alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57271e942e04c823228b457c/kisah-pembebasan-10-sandera-kelompok-abu-sayyaf
Kisah pembebasan 10 sandera kelompok Abu Sayyaf
Kisah pembebasan 10 sandera kelompok Abu Sayyaf
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (keempat kanan) didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kedua kanan) menerima kedatangan sejumlah anak buah kapal (ABK) berwarganegaraan Indonesia saat tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (1/5). Sepuluh ABK Indonesia? yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf telah berhasil bebas dan tiba di Indonesia.
Sepuluh warga Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf akhirnya dibebaskan di Pantai Parang, Sulu, Mindano Selatan, Filipina, Minggu (1/5/2016).

Presiden Joko Widodo pun menyampaikan rasa syukurnya atas pembebasan itu. Pemerintah, kata Jokowi masih bekerja keras untuk pembebasan 4 warga Indonesia yang masih disandera.

Presiden Jokowi menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak, seluruh anak bangsa yang telah membantu proses upaya pembebasan ini, baik yang formal maupun yang informal.

Menurut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pembebasan ini merupakan upaya diplomasi total. "Ini merupakan diplomasi total bukan hanya fokus G to G tetapi melibatkan jaringan informal yang pernah kita sampaikan semua komunikasi semua jaringan kita buka semua opsi kita buka dengan tujuan mengupayakan keselamatan WNI kita," kata Retno seperti dilansir BBC Indonesia.

Salah satu negosiator, Mayjen (purn) Kivlan Zen menuturkan, pembebasan murni dilakukan dengan negosiasi. "Tidak ada pembayaran tebusan," ujarnya dikutip detikcom. Sebelumnya, penyandera meminta uang tebusa sebesar 50 juta peso atau sekitar Rp14,2 miliar.

Menurut Deputi Chairman Media Group Rerie L Moerdijat, pembebasan WNI itu berkat kerja tim kemanusiaan Surya Paloh. Tim yang dimaksud, demikian Metrotvnews.commenulis, merupakan gabungan jaringan pendidikan Yayasan Sukma (Sekolah Sukma Bangsa di Aceh) di bawah Ahmad Baidowi dan Samsul Rizall Panggabean, kelompok Media Group, Partai Nasdem di bawah Ketua Fraksi Partai Nasdem di DPR Victor B Laiskodat, serta anggota DPR Fraksi Partai Nasdem Mayjen (Purn) Supiadin.

Menurut Rerie, proses pembebasan dilakukan tim kemanusiaan Surya Paloh dilakukan sejak 4 April 2016. Tim inilah yang melakukan negosiasi ke kelompok Abu Sayyaf. Menurut Rerie, proses pembebasan berlangsung sangat dinamis serta lancar, karena Yayasan Sukma telah bekerja sama dalam bidang pendidikan dengan Pemerintah Otonomi Moro Selatan.
Kisah pembebasan 10 sandera kelompok Abu Sayyaf
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menlu Retno Marsudi (kedua kanan), Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kanan) dan Mensesneg Pratikno (kiri) memberikan keterangan pers terkait WNI yang disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/5). Sepuluh WNI anak buah kapal (ABK) yang disandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina telah dibebaskan pada Minggu (1/5) dan dalam perjalanan kembali ke tanah air.
Desi Fitriani, reporter Metro TV menuturkan, setelah diserahkan kepada Tim Kemanusiaan Surya Paloh di Pantai Parang, sandera dibawa ke rumah gubernur Sulu untuk proses verifikasi, makan, serta ramah tamah. Setelah itu, mereka langsung diterbangkan dari Sulu menuju Zamboanga menggunakan dua helikopter jenis UH 1 H.

Ke-10 sandera merupakan anak buah kapal (ABK) tunda Brahma 12 dan kapal tongkang Anand 12, yang dirompak di perairan Tawi-tawi, Filipina Selatan, saat berlayar dari Kalimantan Selatan dengan tujuan Filipina, pada akhir Maret. Tak hanya dirompak, kelompok yang sebagian besar mendiami pulau Jolo, Basian dan Mindanao Filipina itu juga menculik para awak kapal yang mengangkut 7.000 ton batubara itu.

Pemilik kapal baru mengetahui terjadi pembajakan pada 26 Maret 2016, saat menerima telepon dari seseorang yang mengaku dari kelompok Abu Sayyaf.

Menurut juru bicara Kemlu Arrmanatha, informasi adanya pembajakan ini diterima Kementerian Luar Negeri pada Senin (28/3/2016). "Berdasarkan info awal tersebut, Kemlu telah melakukan penelusuran dan komunikasi dengan pemilik kapal serta sejumlah pihak di Indonesia dan Filipina," kata Arramanatha seperti ditulis detikcom.

"Saat dibajak, kedua kapal dalam perjalanan dari Sungai Puting, Kalimantan Selatan, menuju Batangas, Filipina Selatan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, lewat pernyataan tertulisnya seperti dilansir BBC Indonesia.


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...pok-abu-sayyaf

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Kisah pembebasan 10 sandera kelompok Abu Sayyaf Minta uang tebusan, kelompok Abu Sayyaf beri tenggat 5 hari

- Kisah pembebasan 10 sandera kelompok Abu Sayyaf WNI sandera kelompok Abu Sayyaf bebas

- Kisah pembebasan 10 sandera kelompok Abu Sayyaf 13 berita menarik pekan ketiga November