alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57281c5d1854f70d2a8b4569/cerita-mengerikan-korban-penyaderaan-abu-sayyaf
Cerita Mengerikan Korban Penyaderaan Abu Sayyaf
TIDUR beralaskan tanah dan beratap langit dialami 10 WNI yang sempat disandera kelompok Abu Sayyaf hampir sebulan. Keluar masuk hutan di kawasan Filipina Selatan pun mereka jalani.

"Dalam sehari, bisa berpindah tiga hingga empat lokasi. Saya tak tahu pasti apakah perpindahan itu sebagai upaya kelompok Abu Sayyaf menghindari kejaran tentara Filipina," kata Suriansyah

sumber: http://www.harnas.co/2016/05/03/seha...h-empat-lokasi

mantap
Serem ya
Ga ada enaknya jadi teroris....
kasihan banget
Quote:Original Posted By mahooham2018
Ga ada enaknya jadi teroris....


Demi 72 Bidadari... apa sih yg enggak.. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin

disuruh emut taik juga pasti nurut tuh teroris suci kalo hadiahnya 72 bidadari emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin

cem nasbung yg disuruh demo untuk sebungkus nasi baroqah emoticon-Big Grinemoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By netherdrakesz


Demi 72 Bidadari... apa sih yg enggak.. emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin

mao makan taik juga pasti nurut tuh teroris kalo hadiahnya 72 bidadari emoticon-Big Grinemoticon-Big Grinemoticon-Big Grin


emoticon-Toast
teloris..
Ts gak niat amat bikin trit.
Masa tulisan seupil nya ts doank emoticon-Mad:
Tempat baru dan lama itu selisih brp km ya kira kira
cuma segitu doang panjang ceritanya? pfffttt emoticon-Nohope
Yg penting udah selamat
Quote:Original Posted By mahooham2018
Ga ada enaknya jadi teroris....


mau dapat surga allah, memang harus berkorban

elu kira enak sholat 5x, bangun subuh, harus tahan lapar ketika bulan ramadahan

semua demi janji 72 bidadari allah,
kebodohan di dunia, setimpal dgn kenikmatan di neraka emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By sablengwarrior


mau dapat surga allah, memang harus berkorban

elu kira enak sholat 5x, bangun subuh, harus tahan lapar ketika bulan ramadahan

semua demi janji 72 bidadari allah,
kebodohan di dunia, setimpal dgn kenikmatan di neraka emoticon-Big Grin


emoticon-Ngakak
Quote:Original Posted By sablengwarrior
mau dapat surga allah, memang harus berkorban

elu kira enak sholat 5x, bangun subuh, harus tahan lapar ketika bulan ramadahan

semua demi janji 72 bidadari allah,
kebodohan di dunia, setimpal dgn kenikmatan di neraka emoticon-Big Grin



mmg hidup lempeng2 aja di dunia? apa2 ga pake susah??

mau mabok aja lu kudu punya duit buat beli mirasnya, duitnya lu kudu kerja dulu di kantor.. 8 jam sehari x 5 hari x 4 minggu..

belon lembur2nya..

mau ngentod di panti pijet juga gitu...

mau makan, harus masak dulu... belum lagi bahan2nya harus di beli dulu.. belinya pake duit harus kerja dulu.. kerjanya pake ijazah harus kuliah dulu... kuliahnya pake waktu harus bangun pagi2 trs berjibaku rebutan bangku di kopaja supaya ga telat dateng ke kampus.. kuliahnya pake SPP.. buat bayar SPP emak lu harus kerja dulu jual diri...

semua dalam hidup ini ga ada yg gampang...

berak aja lu harus bayar dulu 5 ribu perak..

lu pikir cuman mau masup surga aja yg susah...??

jaman sekarang cuman mati aja yg ga pake susah... emoticon-Cool
Itu doang ceritanya?
Gini je ceritenye?
[quote=]TIDUR beralaskan tanah dan beratap langit dialami 10 WNI yang sempat disandera kelompok Abu Sayyaf hampir sebulan. Keluar masuk hutan di kawasan Filipina Selatan pun mereka jalani.


"Dalam sehari, bisa berpindah tiga hingga empat lokasi. Saya tak tahu pasti apakah perpindahan itu sebagai upaya kelompok Abu Sayyaf menghindari kejaran tentara Filipina," kata Suriansyah kepada HARIAN NASIONAL di Jakarta, Senin (2/5).



Sebanyak 10 ABK tunda Brahma 12 dan tongkang Anand 12 itu kembali ke Tanah Air, Minggu (1/5) malam. Mereka mengaku diperlakukan baik. Satu sama lain tak dipisah. Mereka tak ditodong senjata. Kebutuhan logistik dipenuhi. Menu yang pernah disuguhkan nasi dengan ikan dan sayur. Komunikasi dengan kelompok Abu Sayyaf terjadi kendati menggunakan bahasa tubuh. "Biasanya mereka beri informasi soal upaya pembebasan," kata warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu.



Titik terang pembebasan mulai menghampiri ketika mereka dibawa ke kediaman Gubernur Sulu. Korban penyanderaan lainnya Julian Philip mengakui kelompok Abu Sayyaf menjaga keamanan para sandera WNI dengan baik. Dia menduga hal itu dilakukan untuk menjaga negosiasi terkait uang tebusan yang diminta. Namun, Chief Office Brahma 12 itu bersama sembilan rekannya sempat stres menghadapi ancaman diiris lehernya oleh kelompok Abu Sayyaf. "Mereka memang begitu," ujarnya. Soal pembebasan apakah karena tuntutan tebusan kelompok penyandera dipebuhi, dia mengaku tidak tahu.



Menlu Retno LP Marsudi mengatakan, "Pembebasan ini sepenuhnya dipimpin pemerintah Indonesia dan bekerja sama dengan banyak pihak, termasuk Filipina." Pemerintah memulai upaya penyelamatan sepenuhnya pada 28 Maret 2016. Pada 1 April 2016, dia diutus Presiden Jokowi berkunjung ke Filipina dan bertemu langsung Presiden Filipina beserta jajarannya untuk membahas serta menguatkan jejaring komunikasi dengan banyak pihak.



Di dalam negeri, koordinasi juga dilakukan dengan berbagai unsur. Tawaran membantu pembebasan para WNI datang dari berbagai pihak. "Semua tawaran kita tanggapi dengan baik karena kita yakin hal tersebut dapat memberikan kontribusi terhadap upaya pembebasan," ujar Menlu Retno.



Strategi yang diterapkan pemerintah dalam upaya pembebasan para WNI adalah diplomasi total yang dipimpin pemerintah, namun melibatkan semua unsur anak bangsa, termasuk perusahaan yang menaungi ke sepuluh ABK itu. "Kita bikin satu tim untuk mengatasi ini," ujar Komisaris PT Patria Maritime Lines Loudy Irwanto Ellias.



Loudy mengatakan selama 10 ABK disandera, perusahaan terus menghubungi kelompok Abu Sayyaf untuk memastikan keadaan mereka. "Kita bisa menghubungi mereka satu atau dua kali dalam sehari. Mereka cukup baik," tutur Loudy. Ia mengatakan, pihak perusahaan selalu menanyakan keselamatan ke-10 ABK dan kelompok Abu Sayyaf selalu memberi kesempatan pihak perusahaan berbicara dengan ke-10 ABK. Hingga akhirnya mereka dibebaskan


Reportase : Yudha | Ulya | Arif | Tari
Editor : Admin[/quote]

Nih berita lengkapnya
emoticon-Mewek
Quote:TIDUR beralaskan tanah dan beratap langit

bokernya dimana tuh ..... emoticon-Takut