alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/57268dbd1ee5dfe45d8b456e/wni-sandera-kelompok-abu-sayyaf-bebas
WNI sandera kelompok Abu Sayyaf bebas
WNI sandera kelompok Abu Sayyaf bebas
Sejumlah anak buah kapal (ABK) WNI yang menjadi korban sandera kelompok militan Abu Sayyaf, berjabat tangan dengan perwakilan Pemerintah saat tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (1/5/2016).
Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa syukurnya atas telah dibebaskannya 10 Warga Negara Indonesia Anak Buah Kapal Brahma 2, yang telah diculik dan disandera sejak 26 Maret lalu. Pemerintah , kata Jokowi masih bekerja keras untuk pembebasan 4 warga Indonesia yang masih disandera.

Presiden mengatakan kesepuluh WNI itu diberangkatkan dari Zamboanga, Filipina menuju ke Jakarta. Kondisi kesepuluh WNI itu dalam keadaan baik. Kesepuluh WNI itu dibebaskan dengan cara dibawa ke rumah Gubernur Sulu, dan kemudian dibawa ke pangkalan militer Filipina.

Presiden menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak, seluruh anak bangsa yang telah membantu proses upaya pembebasan ini, baik yang formal maupun yang informal.

"Ucapan terima kasih terutama juga saya tujukan kepada pemerintah Filipina. Tanpa kerja sama yang baik upaya pembebasan tersebut tidak mungkin membuahkan hasil yang baik," kata Jokowi dilansir laman Sekretariat Kabinet, Minggu (1/4/2016).

Presiden mengatakan, pemerintah masih terus bekerja keras untuk pembebasan 4 warga Indonesia yang masih disandera kelompok Abu Sayyaf.
Alhamdullillah, puji syukur kepada Allah SWT, akhirnya 10 ABK WNI yang disandera oleh kelompok bersenjata sejak tanggal 26 Maret 2016, saat ini telah dapat dibebaskan. 10 WNI tersebut dalam keadaan baik dan akan segera dipulangkan ke Indonesia. Banyak sekali pihak yang telah bekerjasama dalam pembebasan 10 WNI ini. Oleh karena itu, terimakasih dan penghargaan kepada semua pihak, seluruh anak bangsa yang telah membantu upaya pembebasan ini, baik yang formal maupun informal. Ucapan terima kasih terutama kepada Pemerintah Filipina. Tanpa kerjasama yang baik, upaya pelepasan tersebut tidak mungkin membuahkan hasil yang baik. Saat ini, kita masih terus bekerja keras untuk pembebasan 4 ABK WNI yang lainnya. Di samping upaya pembebasan sandera, satu isu lain yang perlu mendapatkan perhatian adalah keamanan di perairan perbatasan dan wilayah sekitarnya.Oleh karena itu, akan diadakan pertemuan tanggal 5 Mei ini antara Indonesia, Malaysia dan Filipina untuk membahas upaya peningkatan pengamanan ini. Foto: Biro Pers Setpres
Foto kiriman Joko Widodo (@jokowi) pada Mei 1, 2016 pada 5:19 PDT

Kelompok Abu Sayyaf memang lekat dengan aksi kekerasan di wilayah Filipina selatan. Mereka berbasis di pulau Basilan, Mindanao, Jolo, dan Tawi-Tawi. Mereka juga dikenal sebagai Al Harakat Al Islamiyya, kelompok separatis yang terdiri dari milisi Islam garis keras yang hendak memisahkan dari Filipina.

Kelompok Abu Sayyaf kerap menculik dan menyandera orang asing, dan meminta uang tebusan. Aksi penculikan terbesarnya pada April 1995, di provinsi Zamboanga del Sur. Saat itu, kelompok yang suka menyebut dirinya Abus ini menyandera 50 orang dan menewaskan 6 di antaranya. Selanjutnya, mereka menculik 23 guru dan 30 siswa di Claret School, di Tumahubong, provinsi Basilan.

Saat ini, Abu Sayyaf masih menyandera 11 orang, yaitu empat warga Indonesia, empat warga Malaysia, serta masing-masing seorang warga Kanada, Norwegia, dan Belanda.


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...u-sayyaf-bebas

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- WNI sandera kelompok Abu Sayyaf bebas Membalas Donald Trump lewat galeri wajah Muslim AS

- WNI sandera kelompok Abu Sayyaf bebas Twitter tidak berusaha keras memerangi tindakan rasial

- WNI sandera kelompok Abu Sayyaf bebas Bocoran foto-foto prekuel film Harry Potter dirilis