alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/571e20ed9e740415478b456b/dikawal-amp-disosialisasikan-aqil-siradj--hary-tanoe--juga-berencana-ke-pilpres-2019
Dikawal & Disosialisasikan Aqil Siradj: Hary Tanoe juga Berencana ke Pilpres 2019?
Said Aqil Siraj dan Promosi Pemimpin Non-Muslim
Senin, 25 Apr 2016 09:50 0

Dikawal & Disosialisasikan Aqil Siradj: Hary Tanoe juga Berencana ke Pilpres 2019?
Hari Tanoe saat berkunjung ke salah satu pesantren

Umat Islam Indonesia terus diuji dengan berbagai cobaan yang datang silih berganti. Ujian itu bukan hasil kerja sporadis dan tiba-tiba tetapi hasil pemikiran yang terencana dan dilakukan secara sistematis. Salah satu musibah besar saat ini adalah sebuah pendangkalan akidah terhadap sosok pemimpin.

Pendangkalan akidah itu bisa dilihat dari inisisiasi dan sosialisasi pemimpin non-muslim di tengah komunitas masyarakat Islam. Hal ini berujung memarginalisasi peran politik umat Islam di panggung politik. Ujung dari drama ini adalah tampilnya sosok pemimpin non-muslim yang belum jelas kiprah dan kontribusinya terhadap umat Islam di panggung politik.

Di berbagai media sosial sudah tampil bagai sosok Hary Tanoesoedibjo (Hary Tanoe) melakukan sebuah safari politik di tengah-tengah basis umat Islam yakni pesantren. Banyak media sosial menampilkan slogan Said Aqil Siraj, saat mempromosikan pemimpin partai Perindo (Persatuan Indonesia) itu, yang mengatakan “Lebih baik orang kafir tapi jujur daripada muslim koruptor”. Dalam acara itu, Said Aqil mengajak Hary Tanoe berkeliling pondok pesantrennya yang sedang dibangun. Sang pemimpin Perindo di ajak masuk masjid dan pesantren dengan baju taqwa dan peci putih. Pada kesempatan itu, para santri pria dan wanita berebut mencium tangan. Bahkan di sejumlah daerah ditemukan sejumlah tokoh Islam mulai ikut jadi pengurus Perindo (detiknews.com).

Fakta di atas menarik untuk dicermati. Pertama, adanya promosi calon pemimpin non-muslim yang dilakukan oleh pemimpin ormas Islam terbesar di Indonesia. Karya “besar” untuk menanam bibit konflik di tubuh internal umat Islam ini sudah benar-benar ditancapkan oleh Said Aqil. Pendampingan untuk mempromosikan Hari Tanoe menjadi calon pemimpin Indonesia, bukan hanya tindakan pragmatis dan gelap mata, tetapi juga tindakan pembodohan terhadap akidah dan pemikiran umat Islam. Apa yang dilakukan Ketua Umum PBNU, dalam mempromosikan calon pemimpin non muslim ini, jelas akan melahirkan friksi-friksi dalam kalangan umat Islam.

Kedua, adanya pendangkalan akidah dan idealisme umat Islam. Pernyataan Said Aqil bahwa “Lebih baik orang kafir tapi jujur daripada muslim koruptor” bukanlah slogan yang baik untuk melakukan pendidikan politik bagi umat Islam. Bagaimana mungkin seorang yang pernah mengenyam pendidikan tinggi di negeri Mekkah ini menempatkan dan membandingkan dua hal yang tidak seimbang. Kalau mau jujur, semestinya menampilkan dua hal yang seimbang dan selevel ketika membandingkan sesuatu. Dalam konteks memilih pemimpin, seharusnya dia menunjukkan pemimpin kafir yang jujur disandingkan dengan pemimpin muslim yang jujur pula. Mengapa dia tidak mengambil slogan, “Lebih baik orang muslim tapi jujur daripada kafir koruptor.” Bukankah pernyataan terakhir ini merefleksikan dirinya sebagai pemimpin yang layak dan tepat dalam mengangkat harkat dan martabat umat Islam. Pernyataan “Lebih baik orang kafir tapi jujur daripada muslim koruptor” sepertinya merupakan pernyataan yang sengaja menjual harga dirinya dengan ongkos sosial yang sangat mahal.

Ketiga, seakan pemimpin muslim lekat dengan kasus korupsi. Pernyataan Said Aqil Siraj ini seolah-olah menunjukkan data bahwa calon pemimpin sudah sedemikian lekat dengan kasus-kasus korupsi. Pernyataan“Lebih baik orang kafir tapi jujur daripada muslim koruptor”seolah-olah menunjukkan bahwa orang-orang kafir sedemikian bersih dan telah berkontribusi besar dalam mendharmabaktikan dirinya dalam menjunjung harkat dan martabat umat Islam. Prestasi apa yang diberikan Hary Tanoe kepada umat Islam selama ini. Apakah gagasan-gagasan brilliannya sudah dirasakan umat Islam dalam bentuk kebijakan praktis ? Sementara realitas empiriknya, kebijakan dia belum terlihat relevansinya bagi peningkatan kualitas umat Islam.

Keempat, adanya penghancuran karakter berpikir umat Islam. Kalau selama ini, Islam mengajarkan bahwa memilih pemimpin muslim adalah wajib, guna menegakkan urusan kaum muslimin, serta larangan pemimpin non muslim yang sudah jelas tidak peduli terhadap perkara umat Islam. Maka dengan munculnya promosi Said Aqil Siraj terhadap Hary Tanoe menunjukkan adanya penghancuran akidah dan pemikiran umat Islam dalam memilih pemimpin.

Pertanyaan yang layak dimunculkan : (1) Apakah Said Aqil merujuk hasil survei yang menunjukkan pemimpin Indonesia yang kafir telah berlaku adil dan peduli terhadap perkara umat Islam. (2) Apakah Said Aqil merujuk hasil statistik yang menunjukkan bahwa tidak ada lagi pemimpin muslim yang adil dan semuanya terlibat dalam kasus korupsi, sehingga tidak layak dipilih. Konteks berpikir seperti ini menunjukkan bahwa pikiran “mendingan” memilih pemimpin kafir yang adil itu, layaknya disematkan pada kondisi darurat atau tidak normal. Sebagaimana kondisi ketika tidak adanya makanan halal, maka diperbolehkan memakan makanan yang diharamkan. Begitu pula dengan pilihan terhadap pemimpin, ketika tidak ada lagi pemimpin muslim yang jujur dan adil maka pemimpin kafir jujur merupakan alternatif terbusuk. Sementara kondisi saat ini menunjukkan yang sebaliknya, dimana banyak pemimpin muslim taat terhadap ajaran agamanya, adil, pintar, cerdas, berpengalaman dan berwawasan luas sangat banyak, sehingga layak untuk dipilih.

Apa yang dilakukan Said Aqil Siraj jelas-jelas telah melakukan pembunuhan karakter terhadap calom pemimpin dari kaum muslimin. Bahkan pendangkalan akidah itu bisa dilihat dari penghormatan, dalam bentuk cium tangan, yang dilakukan para santri baik laki-laki maupun perempuan. Pembolehan memilih pemimpin kafir sudah jelas implikasi negatifnya, yakni adanya cium tangan yang dilakukan oleh perempuan muslimah pesantren. Sementara mencium tangan laki-laki yang bukan muhrim, apalagi laki-laki kafir, merupakan larangan dalam Islam. Kondisi apapun, umat Islam harus memilih pemimpin muslim dan menghindari pemimpin kafir.
http://fokusislam.com/2800-said-aqil...on-muslim.html


Said Aqil Siraj yang Mempromosikan KAFIR CINA Masuk ke Pesantren dan Masjid “Mendadak Jadi Ustadz for 2019”
Apr 24th, 2016

Dikawal & Disosialisasikan Aqil Siradj: Hary Tanoe juga Berencana ke Pilpres 2019?

INNAA LILLAHI WA INNAA ILAIHI ROJI’UUN…

Musibah besar menimpa Umat Islam Indonesia dengan tampilnya Kiyai mempromosikan cina kafir ke berbagai pesantren.

NA’UDZU BILLAAH MIN DZALIK…

Said Aqil Siraj yang mempromosikan KAFIR CINA masuk ke pesantren dan masjid dengan slogan :

“Lebih baik Orang Kafir Tapi Jujur dari Pada Muslim Koruptor”

Setelah memberikan “Mauidhoh Hasanah” lalu Said Aqil mengajak “Syeh” Hari Tanoe berkeliling pondok pesantrennya.

Tidak lupa, Said Aqil menunjukkan lokasi-lokasi bangunan yang sedang dikerjakan.

Sekarang yang paling berbahaya adalah hadapi Ketum Perindo HARI TANOE Tokoh China Kafir Sponsor MISS WORLD yang mulai masuk masjid dan pesantren dengan pakaian Baju Taqwa dan Peci Putih mengelabui umat ISLAM.

Para Santri Pria dan Wanita berebut cium tangan. Bahkan Deklarasi Perindo di Tasik diadakan di sebuah Pesantren.

Sejumlah Tokoh Islam Daerah mulai ikut jadi pengurus Perindo. Ini harus dicegah dan diusir secara ELEGAN untuk sadarkan umat jangan undang dia atau buka pintu untuknya.

SANGAT BERBAHAYA..!!!
https://www.nahimunkar.com/said-aqil...tadz-for-2019/


Said Aqil: Mending Pemimpin Non-Muslim Tapi Jujur daripada Muslim Tapi Zalim
Sabtu 16 Apr 2016, 21:28 WIB

Dikawal & Disosialisasikan Aqil Siradj: Hary Tanoe juga Berencana ke Pilpres 2019?
Ilustrasi: Ketum PBNU Said Aqil Siraj (Foto: Lamhot Aritonang)

Jakarta - Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengimbau rakyat agar yakin untuk memilih calon kepala daerah yang jujur dan bersih di Pilkada serentak 2017. Menurutnya, tak masalah bila calon kepala daerah itu non-Muslim tapi jujur dan dipercaya rakyat.

"Siapa saja yang mampu dan dipercaya rakyat, pemimpin yang adil meski itu non-Muslim tapi jujur, itu lebih baik daripada pemimpin Muslim tapi zalim. Di mana saja dan siapa saja," kata Said Aqil di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (16/4/2016).

Dia mengatakan imbauan ini bukan bermaksud mendukung bakal calon di daerah tertentu yang maju di Pilkada 2017. Namun, diingatkan, pemimpin yang baik adalah bisa memikirkan kemashlatan rakyatnya.

Ia pun menepis bila dianggap mendukung bakal cagub DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Enggak, enggak. Saya bukan dukung Ahok ya. Bagi saya pemimpin yang adil, meski non-Muslim lebih baik. Itu membawa kemaslahatan," tuturnya.

Kemudian, dia mencontohkan kejadian pemimpin Libya, Muammar Khadafi. Meski Muslim, tapi Khadafi tak memikirkan kemashlatasan rakyatnya. Ia tak ingin di Pilkada nanti, masyarakat salah memilih calon kepala daerah.

"Pemimpin yang zalim dan tak adil, masyarakat akan merasakan kezalimannya. Kayak Muammar Khadafi , dia Muslim itu. Tapi, apa? rakyatnya sengsara," ujarnya.

Tak ketinggalan, Said Aqil berpesan agar partai politik mulai memberanikan bisa mempraktikan tidak menggunakan politik uang. Bila tak bisa, maka sulit mengubah sistem ini.

"Politik uang itu harus dihindari. Kalau tidak bisa ya masih lama. Kita harus sadar berdemokrasi untuk negara. Nah, ini tugas parpol," sebutnya.
http://news.detik.com/berita/3189642...lim-tapi-zalim


SMRC: Hary Tanoe & RK Potensial Saingi Jokowi di Pilpres 2019
Rabu, 13 Januari 2016 - 15:48 wib

Dikawal & Disosialisasikan Aqil Siradj: Hary Tanoe juga Berencana ke Pilpres 2019?
Harry Tanoe

JAKARTA - Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) telah mengeluarkan hasil survei terbarunya yang salah satunya berisikan tentang nama-nama potensial penyaing Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2019.

Nama-nama tersebut di antaranya Prabowo Subianto, yang juga menjadi pesaing Jokowi pada Pilpres 2014, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Kota Bandung Ridwan Kamil (RK), Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.

Dari para tokoh tersebut, nama Prabowo bercokol di posisi paling atas dengan perolehan 21,2 persen dukungan dari responden. Sementara tiga tokoh lainnya masih di bawah angka 10 persen, dan untuk Jokowi sendiri mendapat kepercayaan publik sebanyak 33,4 persen.

"Nama-nama itu sudah beredar di publik. Kalau kita pikir-pikir, empat tahun ke depan belum ada nama baru. Dan kalau terus sosialisasi, dan popularitasnya sampai 80 persen, maka akan menempel pada memori masyarakat. Saya kira, nama-nama itu yang akan menjadi pesaing Jokowi," ujar Direktur Eksekutif SMRC Djayadi Hanan kepada Okezone, di Jakarta, Rabu (13/1/2016).

Selain SBY yang sudah menjabat dua periode sebagai presiden dan pernah menyatakan tidak akan maju di Pilpres 2019, Djayadi mengatakan, tokoh muda seperti Hary Tanoe, Ahok, dan lainnya bisa menyalip popularitas yang dimiliki Prabowo yang selama ini menjadi pesaing berat Jokowi.

"Mereka itu masih fresh, dan mereka potensial. Tapi apa mampu mengalahkan Jokowi, tentu tergantung pada sosialisasi yang mereka lakukan, dan kedua apakah kinerja Jokowi selama menjadi presiden dianggap positif atau tidak," tandasnya.

Sekedar diketahui, survei SMRC dilakukan kepada 1.220 responden dan yang berhasil diwawancarai sebanyak 82 persen. Margin of error dari survei yang pengambilan sample-nya menggunakan multistage random sampling itu sebesar 3,2 persen.
http://news.okezone.com/read/2016/01...i-pilpres-2019


Perindo Siap Hadapi Pilpres 2019
Jumat, 09 Oktober 2015, 21:54 WIB

Dikawal & Disosialisasikan Aqil Siradj: Hary Tanoe juga Berencana ke Pilpres 2019?
Hary Tanoe

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perindo melakukan kunjungan ke Kantor Harian Umum Republika. Tujuan dari kunjungan itu adalah untuk menjalin hubungan baik dengan Republika sekaligus menyampaikan visi misi serta persepektif dari Perindo.

Ketua Umum DPP Perindo, Hary Tanoesoedibjo mengatakan, partai yang didirikanya pada Oktober tahun lalu kini tengah terus mempersiapkan untuk menghadapi pilpres 2019.

"Saat ini, kami fokus untuk memperkokoh partai," ucapnya dalam kunjunganya ke Kantor Harian Umum Republika, Jakarta Selatan pada Jumat (9/10).

Ia juga mengatakan, pada prinsipnya, Perindo melakukan persiapan pilpres secara mengalir saja. Akan seperti apa nantinya, lanjut dia, yang terpenting adalah Perindo dapat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan Indonesia.

"Sambil menuju Pilpres, kami bekerja keras untuk memperkuat jaringan partai," ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini jaringan Perindo telah mencapai tingkat kecamatan. Targetnya, lanjut Hary, tahun depan sudah dapat memperluas jaringan hingga ke seluruh kelurahan di Indonesia.

Dengan begitu, ia berharap Perindo dapat segera mengakar di masyarakat. Baginya, mengakar itu mutlak diperlukan oleh sebipuah partai agar dapat lebih memasyarakat.
http://www.republika.co.id/berita/na...i-pilpres-2019

AHOK akan membayangi Harry Tanoe menuju Kursi RI-1 kelak?
Quote:Ahok Diproyeksikan Menjadi Wakil Jokowi di Pilpres 2019 ?
07/02/2016

Dikawal & Disosialisasikan Aqil Siradj: Hary Tanoe juga Berencana ke Pilpres 2019?
Jokowi dan Ahok

Jakarta – Setelah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, popularitas Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok makin melambung tinggi. Hal ini membuatnya dijagokan untuk maju dalam Pilgub DKI Jakarta 2017. Tak cukup sampai disitu, banyak netizen yang menganggap bahwa Ahok akan sukses jika dipasangkan dengan Joko Widodo dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) yang akan digelar 2019 mendatang.

Berdasar pantauan tim Harian Indo, Minggu (7/2/2016), belakangan ini makin banyak netizen yang menjagokan pasangan Jokowi-Ahok untuk maju dalam Pilpres 2019. Memang sebelumnya Jokowi-Ahok pernah berduet sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang terpilih pada Pilgub DKI 2012.

Meski namanya mulai ramai disebut akan meramaikan Pilpres 2019, Ahok masih belum ingin membicarakan sejauh itu. Pasalnya, mantan Bupati Bangka-Belitung ini telah membulatkan tekadnya untuk maju sebagai calon gubernur dalam Pilgub DKI 2017 mendatang lewat jalur independen.

Sikap Ahok ini tentunya ingin menghormati para pendukungnya yang tergabung dalam komunitas Teman Ahok. Pendukung Ahok ini memang sudah menunjukkan komitmen dan kerja keras mengumpulkan satu juta KTP untuk memuluskan langkah Ahok maju di Pilgub DKI 2017. Hingga hari ini, Minggu (7/2), Teman Ahok telah mengumpulkan total 672.706 lembar KTP.
Kita tunggu saja kiprah Ahok ke depannya ya, karena apapun bisa terjadi dalam beberapa tahun ke depan. (Rani Soraya – harianindo.com)
http://m.harianindo.com/2016/02/07/7...-pilpres-2019/


Ahok Jadi Incaran Jokowi pada Pilpres 2019?
27 Jun 2015 at 04:44 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Meski Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta periode 2017-2022 masih lama, namun Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sudah menyiapkan 'amunisi'.

Disebut-sebut akan maju secara independen, relawan Ahok yang bernama Teman Ahok itu, sudah gencar mengumpulkan dukungan.

Hingga akhir 2015, para relawan menargetkan pembangunan 150 posko pengumpulan dukungan buat Ahok.

Peneliti Center of Strategic and Indonesia Studies (CSIS) Arya Fernandes mengatakan, Pilkada DKI Jakarta itu menjadi penting. Sebab pemilu di Ibukota akan memengaruhi daerah lain.

"Pilkada DKI 2017 itu menjadi penting. Pasalnya, Pilkada DKI ini akan mempengaruhi politik nasional. Otomatis Pilkada DKI akan mencuri perhatian parpol. Ini juga akan memengaruhi para tokoh politik nasional," ujar Arya dalam diskusi politik di Jakarta, Jumat 26 Juni 2015.

Menurut Arya, salah satu tokoh politik nasional yang akan menyoroti adalah mantan mitra Ahok di DKI, yakni Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Sebab, kata Arya, jika Ahok memenangkan pertarungan Pilkada DKI 2017 dan Jokowi kembali maju pada Pilpres 2019, kemungkinan Jokowi akan meminang mantan Bupati Belitung Timur itu menjadi pendampingnya.

"Jokowi berkepentingan dalam Pilkada 2017. Ahok itu akan mendukung pemerintah. Bisa saja, kalau Ahok menang di Pilkada itu, Ahok dipertimbangkan Jokowi jika maju di 2019 (Pilpres) jadi wakilnya," pungkas Arya.
http://news.liputan6.com/read/226057...a-pilpres-2019


Yusril: Kalau 2017 Menang, Ahok Akan Maju Pilpres 2019
06 FEB 2016 14:30

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra belum memutuskan untuk mengikuti pemilihan Gubernur DKI 2017 mendatang.

"Kita lihat perkembangannya," kata Yusril kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (06/02/2016).

Menurut Yusril, wacana dirinya untuk maju dalam Pilkada DKI 2017 sebenarnya dimunculkan oleh salah satu lembaga survei. Lembaga itu, melihat fenomena saudara Yusril yang berhasil mengalahkan adik Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Belitung Timur.

Yusril awalnya tidak terlalu menanggapi wacana itu. Tapi, wacana itu semakin hari semakin berkembang.

Kata Yusril, dia lebih memilih untuk berlaga dalam Pemilihan Presiden 2019. Tapi bila ternyata harus didahului dengan mengikuti Pilkada DKI 2017 maka dia menyatakan siap.

"Kalau 2017 Ahok menang (dalam Pilkada DKI) maka dia (Ahok) juga akan maju di Pilpres 2019," ujar Yusril.

Dia juga menyebutkan bahwa meski belum ada suara resmi dari parpol, tetapi sudah ada pernyataan dari sejumlah politisi dari beragam partai politik yang mendukung pencalonannya.

Ditanyakan mengenai pendapat keluarga, Yusril mengungkapkan keluarga tidak ada masalah untuk itu.

Yusril juga mengemukakan, dalam Pilkada serentak tahun 2015, dari sebanyak 168 pilkada, maka PBB berhasil memenangkan hingga sebanyak 53 calon.

Karena itu, Yusril saat ini fokus memperkuat PBB secara internal dengan tujuan antara lain agar dia juga bisa maju dalam Pilpres 2019.

Apalagi pada tahun 2019, lanjutnya, pemilu digelar serentak dan tidak ada ambang batas suara untuk pencalonan presiden. Setiap parpol peserta pemilu berhak mengusulkan calon presiden.
http://nasional.rimanews.com/politik...u-Pilpres-2019


-------------------------------

Wahhhh .... bisa pecah nih fokus Habib Rizieq dan FPI untuk berjuang agar NKRI kagak sampai dipimpin cinak-kapir macam si Ahok atau si Harry Tanoe ini.

Untuk pak Aqil Siradj, emang dari sekian puluh juta calon pemimpin muslim di negeri ini, nggak ada yang amanah dan jujur atau semua emang dzolim adanya sehingga tak perlu didukung?
masalahmu bkn masalah saya
emoticon-Traveller
emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
ts nya terguncang berat ya ? emoticon-Turut Berduka
Islam liberal, bahka ahmadiyah m2nghasilkan muslim penerima nobel bidang science
Wahabi cuma menghasilkan jutaan bomber dan tukang gorok leher
Yg goblok muslim ditengah lebih bela wahabi dibandin liberal, kaya ts dan rata2 panasbung
Kelihatan bener emang si harry pengen jadi Presiden kok...tapiiii berat lah... emoticon-Ngakak
ya silahkan aja hambur2in duit ente sendiri ini

kalo kalah harus lapang dada

tp coba test dulu lawan elektabilitas ahok dgn nyalonin gubernur DKIemoticon-Big Grin

kaga yakin gw kalo lu bisa menang lawan ahokemoticon-Big Grin
Lawan ahok kayaknya keok nih harry emoticon-Big Grin
masih belum dikenal namanya, apa lagi yang luar daerah emoticon-Big Grin
kalo pada maju di pilres nanti, beeh bakal seru tuh emoticon-Big Grin
tapi yg ini sih kapir dzolim pak ustad emoticon-Cape d... (S)
Dikawal & Disosialisasikan Aqil Siradj: Hary Tanoe juga Berencana ke Pilpres 2019?
Quote:Original Posted By samber.gledek
Islam liberal, bahka ahmadiyah m2nghasilkan muslim penerima nobel bidang science
Wahabi cuma menghasilkan jutaan bomber dan tukang gorok leher
Yg goblok muslim ditengah lebih bela wahabi dibandin liberal, kaya ts dan rata2 panasbung


Silahkan Hary Tanoe kristen hambur2in duit buat jadi presiden...ampe kiamat juga ga bakalan jadi, ga kapok2 apa digarong politik wkwkwkwk
tukang SHITnetron

dan tukang cuci otak lewat media dan lagu......... emoticon-Najis


okelah ngurus futsalnya.......tapi jgn jadi ajang kampanye yah......... emoticon-Leh Uga






emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)
Quote:Original Posted By sihabibbaik
Dikawal & Disosialisasikan Aqil Siradj: Hary Tanoe juga Berencana ke Pilpres 2019?


Hahaha
Ane jadi ht pun ga bangga, lah ada cap kafirnya emoticon-Wakaka
Judulnya bikin koko beli onta gitu lo biar rame
Gini nih yang bikin muslim terus mengalami kemunduran, bisanya cuma protes ama nyela doang. Harusnya masyarakat muslim bisa introspeksi, jangan cuma nyiyir. Didik yang bener noh calon2 kader yang potensial untuk jadi pemimpin kalo ga mau kaum minoritas ambil alih kepemimpinan. Fenomena ahok sama tanoe ini bisa jadi pelajaran, bahwa muslim di Indonesia gagal mendidik kader2 calon pemimpin. Pemimpin yang sukses tidak hanya modal doa dan pasrah aja, butuh effort. Dan satu lagi, ini negri Pancasila bukan padang pasir, keragaman agama suku dan budaya adalah hal yang tak bisa dielakkan, jangan bawa arab sono kesini.

emoticon-No Hope

edit: sorry ane bukan pendukung tanoe, walaupun ane akui, anaknya tanoe selera ane emoticon-Malu ...
goblok banget yg mikir ht bakal kaya ahok hanya karna sama2 cina dan kristen..
ht itu bandingannya bakrie lah, hanya beda bungkusnya.
Cuma penggembira emoticon-Traveller
ibarat anak kecil, ht ini ibarat bocah kaya yg dikibulin teman2 bocah lainnya cuma buat diporotin duitnya.. emoticon-Traveller
Gua dukung deh... Bayangin aj jd presiden MNC aj dia bisa bajak aset perusahaan lain ( tiang telpon).. Gmn klo dia jd presiden... Bisa bajak negara tetangga mungkin... emoticon-Wakaka
porotin terus duitnya...
Gak kaget gw emoticon-Big Grin Dari awal khan gw udah bilang...ni orang ngincer R1 atau R2...proyek ambisius sampai bela2in buat partai tuk jd tunggangannya, gila memang!!
dan pula agil siraj ngomong gitu kirain murni pemikiran dia n terkesan mmbela ahok...ternyata si Ht toh emoticon-Cape d... (S), pantesan dulu ada spot iklannya agil di perindo emoticon-Embarrassment