alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57285feb5a51637f728b4570/taufik-saya-enggak-pernah-ketemu-aguan
Taufik: Saya Enggak Pernah Ketemu Aguan
Quote:Taufik: Saya Enggak Pernah Ketemu Aguan

JAKARTA - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik berkilah soal pertemuan dirinya dan beberapa wakil rakyat DKI dengan Bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan. Dia mengaku tak tahu menahu soal pertemuan tersebut.

"Saya enggak pernah bertemu pengusaha. Enggak, saya enggak pernah ketemu (Aguan)," kata Taufik usai diperiksa sebagai saksi di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa, (3/5/2016).

Taufik kali ini diperiksa sebagai saksi untuk Ketua Komisi D DPRD DKI, Mohamad Sanusi selaku tersangka dugaan suap pembahasan dua raperda tentang reklamasi Teluk Jakarta. Dia keluar sekira pukul 13.45 WIB dari dalam markas lembaga antirasuah.

Saat disinggung bahwa dalam pertemuan tersebut dirinya ditelepon oleh Sanusi, yang tak lain merupakan adik kandungannya itu, Taufik tetap berkilah. Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta itu justru meminta perihal pertemuan itu ditanyakan langsung kepada Sanusi.

"Tanya sama Sanusi saja, makannya tanya itu, saya enggak pernah ikut. Saya ngurusin Raperda, enggak ada, enggak ada," ujarnya.

(Baca juga: KPK Terus Selidiki Pertemuan DPRD dengan Aguan)

Sebelumnya, Taufik mengakui dirinya ikut dalam pertemuan tersebut. Dia pun tak membantahnya. Namun, Taufik meminta perihal pertemuan dengan Aguan itu ditanyakan langsung kepada Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi.

"Itu (soal pertemuan) tanya ke Pak Pras," kata Taufik saat menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Senin 18 April 2016.

Pada pertemuan dengan Aguan dikediamannya itu disebut-sebut turut dihadiri Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD, M. Taufik, Anggota Balegda DPRD, Muhammad (Ongen) Sangaji, Ketua Pansus Reklamasi, Selamat Nurdin, serta Sanusi.

Bahkan, Selamat dan Ongen Sangaji sudah membeberkan isi pertemuan tersebut kepada penyidik KPK. Namun, keduanya enggan mengungkapkan isi pertemuan tersebut kepada awak media saat dikonfirmasi saat menjalani pemeriksaan di KPK.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pembahasan Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RWZP3K) Jakarta dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.‎

Mereka adalah Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi, Personal Assistant PT APL Trinanda Prihantoro, dan Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja.‎ Sanusi diduga telah menerima suap sebesar Rp2 miliar dari Ariesman Widjaja melalui Trinanda

http://news.okezone.com/read/2016/05...h-ketemu-aguan


sama seperti topik gw juga g pernah jalan2 ke bepeh :nyantai
Nyantai Dulu Sambil Nongton Sinetron... :nyantai
Quote:
Rabu, 27 April 2016 - 13:50 wib
Lawan Warga Bidara Cina, Ahok Keok di PTUN

Taufik: Saya Enggak Pernah Ketemu Aguan
Syamsul Anwar Khoemaeni
Jurnalis

JAKARTA - Warga Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara akhirnya bisa bernapas lega. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur, mengabulkan seluruh gugatan warga terkait lokasi sodetan Kali Ciliwung. (Baca juga: Warga Bidara Cina Gugat Jokowi ke Pengadilan)

Panitera pengganti PTUN, Eni Nuraeni, membenarkan kemenangan warga Bidara Cina tersebut. "Ya pada sidang kemarin, hasil amar putusannya majelis hakim mengabulkan seluruh gugatan warga Bidara Cina," ujar Eni kepada awak media di PTUN, Rabu (27/4/2016).

Adapun sejumlah pertimbangan majelis hakim dalam amar putusan tersebut antara lain, pihak tergugat, Pemprov DKI Jakarta tidak hadir saat persidangan. Meski demikian, berkas salinan putusan tersebut belum bisa dipublikasikan.

"Ya itu (tergugat tidak hadir) salah satu poin pertimbangannya. Salinan belum bisa dipublikasikan," ujar dia.

Eni menyebut, berkas putusan itu belum ditandatangani oleh majelis hakim. "Karena belum ditandatangani oleh Majelis Hakim," tuturnya.

Seperti diketahui, warga Bidara Cina mengajukan gugatan dengan nomor 59/G/2016/PTUN-JKT. Gugatan tersebut terkait dengan penetapan lokasi sodetan Kali Ciliwung yang berubah tanpa sepengetahuan warga.
(sus)

http://news.okezone.com/read/2016/04...k-keok-di-ptun