alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5726a80e5a51636a328b4568/nasbung-fitnah-lagi-kivlan-zein--pembebasan-sandera-ini-murni-negosiasi
[Nasbung Fitnah lagi] Kivlan Zein : pembebasan sandera ini murni negosiasi.
Pembebasan 10 WNI, Uang Tebusan Disiapkan Tapi Tak Digunakan
[Nasbung Fitnah lagi] Kivlan Zein : pembebasan sandera ini murni negosiasi.

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 10 dari 14 sandera yang disekap oleh kelompok separatis Filipina atau dikenal dengan Abu Sayyaf sudah dibebaskan. Mereka adalah awak kapal tugboat Brahma 12 dan tongkang Anand.

Mayor Jenderal (Purnawirawan) Kivlan Zein, salah satu negosiator yang ikut dalam upaya pembebasan sandera tersebut mengatakan, pembebasan sandera ini murni menggunakan jalur negosiasi.


PT Patria Maritime Lines, operator kapal tugboat Brahma 12, memang sudah menyiapkan uang tebusan yang diminta penyandera. Uang tersebut ditaruh dalam tas dan dibawa saat proses serah terima sandera. Namun uang itu tidak pernah diberikan kepada kelompok penyandera. "Buat jaga-jaga kalau tiba-tiba mereka berubah pikiran," kata Kivlan Zein, Ahad, 1 Mei 2016.

Menurut Kivlan Zein, proses serah terima dilakukan di sebuah pantai di Selatan Pulau Mindanau. Serah terima itu dilakukan pada pukul 12.00 waktu setempat. "Dengan juga melibatkan perwakilan dari kedua negara dan satu tokoh yang cukup disegani oleh kelompok Abu Sayyaf," kata Kivlan.

Tokoh yang dimaksud Kivlan adalah Gubernur Zulu Abdsakur Toto Tan II. Toto ini keponakan dari pimpinan Moro National Liberation Front (MNLF), Nur Misuari. Kelompok Abu Sayyaf merupakan sempalan dari kelompok MNLF yang memilih berdamai dengan pemerintah Filipina.

Kivlan pernah bertugas sebagai pasukan perdamaian Filipina Selatan pada 1995-1996. Pada saat tugas itu, dia mengenal Nur Misuari dengan sangat baik. Keakraban itulah yang kemudian digunakan Kivlan untuk melobi kelompok Abu Sayyaf agar membebaskan WNI yang disandera.

Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah Nur Misuari segera menghubungi Toto agar bernegosiasi dengan kelompok militan Abu Sayyaf. Negosiasi pertama dilakukan pada akhir Maret tak lama setelah 10 sandera disekap.

Negosiasi itu juga melibatkan petinggi perusahaan Patria Maritime dan juga intelijen Filipina. "Kemudian direspons oleh badan intelijen strategis TNI dan terjadi komunikasi," kata dia. Negosiasi berjalan baik yang dibantu oleh pemerintah Filipina, bekas militan MNLF dan juga beberapa organisasi lainnya, akhirnya pada 1 Mei, 10 sandera itu dibebaskan. "Sekarang kami sedang mencoba negosiasi untuk membebaskan empat sandera yang masih ditahan," kata dia.

Konselor Menteri dari Kedutaan Besar Indonesia di Filipina Eddy Mulya membenarkan pembebasan sandera itu murni tanpa bayaran. "Ini full negoisasi," katanya saat di Lapangan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Ahad, 1 Mei 2016.

Eddy mengatakan, kedutaan besar di Filipina memang mendapat tugas untuk mengakomodir semua unsur yang terlibat dalam proses negoisasi. "Diplomat, TNI, termasuk dari ILO," ujarnya. Semua yang terlibat akhirnya menyusut di bawah pimpinan Ahmad Baidowi dari Yayasan Sukma. Baidowi, kata Eddy, pernah melakukan riset tentang terorisme pada 2012. "Mereka yang atur. Kami cuma tindak lanjut.”

Proses negoisasi bisa terjadi lantaran ada kerjasama pendidikan dengan pemerintah otonomi Moro Selatan. “Di sana kami ada riset, bangun pendidikan, ngajarin. Sudah lama ini. Anggap saja kerja sama antar umat Islam,” ujarnya.

Penyanderaan anak buah kapal warga negara Indonesia oleh Abu Sayyaf terjadi pada akhir Maret lalu. Sebanyak sepuluh orang ABK Kapal Brahma 12 dan Anand 12 diculik di perairan Filipina Selatan. Penyanderaan kembali terjadi di pertengahan April 2016, sebanyak empat orang ABK WNI yang bekerja Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi menjadi korbannya.

Presiden Joko Widodo mengatakan meski 10 sandera telah bebas, pemerintah Indonesia masih berupaya membebaskan empat ABK WNI yang lainnya. Pemerintah pun berencana mengadakan pertemuan dengan Malaysia dan Filipina pada 5 Mei mendatang guna membahas keamanan di perairan perbatasan dan wilayah sekitarnya.

Sumber : https://nasional.tempo.co/read/news/...-tak-digunakan

Nasbung Fitnah Lagi emoticon-DP
Linknya : http://www.kaskus.co.id/thread/57263...tebus-si-bewok

Quote:Original Posted By ketua.komnasham
Skenario-nya
1. Pertama, si Bewok kirim orang untuk memberi tebusan kepada kelompok Abu Sayyaf
2. Kedua, siapkan jet pribadi si Bewok untuk menjemput para sandera ke Jakarta.
3. Kemudian, Briefing singkat kalo ditanya wartawan selain Metro Tipu
4. Berangkat naek jet pribadi si Bewok, plus di-wawancara reporter Metro tipu
5. Nyampe di Kemenlu, entar diatur dan dikondisikan harus billang gini-gitu.. pokoknya intinya dikondisikan bahwa "Jokodok Tsang Tjahaja Asia Raja Semesta Djagat Raja"
emoticon-Leh Uga

terakhir MAKAN SIANG DI ISTANA dulu sebelum bertemu keluarga, plus oleh-oleh "eS Teh" alias "Salam Tempel" buat tutup mulut..

Nastak dongok se-Alam Semesta langsung memberi puja-puji kepada Tsang Tjahaja Asiaemoticon-Leh Uga




Tu duit tebusan atas nama perusahaan ABK, tapi duit-nya dari si Bewok..emoticon-Leh Uga
mana mungkin punya duit 14 M tuh perusahaanemoticon-Leh Uga

Si Bewok sih enteng aja 14 M buat pencitraan kubu-nyaemoticon-Leh Uga

Pasti mau dikondisikan kalo bebas tanpa tebusan. Biar seolah2 Pemerintahan si Kodok saktiemoticon-Leh Uga

Tapi sayang banget udah kebongkar duluanemoticon-Leh Uga
Nasbung gagal crott lagiii emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
tukang bohong:

TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan proses pembebasan 10 sandera yang ditahan kelompok Abu Sayyaf merupakan hasil diplomasi yang dilakukan pemerintah.

"Apa yang disampaikam Presiden mengutamakan keselamatan sandera," kata Gatot, di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu, 1 Mei 2016. "Seperti yang dikatakan Menlu (Retno Marsudi) melakukan diplomasi total."

Gatot berharap setelah ini, 4 sandera yang masih ditahan kelompok Abu Sayyaf bisa segera dibebaskan. "Mohon doa agar tidak lama lagi, empat bisa kami bebaskan dengan selamat. Kembali lagi melakukan diplomasi."

Sandera yang diculik oleh kelompok separatis Filipina dibebaskan hari ini. Kesepuluh orang itu merupakan awal kapal Brahma 12 yang sedang menarik kapal tunda Anand 12. Isi kedua kapal itu batu bara.



Total awak kedua kapal itu 14 orang. Namun kelompok militan Filipina atau dikenal dengan Abu Sayyaf itu baru membebaskan 10 orang sandera. Media setempat melaporkan, 10 orang itu dibebaskan setelah pihak perusahaan pemilik kapal, PT Patria Maritime Lines. bersedia membayar uang tebusan.

Uang tebusan itu dibayar pada tanggal 29 April 2016, Total uang tebusan itu 50 juta peso atau setara dengan Rp 14,2 milar.

https://m.tempo.co/read/news/2016/05/01/078767541/10-sandera-wni-akhirnya-dibebaskan-begini-caranya
ane rela nasbungers dimari jadi barter sandera
ada yg bilang ..cincailah sesama umat
Quote:Original Posted By bakanola
tukang bohong:

TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan proses pembebasan 10 sandera yang ditahan kelompok Abu Sayyaf merupakan hasil diplomasi yang dilakukan pemerintah.

"Apa yang disampaikam Presiden mengutamakan keselamatan sandera," kata Gatot, di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu, 1 Mei 2016. "Seperti yang dikatakan Menlu (Retno Marsudi) melakukan diplomasi total."

Gatot berharap setelah ini, 4 sandera yang masih ditahan kelompok Abu Sayyaf bisa segera dibebaskan. "Mohon doa agar tidak lama lagi, empat bisa kami bebaskan dengan selamat. Kembali lagi melakukan diplomasi."

Sandera yang diculik oleh kelompok separatis Filipina dibebaskan hari ini. Kesepuluh orang itu merupakan awal kapal Brahma 12 yang sedang menarik kapal tunda Anand 12. Isi kedua kapal itu batu bara.



Total awak kedua kapal itu 14 orang. Namun kelompok militan Filipina atau dikenal dengan Abu Sayyaf itu baru membebaskan 10 orang sandera. Media setempat melaporkan, 10 orang itu dibebaskan setelah pihak perusahaan pemilik kapal, PT Patria Maritime Lines. bersedia membayar uang tebusan.

Uang tebusan itu dibayar pada tanggal 29 April 2016, Total uang tebusan itu 50 juta peso atau setara dengan Rp 14,2 milar.

https://m.tempo.co/read/news/2016/05...begini-caranya

GOBLOK masih belum paham luh, itu yang ngomong temennya wowo junjungan luh padahal emoticon-Wkwkwk
https://nasional.tempo.co/read/news/...-tak-digunakan
Weeeeew! 😨
Saya kira... berkat bantuan diplomasi si Engkoh.

Tp yo biarinlah yg penting 10 org sudah bebas, sdh bisa ketemu keluarganya.
Orang ini kok waktu ada konferensi pers di pilipin ga nongol ya tapi bacotnya udah kaya pahlawan bertopeng. Get real aja yang bawa pulang siapa. udah lah ga perlu kebakaran jenggot. yang punya jenggot biasa aja walau pesawatnya dipake. laen kali HT ama bekri jgn kecolongan ya kalo ada sandera lagi segera diakuin
emoticon-Selamat emoticon-Selamat
yg penting nyawa mereka slamet

masih ada 4 lagi nih
Mau pake uang tebusan atau tidak, yang penting mereka selamat. Alhamdulillah gk perlu pake duid. emoticon-Big Grin

Tapi anehnya di Indonesia ada yang gk suka para sandera udah bebas karena paham kebencian sudah merasuk sampai ke sumsum tulang. emoticon-Traveller
ooohhh kapalnya PML yah?
Tanya info A1 akh... yg Bener mana.
itu yg ngomong pentolan nasbung lho alias tangan kanan pak wowo, masa nasbung yg kelas kambing mau ngeles emoticon-Ngakak
Sabar gan, dunia maya mah nyali pada gedee
Ada org tolol yg ngeributin cara bebasnya....
Coba kalo elu di culik tong, trus polisi malah rembukan cara bebasinya gimana. Pengen ngerti bisa nahan mencret brp lama...
Quote:Original Posted By cowo.ngondek
Pembebasan 10 WNI, Uang Tebusan Disiapkan Tapi Tak Digunakan
[Nasbung Fitnah lagi] Kivlan Zein : pembebasan sandera ini murni negosiasi.

TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 10 dari 14 sandera yang disekap oleh kelompok separatis Filipina atau dikenal dengan Abu Sayyaf sudah dibebaskan. Mereka adalah awak kapal tugboat Brahma 12 dan tongkang Anand.

Mayor Jenderal (Purnawirawan) Kivlan Zein, salah satu negosiator yang ikut dalam upaya pembebasan sandera tersebut mengatakan, pembebasan sandera ini murni menggunakan jalur negosiasi.


PT Patria Maritime Lines, operator kapal tugboat Brahma 12, memang sudah menyiapkan uang tebusan yang diminta penyandera. Uang tersebut ditaruh dalam tas dan dibawa saat proses serah terima sandera. Namun uang itu tidak pernah diberikan kepada kelompok penyandera. "Buat jaga-jaga kalau tiba-tiba mereka berubah pikiran," kata Kivlan Zein, Ahad, 1 Mei 2016.

Menurut Kivlan Zein, proses serah terima dilakukan di sebuah pantai di Selatan Pulau Mindanau. Serah terima itu dilakukan pada pukul 12.00 waktu setempat. "Dengan juga melibatkan perwakilan dari kedua negara dan satu tokoh yang cukup disegani oleh kelompok Abu Sayyaf," kata Kivlan.

Tokoh yang dimaksud Kivlan adalah Gubernur Zulu Abdsakur Toto Tan II. Toto ini keponakan dari pimpinan Moro National Liberation Front (MNLF), Nur Misuari. Kelompok Abu Sayyaf merupakan sempalan dari kelompok MNLF yang memilih berdamai dengan pemerintah Filipina.

Kivlan pernah bertugas sebagai pasukan perdamaian Filipina Selatan pada 1995-1996. Pada saat tugas itu, dia mengenal Nur Misuari dengan sangat baik. Keakraban itulah yang kemudian digunakan Kivlan untuk melobi kelompok Abu Sayyaf agar membebaskan WNI yang disandera.

Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah Nur Misuari segera menghubungi Toto agar bernegosiasi dengan kelompok militan Abu Sayyaf. Negosiasi pertama dilakukan pada akhir Maret tak lama setelah 10 sandera disekap.

Negosiasi itu juga melibatkan petinggi perusahaan Patria Maritime dan juga intelijen Filipina. "Kemudian direspons oleh badan intelijen strategis TNI dan terjadi komunikasi," kata dia. Negosiasi berjalan baik yang dibantu oleh pemerintah Filipina, bekas militan MNLF dan juga beberapa organisasi lainnya, akhirnya pada 1 Mei, 10 sandera itu dibebaskan. "Sekarang kami sedang mencoba negosiasi untuk membebaskan empat sandera yang masih ditahan," kata dia.

Konselor Menteri dari Kedutaan Besar Indonesia di Filipina Eddy Mulya membenarkan pembebasan sandera itu murni tanpa bayaran. "Ini full negoisasi," katanya saat di Lapangan Udara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Ahad, 1 Mei 2016.

Eddy mengatakan, kedutaan besar di Filipina memang mendapat tugas untuk mengakomodir semua unsur yang terlibat dalam proses negoisasi. "Diplomat, TNI, termasuk dari ILO," ujarnya. Semua yang terlibat akhirnya menyusut di bawah pimpinan Ahmad Baidowi dari Yayasan Sukma. Baidowi, kata Eddy, pernah melakukan riset tentang terorisme pada 2012. "Mereka yang atur. Kami cuma tindak lanjut.”

Proses negoisasi bisa terjadi lantaran ada kerjasama pendidikan dengan pemerintah otonomi Moro Selatan. “Di sana kami ada riset, bangun pendidikan, ngajarin. Sudah lama ini. Anggap saja kerja sama antar umat Islam,” ujarnya.

Penyanderaan anak buah kapal warga negara Indonesia oleh Abu Sayyaf terjadi pada akhir Maret lalu. Sebanyak sepuluh orang ABK Kapal Brahma 12 dan Anand 12 diculik di perairan Filipina Selatan. Penyanderaan kembali terjadi di pertengahan April 2016, sebanyak empat orang ABK WNI yang bekerja Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi menjadi korbannya.

Presiden Joko Widodo mengatakan meski 10 sandera telah bebas, pemerintah Indonesia masih berupaya membebaskan empat ABK WNI yang lainnya. Pemerintah pun berencana mengadakan pertemuan dengan Malaysia dan Filipina pada 5 Mei mendatang guna membahas keamanan di perairan perbatasan dan wilayah sekitarnya.

Sumber : https://nasional.tempo.co/read/news/...-tak-digunakan

Nasbung Fitnah Lagi emoticon-DP
Linknya : http://www.kaskus.co.id/thread/57263...tebus-si-bewok



TS GOBLOG.

Kivlan Zen itu kan Jenderal nasbung.

emoticon-Wkwkwk

Entah kapan ane nemu panastaik yang agak pinteran dikit.

emoticon-Wkwkwk
Yessss...

pakai tebusan ya..... ORA masalah son...
ga pakai tebusan..... ORA masalah son...

pakai pesawat Om Paloh ORA masalah son..
pakai wawancara Om Paloh ORA masalah son...

sing penting masalane BEREZzz son...
sing penting sandrane SELAMET son...

sing penting ora kanggo duite kita son...
sing penting ora kanggo motore kita son...

sing penting NASTAK, NASBUNG, NASDEM dame son, aja MUSUAN teruss, aja DEBATTTT teruuss.. mumeeettt ndase kita son..

wis son, kita arep turu ndisik yak, tulung aja berisiiik bae ya soon...

suwun...
Nasbung otak kopong, hal ginian aja masih di nyinyirin, kebangetan emoticon-Big Grin
anying.... makin membingungkan publik aja.

aplg kakanda blewok ikut2an berkoar mengklaim punya jasa...

lebih biadab dr abu syaiton nih, hal ginian dimanfaatin buat kepentingan pribadi...
Gua quote postingan gw sendiri aja
Quote:Original Posted By betara10


Tidak lebay.
Hasil cerita sama teman2 pinoy....kelompok AS itu terkenal banget "kekeluargaannya" mirip2 ama Mafia italia. ...Bisa dibilang AS itu family business. mereka sangat sukar diberantas karena isinya rata2 masih saling terkait secara kekeluargaan. Ditambah lagi banyak simpatisan mereka didalam tubuh militer dan pemerintahan filipin sendiri.
Mereka sangat menghormati hirarki keluarga.....yang muda sangat menghormati yang tua....anak2 akan mematuhi orang tua. Karena inilah cara mereka survive...saling melindungi dan saling mematuhi.
So tinggal mencari siapa "orang tua" yang paling dihormati maka negosiasi bisa berjalan lancar.
Cuma sekarang masalahnya...pemerintah filipin sendiri nggak mau kehilangan muka....makanya ada politikus mereka bilang ini pasti pakai tebusan....karena selama ini mereka tidak pernah berhasil negosiasi dengan para teroris ini emoticon-Big Grin

×