alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/571df7f812e2577e238b456d/menimba-ilmu-dari-legenda-bulutangkis-indonesia
Menimba Ilmu dari Legenda Bulutangkis Indonesia
Gimana ya rasanya kalau dilatih oleh para legenda bulutangkis? Buat agan-agan yang hobi ngikutin bulutangkis pasti rela buat melakukan apa saja demi bisa seenggaknya dapet coaching clinic dari legenda bulutangkis kita walaupun cuma sekali seumur hidup. Soalnya kita nggak akan cuma mengasah skill bersama mereka gan, tapi juga mengasah mental.

Sebut aja Christian Hadinata, Sigit Budiarto, sampai Maria Kristin Yulianti. Yah walaupun nama terakhir beda angkatan dengan nama-nama sebelumnya, tapi Marcel tetap menjadi satu dari jajaran atlet bulutangkis yang telah mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Ketiga nama ini sedang aktif sebagai pelatih Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis yang tengah mengadakan audisi di 9 kota di Indonesia untuk mencari legenda berikutnya.

Perjalanan para mantan atlit bulutangkis ini menjadi legenda nggak semudah yang kita kira gan. Ternyata mereka menghadapi berbagai cobaan di awal atau pertengahan karir. Kalau mungkin orang lain sudah menyerah menghadapi hambatan, justru mereka bangkit dari rintangan. Di sini, ane akan cerita sedikit tentang perjalanan Christian, Sigit, dan Maria menjadi legenda bulutangkis Indonesia.

Quote:Menampik Tudingan Palsu dengan Prestasi

Pertama ane mau cerita soal salah satu atlet bulutangkis favorit ane nih gan. Kalo ngomongin Sigit Budiarto, agan-agan pasti masih ingat gimana pasangan Legendaris Sigit/Candra Wijaya menaklukan pasangan andalan Korea, Lee Dong Soo dan Yoo Yong Sung di babak final All England pada 2003.

Menimba Ilmu dari Legenda Bulutangkis Indonesia

Pasangan ini sudah mencatatkan berbagai prestasi mentereng di berbagai kejuaraan bulutangkis dunia gan! Mulai dipasangkan oleh Pelatnas pada September 1996, duo ini sudah berhasil menjadi kampiun utama Thailand Open dan US Open! Yopsss. Ketajaman pasangan ini berlanjut dengan menjuarai Taipei Open, Indonesia Open, dan Singapore Open pada 1997 hingga ajang Piala Thomas 1998 di Hong Kong yang menjadi kenangan manis Sigit karena berhasil menjadi penentu kemenangan Indonesia atas China di partai keempat saat krisis melanda Tanah Air (krisis moneter 98).

Namun pada 1998, Sigit sempat mendapat musibah sehingga harus berpisah dengan Candra. Duo ini kembali dipasangkan oleh Pelatnas pada 2001 dan langsung menggila dengan menjuarai Japan Open, Indonesia Open, Malaysia Open, Thailand Open, Medali Emas di SEA Games 2001 hingga All England 2003. Sigit memutuskan keluar dari Pelatnas pada akhir 2006.

Menimba Ilmu dari Legenda Bulutangkis Indonesia
Sigit Budiarto sebagai pelatih di PB Djarum

Tapi jangan dikira Sigit bisa mendapatkan predikat legenda bulutangkis Indonesia dengan jalan yang mulus-mulus aja Gan. Di tengah karirnya sebagai atlet bulutangkis, Sigit pernah mendapat cobaan berat berupa vonis doping pada 1998. “Saya gak merasa menggunakan doping. Berkali-kali di tes sebelumnya, hasilnya selalu negatif. Saya kaget, tidak tahu persis kandungan doping itu,” ungkap Sigit.

Sigit harus menerima sanksi yang cukup berat yaitu tidak diijinkan ikut pertandingan selama satu tahun. Dalam musibah inilah karakter juara yang ada di diri Sigit justru menurut ane ditampakkan gan. Nggak patah semangat, Sigit justru mencoba meyakinkan publik bahwa anggapan ia menggunakan doping adalah hal yang mengada-ada. Sigit kembali terjun di perhelatan kompetisi dunia pada 1999. Pertama kali masuk lapangan, Sigit merasa dihantaui dengan perasaan takut dan tidak percaya diri karena kalangan bulutangkis dunia sudah mengetahui kasusnya.

Tapi justru musibah ini seolah menjadi titik bangkit bagi Sigit. Di tahun-tahun mendatang berbagai prestasi bergengsi disabetnya, termasuk gelar kompetisi paling bergengsi: All England. Seorang legenda membuktikan kapasitasnya. Salut!


Quote:Orang Kecil Jadi Legenda Tanah Air

Menimba Ilmu dari Legenda Bulutangkis Indonesia

Christian Hadinata dipasangkan dengan Ade Chandra oleh Pelatnas dan langsung menjadi juara All England 1972. Yang paling gokil adalah itu merupakan kali pertamanya pasangan ini ikut dalam kejuaraan All England gan. Pasangan Christian/Ade mencatat sejarah sebagai pasangan ganda putra Indonesia pertama yang menjadi juara All England. Di gelaran berikutnya, pasangan ini jadi juara nomor ganda putra untuk kedua kalinya. Niatnya mencetak hat-trick pada All England 1974, sayang Ade mendapat musibah kecelakan motor yang membuatnya cedera di bagian tangan. Ade digantikan Lie Sumirat dan pasangan baru Christian/Lie mampu mencapai babak final, namun dikalahkan pasangan yunior Tjun Tjun/Johan.

Dikenal sebagai pemain yang bisa dipasangkan dengan siapa saja, Christian Hadinata sudah mencetak berbagai prestasi gemilang di nomor ganda putra dan ganda campuran. Pada 1988, Christian mundur dari Pelatnas dan kembali ke klub PB Djarum tempatnya bernaung sejak 1980.

Menimba Ilmu dari Legenda Bulutangkis Indonesia
Christian Hadinata sebagai pelatih di PB Djarum

Christian bahkan nggak mengawali kiprahnya dalam dunia bulutangkis seindah teman-temannya saat di bangku SMP gan. Niatnya jadi seorang pemain bulutangkis pernah terhambat karena sulit bagi dirinya saat itu untuk menyediakan raket, kock, sepatu, pergantian senar putus, dan berbagai kebutuhan lainnya. Bulutangkis adalah olahraga yang mahal bagi Christian. Jangankan raket, bahkan saat main aja, ia nggak pakai sepatu. Kalo nggak diajakin dan dimodalin main bulutangkis oleh sahabatnya, Christian nggak akan bisa main. Dari pertandingan antar sekolah, ia sering mendapat hadiah seperti raket, kaos, dan sepatu, Itulah menjadi modal baginya untuk terus bermain.

Wah, bahkan dengan start yang nggak mulus seperti itu nggak bisa menghentikan seorang Christian sebagai legenda bulutangkis Indonesia!


Quote:Penolakan Bukan Alasan Untuk Berhenti

Mungkin agan mengenal nama Maria Kristin Yulianti dari prestasinya menyumbangkan medali untuk Indonesia di cabang bulu tangkis pada Olimpiade Beijing 2008. Mendapat predikat tak diunggulkan, Maria justru keluar sebagai pemenang dalam laga perebutan tempat ketiga yang penuh tensi. Ia membungkam publik tuan rumah setelah menang atas wakilnya yaitu Lu Lan dengan skor akhir 11-21, 21-13, 21-15. Dirinya sukses memboyong medali perunggu sekaligus menjadi tunggal putri Indonesia ketiga yang sanggup menggasak medali di pesta olahraga dunia terbesar itu. Pasca kesuksesan Maria, belum ada lagi atlet tunggal putri bulutangkis Indonesia yang berhasil mengekor prestasi dirinya di ajang Olimpiade.

Menimba Ilmu dari Legenda Bulutangkis Indonesia

Prestasi Maria diawali dari ajang SEA Games 2007. Maria keluar sebagai peraih medali emas untuk nomor tunggal putri dan nomor beregu. Ia juga memberi kejutan di ajang Piala Uber dan Djarum Indonesia Open Super Series 2008. Di mana Maria berhasil membawa tim Piala Uber untuk melaju ke partai puncak. Sementara di ajang DIOSS 2008, Maria menyelesaikan kompetisi sebagai runner up setelah harus mengakui keunggulan Zhu Lun di partai final. Maria pun ditunjuk untuk mewakili Merah Putih di ajang Olimpiade Beijing. Setelah bergelut dengan cedera lutut selama 7 tahun, Maria memutuskan untuk meninggalkan Pelatnas pada 2011.

Kata “tidak” mungkin adalah kata yang paling akrab di telinga Maria semasa perjuangannya menjadi atlet bulutangkis. Sempat dua kali gagal bergabung dengan PB Djarum, Maria baru bisa bergabung di kali ketiga percobaannya. Perjalanannya di PB Djarum nggak lantas mulus buat Maria. Maria remaja sempat mendapat teguran dan hampir terdegradasi dari klub. Bisa bertahan di klub karena permintaan khusus Anjib Kurniawan, sang pelatih, Maria menuai perjuangannya dengan menjadi runner up di Kejuaraan Nasional. Dengan prestasi ini, Maria bisa mengikuti Seleksi Nasional sebagai tahap pertama untuk bisa bergabung bersama Pelatnas pada 2001. Kembali kata “tidak” harus jadi teman Maria sekali lagi. Dirinya gagal terpilih sebagai tunggal putri pelatnas dan harus menunggu satu tahun ke depan.

Perjuangan Maria kembali menemui jalan terjal. Selama di Cipayung, Maria bahkan sempat diberikan surat teguran. Maria nggak akan diterima sebagai atlet Pelatnas kalau nggak kunjung berprestasi. Keadaannya ini makin dipersulit karena namanya berkali-kali dicoret dari kompetisi selama 6 bulan. Maria pun nggak bisa membuktikan kemampuannya di atas lapangan.

Awal-awal sih suka nangis karena sudah persiapan tetapi seminggu sebelumnya dipanggil dan dikabari kalau tidak jadi diberangkatkan. Sekali, dua kali, tiga kali masih yang kadang ngga bisa terima, tetapi setelah itu ya sudahlah yang penting latihan, dibatalin atau nggak itu urusan belakang,” tuturnya.

Menimba Ilmu dari Legenda Bulutangkis Indonesia
Maria Kristin Yulianti sebagai pelatih di PB Djarum

Setelah diberi kesempatan untuk berkompetisi, ia langsung menyabet gelar juara di Singapore International Challenge dan Indonesia International Challenge 2005. Dari situlah berbagai prestasi ia bukukan untuk bulutangkis Tanah Air, dari Sea Games hingga Olimpiade. Dengan mendengar semua kata “tidak” di awal karirnya tersebut, Maria malah nggak marah sedikitpun. Kata “tidak” justru mengasah mentalnya untuk jadi salah satu atlet kebanggan merah putih.


Hari ini, ketiga mantan atlet ini aktif di dunia bulutangkis Indonesia sebagai pelatih para generasi penerus. Kecakapan mereka di lapangan dan di luar lapangan diteruskan pada anak-anak di Indonesia melalui Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis. Program ini sudah melahirkan salah satu atlet andalan pelatnas yaitu Kevin Sanjaya, yang sekaligus adalah anak didik dari Sigit Budiarto di PB Djarum. Melihat prestasi dan perjuangan para pelatih ini di masa aktifnya sebagai pemain, tentu udah nggak perlu dipertanyakan lagi kan gan. Apalagi sekarang anak-anak Indonesia punya kesempatan untuk dilatih langsung oleh para legenda bulutangkis Indonesia ini. Pastikan Agan jadi bagian dari bangkitnya lagi bulutangkis Indonesia!

Sumber 1
Sumber 2
Sumber 3
pertamax emoticon-Cool
mdh mdhan prestasi bulutangkis indonesia selalu mendunia gan
kalo ane lebih suka adu bulu
emoticon-Leh Uga
Ketika masa pensiun tiba, mereka baru sadar, Piala tidak Bisa Di Makan (di Indo)
mudah2an para juniornya bisa mengikuti jejak mereka
dah lama negara kita tidak merajai bulu tangkis
Rudi hartono gan emoticon-Request
Mantap nih audisi PB Djarum dapet coachnya legend

emoticon-Toast
semoga aja yg junior2 mengikuti jejak senior2nya dan jadi legenda berikutnya.
mudah mudahan prestasi atlit indo bisa mengharumkan nama Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia
salut sama ts yang sudah menyempatkan waktu untuk membuat thread tentang bulutangkis
di tengah kepercayaan masyarakat sedang memudar masih ada yang punya keyakinan terhadap prestasi bangsa
caranya ikutan pb djarum gimana gan?
mau daftarin ponakan ane biar bisa dilatih para legenda emoticon-Cool
Nama Indonesia harum berkat mereka emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia
salah satu pemaen ganda favorit ane tuh sigit budiarto
emoticon-Jempol
Moga aja muncul lg generasi ky Rudi Hartono n Liem Swie King
pemain legend bgt
mantap gan infonya, ternyata sigit budiarto pernah kena kasus doping ya emoticon-Bingung
tapi habis itu menang all england emoticon-Wow

kelasss
semoga juaraa emoticon-Cool
legend banget nih christian hadinata, jadi pelatih juga jago banget emoticon-Big Grin
wah bentar lagi thomas & uber cup nih, habis itu bca indonesia open super series 2016

semoga indonesia juara

emoticon-I Love Indonesia emoticon-I Love Indonesia
ijin bukmak, kebetulan cari info buat pb djarum emoticon-Peace
MKY favorit ane nih gan, pengen ketemu emoticon-Cipok
pixel-tracking