alexa-tracking

Menilik sikap pemerintah dan netizen soal game berbahaya

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57286eaba2c06ea4058b4577/menilik-sikap-pemerintah-dan-netizen-soal-game-berbahaya
Menilik sikap pemerintah dan netizen soal game berbahaya
Menilik sikap pemerintah dan netizen soal game berbahaya
Warga menunjukkan salah satu game yang berbahaya bagi anak di telepon genggamnya di Tegal, Jawa Tengah, Kamis (28/4).
Dua petisi daring (online) memuat penolakan atas wacana memblokir 15 game (permainan berbasis elektronik), yang dikategorikan berbahaya bagi anak. Kedua petisi itu masuk kategori "Terpopuler" di Change.org, Senin (2/5/2016).

Petisi pertama berjudul "Pemblokiran permainan berbasis elektronik bukan solusi terbaik," telah mengumpulkan lebih dari 3.500 tanda tangan, Selasa (3/5). Torehan itu diraih dalam waktu dua hari, sejak petisi memulai kampanyenya, Minggu (1/5).

Ada pula petisi bertajuk "Pemblokiran permainan berbasis elektronik perlu dikaji ulang," yang sudah meraih sekitar 4.200 dukungan.

Lebih kurang, kedua petisi itu menegaskan bahwa memblokir game adalah langkah yang berlebihan. Alih-alih memblokir, mereka mengusulkan agar pemerintah mulai menata sistem rating (penilaian yang merujuk pada kategorisasi), dan sosialisasi game laik anak.

Muncul pula usulan untuk membentuk Lembaga Rating Permainan Elektronik Indonesia. "Lembaga ini akan mengumpulkan berkas-berkas terkait game yang akan masuk ke Indonesia dan menilainya. Kemudian secara independen, lembaga ini memublikasikan rating game yang sudah dibuat itu," demikian penjelasan yang termuat dalam salah satu petisi.

Kedua petisi itu ditujukan untuk para pemangku kebijakan, antara lain: Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemdikbud), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kominfo), serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Penolakan atas wacana memblokir game itu juga terjadi di media sosial. Berikut beberapa komentar netizen soal topik ini.
Kalo KPAI memblokir game yg berbau kekerasan , lah itu sinetron tidak mendidik gk di blokir juga ??? #KPAI #SaveGamersIndonesia
— DhavaJanuar__ (@Dhava_Januar) May 2, 2016DEAR KPAI,MAIN GAME GK ADA SALAHNYA,MASIH COCOK SAMA ANAK" REMAJA. MENDING TUH BLOKIR SINETRON GK JLS pic.twitter.com/0tPaot0czJ
— Deswintaaa⚡️ (@deswinatalie) May 3, 2016 Bagusan penyuluhan masyarakat tentang masalah rating di media dan teknologi, daripade blokir game online yang sudah jelas ratingnya ada.
— Prakoso Ageng (@Gengtaros) May 3, 2016 WTF game mau di blokir cuma gara gara ada kekerasannya, ah elahh alay ehh yang ada lu blokir tuhhh cara kerja lu, itu bukan solusi boss!!!!
— Alfredo, steven (@waaoww) May 2, 2016 Ane dukung dah... Kalo gak ada game :'3 gimana gitu rasanya, meski jarang juga mainnya :v https://t.co/RS4JXBsnLF
— Alvian Sutrisno (@Alvian_Sutrisno) May 3, 2016
Mencermati posisi pemerintah

Di sisi lain, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memblokir game. "No, no, no (untuk memblokir). Kita inginkannya pada rating," ujar Anies, seperti dikutip detikcom, Senin (2/5).

Adapun Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, menjelaskan bahwa sebelum melangkah ke tahapan memblokir, akan dibentuk tim yang melibatkan Kemdikbud dan Kominfo guna menentukan "kadar bahaya" sebuah game.

"Kami sepakat dengan Kemdikbud untuk membentuk tim yang menentukan rating game berbahaya atau tidak," kata Rudiantara, dikutip AntaraNews.

Medio Maret 2016, Kemdikbud merilis 15 gameyang dianggap berbahaya bagi anak:
World of WarcraftGrand Theft Auto (GTA)Call of DutyPoint BlankCross FireWar RockCounter StrikeMortal CombatFuture CopCarmageddonShelshockRaising ForceAtlanticaConflict VietnamBully
Daftar itu lebih dimaksudkan sebagai peringatan kepada orang tua, ketimbang seruan untuk memblokir. Saat itu, Menteri Anies juga menegaskan bahwa kementerian yang dipimpinnya tidak anti-game.

"Game itu tergantung cara penggunaannya. Jangan anti-game, jangan juga buta pro-game. Tidak semua game memiliki karakteristik yang cocok untuk dimainkan oleh anak semua umur. Orang tua perlu tahu dan peduli bahwa ada sistem rating yang memberi peringatan pembelinya tentang kecocokan konten untuk dimainkan anak usia tertentu," kata dia.

Adapun seruan memblokir getol disuarakan oleh KPAI. Sebagai misal, pernyataan Ketua KPAI, Asrorun Ni'am Sholeh, yang menjelaskan bahwa pihaknya mengapresiasi peringatan Kemdikbud, dan berharap langkah itu tak berhenti pada peringatan. Sikap KPAI itu diduga kuat telah memicu aksi peretasan terhadap situs mereka, Senin (1/5).

Sebagai informasi, hingga saat ini, Kemdikbud mengacu pada sistem rating Entertainment Software Rating Board (ESRB).

Sistem itu memang menjadi acuan internasional, tapi penilaiannya lebih banyak diterapkan untuk game yang rilis di Amerika Serikat dan Kanada. ESRB itu memuat enam kategori rating game:
Early Childhood (cocok untuk anak usia dini)Everyone (untuk semua umur)Everyone 10+ (untuk usia 10 tahun ke atas)Teen (untuk usia 13 tahun ke atas)Mature (untuk usia 17 tahun ke atas)Adults Only (untuk dewasa)

Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...game-berbahaya

---

×