alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5744fddb31e2e6ad038b4567/yusril-dilaporkan-ke-peradi-karena-dugaan-pelanggaran-etik
Yusril Dilaporkan ke Peradi karena Dugaan Pelanggaran Etik
Quote:Yusril Dilaporkan ke Peradi karena Dugaan Pelanggaran Etik

Yusril Dilaporkan ke Peradi karena Dugaan Pelanggaran Etik


Jakarta - Forum Advokat Pengawal Konstitusi (Faksi) sangat menyesalkan pernyataan advokat Prof Dr Yusril Ihza Mahendra SH melalui sejumlah media massa yang isinya patut diduga telah merendahkan atau melecehkan jaksa agung dan Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta, terkait dengan perkara yang sedang atau telah ditanganinya.

“Pernyataan Yusril itu, jelas telah melanggar Kode Etik Advokat dan untuk itu Faksi mendesak Dewan Kehormatan Perhimpunan Advokat Indonesia atau Peradi untuk segera memanggil dan memeriksa Yusril Ihza Mahendra karena diduga telah melakukan pelanggaran terhadap Kode Etik Advokat,” ujar Koordinator Faksi Petrus Selestinus di Jakarta, Selasa (24/5).

Sebagaimana diketahui bahwa Yusril dalam pernyataannya di beberapa media masa pada tanggal 22 Mei 2016, bernada merendahkan dan sekaligus meremehkan Jaksa Agung dan Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta, terkait profesinya sebagai Advokat dan sekaligus Kuasa Hukum warga Luar Batang.

Menurut Petrus, ada tiga pernyataan Yusril yang isinya tidak sesuai dengan aturan Kode Etik Profesi Advokat, antara lain, pertama, "Jaksa Agung saja berkali-kali-kali kalah di Pengadilan, apalagi cuma Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta. Kedua, "Sehebat-hebatnya manusia jadi Jaksa Agung, berkali-kali kalah jugakan di Pengadilan, apalagi cuma Biro Hukum DKI Jakarta". Ketiga, "Gugatan Warga Luar Batang terhadap Pemprov DKI akan dimenangkan oleh warga, dasarnya karena Biro Hukum Pemprov DKI lemah".


“Tiga pernyataan Yusri ini diduga melanggar Kode Etik Profesi Advokat Pasal 4, Pasal 8 dan Pasal 9,” beber dia.

Pasal Kode Etik Profesi Advokat menyebutkan Advokat tidak dibenarkan menjamin kliennya akan menang. Sementara Pasal 8 berbunyi, "advokat tidak dibenarkan melalui media masa mencari publitas bagi dirinya atau untuk menarik perhatian masyarakat mengenai tindakannya sebagai advokat mengenai perkara yang sedang atau telah ditanganinya, kecuali kalau keterangan-keterangannya yang ia beritakan itu bertujuan untuk menegakan prinsip-prinsip hukum yang wajib diperjuangkan oleh setiap advokat.

“Sementara dalam Pasal 9 kode etik tersebut isinya adalah setiap Advokat wajib tunduk dan mematuhi Kode Etik,” tambah Petrus.

Menurut Petrus, dengan menyatakan "gugatan warga Luar Batang terhadap Pemprov DKI Jakarta akan dimenangkan oleh warga, dasarnya karena Biro Hukum Pemprov DKI lemah”, Yusril menjamin kliennya akan menang. Begitu pula dengan pernyataan Yusril yang menyebutkan, "Jaksa Agung saja berkali-kali kalah di Pengadilan, apalagi cuma Biro Hukum DKI” dan “Sehebat-hebatnya manusia jadi Jaksa Agung, berkali-kali kalah jugakan di Pengadilan, apalagi cuma Biro Hukum DKI,” telah melanggar kode etik yang melarang seorang Advokat melalui media masa mencari publitas bagi dirinya atau untuk menarik perhatian masyarakat mengenai tindakannya sebagai Advokat mengenai perkara yang sedang atau telah ditangani.

“Yusril dalam hal ini telah mempublikasikan dirinya sebagai advokat yang hebat karena berkali-kali memenangkan perkara melawan Jaksa Agung sebagai manusia yang hebat, karena itu kalau hanya melawan Biro Hukum Pemprov DKI Jakarta dalam perkara warga Luar Batang menggugat Pemprov DKI, Yusril menyatakan akan memenangkan gugatan itu,” ungkap dia.

Petrus pun mempertanyakan siapa yang menjustifikasi bahwa seorang Jaksa Agung adalah seorang manusia yang hebat dan Jaksa Agung siapa yang berkali-kali kalah dalam perkara melawan Yusril dan apakah betul demikian. Lalu, kata dia, apa ukuran Yusril merendahkan Biro Hukum Pemda DKI Jakarta, dan mendewa-dewakan kemenangannya itu sebagai sebuah prestasi luar biasa, lantas mempublikasikan kepada khalayak ramai sebagai sesuatu yang hebat, sekalipun melanggar Kode Etik.

“Apalagi kalau dikaitkan dengan posisi Yusril saat ini menjadi bakal calon Gubernur DKI Jakarta yang sedang mengikuti seleksi di sejumlah parpol,” tandas dia.

Karena itu, Faksi, kata dia mendesak Dewan Kehormatan Peradi segera memanggil Yusril Ihza Mahendra untuk diperiksa apakah pernyataannya itu termasuk dalam kategori melanggar Kode Etik Advokat. Jika terbukti melanggar, kata Petrus maka perlu diberikan sanksi sesuai dengan aturan kode etik yang berlaku.

Yustinus Paat/FMB

BeritaSatu.com




perilaku pengacara yang satu ini memang gimana gitu loh.
suka merendahkan pihak lain tapi minim prestasi.
kayak orang sakti, duduk dan banyak omong negatif aja bisanya

emoticon-No Hope
Ucil for presidential 2099
Ho oh dahhh,lapurken gih.
Met kelojotan yee,trus
Boleh tuh jadi slogan pilgub :

" Jaksa agung aja kalah, apalagi Ahok. "

lha faktanya klo kayak gitu trus gimana??
paling tar jg si prof bs lepas dr ginian.
Heem, banyak yg terguncang ya!
Ts nya dungu akut! Yusril minim prestasi?
Nginjak-injak pala jaksa Agung, Menkum HAM, dan pala guobloook junjungan panastak itu bukan prestasi? emoticon-Amazed
Quote:Original Posted By simitaiji
perilaku pengacara yang satu ini memang gimana gitu loh.
suka merendahkan pihak lain tapi minim prestasi.
kayak orang sakti, duduk dan banyak omong negatif aja bisanya

emoticon-No Hope


lo bisa dilaporkan karna diduga melakukan pelanggaran etik dengan merendahkan orang lain gan

emoticon-Traveller

Quote:Original Posted By drpadi


lo bisa dilaporkan karna diduga melakukan pelanggaran etik dengan merendahkan orang lain gan

emoticon-Traveller



etik dari profesi apa?

emoticon-Big Grin

malah kaskus wajibkan TS memberi komentar terhadap berita yang dibuat

emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By simitaiji
etik dari profesi apa?

emoticon-Big Grin

malah kaskus wajibkan TS memberi komentar terhadap berita yang dibuat

emoticon-Big Grin


etik kaskuser kali,
komentar kan ga perlu merendahkan

emoticon-Traveller
Yusril itu merasa sebagai tuhan allah emoticon-Wakaka
betul kan orang sombong pasti jatuh emoticon-Leh Uga
Kalo dipecat jd oengacara, bakal ditinggal juga sama bini pereknya yg sekarang.
Bisa2 nanti mampusnya sendirian kaya wowo
ane masih netral nih
ayo ayo, diantara 2 kubu romusha+ternak2nya
ada yg mau rayu ane ikut ke aliran yg mana nih
buat 2017-2019
Dukung ucil jadi lurah di luar batang!
sakti dah pak yusril

nanti kalo partai2 ga mau nyalonin gubernur, apakah akan dituntut juga oleh beliau?
jatuh krn omongannya sendiri emoticon-Big Grin
gegara pengen eksis n numpang tenar, malah jadi diperkarain sama rekan profesi.
Katanya jd bersekutu sama wanita emas bakal cagub??
Bela Terpidana Korupsi, Yusril Kalah di Tingkat PK

Yusril Ihza Mahendra harus menelan kekalahan saat membela terpidana korupsi Serius Taurus Nababan. Pembelaan Yusril dalam kasus korupsi di Kabupaten Bekasi itu kandas di tingkat Peninjauan Kembali (PK).

Kasus bermula saat Pemda Kabupaten Bekasi melakukan lelang pengadaan barang gedung arsip pada 2005 silam. Dalam anggaran itu, Pemda mengajukan pagu anggaran sebesar Rp 5 miliar dan peserta lelang diikuti 13 perusahaan.

Dalam lelang ini muncul lah nama Serius Taurus Nababan yang menghubungkan peserta lelang dengan pihak Pemda. Sebagai imbal baliknya, Serius lalu tiba-tiba ditunjuk menjadi kepala cabang pemenang lelang, yaitu PT Monteleo Perkasa.

Nah, dalam proses tersebut terjadilah pat gulipat sehingga negara merugi. Menurut BPKP Perwakilan Jawa Barat, proyek tersebut merugikan negara Rp 194 juta.

Atas perbuatannya, Serius pun dimejahijaukan. Pada 29 Januari 2013, Pengadilan Tipikor menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun penjara kepada Serius. Vonis ini diperberat menjadi 3 tahun oleh Pengadilan Tinggi (PT) Bandung.

Tidak terima, Serius pun kasasi tapi kandas. Majelis kasasi yang terdiri dari Artidjo Alkostar dengan hakim anggota MS Lumme dan Leopold Luhut Hutagalung menguatkan vonis itu pada 19 September 2013.

Atas hukuman itu, Serius meminta bantuan mantan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Yusril Ihza Mahendra untuk menolongnya lepas dari jeratan penjara. Apa daya, usaha Yusril kandas.

"Menolak PK dari kuasa pemohon Prof Dr Yusril Ihza Mahendra SH MSc atas termohon/terdakwa Serius Taurus Nababan ST," demikian lansir panitera MA dalam websitenya, Senin (15/9/2014).


Perkara nomor 105 PK/Pid.Sus/2014 itu diketok pada 3 September 2014 lalu. Duduk sebagai ketua majelis Zaharuddin Utama dengan anggota Syamsul Rakan Chaniago dan Suhadi.

Sebelumnya, Yusril juga kalah membela terdakwa korupsi mantan Kepala Dinas PU Deliserdang, Faisal. Saat di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Faisal dihukum 1,5 tahun penjara. Tapi oleh Pengadilan Tinggi (PT) Medan, hukuman Faisal dinaikan menjadi 12 tahun penjara.

Wahai para koruptor, hati2 klo mau sewa yusril. Bisa2 tambah berat hukumannya meski udah keluar duit banyak emoticon-Wakaka
Quote:Original Posted By drpadi


etik kaskuser kali,
komentar kan ga perlu merendahkan

emoticon-Traveller


etik kaskuser kayak apa? coba kasih lihat.

di mana merendahkannya yah?


kalau omongin perilaku atau pernyataan. masa dibilang merendahkan.
emoticon-Big Grin

kalau labelin goblok, lemah, ga becus dll itu baru merendahkan.
udh cril mending srg2 mnm kobokan sapa tau peluang nambah sepersen dicalonkan pdip

dr 1 persen nambah sepersen 2 persen
emoticon-Big Grin
×