alexa-tracking

(ASK) penyalahgunaan rekening pribadi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/574022f814088d6a078b456b/ask-penyalahgunaan-rekening-pribadi
(ASK) penyalahgunaan rekening pribadi
case closed

happy ending setelah akhirnya anjas ngumpulin uang dengan susah payah dan pinjem sana sini buat sewa pengacara karna takut istrinya terlibat dan jadi ribet karna punya 2 bocah.
sekarang dina cuma dijadikan saksi aja setelah mengembalikan uang 1.6jt,karna bantuan sang pengacara
nasib anwar? sekarang lagi proses pengadilan... bentar lagi di bui...

pelajaran yg bisa diambil ???
asal ada duit semuanya selalu beres emoticon-Smilie
maju terus indonesahku

sabar ya njas.... rejeki ga kemana sobat emoticon-Smilie
kasian nih sobat ane,nikmatin hasilnya ga seperserpun eh malah kena getahnya emoticon-Hammer (S)
image-url-apps
Rumah anjar sama dina emang deket?
image-url-apps
Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Setelah membaca dan mencermati pertanyaan Anda, sangat disayangkan Anda tidak memberikan informasi apakah saudara Anda tersebut bekerja di kantor (perusahaan) swasta atau pada kantor pemerintah. Namun, sejauh ini saya dapat berasumsi bahwa yang dimaksud oleh anda tersebut adalah perusahaan swasta.

Saya dengan tegas harus membedakan kedua hal ini, karena secara hukum, suatu perbuatan memperkaya diri, menyalahgunakan wewenang atau jabatan dalam ranah swasta dan ranah pemerintahan adalah dua hal yang berbeda satu sama lain. Dalam ranah pemerintahan, perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai salah satu tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU No. 31 Tahun 1999 (“UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi”). Sedangkan dalam ranah swasta, perbuatan tersebut dikategorikan sebagai Tindak Pidana Penggelapan, yang diatur dalamKitab Undang–Undang Hukum Pidana (“KUHP”).  

Itulah sebabnya dikatakan bahwa Tindak Pidana Penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 372 KUHP adalah salah satu bentuk konvensional dari Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, oleh karena penggelapan tersebut dilakukan dalam suatu hubungan kerja dengan suatu Perusahaan, maka perbuatan tersebut dapat dikategorikan Tindak Pidana Penggelapan Dalam Jabatan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 374 KUHP (sebagai pemberatan).

Dalam hal Anda pernah menerima uang hasil tindak pidana penggelapan dalam jabatan yang dilakukan oleh saudara Anda, maka uang tersebut dapat dikategorikan sebagai uang hasil kejahatan. Hal ini telah ditegaskan dalam Pasal 2 ayat (1) huruf q UU No. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan Dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (“UU TPPU”), yang menyatakan bahwa uang hasil tindak pidana penggelapan adalah termasuk salah satu hasil tindak pidana yang dapat “dicuci” oleh pelaku tindak pidana penggelapan tersebut (pelaku TPPU aktif), yaitu dengan cara mengalihkan, mentransfer atau menitipkan uang hasil kejahatan tersebut kepada pihak lain/Pelaku TPPU Pasif (Vide: Pasal 3 UU TPPU).

Mengingat tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan tindak pidana pencucian uang adalah delik biasa (bukan delik aduan), maka sesuai dengan ketentuan Pasal 1 angka 24UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (“KUHAP”), perusahaan tempat saudara Anda bekerja berhak membuat laporan kepada kepolisian terkait atas adanya dugaan tindak pidana penggelapan dan pencucian uang tersebut.  

Dalam hal ini, secara hukum dan yurisprudensi, suatu perdamaian dan pengembalian uang hasil kejahatan tidaklah menghapus pidana (hanya menjadi faktor yang meringankan). Namun demikian, dalam praktik, jika pelaku sudah mengembalikan uang yang digelapkannya tersebut kepada korban (perusahaan) dan kerugian sudah dipulihkan, maka terdapat 2 (dua) kemungkinan, yaitu: pertama perusahaan tersebut mengurungkan niat/tidak menggunakan haknya untuk membuat laporan kepada kepolisian karena tidak ingin terlibat dalam proses hukum. Sedangkan kemungkinan kedua, meskipun uang hasil penggelapan tersebut sudah dikembalikan, namun perusahaan akan tetap membuat laporan kepada kepolisian, dengan tujuan memberikan efek jera bagi pelakunya maupun bagi pihak lain.

http://m.hukumonline.com/klinik/deta...asil-kejahatan
 

KASKUS Ads
image-url-apps
Quote:


Ane coba bantu jawab ya gan... Sebenernya masalah ini pernah menimpa ane juga..

Pada dasarnya si dina itu bisa aja kena imbas dari tindak pidana yang dilakukan oleh anwar.. Si penyidikpun pasti akan kenain pasal money laundry alias tindak pidana pencucian uang..

Pasalnya kira2 begini gan :
Tindak pidana pencucian uang pasif yang dikenakan kepada setiap orang yang menerima atau menguasai penempatan, pentransferan, pembayaran, hibah, sumbangan, penitipan, penukaran, atau menggunakan harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana. Hal tersebut dianggap juga sama dengan melakukan pencucian uang. Namun, dikecualikan bagi pihak pelapor yang melaksanakan kewajiban pelaporan sebagaimana diatur dalam undang-undang ini. Atas perbuatan ini pelaku diancam dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Tapi balik lagi.. Semua itu tergantung si dina koperatif dengan penyidik atau ga.. Ane rasa kalo emang si dina bener2 ga tau apa yang dilakukan anwar.. Tinggal jujur doang utk jawab setiap pertanyaan si penyidik itu..

Kalo masalah 1,6jt nya itu balik lagi ke penyidik itu.. Kalo emang uang itu udah abis, si dina alangkah baiknya jawab juga aja dengan jujur yah kalo uang itu udah abis guna keperluan hidup sehari2...

Kalo masalah hukum keterlibatan, menurut ane ada sih di pasal itu yang namanya "turut serta".. Jangan sampe entar si dina dikira berkomplotan dengan si anwar buat ngelakuin tindak kejahatan.

Ane rasa kalo entarnya si penyidik udah bener2 ngeliat sisi koperatif dari si dina, semestinya ga akan terjadi apa2...

Moga2 jawaban ane ngebantu ya.. Good luck gan...
Quote:

anjas tuh suaminya gan jadi tinggal nya sama dina
kalo anwar ga tinggal bareng sama mereka


image-url-apps
Quote:


Oh iya, maksut ane anwar sama dina rumahnya deket emangnya?

Biasa kalau ngasih duit si dina nyamperin gt ke tempat tinggalnya anwar atau gimana?
Quote:


anwar kos dijakarta
dina tinggal dibogor
setiap sabtu transfer sejumlah uang,senin langsung nyamperin ke bogor minta diambilin ke bank yang kebetulan deket rumah dina

Quote:


makasih banyak gan,iya gan si dina udah koperatif banget,dia bela belain bawa 2 anak ke jakarta buat ketemu penyidiknya
aneh juga ya berarti kalo si anwar ternyata sumbang uangnya juga ke panti asuhan misalnya,berarti kena pasal money loundry juga ya yg punya yayasanya emoticon-Hammer (S) waduh makin absurb aja hukum disini

kalo masalah uang ane yakin si dina ga tau,ngapain juga karna uang 100rb per minggu jadi kaskus kaya gini,dan si anwar juga beralasan kalo dia kasih uang buat jajan anak-anaknya dina

uangnya memang habis gan,tapi kalo memang dengan mengembalikan uang 1.600k si dina ga kena masalah kaya gini,ane rasa si anjas,suaminya juga pasti mau usahain dapet uang segitu

kalo masalah turut serta,ane rasa kurang masuk akal juga kalo penyidik mikir kaya gitu,soalnya si dina cuma dapet 100rb tiap minggu itupun bilangnya buat jajan anak,kalo ane dina pun ane pasti nerima nerima aja
Quote:


semua tergantung penyidik and tergantung "nyanyian" si anwar
kl nyanyian anwar sesuai omongan si dina, and penyidik kasian sama si dina, yah kemungkinan dia bisa off the hook msh gede lah
dlm pendapat mbah, jumlah 1.6 jt disini terlampau kecil buat jd "game changer" in case si dina mau ngembaliin tuh duit
image-url-apps
emoticon-Bingung Oo, ente temen anjas suami kurban
Bisa tolong di'jelas'kan lebih detail, ente teman kerja ato teman se'per'main'an..
image-url-apps
ini bisa ke pasal turut serta....

mudah mudahan penyidiknya gak macem macem dan baik hati... dan dari sisi perusahaan tidak macam macam...