alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5724430360e24ba9348b456b/lapas-over-kapasitas-ditjen-pas-ibaratnya-kentut-saja-bisa-jadi-masalah
Lapas Over Kapasitas, Ditjen PAS: Ibaratnya Kentut Saja Bisa Jadi Masalah
Lapas Over Kapasitas, Ditjen PAS: Ibaratnya Kentut Saja Bisa Jadi Masalah
Kebakaran di lapas Banceuy

Jakarta - Ditjen Pemasyarakatan mencatat setidaknya ada 150 produk undang-undang yang sanksi pidananya berupa pidana penjara. Bukan hal aneh jika lapas di Indonesia hampir seluruhnya mengalami kelebihan kapasitas.

Menurut Jubir Ditjen Pas Akbar Hadi, dia membuat pengandaian, kapasitas lapas 5 orang saat ini diisi oleh 20 orang bahkan lebih. Hal tersebut dapat memicu gesekan-gesekan di dalam lapas yang dapat berujung pada kerusuhan seperti yang selama ini terjadi.

"Tentu ini akan sangat berdampak pada kehidupan sehari-hari mohon maaf ibaratnya kentut saja jadi persoalan, demikian juga volume petugas yang demikian lebarnya," kata Akbar dalam diskusi 'Ada Apa dengan Lapas?' di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (30/4/2016).

"Sehingga pada akhirnya, contohnya di kota-kota besar misalnya Jakarta, Cipinang Salemba, di Sumut Tanjung Kusta rata-rata penghuni 3500-an sedangkan jumlah petugas sangat tidak berimbang," jelasnya.

Akbar juga menyinggung banyaknya pihak yang menurut regulasi memiliki kewenangan untuk melakukan penangkapan. Ia menyebutkan di antaranya KPK, BNN, Densus 88, dan PPNS dari beberapa kementerian.

"Mereka semakin aktif melakukan penangkapan sehingga semakin banyak penghuni kita. Boleh dikatakan pintu lapas itu dibuka lebar-lebar," ujar Akbar.

Menurut Akbar over kapasitas tentu akan sangat berdampak pada penghidupan dalam lapas. Beragam upaya telah dilakukan Kemenkum HAM khususnya dari Ditjen PAS.

"Terutama bagaimana menambah kapasitas hunian. Kalau membangun lapas baru itu butuh 3,5 tahun, ketika lapas sudah jadi, hunian juga semakin membludak. Paling tidak yang masih memungkinkan, kita lihat kondisi rutan dan lapas yang ada lahannya, diperluas atau ditinggikan," tutur Akbar.

"Kedua optimalisasi pemberian hak warga binaan seperti pemberian remisi, pembebasan bersyarat, justice collaborator. Ini sebagai salah satu problem kita. Tidak ada reward untuk yang berkelakuan baik. Ini jadi salah satu persoalan besar. Pintu mendapat kesempatan remisi dalam tanda kutip berkurang," jelasnya.

Akbar juga mengapresiasi petugas di lapangan, di mana di tengah keterbatasan, masih mampu meredam gesekan-gesekan.

"Kita sudah wanti-wanti ketika remisi tak kunjung diberikan, petugas kita menggunakan pendekatan secara humanis kepada warga binaan tapi tentu saja tidak berimbang," imbuh Akbar.

http://news.detik.com/berita/3200469...a-jadi-masalah

lapas raksasa aja dibikin di salah satu pulau reklamasi milik pemerintah pusat
emoticon-Traveller
×