alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57280d629a0951331e8b4573/puja-puji-saefullah-dibalas-sindiran-pedas-ahok
Puja puji Saefullah dibalas sindiran pedas Ahok
Puja puji Saefullah dibalas sindiran pedas Ahok

Merdeka.com - Mundurnya Rustam Effendi dari wali kota Jakarta Utara memunculkan kabar miring di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Disebut-sebut, banyak PNS akan mengikuti jejak Rustam karena tak nyaman dengan gaya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Sifat Ahok, sapaan Basuki, yang suka menuding bawahan di depan umum dikabarkan menjadi salah satu alasan. Namun hal itu diluruskan Sekda DKI, Saefullah.

Dia membantah kabar PNS DKI bakal mundur berjemaah mengikuti jejak Rustam. Sepengetahuannya, sejumlah berkas yang masuk ke meja Ahok adalah laporan PNS yang dikenakan sanksi karena sejumlah pelanggaran.

"Itu bukan surat pemberhentian, tapi ada yang melanggar. Kalau mengundurkan diri enggak tiap hari. Melanggar, misalnya enggak masuk berturut-turut 45 hari. Ada itu, ya dijadikan staf lagi," kata Saefullah.

Sebagai PNS yang paling sering bersinggungan dengan Ahok, Saefullah mengaku tak punya masalah dengan gaya kerja mantan bupati Belitung Timur itu. Meskipun, dia sempat mengeluhkan gaya kerja cepat Ahok yang kadang sedikit membuat kesulitan.

"Kalau saya dengan siapapun oke-oke saja, karena enggak ada kepentingan, dengan siapapun saya merasa cocok," ucapnya sesumbar.

Menurutnya, selama kebijakan Ahok itu positif bagi warga Jakarta dia akan terus mengikutinya.

"Jadi kalau soal penyesuaian, bawahan lah yang harus menyesuaikan diri dengan pimpinan. Bukan pimpinan yang harus menyesuaikan dengan bawahan," pungkasnya.

Sehari setelah itu, puja puji Saefullah malah ditanggapi Ahok dengan berbagai sindiran.

Ahok malah menduga Saefullah yang membocorkan rencana pemecatan Rustam hingga akhirnya memilih mengundurkan diri.

"Saya kira Pak Rustam, saya enggak tahu nih Pak Sekda bocorin atau enggak, Sekda BBM sama saya, ini Pak Rustam ini kalau tidak cocok mungkin diberhentikan," jelasnya.

"Saya bilang enggak, kerjanya masih oke kok. Di rapim masih oke. Biarin saja saya bilang. Senam pagi tuh. Rustam kan belum ngajuin surat. Lalu Sekda laporin, 'bapak enggak mau berhentiin?' Tunggu tes saja saya bilang. Kalau tes semua, camat naik semua, kalau ada yang lebih baik dari Rustam kita ganti. Kalau enggak ada yang lebih baik dari dia, ya jangan ganti. Pakai saja dia dulu," beber dia.

Selang beberapa saat setelah pembicaraan itu, Rustam langsung masukkan surat pengunduran diri.

"Dalam hati saya bilang, Sekda bocorin kali ini saya mau ganti. Dia enggak mau bersaing saja. Terus orang bilang sudah ganti saja semua, saya enggak (ganti) tuh," katanya.

Tak sampai di situ, Ahok juga mengungkit ulah Saefullah, dan sejumlah pejabat DKI saat Pilgub 2012 lalu. Ahok menceritakan, saat itu sejumlah pejabat DKI membuat grup whatsapp yang isinya menjelekkan pasangan Jokowi-Ahok.

"Di grup, waktu kampanye, kamu ngeri bacanya. Ikut kampanye supaya jangan pilih Jokowi-Ahok sama teman-temannya. Ada Whatsapp-nya semua saya tahu kok. Kamu kira Oloan enggak jelek-jelekin aku setengah mati? Kamu kira Saefullah enggak jelek-jelekin kita? Haduh, kita punya semua kok waktu kita ada pencalonan," kata Ahok saat ditemui di rumah di kawasan Pluit, Jakarta, Minggu (1/5).

Ahok mengklaim, meski ulah Saefullah tak terpuji, dia tetap memberikan posisi Sekretaris Daerah. Bahkan dia mempercayakan Saefullah memegang Rp 100 juta setiap bulan untuk dipakai sebagai sumbangan dari Ahok bila ada warga hajatan.

"Tapi saya bilang juga, mau dipakai untuk membangun kampanye gubernur juga boleh kok pak. Betul kok. Enggak lama muncul website Bang Ipul. Saya tahu kok dia ke mana ngomong apa, saya tahu semua," jelasnya.

Saefullah memilih tak berpolemik.

Dia menanggapi bijak segala tudingan Ahok hingga mengungkit kejadian di Pilgub DKI 2012 lalu.

Saefullah mengaku tidak mengetahui bahwa pasangannya saat memimpin Jakarta Pusat itu akan mundur.

"Begini, saya enggak tahu Rustam mau mundur. Dia enggak lapor saya. Dia bawa surat pengunduran dirinya ke Gubernur dianter sama BKD," katanya di Lapangan IRTI Monas, Jakarta, Senin (2/5).

Dia menceritakan alasan Rustam enggan menemuinya. Salah satunya karena Rustam menghindari diceramahi oleh Sekda. Kalau ketemu Saefullah maka ada kemungkinan Rustam justru mengurungkan niatnya mundur.

"Pulang dari Gubernur baru ke saya. Kenapa pak rustam ke Gubernur dulu? Tanya saya. Kalau saya lapor ke bapak, nanti dinasehatin sama bapak. Nanti kagak jadi mundur. Kayak gitu dia bilang ke saya," tutur mantan Wali Kota Jakarta Pusat ini.

Dia juga menegaskan dana operasional sebesar Rp 100 juta per bulan dari Ahok. Kebijakan penggunaan anggaran tersebut sepenuhnya berada di tangan Saefullah.

"Itu kan kebijakan Gubernur, Sekda dikasih operasional Rp 100 juta, baru berjalan sekitar satu tahun. Anggaran dari operasional Gubernur. Penggunaannya tergantung saya, buat kondangan terserah saya, sumbang tempat sumbangan," beber dia.

Namun dia membantah jika uang itu digunakan untuk kampanye, seperti yang dituduhkan Ahok. Menurutnya, kampanye hanya dapat dilakukan oleh seseorang yang sudah memastikan diri akan mencalonkan sebagai Gubernur atau Wakil Gubernur.

"Kalau kampanye saya bantah. Saya enggak pernah mengkampanyekan diri saya. Saya jalankan, kalau Sekda diundang mewakili Gubernur, saya menghadiri acara apapun saya akan sambutan, salah satunya program pemerintah Pemprov DKI," pungkasnya.

http://m.merdeka.com/jakarta/puja-pu...edas-ahok.html

Spoiler for Buka disini:
hajar hok.. :nyantai
Saefullah mah bisa main cantik.. liat aja preketeknya digoyang dr dulu adem ayem aja orgnya.. ga kaya undur2 mewekers di medsos..
Bijak,
mulusnyaaa hmmmm...ane tambahin dikit y gan...

Puja puji Saefullah dibalas sindiran pedas Ahok
yang diperlukan ahok sebenarnya para penjilat, bukan orang yang cerdas dan berkontribusi nyata

jadilah penjilat yang paling mantaf, niscaya hidupmu berhasil.

dikasarin dikit nga apa apalah, toh harga diri sudah ditukar dengan harga sembako


--------------------------

tak gue jadi mikir kayaknya komentar gue paling mantab sendiri yahh emoticon-Big Grin, beda sama anjing anjing penjilat yg selalu menjulurkan lidah ke para tuanya ... ngoahahahaha

leh uga ntap ntip ntuuup


ahhh betapa enaknya hidup ini jika punya otak sendiri
Mulai tuduh sana sini lagi
Main aman nih keknya si saeful emoticon-Big Grin
Ati2x hok ntra di hap emoticon-Ngacir
Kapan nih perang abis ya...sampe thn depan
Istilah yg keras cocoknya dipasangin ama yg lembut ada benernya juga
Puja puji Saefullah dibalas sindiran pedas Ahok

ini istrinya saefullah ?

emoticon-Wowcantiks:
Quote:Original Posted By bolehkritikan
yang diperlukan ahok sebenarnya para penjilat, bukan orang yang cerdas dan berkontribusi nyata

jadilah penjilat yang paling mantaf, niscaya hidupmu berhasil.

dikasarin dikit nga apa apalah, toh harga diri sudah ditukar dengan harga sembako


--------------------------

tak gue jadi mikir kayaknya komentar gue paling mantab sendiri yahh emoticon-Big Grin, beda sama anjing anjing penjilat yg selalu menjulurkan lidah ke para tuanya ... ngoahahahaha

leh uga ntap ntip ntuuup


ahhh betapa enaknya hidup ini jika punya otak sendiri



ngomong Apaan sih gaaaan gan?? kok bisa sampe sebegitu nya ya Ente. klo Ente nuduh orang yg apresiasi kinerja ahok, penjilat, terus Ente apa?? wajar kok, kita yg hidup d jkt bener2 merasakan perubahannya. Ente tinggal dimane?
ati2 musuh dalam selimut

HAP
Quote:
Rabu, 27 April 2016 - 13:50 wib
Lawan Warga Bidara Cina, Ahok Keok di PTUN

Puja puji Saefullah dibalas sindiran pedas Ahok
Syamsul Anwar Khoemaeni
Jurnalis

JAKARTA - Warga Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara akhirnya bisa bernapas lega. Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta Timur, mengabulkan seluruh gugatan warga terkait lokasi sodetan Kali Ciliwung. (Baca juga: Warga Bidara Cina Gugat Jokowi ke Pengadilan)

Panitera pengganti PTUN, Eni Nuraeni, membenarkan kemenangan warga Bidara Cina tersebut. "Ya pada sidang kemarin, hasil amar putusannya majelis hakim mengabulkan seluruh gugatan warga Bidara Cina," ujar Eni kepada awak media di PTUN, Rabu (27/4/2016).

Adapun sejumlah pertimbangan majelis hakim dalam amar putusan tersebut antara lain, pihak tergugat, Pemprov DKI Jakarta tidak hadir saat persidangan. Meski demikian, berkas salinan putusan tersebut belum bisa dipublikasikan.

"Ya itu (tergugat tidak hadir) salah satu poin pertimbangannya. Salinan belum bisa dipublikasikan," ujar dia.

Eni menyebut, berkas putusan itu belum ditandatangani oleh majelis hakim. "Karena belum ditandatangani oleh Majelis Hakim," tuturnya.

Seperti diketahui, warga Bidara Cina mengajukan gugatan dengan nomor 59/G/2016/PTUN-JKT. Gugatan tersebut terkait dengan penetapan lokasi sodetan Kali Ciliwung yang berubah tanpa sepengetahuan warga.
(sus)

http://news.okezone.com/read/2016/04...k-keok-di-ptun

Quote:Original Posted By reyh12x
mulusnyaaa hmmmm...ane tambahin dikit y gan...

Puja puji Saefullah dibalas sindiran pedas Ahok


Yg ini PM no hp nya gan emoticon-Ngacir
wew ternyata ada mulus lagi di akhir berita emoticon-Genits
layak dapat pujian emoticon-Big Grin
pejabat lawas mana ada yang bener sih, semua warisan gubernur sebelum jokowi. agak2 heran juga gue sama pejabat2 pemprov. udah ikutin maunya si ahok gue jamin bakalan dibawa trus sama dia kalo dah dipercaya. susah bener diajak bener.
gagal pokus ane, buyar semua isi berita jadi lupa... emoticon-Hammer2
Quote:

KPK Didesak Segera Tindaklanjuti Hasil Audit Temuan BPK

Selasa,3.5.2016

Puluhan massa dari Laskar Kampung Luar Batang saat berdemo di depan gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/5). Mereka meminta KPK mengusut hasil audit temuan BPK yang menyeret AHOK. Foto: Ricardo/JPNN.com

Spoiler for Photo 1 of 5:


Spoiler for Photo 2 of 5:


Spoiler for Photo 3 of 5:


Spoiler for Photo 4 of 5:


Spoiler for Photo 5 of 5:


sumber: http://www.jpnn.com/?mib=galeri&kd_f...953#ad-image-0
lanjutin hok .... emoticon-Cool ....
kecapean mereka emoticon-Big Grin
Puja puji Saefullah dibalas sindiran pedas Ahok