alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57272ca21a9975f6578b456b/hadapi-abu-sayyaf-kerja-sama-ri-filipina-harus-ditingkatkan
Hadapi Abu Sayyaf, Kerja Sama RI-Filipina Harus Ditingkatkan
Hadapi Abu Sayyaf, Kerja Sama RI-Filipina Harus Ditingkatkan

Metrotvnew.com, Jakarta: Menjaga keamanan di wilayah laut Filipina selatan dinilai tidak cukup hanya oleh Filipina. Indonesia, bahkan negara-negara ASEAN, dirasa perlu terlibat karena wilayah itu rawan kejahatan.


Kepulauan di selatan Filipina seperti Jolo, Basilan, dan Mindanao, merupakan basis kelompok separatis Abu Sayyaf. Kelompok ini diduga mengebom, membunuh, menculik, memeras dan menyandera.


Akhir Maret, Abu Sayyaf menyendera 10 warga Indonesia awak Kapal Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12 yang berlayar dari Kalimantan Selatan tujuan Filipina. Ke-10 korban dibebaskan Minggu 1 Mei.


Pertengahan April, Abu Sayyaf membajak kapal tunda TB Henry dan kapal tongkang Cristi di perairan perbatasan Malaysia dan Filipina. Empat anak buah kapal diculik pembajak, seorang ditembak, dan lima selamat.


Hadapi Abu Sayyaf, Kerja Sama RI-Filipina Harus Ditingkatkan


Pengamat hubungan internasional Aleksius Jemadu menilai kerja sama pertahanan Indonesia dan Filipina selama ini masih kurang dalam menjaga keamanan di wilayah laut Filipina selatan. Padahal, wilayah itu sarat aktivitas ekonomi, termasuk oleh warga Indonesia.


Dia berharap Pemerintah Indonesia memikirkan masalah ini agar pembajakan yang berujung penyanderaan tidak terulang. "Ini tidak bisa ditangani sendiri-sendiri. Butuh kerja sama di tingkat lebih tinggi, bila perlu di tingkat ASEAN, karena ini menyangkut aktivitas ekonomi semua warga negara," kata Aleksius, Senin (2/5/2016).


Menurut Guru Besar Bidang Politik Internasional Universitas Katolik Parahyangan itu, RI-Filipina bisa membuat kesepatan dan tindakan bersama yang terlembaga. "Sehingga ada pesan ke penculik bahwa mereka tidak mudah menculik," tegas Aleksius.


Anggota Komisi I DPR dari Fraksi Partai NasDem Supiadin juga mendorong peningkatan kerja sama militer RI-Filipina. Bentuknya bisa seperti latihan bersama penanggulangan terorisme di laut.

 

"Melihat pengalaman penyanderaan berulang-ulang, saya pikir Menteri Pertahanan (Ryamizard Ryacudu) dan Panglima TNI (Jenderal Gatot Nurmantyo) perlu menindaklajuti kerja sama pertahanan yang sudah ada. Lalu, bagaimana pengamanan bersama di laut seperti di Selat Malaka," kata dia.


Hadapi Abu Sayyaf, Kerja Sama RI-Filipina Harus Ditingkatkan

Presiden Joko Widodo memberikan keterangan terkait WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu 1 Mei 2016. Antara Foto/Setpres/Rusman



Pengamat intelijen Ridwan Habib menggambarkan kekuatan kelompok separatis Abu Sayyaf. Ia mengatakan afiliasi politik Abu Sayyaf terbagi-bagi. Yang paling besar adalah faksi Isnilon Hapilon karena sudah berbaiat dengan ISIS.


Ridwan mengatakan, Isnilon berbaiat ke ISIS agar semakin ditakuti. Sedangkan faksi lain seperti Tawing Umair, wilayah operasi dan visi politiknya masih lokal.


Menurut Ridwan, menculik adalah sumbu penghidupan Abu Sayyaf. Mereka akan meminta tebusan sebagai syarat membebaskan sandera. Uang tebusan mereka gunakan untuk menghidupi keluarga.


Perekonomian Abu Sayyaf juga ditopang home industri senjata. Mereka bisa membarter senjata dengan bahan pokok atau tembakau. Menurut Ridwan, kelompok Abu Sayyaf menyukai tembakau dari tanah Sulawesi.


Meski terbagi dalam beberapa faksi, kelompok Abu Sayyaf masih tetap diperhitungkan. "Abu Sayyaf bagian  dari teroris internasional yang diawasi termasuk oleh Amerika Serikat," ujar Ridwan.


BBC Indonesia melansir Pemerintah Amerika Serikat menawarkan hadiah sebesar USD5 juta bagi informasi yang berujung pada penangkapan Hapilon.


Hadapi Abu Sayyaf, Kerja Sama RI-Filipina Harus Ditingkatkan

WNI yang sempat disandera kelompok militan Abu Sayyaf di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu 1 Mei 2016. Antara Foto/M. Agung Rajasa


Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Brigjen TNI Edi Sucipto mengatakan, pengamanan di wilayah barat dan timur laut Indonesia rutin dilakukan seperti siaga operasi pengamanan alur laut. Namun, ia tidak menampik perlu kerja sama dengan negara lain dalam menangani kejahatan antarnegara.


"Kalau kita bicara transnasional crime sekarang, agak sulit diselesaikan oleh suatu negara. Jadi, memang perlu dibangun kerja sama untuk menghindari masalah transnasional crime," ujar dia.


Abu Sayyaf merupakan pecahan dari kelompok separatis Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) pada 1991. Kelompok ini berperang dengan militer Filipina untuk mewujudkan Mindanao merdeka dan sebagai negara Islam.


Dilansir BBC Indonesia, sejak terpecah dari MNLF, Abu Sayyaf menculik ratusan orang. Mereka tidak segan membunuh sandera terutama yang tidak memenuhi tuntutan tebusan.


Quote:PT Brahma: Tidak Ada Penyerahan Uang Tebusan https://t.co/FdfVd8LwuI pic.twitter.com/mMYqtLaimK
— METRO TV (@Metro_TV) 2 Mei 2016




Juli 2009, Abu Sayyaf menyandera staf Palang Merah Internasional dari Italia, Eugenio Vagni, selama enam bulan. Vagni dilepas di Jolo, setelah ditebus USD10.000 atau sekitar Rp130 juta.


November 2015, Abu Sayyaf memenggal Bernard Ghen Ted Fen, seorang turis asal Malaysia, karena keluarga gagal memenuhi tebusan 40 juta peso atau sekitar Rp12 miliar.


Seorang warga Kanada John Ridsdel ditemukan tewas pada Senin 25 April. Potongan kepala pria berusia 68 tahun itu ditemukan dalam sebuah kantong plastik.


Kepolisian Nasional Filipina dan Angkatan Bersenjata Filipina menunjuk Abus Sayyaf sebagai pembunuh Ridsdel. Ridsdel ditangkap Abu Sayyaf bersama dengan tiga orang pada September 2015 saat berlibur di Pulau Samal di Davao del Norte.


Kelompok Abu Sayyaf mengancam memenggal salah satu sandera jika tidak menyerahkan uang tebusan sebesar 300 juta Peso hingga pukul 03.00 sore waktu setempat, Senin 25 April. Potongan kepala Ridsdel ditemukan di pulau terpencil lima jam usai batas waktu pembayaran tebusan.


Hadapi Abu Sayyaf, Kerja Sama RI-Filipina Harus Ditingkatkan

AFP/Gal Roma

Sumber : http://news.metrotvnews.com/read/201...s-ditingkatkan

---

Kumpulan Berita Terkait WNI DISANDERA ABU SAYYAF :

- Hadapi Abu Sayyaf, Kerja Sama RI-Filipina Harus Ditingkatkan Hadapi Abu Sayyaf, Kerja Sama RI-Filipina Harus Ditingkatkan

- Hadapi Abu Sayyaf, Kerja Sama RI-Filipina Harus Ditingkatkan Pemerintah Rapatkan Barisan Bebaskan Empat WNI

- Hadapi Abu Sayyaf, Kerja Sama RI-Filipina Harus Ditingkatkan Ansyaad Mbai: Tebusan Dimungkinkan, tapi Bukan dari Negara

mutlak