alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/572701285a51632f4a8b456b/sekilas-tentang-auditor-dan-bagaimana-membedakan-auditor-asli-dan-palsu
SEKILAS TENTANG AUDITOR DAN BAGAIMANA MEMBEDAKAN AUDITOR ASLI DAN PALSU
Assalaamu'alaikum

Di Indonesia, auditor biasanya dapet izin dari Menteri Keuangan di unit yang namanya Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (P2PK). Dengan dapet izin ini berarti dia bisa ngaudit semua perusahaan di Indonesia.

Tapi......

Ternyata banyak lembaga lain yang pengen menyeleksi auditor mereka sendiri. Contohnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di mana mereka membuat ketentuan bahwa semua auditor yang ingin mengaudit perusahaan pasar modal harus terdaftar di OJK. Tentu saja salah satu syarat terdaftar di OJK adalah terlebih dahulu terdaftar di Kementerian Keuangan.

Jadi dalam kasus ini:
Layer 1: Kementerian Keuangan
Layer 2: OJK

Selain OJK, banyak lagi yang lainnya
ada BPK untuk ngaudi BUMN
bahkan kalau auditor pengen ngaudit perusahaan yang minjem duit di bank, auditor itu juga harus terdaftar di Bank terkait.

Banyak ya syaratnya emoticon-Smilie

Kalau yang anak akuntansi biasanya tau, kalau auditor tuh biasanya ngasih pendapat atas kewajaran laporan keuangan.

Buat apa?

jadi gan, dalam dunia usaha ada yang namanya agency theory. Silakan googling untuk lebih jelas, tapi pada intinya teori itu menjelaskan bahwa biasanya masing-masing pihak akan bekerja sesuai kepentingannya masing-masing. Iya lah emoticon-Big Grin

Contohnya,

untuk perusahaan besar, biasanya kan owner nya gak cuma punya satu perusahaan. Jadi biar semua perusahaannya jalan, dia nyuruh orang lain tuh buat jadi boss di sana. (mayoritas boss di perusahaan is not the real boss). Biasanya para direksi akan dikasih target keuntungan, dan kalau tercapai mereka bakalan dapat bonus.

Masalahnya, kan gak gampang mencapai target. Makanya ada direksi yang suka ngakalin laporan keuangan. Disinilah si owner punya dilema. Disatu sisi dia pengen punya orang yang ngerjain perusahaannya. Di sisi lain dia pengen orang itu jujur.

Disinilah pentingnya ada auditor.

Auditor bakalan ngecek laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan apakah udah wajar atau belum.

Bisa kebayang kan bagaimana jadinya kalau auditor pada ngasal kerjanya. Investor bisa bingung mana laporan keuangan yang bener dan yang palsu. Mereka jadi bingung mau invest di mana. Akhirnya ekonomi bisa jeblok.

Makanya banyak lembaga yang mantengin kerjaannya nih auditor.

Proses buat jadi auditor susah. Lama dan Panjang. ketika sudah jadi auditor, kerjaannya pun susah. Gak boleh kalah cerdik dari manajemen kan emoticon-Big Grin

makanya harganya mahal. karena ngerjainnya juga bisa 1 bulan sampe 1 tahun. tergantung tingkat kerumitan klien.

Disinilah muncul para auditor palsu. Yang biasanya cuma tandatangan doang bilang kalo laporan keuangannya itu wajar, padahal gak ngaudit.

Biasanya ini terjadi kalau ada perusahaan gede atau lembaga pemerintah ngadain tender, dan salah satu syaratnya adalah kalo ikut tender harus ada laporan keuangan yang diaudit.

Para peserta tender bingung. Biaya audit bisa 50 juta. Keuntungan belum tentu dapet segitu. itu kalo dapet tendernya. kalau enggak? hilanglah 50 juta. Bagi perusahaan kecil itu material men. Belum lagi laporannya baru selesai minimal 1 bulan. udah lewat masa tendernya.

Buat ngakalin aturan, mereka menggunakan para auditor palsu itu. Laporan langsung jadi tinggal stempel harga Rp500.000 doang.

Terus cara ngebedain audtor asli ama palsu gimana?

pertama cek website pppk di www.pppk.kemenkeu.go.id
atau telp ke 021-3449230 ext 6871

di situ agan bisa lihat atau tanya daftar auditor resmi. Jadi kalau perusahaan agan bikin tender, agan bisa tau laporan keuangannya resmi di audit atau enggak.

Tapi ingat, banyak juga yang malsuin tandatangan. Jadi harus di konfirm juga ke auditornya langsung. Bisa juga dilihat di website tersebut.

Jadi, kalau tendernya untungnya kecil, mending agan gak usah ngasih syarat laporan yang diaudit deh. Percuma, gak bakalan diaudit dengan bener emoticon-Big Grin