alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57270b2a5c779837038b4572/a-sky-full-of-stars--part-3
Love 
A SKY FULL OF STARS ( PART 3)
Part 1
Part 2

Aku menyapa Lin sambil berjalan menghampirinya dan duduk di kursi disampingnya.”Kamu ini Lin,pulang enggak ngomong atau telfon dulu,jadinya gk bisa ketemu aku haha”celotehku dengan nada agak kecewa.”Lin tertawa kecil lalu memamandangku.”maaf,ken aku buru-buru tadi,soalnya orangtuaku kan takut aku nunggu lama sih,lagian kan akhirnya kamu bisa dating kesini kan? oo iya ini kenalkan,tante Ran..dia yang merawatku sejak kecil..tadi dia yang menjemputku dari rumah sakit,”.Aku memandang wanita yang duduk disebelah Lin,rambutnya memang sudah beruban dan timbul beberapa kerutan di wajahnya tapi dari penampilannya terlihat jelas bahwa dia juga termasuk orang yang berada,dengan perhiasan indah terpasang di tangannnya,pakaian yang ia kenakan juga bagus dan rapi,aku mengulurkan tangan mengajak berkenalan,”kenalkan saya Ken tante,teman Lin sewaktu sama-sama dirawat dirumah sakit.”iya nak..Lin sudah banyak cerita tentang kamu,cuma kami baru bisa jenguk Lin sekarang soalnya,aduh sibuk sekali sekeluarga,Kata Lin kamu ini sifatnya kayak almarhum ibunya dulu,suka banget liatin langit pake teleskop bareng sama tante,jadi Lin waktu lihat kamu pake teleskop di rumah sakit dia jadi keinget sama ibunya dulu” .mendengar kata-kata dari tante Ran,mulai membuatku mengerti,jadi itulah kenapa waktu dirumah sakit, saat aku sibuk dengan teleskopku Lin mencoba mengajak ku berbicara.rupanya kegiatanku itu mengingatkan dia tentang ibunya,dan baru kuketahui juga ternyata ibu Lin sudah lama meninggal.kulihat Lin hanya tersenyum,sambil sesekali memandang keluar jendela.Kenapa ketika aku melihat Lin,seakan aku telah menemukan sesuatu yang hilang dari dalam diriku.AH! hentikan tidak mungkin aku jatuh cinta padanya,tidak.kami hanya berteman dan lagipula dia sudah punya pacar.pikirku.”nak,Ken tadi sudah ketemu anak tante di depan? Namanya Van,temen Lin waktu masih kecil”suara tante Ran mengalihkan perhatianku pada Lin.”em..i..iya tante,sudah tadi sama mas Van udah ketemu,tadi mas Van juga yang ngasih alamat sini sama saya,jadi saya bisa sampai sini”.jawabku.Tak berapa lama kami bertiga larut dalam pembicaraan,mengobrol sana sini menceritakan pengalaman masing masing sambil sesekali bercanda dan tertawa bersama.Aku pun lupa untuk menanyakan hubungan Lin dengan pacarnya Van dan juga tentang kehidupan Lin yang dikelilingi kemewahan karena kami terlalu larut dalam perbincangan itu.”nak Ken,Lin,tante Ran ijin ke bawah dulu ya,mau telfon Van,soalnya tante masih ada acara,nanti balik lg setelah selesai telfon,bentar ya nak,”.tante Lin beranjak dari tempat duduknya.kami berdua menganguk dan mempersilahkan tante Ran.dan lanjut mengobrol.Kesempatan ini,ucapku dalam hati,akhirnya aku bisa mengobrol bersama Lin berdua sebentar.Aku memandang sekitar kamar Lin dan memulai mengeluarkan pertanyaan yang sedari tadi aku simpan “eh Lin,aku gak tau ternyata kamu udah punya pacar,si Van yang tadi siang,jawab telfon dariku dari ponselmu,kamu kok gak cerita,takutnya nanti aku malah dikira ganggu hubungan kamu sama Van lagi,”Tanya ku sambil mengernyikan dahi tanda penasaran.Lin tersenyum dan memandangku “maaf ya Ken,aku enggak cerita waktu itu,ya takutnya kalau aku cerita kamu jadi segan sama aku,kalau kamu tau aku udah punya pacar”.”ah elah..dikira aku pengen rebut kamu dari Van gitu?,terus kamu kira aku ngobrol sama kamu,terus jatuh cinta sama kamu?,pengen jadiin pacar gitu?,enggak lah emang aku cowok apaan? Haha..”celotehku sambil tertawa.”ih..ke GR-an kamu itu,tadi pas Van jawab telfon darimu pasti kaget kamu ya? Hehe..ngomong-ngomong thanks ya dah dikasih teleskop ini,dulu aku juga punya satu peninggalan dari ibuku,Cuma waktu itu teleskop ibuku itu terpaksa dijual buat modal usaha ayahku,tapi akhirnya membawa berkah sih,walau sebenarnya aku gak rela kalau teleskop itu harus dijual,ya tapi mau gimana lagi,waktu itu keadaan ekonomi sedang sulit sih”ucap Lin menceritakan teleskop peninggalan ibunya,sambil memandang teleskop pemberianku padanya.Aku senang mendengar perkataan dari Lin,kulihat jg teleskop yang kuberikan padanya diletak kan di dekat jendela,dalam hati aku senang,ternyata teleskop itu bisa memberikan senyuman bagi Lin.”eh Lin ternyata kamu anak roang kaya ya?,kaget juga aku pas datang kemari,lihat rumah megah besar begini,tapi dengan keadaan ekonomi kamu yang seperti ini,kok kamu waktu dirumah sakit tidak di tempatkan di ruangan VIP sih?,biasanya kan begitu kalau orang kaya di rumah sakit kan enggak mau kalau harus dirawat bareng bareng sama orang lain di satu ruangan?” tanya ku lagi dengan penasaran.Mendengar pertanyaanku, Lin terdiam,dan menunduk kemudian memandang jendela kamarnya”mungkin karena aku enggak ingin kesepian Ken,Ayahku selalu sibuk dengan pekerjaannya setelah ibuku meninggal.Sedangkan Van,ya walaupun dia sering menelfonku setiap hari,tapi dia sibuk juga dengan pekerjaannya sebagai usahawan muda,dia harus mengurusi perusahaan keluarga yang diwariskan padanya jadi dia jarang menjenguk ku dirumah sakit.Karena itulah aku lebih baik dirawat diruangan umum seperti yang lain saja,karena disana lebih banyak orang jadi gak kesepian lagi,malah akhirnya aku ketemu kamu kan jadinya? Itu membuatku lebih senang lagi.”jawabnya.
Baru kali ini aku lihat Lin seperti ini.ternyata dalam senyumnya yang selalu kulihat penuh dengan kegembiraan,dalam kehidupannya menyimpan cerita yang menyedihkan.Aku pun ikut terdiam,dalam hati aku merasa kasihan padanya.Lin memiliki segalanya tapi seakan ia tidak mempunyai apa apa.Berbeda dengan diriku,keluargaku selalu ada untukku ketika aku dalam kesusahan.Mereka selalu mendorongku,memberi nasehat,membuatku gembira dan melupakan semua kesedihan yang aku alami.Aku pun jadi ikut terdiam mendengar Lin menceritakan kehidupannya.Tidak disangka,air mata Lin mulai menetes membasahi pipinya.”eh..Lin udah enggak usah sedih begitu..kamu kan sekarang sudah sembuh dan lagipula kamu kan udah temenan sama aku kan sekarang?Ken si ahli bintang Jadi kamu engga akan kesepian lagi,nih tadi aku bawain bunga buat kamu,sebenarnya sih mau kukasih tadi pas dirumah sakit tp karena kamu duluan pulangnya ya jadi telat deh ngasihnya,nih selamat ya atas kesembuhanmu”.ucapku sambil mengambil bunga dari dalam tas ku.Tapi karena seikat bunga yang tadi kubeli sudah lama berada didalam tasku dan saat kutarik keluar,bunga-bunga itu sudah menjadi layu dan rusak,dan kelopak bunganya sudah rontok.Melihat itu sontak Lin tertawa terbahak-bahak lalu mencoba menahan tawa dengan menutup mulutnya dengan kedua tangan.”hahaha..hahaha..mhhahahaaff…!,bunganya bagus banget Ken,indah banget lho,makasih ya..hahahaha…mhahahahafffpfft..haha.”Aku tahu Lin sedang meledek ku,aku hanya tertunduk dan malu melihat Lin menertawakanku.”aduh,sorry ya..ini karena tadi pas kesini aku taruh didalam tas bunganya,jadi rusak begini,tapi sumpah tadi bunganya ini bagus banget.”swerr deh swerr”jawabku memohon maaf pada Lin sambil meyakinkannya.”iya..iya..tau kok..kamu aja yang ceroboh,masa naruh bunga di dalam tas,ya dijamin rusak bunganya”timpalnya sambil masih menutupi mulutnya mencoba menahan tawa.Aku hanya bisa menunduk dan sesekali melihat ekspresi Lin yang tertawa,aku pun ikut tertawa juga akhirnya.walaupun begitu tapi aku puas bisa memberikan Lin bunga itu,bukan karena bunga tu bagus atau tidak,tapi karena bunga yang rusak itu akhirnya aku bisa mengubah kesedihan Lin menjadi tawa.tertawaan kami berhenti ketika suara langkah kaki dating menuju kamar Lin,ternyata adalah tante Ran dan anaknya Van datang.Aku sontak terdiam dan mulai menjaga sikapku agar terlihat tidak memalukan didepan mereka.”kayaknya lagi seru-seruan ya?lagi ngobrol apa?”sahut tante Ran.sambil mulai duduk kembali di tempat duduknya semula,aku lekas berdiri dan mempersilahkan Van duduk didekat Lin karena dia adalah kekasih Lin jadi aku menyerahkan tempat duduk yang sedari tadi kupakai untuk ngobrol dengan Lin”silahkan duduk mas,saya juga sebentar lagi ingin pulang,sudah mulai sore,masih ada tugas dirumah”.ucapku.Van hanya tersenyum dan duduk disamping Lin.”Lin,aku pulang dulu,sudah ada tante Ran sama mas Van nih,mari tante,mas..saya pulang dulu,salam untuk ayahmu ya?”kataku sambil berpamitan.”iya makasih,Ken dan mau datang kemari,hati-hati dijalan”jawab Lin.”hati hati ya nak” sahut tante Ran sambil mengajak berjabat tangan denganku.Tante Ran ini walaupun dia kelihatannya orang kaya,dia tidak memandang rendah diriku walaupun aku berpakaian biasa saja.dan bukan termasuk golongan elite seperti dirinya.berbeda dengan orang-orang kaya lain yang sifatnya berbeda jauh.Van bangun dari duduknya dan mengajak ku berjabat tangan“makasih Ken dah datang,kapan-kapan kita ngobrol juga.”.
Aku pun pulang dengan hati yang senang,hari ini akhirnya aku bisa bertemu Lin dengan lancar dan bisa ngobrol dengannya,mengajaknya bercanda melupakan kesedihannya.Akupun senang dengan keramahan Tante Ran dan Van,mereka tidak merasa risih aku berteman dengan Lin,apalagi dengan sikap Van,walaupun dia adalah kekasih Lin,tapi dia tidak menyimpan curiga sedikitpun padaku,dan mengijinkan aku bertemu dengan Lin walaupun kami baru saja kenal dan baru sekali bertatap muka.Kuakui Van adalah laki-laki yang gentle dan tidak cemburuan,itulah mungkin,kenapa Lin bisa jatuh cinta padanya.Sesekali aku menoleh kebelakang,kerumah Lin sebelum pulang,tempat Lin tinggal,dirumah yang besar dengan segala kemewahan yang ada didalamnya,ternyata menyimpan kesedihan dan kesepian di hati penghuninya.Aku berjanji pada diriku sendiri,untuk membuat Lin tersenyum dan melupakan kesedihannya mulai hari ini.Bagaimanapun juga Lin adalah perempuan yang telah memberikan warna baru dalam dunia ku.Lin yang mengubah sifat pendiam dan cuek,Lin yang telah membuatku tertawa dan tersenyum kembali.
BERSAMBUNG...
emoticon-Sundul
emoticon-Sundul Up
emoticon-Sundul Up
emoticon-Sundul Up