alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5726e6549a0951ee1b8b4568/marissa-mayer-banderol-uang-pesangonnya-sebesar-usd55-juta
Marissa Mayer banderol uang pesangonnya sebesar USD55 juta
Marissa Mayer banderol uang pesangonnya sebesar USD55 juta
Marissa Mayer
Marissa Mayer tidak ingin pergi dengan tangan kosong. Jika semua orang tetap memaksanya mundur dari kursi CEO Yahoo!, maka ia mensyaratkan uang pesangon sebesar USD55 juta atau sekitar Rp724,6 triliun.

Pesangon tersebut dituliskannya dalam sebuah surat yang diajukan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), Jumat (29/4/2016) waktu Amerika Serikat (AS). Angka itu bukan hanya terdiri dari uang saja, melainkan juga dalam bentuk saham dan beberapa manfaat lainnya.

Belum ada pihak yang merespons permintaan Mayer. Baik investor maupun jajaran direksi Yahoo! lainnya masih sibuk memutuskan bagaimana kelanjutan penjualan perusahaan internet yang populer dengan layanan surat elektronik (e-mail) serta kanal olahraga dan keuangannya ini.

Mayer, yang juga pernah menjabat sebagai eksekutif Google, dianggap telah gagal memperbaiki kinerja Yahoo! yang terus merosot sejak empat tahun kepemimpinannya. Tak ayal, permintaan paket pengunduran dirinya itu hanya menjadi cibiran di antara para investor.

"Aku tidak yakin dia (Mayer) pantas atas bayaran setinggi ini," kata Eric Jackson, salah satu pemegang saham Yahoo! terbesar yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana SpringOwl Asset Management, dalam New York Post.

Tahun lalu, Mayer menerima paket kompensasi dari Yahoo! senilai USD42,1 juta, sebagian besarnya berasal dari keuntungan saham yang diatur dalam SEC. Kompensasi Mayer tersebut melonjak 69 persen setiap tahunnya, meskipun saham Yahoo! menyusut 34 persen di 2015.

Ironisnya, tidak ada satu pun eksekutif Yahoo! yang mendapatkan bonus di 2015.

Masalah tidak hanya di situ saja. Dalam satu tahun, Mayer bisa mengantongi gaji total USD1 juta, dividen saham sebesar USD11,8 juta, nilai kontrak opsi saham (stock options) sebesar USD28,2 juta, dan insentif non-ekuitas senilai USD1,1 juta.

Apa yang didapatkan Mayer itu justru berbanding terbalik dengan beberapa petinggi Yahoo! yang justru gajinya dipotong karena kondisi perusahaan, seperti Ronald Bell, penasihat umum perusahaan, gajinya turun dari USD5 juta menjadi USD4,2 juta per tahun; dan COO Yahoo!, Henrique De Castro, yang harus dibayar USD1,2 juta dari sebelumnya USD11 juta per tahun.

Ketidakmampuan Mayer dalam mendorong penjualan iklan Yahoo! menjadi alasan terbesar para investor untuk memintanya mundur dari perusahaan.

Sebagai contoh, di tahun lalu, jajaran direksi memberi target kepada tim manajemen untuk dapat membukukan pendapatan sebesar USD4,6 miliar, atau hanya naik 5 persen dari tahun 2014. Sayangnya, di tahun 2015 Yahoo! hanya berhasil membukukan pendapatan sebesar USD4,1 miliar.

Penaksir Yahoo!

Meski Yahoo! belum memutuskan siapa yang akan membeli perusahaannya, banyak analis menduga dalam dua bulan lagi keputusan itu akan keluar dengan harga penjualan berkisar di USD4 miliar hingga USD10 miliar.

Mark Mahaney, analis dari RBC Capital Markets, meyakini Verizon Communications sebagai calon pembeli Yahoo! terkuat. Setelah mengakuisisi AOL Inc dengan nilai USD4,4 miliar, Verizon pernah mengumumkan keinginannya mengambil alih Yahoo!.

Dugaan itu juga semakin diperkuat dengan tersiarnya rumor CEO AOL, Tim Armstrong, yang akan menggantikan posisi Mayer jika Verizon jadi membeli Yahoo!. Armstrong juga pernah menjabat sebagai salah satu eksekutif Google bersama dengan Mayer dan membuat perusahaan itu menjadi yang terbesar dalam bisnis teknologi.

Pada penutupan perdagangan Jumat (29/4/2016), harga saham Yahoo! ditutup di angka USD36,60 per lembarnya atau lebih dari dua kali lipat harga saham ketika Mayer dipekerjakan. Akan tetapi, nilai saham Yahoo! tersebut bukan disumbangkan oleh Mayer, melainkan dari nilai saham Yahoo! yang dimiliki oleh Alibaba Group.


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...sar-usd55-juta

---

Mejeng dulu sambil nyimak