alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/571e16d592523366728b457c/berbicara
Berbicara
Aku hanya ingin sedikit berbicara untuk masalah ini, masalah yang menurutku amatlah besar dan tentu juga besar untuk orang di sekitarku, orang yang menyanyangiku, dan orang yang kusayangi.

Aku menyakitinya, dengan amat sangat memilukan. Membuat lubang di hatinya, membuatnya menutup hatinya. Dan aku selalu bertanya kepada langit dan Tuhan setiap malam “Apa yang harus aku lakukan? Apa orang bajingan akan selalu menjadi bajingan?”.

Aku tahu itu menyakitkan dan membuat luka lalu ditaburi garam. Bahkan maafpun tidak cukup untuk itu, jadi bisakah kalian menjawab pertanyaanku? Apa yang harus aku lakukan?
Dia menutup hatinya untukku, menutup rapat. Tanpa membuka cela sedikitpun, dan aku? Tidak bisa berbuat apa – apa selain menangis, berharap, dan berdo’a. Kesalahanku, menduakannya. Karna aku pikir, aku tidak ada di hatinya sejak awal, aku menyanyanginya sejak 20 bulan yang lalu. Jujur aku akui aku amat lelah waktu itu, amat sangat lelah. Hanya bisa berharap, dan mengharapkan dia melihatku, menatapku.
Karna kelelahanku itu, aku menduakannya dengan seorang pria. Pria yang bisa dibilang cukup mapan. Aku tergoda, dan mata hatiku tertutup karna kelelahanku. Dan beberapa kejadian memalukan keluargaku yang membuatku harus begitu.

Aku seorang perempuan bajingan, yang menyakiti hati seorang pria yang amat tulus. Dia bukan seperti selingkuhanku, yang bisa memberikan apa saja untukku. Dia memberikanku sesuatu yang sebenarnya belum pernah aku dapat. Pengakuan dan waktu. Kalian tahu persis bukan? Waktu amatlah sangat berharga. Dan aku menolak waktu yang dia berikan. Mencacinya dengan beberapa perkataan kasar, mengusirnya dan begitu terus selama 6 bulan ini.
Aku menyanyanginya semenjak 20 bulan lalu dan lelah selama 4 bulan, dan kembali menyanginya dan tidak menunjukan padanya bahwa aku amat sangat menyanginya. Aku berpura – pura dalam drama yang aku buat, membuatnya amat tersiksa dan kau tahu? Akupun juga begitu, tersiksa. Bisakah kau merasakan itu?
Kau mematahkan prinsipku, kau memecah egoku, kau menerangiku. Kau memang tidak menolongku langsung ketika aku terjatuh, aku tahu kau pergi, merenung, dan aku tahu apa yang kau renungkan. Cara terbaik untuk menolongku, aku sangat berterima kasih untuk itu. Bahkan terima kasihpun tidak cukup.

Aku ingin menjadikanmu prioritas utamaku, walaupun kau tak ingin. Aku tahu orang bajingan sepertiku tidaklah pantas mendapat kesempatan dari orang sebaik kau, aku pikir juga kau lebih pantas mendapatkan yang terbaik.
Egoiskah aku membiarkanmu bersamaku? Terbelunggu dengan kehambaran hubungan kita? Ataukah ini cobaan untuk hubungan kita? Aku masih belum mendapatkan jawabannya. Yup, kita berhubungan atau tidak rasanya ‘datar’ seperti katamu. Dan seberapapun aku berusaha untuk membuatmu terkesan, kau hanya merespon seperti usahaku tidak berarti apa – apa untukmu.

Aku tahu salahku amatlah besar, dan tak termaafkan mungkin. Dan aku hampir putus asa soal ini, hampir. Tapi aku tidak akan menyerah, sepertimu ketika memperjuangkanku. Tidak menyerah, tidak berhenti, dan selalu memperjuangkan walaupun kau tahu itu sakit. Aku akan lakukan itu, sampai waktunya tiba. Waktu yang kita berdua sangat amat kita tidak inginkan, waktu yang akan membuat kita berdua larut dalam penyesalan yang dalam.
Bolehkah aku berbicara?

"Hei, aku sayang kamu 20 bulan yang lalu. Ketika aku tidur dan mimpiin kamu terus menerus, aku gak tahu artinya apa. Tapi aku suka kok liat kamu ketawa, senyum, dan cara kamu ngomong. Itu alesan aku selalu ajak bercanda kamu dibandingkan sama yang lain. Kita ngobrol selalu nyambung, dulu. Kita cerita, dan saling terbuka saling nngasih saran satu sama lain. Aku mau minta maaf, Cuma ya kayanya gak cukup untuk nebus kesalahan aku semua. Silahkan kamu lakuin apa yang kamu ingin lakuin, tapi aku tetap berjuang."
Dinda jangan sesali ini. Kamu masih cantik sperti dlu. Saat pertama kali kita jumpa. Ooh dinda semua berakhir sudah, mestinya smua terangkum dan tak satupun yg kusesali. Malahan semua warnai hidup. Mungkin Duri yg pernah tertancap mendewasakan aku dan kamu. #sudah~
Wkwkkwkwkwk :v
Quote:Original Posted By agptrxxx
Wkwkkwkwkwk :v


Kekeh ya mbak emoticon-Ngakak