alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5727dc6a12e257bd5e8b456f/masih-kuatkah-pengaruh-keluarga-cendana-di-golkar
Masih kuatkah pengaruh keluarga Cendana di Golkar?
Masih kuatkah pengaruh keluarga Cendana di Golkar?
Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis, 10 September 2009. Tommy menjelaskan tentang kesiapan dirinya untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional Partai Golkar yang akan dilaksanakan di Riau Oktober mendatang.
Sepuluh orang kader Golkar bakal memperebutkan posisi Beringin 1. Disebut-sebut salah satu bakal calon itu adalah Hutoma Mandala Putra alias Tommy Soeharto -putra bungsu mantan Presiden Soeharto.

Sedangkan sembilan nama lainnya yakni Ade Komarudin (Ketua DPR), Priyo Budi Santoso (mantan Wakil Ketua DPR), Azis Syamsuddin (anggota DPR), Airlangga Hartanto (anggota DPR), Mahyudin, Syahrul Yasin Limpo (Gubernur Sulsel), Setya Novanto (mantan Ketua DPR), dan Indra Bambang Utoyo, Wati Amir.

Ketua Steering Committe Nurdin Halid mengakui pihaknya mengundak kubu Tommy hadir dalam acara sosialiasi bakal calon di DPP Partai Golkar, Senin (2/5/2016).

Kesepuluh orang itu bakal bertarung dalam Munaslub yang dilaksanakan pada 23 hingga 25 Mei mendatang di Bali.

"Pak Tommy Soeharto diundang, karena beliau ada utusan ikut serta, jadi diundang. Ada utusan yang datang minta untuk diundang pada hari ini," kata Nurdin seperti dilansir Merdeka.com.

Usaha Partai Golkar untuk menarik-narik kembali trah dan pengaruh Cendana (keturunan Soeharto) memang bukan barang baru. Tommy ikut bertarung di partai berlambang beringin ini bukan baru kali ini saja. Pada 2009 lalu, ia juga pernah mencoba peruntungan bertarung. Namun ia gagal. Dalam Munas Golkar di Riau itu, Aburizal Bakrie keluar sebagai pemenang.

Pada 2014, Golkar kembali membuka pintu buat keluarga Cendana. Kali ini giliran Siti Hediati Harijadi alias Mbak Titiek yang kembali aktif. Meski tidak ikut memperebutkan posisi ketua umum Golkar, namun masuknya Titiek lumayan dielu-elukan. Pada kepengurusan Munas 2014 itu, Titiek didapuk menjabat salah satu Wakil Ketua Umum.

Dalam perjalanan, Partai Golkar pimpinan Aburizal tak begitu mulus. Hasil Munas Bali ini pecah. Kubu Ical dan kubu Agung Laksono. Konflik berlarut-larut yang melanda dua kubu ini, menurut Titiek, membuat Tommy geram.

"Tentu saja marah, ini kan partai kita semua. Partai besar, tapi kok diacak-acak," kata Titiek.

Titiek menuturkan, keluarganya sempat mengundang Aburizal Bakrie sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar untuk membicarakan konflik internal di partainya. Selain Titiek, pertemuan juga dihadiri Tommy, Aburizal, Akbar Tandjung dan Ketua Fraksi Golkar di DPR, Ade Komarudin.

"Kami undang untuk mengetahui apa yang terjadi di Golkar apa yang bisa kita sinergikan untuk menyelesaikan itu semua," ujarnya.

Peluang itu ditangkap salah satu calon, Ade Komarudin. Pada Kamis (28/4/2016) malam, Ade bertandang ke kediaman Tommy di Cendana. Dalam pertemuan itu, menurut tim sukses Ade, Bambang Soesetyo, keduanya sepakat mengembalikan Partai Golkar kepada jatidiri dan rohnya sebagai partai kekaryaan.

Selain itu, kata Bambang, keduanya juga sepakat menjadikan Partai Golkar sebagai partai yang jauh dari praktik-praktik premanisme dan materialistik dalam kepengelolaannya. "Tommy berharap bahwa Munaslub nanti menjadi ajang regenerasi dan pembaharuan untuk membangkitkan ideologi kekaryaan seluruh kadernya," kata dia.


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...dana-di-golkar

---

bagus juga klo mau nurunin popularitas... :nyantai