alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/572855e356e6afc8308b4567/gugatan-praperadilan-maki-terkait-penyelidikan-sumber-waras-ditolak-hakim
Gugatan Praperadilan MAKI Terkait Penyelidikan Sumber Waras Ditolak Hakim
JAKARTA, KOMPAS.com - Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan, yang diajukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terhadap penyelidikan pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

"Menyatakan permohonan para pemohon salah subjek. Penempatan BPK sebagai subjek praperadilan error in persona, karena bukan lembaga yang menyelidik," kata hakim Nursiam di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (3/5/3016).

Kali ini, MAKI selaku pemohon melawan pihak KPK dan BPK.

MAKI menggugat KPK dengan menduga adanya upaya lembaga itu menghentikan proses penyelidikan pembelian lahan RS Sumber Waras.

(Baca juga: Ingin Data Kasus Sumber Waras Dibuka, MAKI Ikut Gugat BPK)

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, meminta agar KPK segera menetapkan tersangka terkait penyelidikan pembelian lahan RS Sumber Waras.

Sebab, menurut Boyamin, hasil audit BPK menyatakan adanya kerugian negara sebesar Rp 173 miliar dalam pembelian lahan Sumber Waras.

Boyamin juga menyertakan BPK dalam permohonannya karena menganggap BPK bertanggung jawab menjelaskan hasil auditnya di persidangan.

Kendati gugatannya ditolak, Boyamin mengatakan bahwa pihaknya menerima putusan hakim tersebut.

"Tetap enggak apa-apa, gugatan ini dalam rangka mengontrol KPK, tetapi menurut hakim bukan wewenang praperadilan," kata Boyamin usai sidang.

Sementara itu, kuasa hukum KPK Retno Cusnia memastikan bahwa penyelidikan KPK masih terus berjalan dan tidak ada penghentian seperti yang dituding oleh MAKI.

Retno pun mengatakan, penyelidikan pembelian lahan RS Sumber Waras ini memakan waktu lama karena KPK berhati-hati dalam menetapkan tersangka.

"Siapa pun boleh mengajukan gugatan, tetapi jangan sampai menyimpang dari tujuan, kalau dipaksa, kita enggak bisa, enggak bisa diintervensi," kata Retno.

Sebelum ini, MAKI mengajukan gugatan praperadilan yang ditujukan kepada KPK. Alasannya, KPK dinilai lamban dalam proses penyelidikan pembelian lahan RS Sumber Waras.

Permohonan praperadilan yang diajukan Februari 2016 tersebut kemudian ditolak hakim.

sumber

=====

Hasil sesuai dugaan, karena materi gugatan jelas di luar wewenang praperadilan, dan penyelidikan masih berjalan.
Kesusu bae si Puki, eh si Maki emoticon-Leh Uga
maksa ikutan nyari panggung yg kayak gitu.
tinggal satu yang belum : gugat ke Tuhan !

emoticon-Big Grin
Quote:JAKARTA, KOMPAS.com - Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan, yang diajukan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terhadap penyelidikan pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.

cemana tak ditolak . . .
sidang belon dimolai hakim sudah di MAKI . . . emoticon-Big Grin
maki-maki si ahok aja ki ...... emoticon-Entahlah
Kirain horikita maki. Disappointed.
Penonton kuciwa, hakim lgs nolak. Hrsnya sidangnya diulur2 panjang, biar pada deg2an nastak nasbung menunggu....
Quote:
Rabu, 27 April 2016 - 13:50 wib
Lawan Warga Bidara Cina, Ahok Keok di PTUN

Gugatan Praperadilan MAKI Terkait Penyelidikan Sumber Waras Ditolak Hakim
Syamsul Anwar Khoemaeni
Jurnalis

JAKARTA - Warga Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara akhirnya bisa bernapas lega. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur, mengabulkan seluruh gugatan warga terkait lokasi sodetan Kali Ciliwung. (Baca juga: Warga Bidara Cina Gugat Jokowi ke Pengadilan)

Panitera pengganti PTUN, Eni Nuraeni, membenarkan kemenangan warga Bidara Cina tersebut. "Ya pada sidang kemarin, hasil amar putusannya majelis hakim mengabulkan seluruh gugatan warga Bidara Cina," ujar Eni kepada awak media di PTUN, Rabu (27/4/2016).

Adapun sejumlah pertimbangan majelis hakim dalam amar putusan tersebut antara lain, pihak tergugat, Pemprov DKI Jakarta tidak hadir saat persidangan. Meski demikian, berkas salinan putusan tersebut belum bisa dipublikasikan.

"Ya itu (tergugat tidak hadir) salah satu poin pertimbangannya. Salinan belum bisa dipublikasikan," ujar dia.

Eni menyebut, berkas putusan itu belum ditandatangani oleh majelis hakim. "Karena belum ditandatangani oleh Majelis Hakim," tuturnya.

Seperti diketahui, warga Bidara Cina mengajukan gugatan dengan nomor 59/G/2016/PTUN-JKT. Gugatan tersebut terkait dengan penetapan lokasi sodetan Kali Ciliwung yang berubah tanpa sepengetahuan warga.
(sus)

http://news.okezone.com/read/2016/04...k-keok-di-ptun

Bagaimana mau lawan pihak KPK dan BPK wong dia sendiri masih salah mengajukan gugatan... emoticon-Hammer2
Ini namanya gagal Konak
emoticon-Wakaka




Gugatan Praperadilan MAKI Terkait Penyelidikan Sumber Waras Ditolak Hakim
Budayakan pengunaan materai,
agar opini dan suara anda sah.

Minta bantuan enda sama pasha dulu emoticon-Hammer
Pantang menyerah, besok maju lagi bray
Quote:Original Posted By turbotwin2020
Penonton kuciwa, hakim lgs nolak. Hrsnya sidangnya diulur2 panjang, biar pada deg2an nastak nasbung menunggu....


plg ga ditolak d page 4 lah..biar rame dlo nasbungnya....wkwkwk kek trid pitnah nasbung yg rata2 diconter abis d p4
Quote:Original Posted By ayah.rojak

Minta bantuan enda sama pasha dulu emoticon-Hammer


Kenal juga ayah sama si Maki.... emoticon-Hammer2


Ayu gmna ayah? emoticon-Cool
salah sendiri pake nama maki emoticon-EEK!
emoticon-Wakaka kasian amat
ane kalo baca berita tentang praperadilan jadi tambah bingung, jadi meluas kemana-mana gitu ya praperadilan....
Quote:

KPK Didesak Segera Tindaklanjuti Hasil Audit Temuan BPK

Selasa,3.5.2016

Puluhan massa dari Laskar Kampung Luar Batang saat berdemo di depan gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/5). Mereka meminta KPK mengusut hasil audit temuan BPK yang menyeret AHOK. Foto: Ricardo/JPNN.com

Spoiler for Photo 1 of 5:


Spoiler for Photo 2 of 5:


Spoiler for Photo 3 of 5:


Spoiler for Photo 4 of 5:


Spoiler for Photo 5 of 5:


sumber: http://www.jpnn.com/?mib=galeri&kd_f...953#ad-image-0
Quote:"Menyatakan permohonan para pemohon salah subjek. Penempatan BPK sebagai subjek praperadilan error in persona, karena bukan lembaga yang menyelidik," kata hakim Nursiam di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (3/5/3016).

emoticon-Wow