alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57283020d89b09bb338b456a/usai-magang-di-kantor-ahok-putra-dewi-yull-ingin-jadi-politisi
Usai Magang di Kantor Ahok, Putra Dewi Yull Ingin Jadi Politisi
Usai Magang di Kantor Ahok, Putra Dewi Yull Ingin Jadi Politisi

JAKARTA, KOMPAS.com -- Surya Sahetapy, putra aktor kawakan Ray Sahetapy dan vokalis sekaligus aktris senior Dewi Yull, kini berniat menjadi seorang politisi.

Niat itu muncul setelah ia selesai menjalani program magang di Kantor Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, pada Maret 2016.

Selama ini Surya sudah lebih dulu bermain film.

"Saya pikir-pikir dulu (untuk terus menjadi artis peran), karena saya kan kemarin baru selesai magang di kantor gubernur, saya jadi tertarik sebagai politisi," tutur Surya
, yang hadir dalam gala premiere film Aisyah: Biarkan Kami Bersaudara, CGV Blitz Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (2/5/2016) malam.

Menurut Surya, dengan menjadi politisi, ia bisa terbantu untuk memperjuangkan hak-hak bagi rekan-rekannya sesama orang-orang berkebutuhan khusus, termasuk para penyandang tunarungu.

Perjuangan hak-hak mereka, menurut Surya lagi, mencakup, antara lain, kemudahan mengakses informasi, fasilitas umun, dan pendidikan.

"Ketika seseorang masuk ke sekolah umum, tapi tak diberi akses, itu pelanggaran hak asasi. Pertama, bahasa isyarat. Bayangkan kalau ada kata-kata lebih sulit. Teman-teman sulit (paham). Bahasa isyarat membantu saya mengakses bahasa Indonesia. Kalau tidak ada itu, saya tidak bisa," tuturnya.

Sumber

Ahok memang berbahaya,
virus ahokisme memang sangat menular

emoticon-Takut emoticon-Takut emoticon-Takut
lanjutkanemoticon-Ngacir2
hati-hati nasbung di sini galak... siap mental ya emoticon-Takut
Mantep dah semuanya jd politisi kecuali bpknya
Quote:
Rabu, 27 April 2016 - 13:50 wib
Lawan Warga Bidara Cina, Ahok Keok di PTUN

Usai Magang di Kantor Ahok, Putra Dewi Yull Ingin Jadi Politisi
Syamsul Anwar Khoemaeni
Jurnalis

JAKARTA - Warga Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara akhirnya bisa bernapas lega. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur, mengabulkan seluruh gugatan warga terkait lokasi sodetan Kali Ciliwung. (Baca juga: Warga Bidara Cina Gugat Jokowi ke Pengadilan)

Panitera pengganti PTUN, Eni Nuraeni, membenarkan kemenangan warga Bidara Cina tersebut. "Ya pada sidang kemarin, hasil amar putusannya majelis hakim mengabulkan seluruh gugatan warga Bidara Cina," ujar Eni kepada awak media di PTUN, Rabu (27/4/2016).

Adapun sejumlah pertimbangan majelis hakim dalam amar putusan tersebut antara lain, pihak tergugat, Pemprov DKI Jakarta tidak hadir saat persidangan. Meski demikian, berkas salinan putusan tersebut belum bisa dipublikasikan.

"Ya itu (tergugat tidak hadir) salah satu poin pertimbangannya. Salinan belum bisa dipublikasikan," ujar dia.

Eni menyebut, berkas putusan itu belum ditandatangani oleh majelis hakim. "Karena belum ditandatangani oleh Majelis Hakim," tuturnya.

Seperti diketahui, warga Bidara Cina mengajukan gugatan dengan nomor 59/G/2016/PTUN-JKT. Gugatan tersebut terkait dengan penetapan lokasi sodetan Kali Ciliwung yang berubah tanpa sepengetahuan warga.
(sus)

http://news.okezone.com/read/2016/04...k-keok-di-ptun