alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5728b7f5a09a39dd5a8b456d/ketika-jenderal-jadi-prajurit-garis-depan
Ketika Jenderal Jadi Prajurit Garis Depan
Ketika Jenderal Jadi Prajurit Garis Depan
Pemandangan tak biasa terlihat di Bumi Sarang Petarung Marinir, Karang Pilang, Surabaya, Jawa Timur,m27/1/2016. Panglima TNI didampingi tiga kepala staf TNI ikut lomba ketangkasan militer di alam terbuka. Mereka tergabung dalam beberapa kelompok komandan satuan dari tiga angkatan, untuk mengikuti lomba ketangkasan militer.

Sedikitnya sembilan ketangkasan dilombakan dalam rangkaian Apel Komandan Satuan (AKS) TNI 2016, yakni : membalikkan sekoci karet, dilanjutkan dengan dayung, renang, naik turun jaring, titian tali satu dan tali dua, serta merayap di tali.
Ketika Jenderal Jadi Prajurit Garis Depan
Perlombaan dilanjutkan dengan lomba menembak, melempar kapak, lempar pisau, serta mendirikan tenda terjun parasut.

AKS yang dibuka mulai Selasa (26/1/2016) di Koarmatim, diikuti 615 personel perwira tiga matra. Peserta bermalam di enam KRI dan barak. Selain Panglima TNI dan tiga kepala staf TNI, puluhan perwira tinggi komando utama sampai ratusan perwira menengah TNI se-Indonesia wajib ikut.

Mulai komandan batalyon hingga pangdam, komandan KRI sampai panglima armada, dan komandan skuadron bersama panglima komando operasi.
Ketika Jenderal Jadi Prajurit Garis Depan
Setiap kelompok terdiri 15-16 personel yang anggotanya dari beberapa perwira tinggi dan menengah. Penggabungan tiga matra TNI menjadi pembinaan satuan yang solid, militansi, dan menumbuhkan naluri tempur.

Seperti tidak merasa berumur 55 tahun, sebagian perwira tinggi pantang mengalah dengan juniornya. Aksi berbahaya Jenderal Gatot ketika naik-turun jaring maupun merayap serta berjalan pada titian tali satu dan tali dua di atas kolam, dilakoni dengan berapi-api.

“Tangan KSAU dan KSAL sampai terluka. Bagi kami, rasanya sudah biasa,” lanjut mantan KSAD alumnus Akmil 1982 ini.
Ketika Jenderal Jadi Prajurit Garis Depan
Semua materi latihan ketangkasan militer yang dilombakan untuk mengingatkan dan menyegarkan kembali dasar-dasar keprajuritan ketiga Angkatan.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa, TNI yang kuat, hebat dan professional memerlukan pemimpin-pemimpin yang handal. Pemimpin yang handal adalah pemimpin yang mampu memberikan contoh tauladan, yang mau bersama-sama dengan prajurit.
Ketika Jenderal Jadi Prajurit Garis Depan
“Saya kumpulkan di sini. kita mengadakan Apel Komandan Satuan dan mendengarkan pembekalan dari mantan Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto, Jenderal TNI (Purn) Joko Santoso, dan Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono. Mereka pendahulu-pendahulu kami, sehingga mereka melihat dari luar apa yang mereka harapkan terhadap TNI ke depan,” ujar Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Ketika Jenderal Jadi Prajurit Garis Depan
“Permainan ini adalah permainan militer dasar. Ada naik perahu karet, kemudian membalikan perahu, karena ada serangan udara sembunyi di balik perahu, setelah aman perahu kembali dibalikkan lagi. Melaksanakan ekspedisi, permainan tali, tali satu, tali dua, tali tiga, naik turun jaring, menembak senapan dan pistol, lempar pisau, lempar kampak,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Ketika Jenderal Jadi Prajurit Garis Depan
Apel Komandan Satuan TNI tahun 2016, digelar selama dua hari (26 – 27 Januari 2016), di dua tempat, Komplek Koarmatim Dermaga Ujung Surabaya dan Kesatrian Sarang Petarung Marinir, Karang Pilang.
Ketika Jenderal Jadi Prajurit Garis Depan
Sebelum lomba ketangkasan ala outbound, komandan satuan mendapat wejangan dari sesepuh TNI. Di antaranya, mantan Wapres Jenderal (pur) Try Sutrisno dan sejumlah mantan panglima TNI. Misalnya, Marsekal (pur) Djoko Suyanto, Jenderal (pur) Djoko Santoso, dan Laksamana (pur) Agus Suhartono.

Puspen TNI / JPNN