alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5726f61214088da3228b4571/go-big-umkm-indonesiaekspor-oh-ekspor
Go Big UMKM Indonesia....ekspor oh ekspor!
http://indonesianindustry.com-Guna meningkatkan kontribusi UKM dalam ekspor non migas, Kemenkop dan UKM meluncurkan sejumlah program secara simultan mulai dari memperbanyak tenaga pendampingan/fasilitator agar UKM bisa melek ekspor, bekerjasama dengan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Produk) memberikan sertifikasi ekspor dengan menerapkan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia), dan memberikan pelatihan ekspor melalui e-commerce (digital).

Deputi Bidang Pengembangan SDM, Prakoso BS, mengungkapkan hal itu disela kunjungan kerjanya di Mataram NTB Senin (2/5). Sejumlah acara yang dihadiri Deputi SDM diantaranya Peningkatan Kapasitas Fasilitator SDM KUKM melalui pelatiham bidang ekspor, lalu Bimtek Penyusunan Rencana Kerja Koperasi dan UKM serta Pelatihan Kewirausahaan Melalui.GKN bagi Masyarakat Petani.
“Meski UKM memberikan kontribusi PDB yang cukup besar, namun dalam hal ekspor kontribusinya relatif kecil,” kata Prakoso.

Hal itu antara lain karena jumlah UKM yang berorientasi ekspor sangat sedikit, atau hanya 5 ribu pelaku saja dibanding total jumlah UKM yang mencapai 57 juta. Sehingga pada 2015 nilai ekspornya pun relatif kecil, hanya 23 miliar dolar AS dibanding ekspor non migas yang mencapai 145,5 miliar dollar AS, atau hanya sekitar 16 persen saja.
Prakoso mengatakan kendala UKM untuk melakukan ekspor sangatlah banyak, mulai dari teknis ekspor, kualitas dan kuantitas produk, aspek manajemen sampai pemasaran. Karena itu dengan kehadiran fasilitator/pendampingan, diharapkan kendala-kendala tersebut dapat diatasi atau minimal dapat ditekan.

“Setidaknya dengan pendampingan, UKM itu bisa naik kelas. Dari yang mikro bisa naik kelas ke usaha kecil, lalu yang kecil.bisa naik kelas ke usaha menengah,” katanya.
Prakosojuga menekankan pentingnya pelatihan digital kepada pelaku UKM. Karena dengan digital (e commerce) bisa menberikan banyak keuntungan bagi pelaku UKM khususnya yang berorientasi ekspor.
“Pelaku UKM bisa menekan biaya dan waktu karena tak perlu harus ketemu person to persen dengan calon buyers, pembayaran pun juga bisa dilakukan lewat e commerce,”katanya.

Perlunya UKM mengenal.pasar ekspor.dan calon buyers melalui pendampingan/fasilitator ini karena juga.tak semua.buyer itu jujur dalam melakukan transaksi dagang. Karena banyak juga kasus UKM yang tidak dibayar.meskipun barangnya sudah dikirmkan ke luar negeri.

Khusus terhadap.pelaku UKM NTB, Prakoso menyarankan untuk memelihara keunikan dari produk yang dihasilkan dan mulai merintis hubungan langsung dengan pembeli di luar negeru. Hal ini karena sebagian produk NTB harus dijual dulu di Bali yang memang memiliki jaringan perdagangan yang luas di mancanegara.

“Ini tantangan karena era pasar bebas demikian adanya. Bali punya jaringan perdagangan yang luas sehingga ia perlu banyak produk yang antara lan didatangkan dari NTB,” katanya. (Ahmad Fadli)
×