu nih..emoticon-Hammer (S)
Quote:Original Posted By bumx
izin usaha ataubizin apa yang teranxam bisa dibatalin?

ya izin usaha pendidikan lah, dianggap ndak punya lahan
Jual beli tanah terkait sama Dikti juga ya rupanya...

Menarik nih kasusnya, jadi penasaran untuk liat kelanjutannya.
udah hampir 2 tahun sejak surat ini dikirim kesana gan.. berarti masalahnya udah kelar kali...
Paling udah kelar masalahnya
Kok namanya Swiss German University itu menyesatkan banget ya? Padahal ga ada SGU di negara lain selain di Indo.
klarifikasi SGU
ah cuma buat populer doang..

buat apa emoticon-Traveller
nama kampusnya aja yang keren emoticon-Big Grin
ternyata masih ada masalah dasar yang gak sekeren namany.
Ditunggu "salam tempelnya." Kurang-lebih begitu maksudnya.
Uud ntar mah
Maksudnya infrastruktur apa yang nggak ada?
Pembatalan perjanjian jual beli tanah dari siapa ke siapa?

emoticon-Nohope
Temen gua anak sana lagi
Quote:Original Posted By rullyrullzzz
Jual beli tanah terkait sama Dikti juga ya rupanya...

Menarik nih kasusnya, jadi penasaran untuk liat kelanjutannya.


Dikti gak soal Jual beli tanah gan...
mempermasalahkan jika penyelenggara ga punya infrastruktur sebagai syarat-syarat mendirikan perguruan tinggi sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan Nasional No 234/U/2000 Tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi Bab II Pasal 12. Namun demikian, jika Yayasan tidak memiliki kampus maka pemerintah/Dikti bisa mengambil tindakan karena melanggar Kepmen No 234/U/2000.

emoticon-I Love Indonesia
Quote:Original Posted By everesthome
Maksudnya infrastruktur apa yang nggak ada?
Pembatalan perjanjian jual beli tanah dari siapa ke siapa?

emoticon-Nohope


"Pembatalan dilakukan PT BSD gan krn PT SGU gak penuhi kewajibannya..." emoticon-I Love Indonesia
Quote:Original Posted By rullyrullzzz
Jual beli tanah terkait sama Dikti juga ya rupanya...

Menarik nih kasusnya, jadi p8enasaran untuk liat kelanjutannya.


keknya sih pt bsd nyuratin dikti gan kalau di batalin ato apa
krn terkait infra cem tanah tempat gedung kuliyah berdiri