alexa-tracking

Pemprov DKI Kelimpungan, Ketimpangan Ekonomi di Jakarta Naik Lagi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57283a065a516312348b4567/pemprov-dki-kelimpungan-ketimpangan-ekonomi-di-jakarta-naik-lagi
Pemprov DKI Kelimpungan, Ketimpangan Ekonomi di Jakarta Naik Lagi
Quote:


Pemprov DKI Kelimpungan, Ketimpangan Ekonomi di Jakarta Naik Lagi

RMOL. Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan ketimpangan ekonomi di Jakarta mengalami kenaikan.

Berdasarkan data BPS, angka ketimpangan hingga akhir tahun 2015 mencapai 0,46 persen. Angka tersebut lebih besar daripada ketimpangan ekonomi pada 2014 yang hanya 0,43 persen.

Data tersebut disampaikan Kepala BPS DKI Jakarta, Syech Suhaimi, kepada Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat dalam kunjungannya ke rumah dinas Djarot di Jalan Besakih, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/5).

Atas hal itu, Djarot terkejut saat mendengar pemaparan itu. "Ha, udah segitu pak? Saya pikir masih 0,3 persenan," kata dia.

Djarot pun mengakui ketimpangan ekonomi memang menjadi masalah utama di Jakarta. Ia pun berjanji akan menjadikan data BPS sebagai bahan rujukan bagi kebijakan Pemprov DKI.

"Harus ada jalan keluarnya karena memang di Ibu Kota ini masalah utamanya ketimpangan," ujar dia.

Kunjungan Suhaimi ke rumah dinas Djarot dilakukan dalam rangka sensus ekonomi 2016. Sehari sebelumnya, kegiatan yang sama dilakukan di rumah Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.

sumur: http://www.rmoljakarta.com/read/2016...-Jakarta-Naik-


Quote:


Pemprov DKI Kelimpungan, Ketimpangan Ekonomi di Jakarta Naik Lagi


DKI Diminta Waspadai Disparitas Ekonomi

Statistik ketimpangan ekonomi DKI Jakarta tahun 2015, meningkat dari sekitar 0,43 persen menjadi 0,46 persen.
Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta mewaspadai disparitas ekonomi agar tidak mencapai 1 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Syech Suhaimi mengatakan, naiknya angka ketimpangan ekonomi di Jakarta disebabkan kenaikan pendapatan orang kaya terlalu cepat. Sementara, kenaikan pendapatan masyarakat menengah dan bawah melambat.

Dikatakan Suhaimi, jumlah orang kaya yang kekayaannya meningkat pesat ini mencapai 20 persen dari jumlah keseluruhan penduduk Jakarta. Sedang sisanya, dikategorikan masyarakat ekonomi menengah dan bawah.

"Pendapatan 20 persen penduduk ini naiknya terlalu cepat. Sementara pendapatan masyarakat menengah dan bawah yang jumlahnya 80 persen melambat," ujar Suhaemi, Senin (2/5).

Menurut Suhaemi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkewajiban menurunkan angka ketimpangan ekonomi ini. Sebab, kalau mencapai 1 persen artinya ketimpangan ekonomi semakin tinggi.

Sumur: http://www.beritajakarta.com/read/30...i#.Vyf5ddR97IU

===========================================
Btw Ini dari situs berita Pemprov DKI Jakarta sendiri loh.
Jangan salah paham ke ane emoticon-Shutup




Budayakan Komeng.
Jangan SelonongBoy
Emng keras Jakarta, kalo merantau dan ga dapet kerja ya dijamin miskin.
Acuan terbaru nya menunggu SE dan SBH aja....

cuma kalau patokan nya data sensus ....... kaskuser dimari yang pernah ikut SE dan SBH 10 tahun yang lalu pasti punya pengalaman....
Quote:Original Posted By Seafood89
Emng keras Jakarta, kalo merantau dan ga dapet kerja ya dijamin miskin.


Itu kalau yang pendatangnya mungkin ya gan.
Kalau warga yang ber KTP DKI apa sudah ada jaminan bakal sejahtera gan ???
Quote:Original Posted By Lt.Evans
Acuan terbaru nya menunggu SE dan SBH aja....

cuma kalau patokan nya data sensus ....... kaskuser dimari yang pernah ikut SE dan SBH 10 tahun yang lalu pasti punya pengalaman....


Pengalaman apa tuh gan ???
Bukannya tren gini rasio di Jakarta terus naik ya emoticon-Ngakak (S)
Quote:Original Posted By cabutkuku
Itu kalau yang pendatangnya mungkin ya gan.
Kalau warga yang ber KTP DKI apa sudah ada jaminan bakal sejahtera gan ???



Makanya saya liat dari sisi pendatang aja. Semua gaada jaminan nya. Sama lah tiap daerah juga gaada yg bisa jamin kesejahteraan tiap warga.

Karna Jakarta identik dengan urbaninasi, makanya ane sebutin yg pendatang aja.
Lagi pula pendatang yg lama di jakarta (lebih dari 5 tahun) hidup dengan gaji atau penghasilan seadanya kan bisa ngajuin ktp DKI pada akhirnya. Gratis lagi.
Quote:Original Posted By cabutkuku
Pengalaman apa tuh gan ???
Bukannya tren gini rasio di Jakarta terus naik ya emoticon-Ngakak (S)



iya taraf ekonomi dan biaya hidup dapat dilihat di SE dan SBH, jadi yang pernah ikut berkecimpung di kegiatan sensus pasti tau maksudnya
Quote:Original Posted By Seafood89



Makanya saya liat dari sisi pendatang aja. Semua jaminan nya. Sama lah tiap daerah juga gaada yg bisa jamin kesejahteraan tiap warga.

Karna Jakarta identik dengan urbaninasi, makanya ane sebutin yg pendatang aja.
Lagi pula pendatang yg lama di jakarta (lebih dari 5 tahun) hidup dengan gaji atau penghasilan seadanya kan bisa ngajuin ktp DKI pada akhirnya. Gratis lagi.


Ooo gitu toh...
Terus hubungan antara pendatang yang belum berKTP DKI dengan gini rasio apa tuh gan. Sample sensus gini rasio itukan yang berKTP DKI...emoticon-Ngakak (S)


Quote:Original Posted By Lt.Evans



iya taraf ekonomi dan biaya hidup dapat dilihat di SE dan SBH, jadi yang pernah ikut berkecimpung di kegiatan sensus pasti tau maksudnya



SE dan SBH bukanknya dibuat juga oleh BPS gan ?
Terus bedanya sama indeks gini rasio apa dong, gini rasio itukan juga dibuat sama BPS emoticon-Ngakak (S)
Ekonomi oh ekonomi.... duit oh duitt... gaji oh gajiii...
Quote:Original Posted By cabutkuku
Ooo gitu toh...
Terus hubungan antara pendatang yang belum berKTP DKI dengan gini rasio apa tuh gan. Sample sensus gini rasio itukan yang berKTP DKI...emoticon-Ngakak (S)



Yakin tuh dari KTP? Kyknya dilihat dari daerah tempat dia tinggal sekarang Dan tidak berpindah ke daerah luar sample selama 6 bulan. Bisa di cek di BPS
emoticon-Mewek gaji belom naek2 nih
Ekonomi lagi merosot
Quote:
Rabu, 27 April 2016 - 13:50 wib
Lawan Warga Bidara Cina, Ahok Keok di PTUN

Pemprov DKI Kelimpungan, Ketimpangan Ekonomi di Jakarta Naik Lagi
Syamsul Anwar Khoemaeni
Jurnalis

JAKARTA - Warga Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara akhirnya bisa bernapas lega. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur, mengabulkan seluruh gugatan warga terkait lokasi sodetan Kali Ciliwung. (Baca juga: Warga Bidara Cina Gugat Jokowi ke Pengadilan)

Panitera pengganti PTUN, Eni Nuraeni, membenarkan kemenangan warga Bidara Cina tersebut. "Ya pada sidang kemarin, hasil amar putusannya majelis hakim mengabulkan seluruh gugatan warga Bidara Cina," ujar Eni kepada awak media di PTUN, Rabu (27/4/2016).

Adapun sejumlah pertimbangan majelis hakim dalam amar putusan tersebut antara lain, pihak tergugat, Pemprov DKI Jakarta tidak hadir saat persidangan. Meski demikian, berkas salinan putusan tersebut belum bisa dipublikasikan.

"Ya itu (tergugat tidak hadir) salah satu poin pertimbangannya. Salinan belum bisa dipublikasikan," ujar dia.

Eni menyebut, berkas putusan itu belum ditandatangani oleh majelis hakim. "Karena belum ditandatangani oleh Majelis Hakim," tuturnya.

Seperti diketahui, warga Bidara Cina mengajukan gugatan dengan nomor 59/G/2016/PTUN-JKT. Gugatan tersebut terkait dengan penetapan lokasi sodetan Kali Ciliwung yang berubah tanpa sepengetahuan warga.
(sus)

http://news.okezone.com/read/2016/04...k-keok-di-ptun

Quote:

KPK Didesak Segera Tindaklanjuti Hasil Audit Temuan BPK

Selasa,3.5.2016

Puluhan massa dari Laskar Kampung Luar Batang saat berdemo di depan gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/5). Mereka meminta KPK mengusut hasil audit temuan BPK yang menyeret AHOK. Foto: Ricardo/JPNN.com

Spoiler for Photo 1 of 5:


Spoiler for Photo 2 of 5:


Spoiler for Photo 3 of 5:


Spoiler for Photo 4 of 5:


Spoiler for Photo 5 of 5:


sumber: http://www.jpnn.com/?mib=galeri&kd_f...953#ad-image-0
Jelas lah. Rakyat bawah diinjak injak atas nama wisata bahari, atas nama reklamasi. Rakyat bawah dipindahin ke rusun yang jauh dari mana-mana
tenang bray...

nanti jakarta digusur semua kok yg miskin2 sama penduduk aslinya..
sisanya expat sama pendatang yg... ya gitu deh..

kan sekarang expat sdh bisa beli hunian di Indonesia dapet sertifikatnya juga... emoticon-coffee emoticon-coffee