alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57276c47e05227787d8b456e/djarot-terkejut-kemiskinan-di-jakarta-meningkat
Djarot Terkejut Kemiskinan di Jakarta Meningkat
Quote:Djarot Terkejut Kemiskinan di Jakarta Meningkat

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengaku terkejut dengan angka ketimpangan ekonomi warga di Jakarta meningkat. Angka ketimpangan ekonomi di Ibu Kota pada tahun 2015 sebesar 0,46 lebih besar 0,03 dibanding tahun 2014 yang hanya sebesar 0,43.

"Ha? Udah segitu? Saya pikir masih 0,3-an," kata Djarot di rumah dinas Wakil Gubernur DKI Jakarta di Jalan Besakih, Mega Kuningan Barat Blok E 3 No. 17, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setia Budi, Jakarta Selatan, Senin (2/5/2016).

Mantan Wali Kota Blitar ini mengaku, informasi yang diterimanya dari Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta‎, Syech Suhaimi saat‎ melakukan kunjungan sensus ekonomi ke rumah dinasnya.

Oleh karenya, dirinya pun berencana melakukan evaluasi terhadap besarnya nilai ketimpangan bagi warga DKI tersebut.‎

"Memang di Ibu Kota ini masalah utamanya ketimpangan.‎ Harus ada jalan keluarnya," pungkasnya.

(wal)
http://news.okezone.com/read/2016/05...arta-meningkat


gmn nih hok??:nyantai
mgkn nambah dr pindahan daerah laen
Ga mungkin lah, sejak jaman pak ahok ketimpangan dan kemiskinan di jakarta berhasil diberantas

Diberantas dengan bulldozer

emoticon-Cool
Tapi bukan tersentak khan kaya aher...ngoahahaha
Di 2015 ya wajar aja bakal naek. Di tahun itu kan byk PHK gara2 dollar naek diikutin harga sembako jg naek. Ekonomi lesu. Jd wajar aja. emoticon-Big Grin
Wagub yang mau Cagub kog gampang kaget.
masa baru tau pak?? kata siapa ekonomi membaik???
jangan cuma terkejut doang dong
sampean yg jadi wagub ............... ngapain aja sih kerjanya emoticon-Cape d...
Iya betul, semakin banyak yang miskin dijakarta. karena para PNS yang korup dijakartaa sudah takut untk korupsi lagi, takut dipecat Ahok emoticon-Wkwkwk
emoticon-Ngakak

maen belakang.

gak sadar lagi kritik diri sendiri.

kerjalu ngapain roooot.
banyak yang ngaku miskin kali emoticon-Hammer (S)
Terkejutnya sebentar aja pak. Lanjut aksinya dong


emoticon-Leh Uga emoticon-Leh Uga
Quote:Original Posted By ketua.tim.hore
Di 2015 ya wajar aja bakal naek. Di tahun itu kan byk PHK gara2 dollar naek diikutin harga sembako jg naek. Ekonomi lesu. Jd wajar aja. emoticon-Big Grin


ngawur lu
2015 itu ekonomi indonesia meroket
meroket
meroket

kalau ga percaya ya sudah
Walah ... Baru tau pak ???

Selama ini ngapain aja pak ... ???


emoticon-Gila
ente 2 th jd wagub ngaps aja kok kaget ?
anggap aja prestasi...peningkatan intinya
Quote:Original Posted By ketua.tim.hore
Di 2015 ya wajar aja bakal naek. Di tahun itu kan byk PHK gara2 dollar naek diikutin harga sembako jg naek. Ekonomi lesu. Jd wajar aja. emoticon-Big Grin


Ngeles ente taik.

Secara nasional ketimpangan justru turun. GOBLOG ente.
makanya kl kagak punya skill ama kmampuan mnding diem aja dikampung jgn ke jkrta..bkin susah pmerintah aja
Quote:Original Posted By victim.o.gip99
Ngeles ente taik.

Secara nasional ketimpangan justru turun. GOBLOG ente.



ketimpangan turun? ada data? atau cuman asumshit
Quote:
Di Era Jokowi, Kesenjangan Ekonomi Malah Naik

Oleh : M fadil djailani | Senin, 18 April 2016 | 14:36 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Perekonomian Indonesia yang diklaim membaik, ternyata belum mampu menggerus ketimpangan ekonomi kelompok kaya dan miskin. Buktinya, angka Gini ratio per September 2015 naik.

Tak sedang bercanda, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryami mengemukan tingginya Gini rasio pada September 2015. "Pada September 2015, Gini ratio Indonesia mencapai 0,4. Ini masuk kategori tinggi," kata Suryamin di Kantor BPS, Jakarta, Senin (18/04/2016).

Tentu saja, pernyataan bos BPS ini, cukup mengejutkan. Selama ini, tim ekonomi di Kabinet Kerja yang dibentuk Presiden Jokowi, menyebut perekonomian Indonesia cukup bagus. Bahkan disebut-sebut pertumbuhannya lumayan tinggi di banding negara lain.

Tapi, nyatanya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi itu, kalau benar, malah menciptakan jurang sosial ekonomi antar si kaya dan si miskin, melebar.

Masih menurut Suryamin, meski Gini sasio per September 2015 tergolong tinggi, kondisinya lebih baik dibanding Maret 2015 yang mencapai 0,42. "Ada perbaikan kalau dibandingkan bulan Maret 2015 yang mencapai 0,41," ungkapnya.

Kata pria asal Garut, Jawa Barat ini, terdapat 6 indikator perbaikan yang mempengaruhi perbaikan Gini ratio. Yakni, perbaikan upah buruh pertanian, kenaikan upah buruh bangunan, peningkatan jumlah pekerja bebas, kenaikan pengeluaran kelompok penduduk bawah, kenaikan pengeluaran, dan kenaikan presentase penduduk di perkotaan.

Sedangkan dari sisi pendapatan, kata Suryamin, masyarakat Indonesia terbagi atas 3 kelas. Kelas atas, prosinya hanya 20%. Sementara kelas menengah dan bawah, masing-masing 40%.

Pada September 2015, papar Suryamin, masyarakat berpenghasilan bawah yang berjumlah 40% itu, mendapat berkah dari pertumbuhan ekonomi sebesar 17,45%. Sementara untuk kelas menengah 34,70%, dan kelas tinggi 47,84%.

Sekedar informasi, untuk mengukur kesenjangan ekonomi yang terjadi di masyarakat, BPS menggunakan indikator Gini ratio dan distribusi, menurut World Bank

Di mana, koefisien Gini rasio didasarkan pada kurva lorenz, sebuah kurva pengeluaran kumulatif yang membandingkan antara distribusi dari nilai pengeluaran konsumsi dengan distribusi uniform (seragam) yang memakili persentase kumulatif. [ipe]

http://ekonomi.inilah.com/read/detai...omi-malah-naik
Quote:Original Posted By victim.of.jeep



ketimpangan turun? ada data? atau cuman asumshit


Membaca saja ente nggak lurus.

========
Masih menurut Suryamin, meski Gini sasio per September 2015 tergolong tinggi, kondisinya lebih baik dibanding Maret 2015 yang mencapai 0,42. "Ada perbaikan kalau dibandingkan bulan Maret 2015 yang mencapai 0,41," ungkapnya.
========
Itu dari link yang ente bawa.

emoticon-Cape d...
×