alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5726f4c4d89b09331e8b456d/oneshoot-kokoro-no-tegami-hearts-letter
[Oneshoot] Kokoro no tegami (Heart's letter)
Hari ini, setiap murid di kelasku memperoleh sebuah surat. Kami diberitahu jika ingin membuka surat itu, lakukan saat jam pulang sekolah selesai. Surat itu berasal dari......

Quote:Pagi itu aku pergi sekolah seperti biasa, mengendarai sepedah karena rumahku cukup jauh. Diperjalanan aku menyempatkan diri untuk mampir ke sebuah minimarket untuk membeli roti dan jus. Setelah melihat jam tanganku, aku baru sadar kalau aku akan terlambat sampai d sekolah. Jadi kupacu sepedahku dengan cepat, tanpa sadar didepan ada jalan menurun. Aku tak mampu mengendalikan sepedahku. Di ujung jalan ada seorang cewek yang sedang menyeberang.
Braaakkk..!!
Tanpa sengaja aku menyenggolnya dan menabrak tiang listrik.

"Kau tidak apa-apa?"
"......."
"Aku Yagami... Yagami Jun.."
"......."
"Errr.. Aku sudah terlambat.. Kalau ada apa-apa cari saja aku di SMP Utara,. Aku kelas 3-2"

Ada apa dengan cewek itu, apapun yang aku katakan dia cuma tertunduk. Semoga tidak ada masalah.
Aku masuk kekelas tepat sebelum bel berbunyi.

"Pagi anak-anak"
"Pagi paaakkk.!!"
"Kalian tau, ada kabar gembira buat kalian semua"
"Apa pak? Kulit manggis sudah ada ekstraknya.?"
"Hahaha,.. Bukan,. Kalian bakalan dapat teman sekelas baru"
"Yaelah pak,. Dikira kita anak SD seneng dapat temen baru?"
"Sudah,. Sudah,. Ayo kemari,. Ini teman baru kalian.."

Seorang cewek masuk dengan tertunduk.
Ah,. Cewek itu yg tadi pagi aku tabrak, aku tidak memerhatikan seragamnya ternyata dia murid pindahan sini

"Perkenalkan namamu.."
"........"
"Mungkin dia malu,. Bagaimana kalau kau tulis namamu di papan"

Dia mengambil kapur lalu menuliskan namanya
Sa-to Hi-ma-wa-ri,. Jadi namanya Himawari Sato..
Dia mengangkat kepalanya. Kita saling bertatapan. Dia kemudian berlari menghampiriku.

"A-apa.??"
"........"

Dia memberiku plester luka sambil tersenyum

"Te.. Terimakasih"

Semua orang terdiam melihat kearah kami berdua.

"Cieeeeeee.!! Siuu.. Siuuuu"
"Wha.. Ini nggak sperti yang kalian kira. Ak tidak kenal anak ini."
"Wahahahahah"

Sial, umpatku dalam hati. Saat istirahat kbanyakan anak-anak pergi ke kantin, tapi aku masih terlalu kenyang untuk makan sesuatu lagi.

"Hai,. Sato,. Boleh kita panggil Himawari? Ato kita panggil Hima saja?"
"........" [Boleh]
"Yeey.. Kalau begitu ayo kita ke kantin Hima"
"........" [Ayo]

Himawari, atau Hima, adalah orang yang tidah pernah mengatakan 'tidak'. Well, Dia bahkan tidak berbicara sama sekali.

"Hima, tolong bersihkan jendela"
[Siap!!]
"Hima, tolong bawa tugas yang lain ke ruang guru"
[Okee!!]
"Hima, kalau ke kantin belikan cola ya"
[Siip!!]

Sampai suatu hari, saat pelajaran olahraga.
Pranggg!
Bola voli yang dimainkan anak cewek mengenai kaca jendela dan pecah

"Bagaimana ini?"
"Aku tidak tahu"
"Hima!! Ini semua salahmu!!"
".....!!!"
"Iya, ini gara-gara Kau tidak becus menahan bolanya"
"Iya ini salah Hima"
"Pokoknya Hima..."
"........"

Lalu dimulailah pem-bully-an kepada Hima.
Toru menjegalnya saat jalan,
Asuka selalu meminta dibelikan jus,
Yamada menyembunyikan pensilnya,
Tooru membuat perangkap penghapus papan tulis untuk Hima dan mengenai kepalanya.
Akane, Ichinose, Rena menyiramnya saat Hima di Toilet,
Dan banyak hal buruk yang dilakukan oleh teman sekelas kepada Hima. Namun Hima tidak pernah melaporkannya ke guru. Dia bah tidak berkata apa-apa. Hanya diam. Tertunduk.

Suatu hari, Ayane, Aki, Natsumi, mengerjai Hima. Rambut Hima dikuncir, diikat dengan pita, wajahnya diberi riasan seperti badut.

Kupukul mejaku,

"Sudahlah kalian, apa menyenangkannya mengerjai Hima?"

Semua orng melihatku. Hening.

"Selamat pa.... Ho,. Ada apa ini..?
Ayo duduk ditempat kalian masing-masing..
Buurrpp.. Hima.. Apa-apan wajah itu...
Cepat cuci muka di toilet.."
"......"

Hima tidak berkata apa-apa dan langsung lari ke toilet sambil menunduk.
Aku mendengar bisik-bisik dari teman sekelas..

"Kenapa dia"
"Apa masalahnya"
"Jangan-jangan Jun dan Hima"

Besok paginya,
Dipapan tulis ada tulisan 'JUN LOVE HIMA'. Aku melihat kearah teman sekelas, mereka semua cekikikan.
Disaat yang sama Hima datang, dan melihat papan tulis. Dia sama terkejutnya denganku.

".......!!!"

Entah apa yang merasuki pikiranku, tiba-tiba saja.

"Hima, ini gara-gara kau!!"

Hima mencoba menulis sesuatu di blocknote-nya. Ak merebut blocknote itu dan merobeknya.

"Kalau ada yang inging kau katakan, katakan secara langsung...
Aku tidak pernah melihat bunga matahari (himawari) semurung kau..
Dasar jelek.!!
Bisu..!!!"

"......."

Hima, dia tidak berkata apa-apa, hanya air mata menetes dipipinya. Dia berlari keluar kelas.

"Hei Jun, bukannya itu tadi keterlaluan?"
"......."

Aku juga berpikir seperti itu, mungkin aku sudah keterlaluan. Ak berusaha mencarinya.
Ada anak yang melihatnya berlari keluar gerbang sekolah. Ak mengikutinya.
Tiba-tiba.

Ambulance melaju cepat didepanku. Firasatku tidak enak.

Aku mengikuti arah ambulance itu. Di ujung jalan. Aku melihat ambulance itu berhenti dan ada kerumunan orang disekelilingnya.

Ak mulai berlari. Entah kenapa aku merasa ingin berlari menuju kerumunan itu. Kakiku seperti bergerak sendiri. Cepat. Semakin cepat aku berlari.

Dan yang kudapati ditengah kerumunan itu...

"Hi..ma..?"
"Hima.."
"Hima.!"
"HIMA..!!"

Aku histeris. Ak berteriak memanggil namanya tanpa sadar. Darah keluar dari hidung dan telinga Hima.

"Hei, nak. Kau teman sekolahnya?"
"Hah.. Iya.."
"Cepat beritahu pihak sekolah, suruh menghubungi wali dari anak ini kalau anak ini mengalami kecelakaan dan dibawa ke rumah sakit umum daerah"
"......"
"Cepat..!!"
"I.. Iya.."

Aku berlari kembali kesekolah, mencari wali kelasku dan menceritakan apa yang terjadi.
Pihak sekolah menghubungi orang tua Hima.

Selama pelajaran aku tidak bisa menangkap satu pun penjelasan guru-guruku. Suasana kelaspun menjadi murung. Ak benar-benar merasa bersalah.

Pulang sekolah ak langsung menuju ke rumah sakit umum daerah. Setelah bertanya ke receptionist aku menuju ke ruangan Hima.
Di depan ruangan Hima ada Ayah dan Ibu Hima sedang duduk dikursi tamu pasien. Ibu Hima tertunduk menangis, ayah Hima berusaha menenangkan isterinya, namun dia sendiri tidak dapat menyembunyikan kesedihannya.

"Pak Sato..
Saya Jun, teman sekelas Hima.. Maksud saya Himawari..
Bagaimana keadaannya?"

Ibu Hina menghapus air matanya dan berusaha tersenyum.

"Oh,. Hai nak Jun...
Hima barusaja selesai operasi.. Dia mengalami gegar otak berat..."
"Tapi jangan khawatir, dokter bilang kalau Hima sadar berarti dia bisa sembuh seperti dulu lagi."
"Mohon doanya ya nak."
"Iya pak, bu."

Aku pulang dengan perasaan bersalah. Sampai di rumah aku langsung berdoa meminta semoga Hima segera sadar dan sehat kembali.

2-3hari aku tidak kesekolah, pada hari keempat aku berangkat kesekolah dengan wajah lesu. Sampai dikelas yang kulakukan hanya duduk terdiam dikursiku sampai akhirnya bell masuk berbunyi. Semua anak masuk kekelas dan duduk di bangku masing-masing, tidak lama wali kelas kami masuk. Tapi ada yang aneh dengan raut mukanya waktu itu.

"Ehem.. Anak-anak..
Saya mendapat kabar dari keluarga Sato, kalau hari ini Hima sudah pulang kerumah.. Tapi sebelumnya saya akan membagikan surat dari Himawari kepada kalian."

Wali kelas kami membagikan sebuah surat untuk kami. Setelah membagikan surat itu ia menyuruh kami pulang. Dia berpesan surat itu boleh d baca setelah kami meninggalkan kelas. Isi surat itu;

2 april.
Kepda Toru.
Aku salah membeli minuman, rasanya tidak enak. Tapi kalau aku membuangnya akan jadi mubazir. Untung kau menjegalku, jadi aku tidak sengaja membuangnya. Tehee emoticon-Stick Out Tongue

10 mei.
Kepada Asuka.
kau tau, juz dimimarket didepan sekolah kalau membeli dua, gratis 1 botol lagi lho. Thanks buat jus gratisnya ya.

25 mei.
Kepada Yamada.
Lain kali bawalah pensil sendiri. Aku bukan toko berjalan tau.

15 juni.
Kepada Yamamoto.
Perangkap yang kamu buat keren, awas ya, lain kali akan aku balas (p.s. Becanda)

20 juni.
Kepada Akane, Ichinose dan Rena.
Hari itu panas banget. Sebenarnya aku ke toilet ingin mandi, tapi nggak mandi sambil pakai baju juga. Hehehe XD

2 juli.
Kepada Ayane, Aki, Natsumi.
Make upyang kalian pakaikan kemukaku lucu banget. Aku sendiri tertawa melihat mukaku di cermin. Mungkin lain kali aku harus belajar make up sendiri. Aku kan juga cewek. XD
Kalau aku jadi cantik cowok dikelas akan aku rebut semua lho (p.s : bercanda)


27 Juli
Kepada Jun Yagami.
27 juli, itu kemarin, jadi sebelum pulang dia sempat menulis surat ini
Terimakasih, waktu itu mengulurkan tanganmu kepadaku sewaktu jatuh di pinggir jalan.
Terimakasih, kau sudah membantuku membersihkan minuman yang tertumpah didepan kelas.
Terimakasih, kau sudah memberitahukan promo jus gratis dari selebaran dimejamu.
Terimakasih, kau telah meminjamiku pensil saat yamada mengambil punyaku.
Terimakasih, tissu yg kau beri buat membersihkan sisa kapur dirambutku ngga cukup tau. Tehee.
Terimakasih, sudah meminjamiku handuk saat aku basah kuyup dikamar mandi, handuknya aku taruh dilaci mejamu. Sudah aku cuci kok. ;p
Terimakasih, sudah membelaku saat teman-teman mengerjaiku. XD (p.s aku tidak marah ke mereka)
Terimakasih, karna sudah mencariku saat aku lari dari sekolah
Terimakasih, sudah menyuruh sekolah menghubungi keluargaku
Terimakasih, sudah mengunjungiku dirumah sakit.
Terimakasih,....
Terimaka.....
Terima....
Te....

tanganku bergetar. Aku bergegas keruang guru untuk meminta alamat keluarga Sato. Setelah mendapatkan alamatnya, aku memacu sepedahku dengan kencang. Aku tidak peduli dengan lalulintas. Aku cuma ingin segera bertemu Himawari. Aku ingin melihatnya tersenyum secerah senyum himawari (bunga matahari).

Sampai didepan rumahnya. Ada banyak orang berkumpul mengenakan baju hitam. Kutinggalkan sepedahku ditengah jalan. Aku menerobos kerumunan orang dan berusaha masuk kedalam rumah. Diruang tengah ada walikelasku, bapak dan ibu Sato, adik Hima dan tentu saja Hima. Hima yang sedang tertidur di ranjang.

"Hima.."
"Hima..."

Aku menghampirinnya.

"Hima.. Bangun Hima..."
"Nak Jun,.. Hima sudah....."
"Hima.. Maaf kan aku..."
"Jun,. Sebenarnya ada satu surat lagi untukmu...

Aku menerima surat itu dari ayah Himawari kemudian membukanya


27 Juli
Kepada Jun Yagami

Aku menyukaimu.
Sejak pertama kali kita bertemu.
Sampai saat ini pun, aku masih sangat menyukaimu

Air mataku mengalir, aku tidak bisa menahannya lagi.

"Hima,. Aku juga menyukaimu.. Hima..
Kita akan berangkat ke sekolah bersama-sama..
Aku akan menjemputmu dengan sepedah..
Kita akan jalan-jalan,..
Ya.. Tamasya nanti kelas kita akan kekebun binatang..
Kau harus ikut,. Aku akan mengambil banyak fotomu..
Kita akan menghabiskan waktu bersama...
Karena itu...
Bangunlah.."

Aku bersujud disamping Hima, memohon sambil memegang tangannya. Tiba-tiba selembar kertas terjatuh didepanku.

[Terimakasih.. Aku senang sekali]

"HIMAAAA,.."

Ak berteriak menyebut namanya. Aku tau dia tidak akan kembali.
Pikiranku kosong. Aku hanya bisa menangis sejadi-jadinya.

Wali kelasku mengantarku pulang. Sesampai dirumah aku masih menangis sepanjang malam. Sampai tidak terasa aku tertidur.

Esok paginya. Ak berangkat sekolah dengan berjalan kaki, sepedahku masih berada dirumah keluarga Sato. Ayah Hima bilang kalau dia akan mengantarnya sore nanti.

Kabar mengenai kepergian Hima sudah tersebar disekolah. Teman-teman kelas menaruh bunga dibangku milik Hima. Walikelas kita masuk dan memberikan beberapa pengarahan. Disitu kita memutuskan akan memberikan ucapan perpisahan kepada Hima dengan menuliskan apa yang ingin kami ucapkan diselembar kertas. Sepulang sekolah nanti, kita semua akan pergi melayat kekuburan Hima.

Sesampai dikuburan Hima, ak mengeluarkan kertas yang berisi pesan yang telah dirangkum oleh walikelas kami.

[Selamat jalan Hima,
Walaupun waktu yang kita jalani bersama kehadiranmu telah memberikan kesan yang mendalam kepada kami.
Kami minta maaf Hima,
Atas segala yang kami perbuat kepadamu, kami sadar yang kami lakukan itu salah.
Oleh karena itu, maafkan kami.

Selamat jalan Hima, semoga kau tenang disisi-Nya. Kami akan selalu mengingatmu]

Ya.. Selamat tinggal Himawari. Aku tidak akan melupakanmu.
nice story gan...

ijin mejeng di pejwan yak...emoticon-Shakehand2
Quote:Original Posted By reinawaeci
nice story gan...

ijin mejeng di pejwan yak...emoticon-Shakehand2



makasih..
nyoba2 bikin cerita galau...