alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/574083d8162ec2fe238b4571/sony-sandra-ga-jadi-dihukum-mati
SONY SANDRA GA JADI DIHUKUM MATI

POSMETRO INFO - Pengusaha asal Kediri, Sony Sandra, yang didakwa melakukan pencabulan anak di bawah umur divonis sembilan tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider empat bulan penjara, Kamis (19/5). Vonis dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kota Kediri yang diketuai Purnomo Amin Tjahyo.

Hakim menetapkan masa penangkapan dan penahanan mengurangi lamanya pidana yang dikenakan. Sony juga dibebani biaya perkara Rp 5 ribu. "Tidak ada intervensi dari pihak manapun menjelang persidangan, handphone saya matikan sejak kemarin," kata Purnomo sesaat sebelum persidangan dimulai.

Majelis hakim menyatakan Sony terbukti bersalah melakukan tindak pidana yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat dan serangkaian kebohongan untuk membujuk anak melakukan persetubuhan. Vonis didasarkan atas Pasal 81 ayat 2 UU RI 23/2002 tentang Perlindungan Anak jucto pasal 65 ayat 1 KUHP.

Majelis hakim mempertimbangkan efek jera tidak harus dengan pidana yang berat. Tetapi kehadiran di setiap persidangan sudah membawa efek psikologis bagi terdakwa.


Hal yang meringankan vonis adalah usia terdakwa yang sudah tua dan sakit-sakitan. Ia diketahui mengidap penyakit jantung dan harus mengonsumsi obat-obatan secara rutin. Atas putusan vonis hari ini Sony menyatakan pikir-pikir.

Sidang vonis hari ini sekaligus mematahkan maraknya pemberitaan yang menyebutkan Sony melakukan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur. Dari fakta di persidangan terungkap, korban I, AK, dan F secara sadar dan sukarela melakukan perbuatan tak senonoh dengan Sony.

Motif ketiganya adalah kebutuhan ekonomi. Dari pengakuan ketiga korban, mereka bersedia melakukan persetubuhan karena memerlukan uang untuk mengikuti gaya hidup. Dengan kondisi keuangan orang tua yang pas-pasan, mereka rela menjual diri.

"Sony selalu memberi uang usai melakukan aksinya dan menjanjikan akan memenuhi kebutuhan korban," kata anggota majelis hakim, Ndaru Swastika Rini, dalam persidangan. Besarnya uang yang diberikan antara Rp 300 ribu - Rp 500 ribu. [rol]


Kenapa ga dihukum mati aja yaa ???
udah tua dek...udah sakit sakitan.
ntr lg juga mati sendiri..emoticon-Traveller
SONY SANDRA GA JADI DIHUKUM MATI
Hukum mati aja sumurnya.


emoticon-Cool
Udah tau kalo tua dan sakit sakitan.
Tapi masih aja cari dosa dan masalah!
emoticon-Blue Guy Bata (L)
Korban di bayar? Susah juga kalau mau sama mau tp hukuman ny begitu ringan. Ada apakah ini?
paling juga mati di penjara
bodo amat lah ....................emoticon-Traveller
Duit emang bisa menuruti apa yg kita mau
Quote:Original Posted By zoelman
Korban di bayar? Susah juga kalau mau sama mau tp hukuman ny begitu ringan. Ada apakah ini?


suka sama suka tidak bisa dijadikan sebagai strafuitsluitingsground / alasan penghapus pidana dalam kasus yang melibatkan korban dibawah umuremoticon-thumbsup
Nunggu dia mati..makin byk mkn korban..mu nunggu mpe brp byk lg korban yg akan berjatuhan emoticon-Berduka (S)
Quote:Original Posted By victim.of.jeep


suka sama suka tidak bisa dijadikan sebagai strafuitsluitingsground / alasan penghapus pidana dalam kasus yang melibatkan korban dibawah umuremoticon-thumbsup

Tapi bisa jadi bahan untuk pembelaan oleh pengacara ny dan celah oleh pihak yg beperan dalam kasus tsb.
Quote:Original Posted By zoelman
Tapi bisa jadi bahan untuk pembelaan oleh pengacara ny dan celah oleh pihak yg beperan dalam kasus tsb.


mengenai kasus ini untuk lebih jelas ane quote penjelasan dari hukum online
Quote:Ketua Satuan Tugas Perlindungan Anak (Satgas-PA), M Ihsan, dalam artikel Persetubuhan Anak, Tidak Ada Istilah Suka Sama Suka, yang kami akses dari viva.co.id, mengatakan, pernyataan suka sama suka dapat mengaburkan permasalahan persetubuhan anak.Sehingga dikhawatirkan dapat terbentuk opini bahwa persetubuhan anak-anakdiperbolehkan asal didasari rasa suka sama suka.

Ihsan menambahkan, Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (UU Perlindungan Anak) yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 (UU 35/2014) pun tidak mengenal istilah suka sama suka untuk persetubuhan dan pencabulan pada anak. MenurutI hsan, posisi anak tetap sebagai korban walaupun anak yang minta berhubungan badan atau dicabuli oleh orang lain.

 Hal serupa juga dapat dilihat dalam pertimbangan hakim pada Putusan Pengadilan Negeri Pangkajene No.: 157/Pid.B/2011/PN Pangkajene, dimana Majelis Hakim menekankan bahwanorma utama yang terkandung dalam UU Perlindungan Anak yang menjadi aturan yang didakwakan dalam perkara a quo berbeda normanya dengan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) terkait dengan masalah tindak pidana kesusilaan.

 KUHP, menurut hakim, mensyaratkan adanya kekerasan atau ancaman kekerasan untuk dapat menghukum pelaku pemerkosaan berdasarkan Pasal 285 KUHP. Sehingga jika terjadinya persetubuhan tersebut karena “suka sama suka” antara korbandan pelaku maka unsur “pemaksaan” menjadi hilang.

 Lebih lanjut, dalam pertimbangannya hakim menyebutkan, menurut UU Perlindungan Anak, hukum melindungi anak-anak dari segala bentuk perbuatan persetubuhan baik itu karena suka sama suka, pembujukan, terlebih jika ada pemaksaan.

Ini berarti “atas dasar suka sama suka” dalam persetubuhan yang melibatkan anak, tidak dapat dijadikan alasan untuk menghindar dari jeratan hukum.

Mengenai persetubuhan dengan anak serta perbuatan cabul, diatur dalam Pasal 76D dan 76E UU 35/2014 sebagai berikut:

Pasal 76D UU 35/2014:

Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan memaksa Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

 Pasal 76E UU 35/2014:

Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.

 Sanksi dari tindak pidana tersebut dapat dilihat dalam Pasal 81 dan Pasal 82 UU 35/2014:

 Pasal 81 UU 35/2014:

(1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku pula bagi Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak melakukan persetubuhan dengannyaatau dengan orang lain.

(3) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Orang Tua, Wali, pengasuh Anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Pasal 82 UU 35/2014

(1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

(2) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Orang Tua, Wali, pengasuh Anak, pendidik, atau tenaga kependidikan, maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Sedangkan, jika persetubuhan tersebut dilakukan oleh laki-laki dan perempuan yang sudah dewasa, dan atas dasar suka sama suka serta dengan kesadaran penuh, maka tidak dapat dilakukan penuntutan pidana terhadap laki–laki tersebut.

Lain halnya, jika salah satu atau keduanya terikat dalam perkimpoian, maka perbuatan tersebut dapat dipidana karena zina sepanjang adanya pengaduan dari pasangan resmi salah satu atau kedua belah pihak (lihat Pasal 284 KUHP). Simak juga artikel Pasal Apa untuk Menjerat Pacar yang Menolak Bertanggung Jawab?

 Menuntut di kemudian hari

Kemudian, mengenai pertanyaan kedua Anda, apakah jika anak tersebut telah berumur 18 tahun, anak tersebut tetap dapat menuntut pelaku?Perlu diketahui bahwa tindak pidana terjadi pada saat korban masih anak-anak, maka yang berlaku adalah ketentuan pada saat tindak pidana terjadi, yaitu ketentuan terhadap korban persetubuhan/percabulan anak. Jika anak tersebut telah berusia 18 tahun, ia tetap dapat menuntut, karena belum melewati daluarsa penuntutan pidana yang diatur dalam Pasal 78 KUHP:

(1) Kewenangan menuntut pidana hapus karena daluwarsa:

1.    mengenai semua pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan dengan percetakan sesudah satu tahun;

2.    mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana denda, pidana kurungan, atau pidana penjara paling lama tiga tahun, sesudah enam tahun;

3.    mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana penjara lebih dari tiga tahun, sesudah dua belas tahun;

4.    mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, sesudah delapan belas tahun.

(2) Bagi orang yang pada saat melakukan perbuatan umurnya belum delapan belas tahun, masing-masing tenggang daluwarsa di atas dikurangi menjadi sepertiga.

 Tenggang daluwarsa mulai berlaku pada hari sesudah perbuatan dilakukan.[1]

 Karena sanksi pidana bagi persetubuhan atau percabulan terhadap anak di bawah umur paling sedikit 5 tahun dan paling lama 15 tahun, maka daluarsanya adalah sesudah 12 tahun sesudah perbuatan dilakukan. Ini berarti, korban masih dapat melakukan penuntutan walaupun ia bukan termasuk kategori anak lagi.

http://m.hukumonline.com/klinik/deta...sakah-dituntut


semoga bermanfaatemoticon-Recommended Seller
Quote:Original Posted By victim.of.jeep


mengenai kasus ini untuk lebih jelas ane quote penjelasan dari hukum online


semoga bermanfaatemoticon-Recommended Seller

Wah. Trima kasih atas share ny emoticon-Recommended Seller
Fyi jaksanya dah minta banding gan...

All the best buat kejaksaan, semoga pelaku bisa dihukum sesuai dengan perbuatannya.

emoticon-Traveller
ya elah, dia bayar kok jasa psk itu, aya2 wae hukum indonesia, pembeli kok dihukum, penjual bisa jadi korban WTF emoticon-fuck2
Kalau perkosaan memang belum bisa dapat hukuman mati ganemoticon-Traveller


----------------------------------------------------------------------------------------------
"Untuk memahami Islam, anda harus memahami Muhammad", - ex muslim, Ali Sina
Understanding Muhammad (Ind) - by Ali Sina.Pdf
----------------------------------------------------------------------------------------------
Random Cendol diantara agan yang meng-quote saya ke page 1 emoticon-Blue Guy Peace
Quote:Original Posted By mat.kopet
udah tua dek...udah sakit sakitan.
ntr lg juga mati sendiri..emoticon-Traveller



Bener juga apa kata ente gan...
momomomomoney money money money
money can buy the law
money can buy bitches
money loves tits
momomomomoney..
justice is only appear on tv,reality bites,bitches...
kenapa gak di percepet mati nya coba kalo dah sakit sakitan