alexa-tracking

Siapa Baedowi, Ketua Tim Pembebasan WNI Sandera Abu Sayyaf?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5726ec1696bde6df2f8b4578/siapa-baedowi-ketua-tim-pembebasan-wni-sandera-abu-sayyaf
Siapa Baedowi, Ketua Tim Pembebasan WNI Sandera Abu Sayyaf?
Siapa Baedowi, Ketua Tim Pembebasan WNI Sandera Abu Sayyaf?
Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) siap membantu pembebasan WNI yang disandera Abu Sayyaf.

Liputan6.com, Jakarta - Tercatat 10 warga negara Indonesia (WNI) korban penyanderaan Abu Sayyaf tiba di Lanud Halim Perdanakusuma Minggu malam tadi. Salah seorang negosiator pembebasan sandera, Eddy Mulya, sedikit membeberkan bagaimana dia terlibat dalam negosiasi pembebasan sandera kelompok militan di Filipina itu.

"Iya ini full negosiasi. Kebetulan saya masuknya cuma di tengah. Jadi, itu ada sahabat saya Pak Baedowi sama teman-teman. Mereka yang atur. Jadi kami cuma tindak lanjut," terang Eddy di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin dini hari (2/1/2016).

Eddy adalah negosiator pembebasan sandera yang termasuk dalam tim dari Kedutaan Besar RI di Filipina. KBRI secara khusus mendapatkan tugas untuk menangani pembebasan itu.

"Seluruh komponen KBRI dan KJRI. Kebetulan dubesnya Pak Johny (Johny J. Lumintang)," kata Eddy.

Menurut Eddy, pembebasan 10 WNI ini tak hanya hasil kerja keras KBRI, namun adapula keterlibatan TNI dan International Labour Organization (ILO), tim di perbatasan, serta IMTI.

"Jadi, awalnya kami semua terlibat. Jadi ini kerja tim semuanya," lanjut Eddy.

Dari kerja tim itu, kata Eddy, dipimpin oleh Baedowi. Dia pun akhirnya menyadari pernah melakukan riset bersama pada 2012 lalu mengenai terorisme.

"Dipelajari. Pak Baedowi pelajari, ngasih proposal. Kita riset dari 2012. Kita nggak bisa ceritain semua. Dari dulu udah lama. Jadi tahu-tahu ada ini matching," terang dia.

Dia mengatakan, penyanderaan itu terjadi karena dari kelompok Abu Sayyaf sendiri, ada pihak yang dianggap nakal. Para negosiator pun kemudian melakukan pendekatan dengan pihak yang dihormati dan dituakan di kelompok Abu Sayyaf.

"Intinya kalau kita lihat ini ada anak nakal ya. Satu keluarga ada yang badung, ini gimana komunikasi. Kemudian ada yang dihormati. Saya hanya tindak lanjutin," jelas Eddy.

"Untuk 4 WNI yang masih disandera, saya enggak tahu dia mau dibayar berapa tagihannya. Kita kan enggak tahu," imbuh dia.

Adapun sosok Baedowi yang memimpin negosiasi dengan kelompok Abu Sayyaf, dia hanya mengatakan Baedowi adalah peneliti sama seperti dirinya.

"Dia sahabat saya. Saya enggak bisa cerita banyak, itu saja. Nggak ada afiliasi apa-apa. Kita tuh peneliti kok," tutup Eddy.

http://news.liputan6.com/read/249721...era-abu-sayyaf


Bersama Tim Surya Paloh, Sandera Abu Sayyaf Berhasil Dibebaskan

[JAKARTA] Partai NasDem kembali menunjukkan kontribusi kongkritnya bagi eksistensi Indonesia di mata internasional. Kali ini, kontribusi diberikan dalam proses pembebasan sepuluh sandera yang ditawan militan Abu Sayyaf di Filipina sejak 23 Maret lalu.

Dalam pernyataannya, Ketua Fraksi Partai NasDem Viktor Laiskodat yang terlibat langsung dalam proses pembebasan menyatakan, tim kemanusiaan Surya Paloh telah mengupayakan pembebasan itu sejak 23 April lalu.

“Kami bekerja dengan Tim Kemanusiaan Surya Paloh dan seluruh komponen yang terlibat,” ungkap anggota Komisi I DPR RI ini.

Dijelaskan lebih lanjut, tim kemanusiaan Surya Paloh terdiri dari misi gabungan Yayasan Sukma, Media Group, dan Partai NasDem. Yayasan Sukma adalah lembaga kemanusiaan di bidang pendidikan, yang didirikan Februari 2005 atau sekitar dua bulan setelah tragedi tsunami Aceh.

Yayasan tersebut fokus di bidang pendidikan. Dalam perkembangannya, yayasan ini terlibat berbagai kerja sama pendidikan, termasuk dengan pesantren-pesantren di Moro Selatan, Filipina.

Atas jaringan itulah, Yayasan Sukma bersama Tim Kemanusiaan Surya Paloh menjalankan misi pembebasan sepuluh sandera Abu Sayyaf. Dalam proses itu, Yayasan Sukma diwakili Ahmad Baedowi dan Dr. Samsu Rizal Panggabean. Sementara Media Grup diwaikili CEO Rerie L. Moerdijat, dan Partai NasDem sendiri diwakili oleh Viktor Bungtilu Laiskodat.

“Proses pembebasan ini murni dilakukan melalui negosiasi. Jadi, tidak ada uang tebusan yang diminta Abu Sayyaf sebanyak 50 juta peso itu,” tandas Viktor.

Proses negosiasi sendiri berjalan lancar. Menurut Viktor, hal ini bisa terjadi lantaran jaringan yang dimiliki Yayasan Sukma. Negosiasi dilakukan dengan pendekatan pendidikan, di mana Yayasan Sukma mengorganisir jaringan-jaringan kerja sama di wilayah pemerintahan otonom Moro Selatan.

Dalam hal ini, para tokoh masyarakat setempat, LSM dan lembaga kemanusiaan daerah Sulu, turut memberi akses terhadap kelompok Abu Sayyaf.

Para sandera sendiri dibebaskan dalam keadaan sehat, meski mereka cukup lemah dan kelelahan. Cukup beralasan, mengingat selama ditawan sebulan lebih, mereka hanya mendapat makan sehari sekali. Mereka juga tak diberi akses air bersih, sehingga hanya bisa mandi dan membersihkan diri saat hujan turun.

Meskipun begitu, para sandera merasa sangat bersyukur karena mereka masih bisa bebas dalam keadaan selamat, dan bertemu kembali dengan keluarga dan orang-orang dekat. Penyataan serupa, tak urung disampaikan keluarga sandera, salah satunya, Charlos Barahama, ayahanda kapten kapal brahma 12 yang disandera Abu Sayyaf.

“Terima kasih kepada pemerintah dengan segala upayanya. Tak lupa terima kasih juga kepada Surya Paloh, yang berperan besar dalam pembebasan sandera ini,” ungkap Charlos.

Terkait keterlibatan Surya Paloh, Viktor menegaskan bahwa kontribusi pembebasan sandera itu bukan yang pertama dilakukan Surya Paloh. Pada 2005, dua orang jurnalis MetroTV pernah disandera waktu bertugas di Irak. Saat itu, Surya Paloh bahkan turun langsung dalam proses pembebasan sandera.

“Apresiasi tinggi kepada pak Surya Paloh. Beliau paham betul situasi ini, nuraninya terpanggil untuk membebaskan seluruh sandera,” pungkas Viktor.

http://sp.beritasatu.com/nasional/be...ebaskan/114862

Baedowi ntaps emoticon-Leh Uga
Wah pak lumintang....

Hehe... Makan" dong pak di ratahan, sulawesi emoticon-Matabelo
yg penting udah bebas
ketua tim nya gak koar2 kalo dia yang paling berjasa...malah orang lain/group lain yang munkin masuk dalam tim negoisasi sibuk koar2 sbagai pahlawanemoticon-Cape d...
tapi yang terpenting semua sandera bisa terbebas dan bisa kumpulu kembali dengan keluarga emoticon-Selamat
Malah yg dirumah keong minta panggung juga...kasih dah
Quote:Original Posted By kurt.cob41n


"Untuk 4 WNI yang masih disandera, saya enggak tahu dia mau dibayar berapa tagihannya. Kita kan enggak tahu," imbuh dia.


http://news.liputan6.com/read/249721...era-abu-sayyaf



Emang yang 10 dibayar berapa tagihannya ? emoticon-Bingung (S)
Ahmad Baedowi Direktur Pendidikan Yayasan Sukma, Jakarta Dimuat di Media Indonesia, Senin, 12 Oktober 2012 Keteguhan Yuvi Savitri dalam menjalani kehidupan sesudah tsunami menghilangkan kedua orang tuanya delapan tahun lalu sangatlah inspiratif.

http://www.bincangedukasi.com/tag/ahmad-baedowi/
Apa sih ini ga jelas banget keterangannya klo orang linglung
Ntaps emoticon-Cool leh uga ,btw yang bebas cuma sandra wni atau semua?
baedowi peminum kobokannya om paloh kali
terima kasih pak baedowi.
apa pun itu yg penting dh bebas karena nyawa gak ada taruhannya, kaskuser yg dh berkeluarga pasti ngerti bgt arti nyawa suami/istri/anak
4WNI nya tuker sama orang-orang di DPR aja saya ikhlas kok emoticon-Malu
Ntar dicariin wartawan emoticon-Big Grin
baca judulnya kirain ada biografi atau minimal foto dan aktivitas sehari hari dari badowe..
ternyata gitu doank berita nya
emoticon-Cape d...
wah ga jadi liat dar der dor dah ... emoticon-Ngacir
Masih ada 4 lagi Pak, mohon secepatnya...