alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57453bcede2cf267228b4575/dewan-pers-hanya-211-10--media-online-yang-terverifikasi
Dewan Pers: Hanya 211 (10%) Media Online yang Terverifikasi
Dewan Pers: Hanya 211 (10%) Media Online yang Terverifikasi

TEMPO.CO, Jakarta – Anggota Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo mengatakan hanya segelintir media online di Indonesia yang sudah terverifikasi oleh Dewan Pers dan dinyatakan sebagai media yang profesional.

"Data media online terakhir ada 2.000, hanya 211 yang media profesional," kata Stanley saat ditemui di gedung Dewan Pers, pada Rabu, 20 Januari 2016.

Ia menjelaskan, ini terjadi akibat banyaknya media yang ia sebut sebagai media abal-abal bertransformasi menjadi media online. Media abal-abal yang ia maksud adalah media yang terbitnya tidak rutin dan tak memiliki penanggung jawab yang jelas.

Media semacam ini, menurut dia, kerap kali dipakai untuk kepentingan-kepentingan tertentu, seperti pemerasan. Stanley berujar, laporan-laporan semacam itu sering diterima Dewan Pers. Namun, jika urusannya menyangkut media abal-abal, ia meminta agar dipidanakan saja.

Ketika ditanyakan cara mengatasinya, Stanley mengatakan hal itu sulit dibendung. Selain itu, Stanley melihat ada fenomena lain di luar media abal-abal, yaitu lemahnya kapasitas para wartawan.

Menurut dia, hal itu karena beberapa hal, seperti tak pernah mengikuti pelatihan jurnalistik dan selalu memilih jalan pintas. Jalan pintas yang dimaksud adalah wartawan yang bersangkutan tidak pernah ke lapangan, mengkloning berita, dan menggunakan media sosial sebagai acuan.

Stanley juga mengklasifikasikan pers menjadi tiga kelompok, yaitu pers profesional, partisipan, dan abal-abal. Menurut Stanley, perkembangan jenis pers ini berbeda-beda pada setiap era. "Misalnya, pada era Presiden Habibie, media partisan itu kecil jumlahnya. Sedangkan pasca-Pemilu-2014 sebaliknya."

DIKO OKTARA



TEMPO




Dewan Pers: Hanya 211 (10%) Media Online yang Terverifikasi
Hatree, erajokoi.oncom media sahih nastak emoticon-Traveller
*edited*
Quote:Original Posted By silitneonhuuek
Hatree, erajokoi.oncom media sahih nastak emoticon-Traveller


Cuman itu doang' pdahal msih bnyak.. Sklian media panasbung juga biar semua pada tau
Quote:Original Posted By silitneonhuuek
Hatree, erajokoi.oncom media sahih nastak emoticon-Traveller






ngasih info yang balance dong ??emoticon-Wkwkwk
selain media abal-abal, jangan lupa page fb si jonru juga jadi bahan coli nasbung, emoticon-Wakaka
Di mari aj bnyak noh sumur media abal2 kek gt emoticon-Big Grin
211 itu apa ajah, biar pada ngeh pak.. Memang betul, banyak klon2 yg ga bertanggungjawab nyebar berita.. Jadi musti kita sendiri yg kudu selektif, berita mana aja yg musti dikonsumsi, biar ga kena "penyakit"
Info bagus niih
Uda tau gitu bukan nya ambil tindakan,di blok ip nya drpd jd sumber berita sesat buat adu domba rakyat
Puyengin ama pos anak band tuh



emoticon-Cool
Quote:Original Posted By ants696
Uda tau gitu bukan nya ambil tindakan,di blok ip nya drpd jd sumber berita sesat buat adu domba rakyat

- tinggal dari dewan pers kasi memo ke poemerintah
- pemerintah menjalankan proses bloking

- abis itu panasbung di pimpin oleh jonasu mulai mewek bersama sok di dzolimi
Sebenernya, di UU Pers, nggak ada syarat kalo media wajib daftar & terverifikasi di dewan pers...
emoticon-Big Grin
Nah ini.. Media media yang sudah "legal" secara hukum pun output beritanya kadang provokatif banget emoticon-Cape d... (S)
Apalagi media media yang abal-abal, bisa bisa menyulut perpecahan di masyarakat emoticon-Berduka (S)
Sampe kadang gak tau harus percaya sama media yang mana emoticon-Mewek
hatree, pkspiyungan, islamnkri, dah tuh lu tambahin dah wkwk emoticon-Ngakak (S)
Quote:Original Posted By heyfikri
Sebenernya, di UU Pers, nggak ada syarat kalo media wajib daftar & terverifikasi di dewan pers...
emoticon-Big Grin


Waaaa... Baru tau ane, pantesan banyak yang... ah, sudahlah..
bisanya pingin cari sensasi aja
Quote:Original Posted By nite.kydd
Waaaa... Baru tau ane, pantesan banyak yang... ah, sudahlah..

Iya, mau gimana lagi. Pada dasarnya, meski nggak ada kewajiban buat daftar & terverifikasi di dewan pers, harusnya tiap media nyadar diri, dg tetep berpatok pada etika jurnalis & prinsip jurnalisme.

Cuma realitasnya kan nggak kayak gitu. Masih banyak media yg seenak udel bikin berita...
emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By silitneonhuuek
Hatree, erajokoi.oncom media sahih nastak emoticon-Traveller



Sumbernya nasbung enggak disebutin?


Dewan Pers: Hanya 211 (10%) Media Online yang Terverifikasi