alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/571df0ba56e6af481b8b4586/paskah-yahudi-di-jakarta-dan-kerukunan-antaragama
Paskah Yahudi di Jakarta dan kerukunan antaragama
Paskah Yahudi di Jakarta dan kerukunan antaragama
Ilustrasi Yahudi
Jumat pekan lalu (22/4) di Jakarta, komunitas Yahudi Ortodoks merayakan Paskah (Pesach). Acara yang ditujukan untuk mengetengahkan kedamaian dan keharmonisan antaragama itu dihadiri oleh 50 orang. Di antara hadirin adalah sejumlah pemuka Islam dan Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Antony Blinken.

"Para lelaki dan perempuan dari beragam kepercayaan berkumpul untuk merayakan tradisi kuno Yahudi di negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Ini sangat luar biasa," ujar Blinken dikutip The Jerusalem Post.

Pernyataan Blinken itu mencerminkan masalah nyata yang dihadapi para pemeluk Yahudi di tanah air. Pasalnya, sekitar 200 penganut salah satu agama langit itu harus beragama dengan sembunyi-sembunyi demi mengelakkan diri dari masalah.

"Kami berharap pemerintah serius dengan masalah ini karena kami juga punya hak (beragama). Kami ingin kesetaraan. Ini identitas kami. Kami butuh memiliki iman sebagai bagian dari hak asasi manusia serta hak untuk berhubungan dengan Tuhan," ujar Yunaes Senggi, salah satu peserta. Senggi datang jauh-jauh dari Papua untuk merayakan Paskah Yahudi untuk kali pertama.

Pada 2013, satu-satunya rumah ibadah Yahudi lama yang bersisa di Indonesia--tepatnya di Surabaya, Jawa Timur--dirobohkan.

Elisheva Wiriaatmadja, seorang perempuan Indonesia yang turut berada dalam forum perayaan itu, mengatakan bahwa kebencian masyarakat Indonesia terhadap Israel dan Yudaisme bertolak dari kurangnya interaksi kaumnya. "Ketika mereka berkata, 'saya benci Yahudi, saya benci Israel', mereka tidak sepenuhnya bisa disalahkan. Soalnya, mereka belum pernah bersinggungan langsung dengan pemeluk Yahudi," ujarnya.

Kebanyakan pengikut Yahudi di negeri ini adalah keturunan para pendatang dari Belanda dan Irak yang masuk ke Indonesia pada dasawarsa 1920-an. Namun, seperti terbaca di laman Tempo, keberadaan golongan itu sesungguhnya jauh lebih lama lagi. "Orang Yahudi pertama yang bermukim di Indonesia adalah seorang saudagar dari Mesir. Ia meninggal di Pelabuhan Barus, barat daya Sumatera pada 1290," ujar Profesor Rotem Kowner kepada Tempo.

Sang guru besar bahkan yakin bahwa orang-orang Yahudi yang menjadi Nasrani juga turut dalam rombongan kapal Portugis yang mendarat di Nusantara pada awal abad ke-16.

David Abraham adalah salah satu Yahudi Indonesia keturunan Irak. "Kakek dan nenek saya, dua-duanya (dari ayah dan ibu,-red) berasal dari Baghdad, Irak. Yahudi ada dua, ada keturunan dari Baghdad, dan ada dari Eropa. Dari Eropa itu putih-putih, kalau dari Irak ya hitam kayak saya," ujarnya kepada Hukum Online. Ia seorang pengacara.

Dalam pengakuannya, tidak banyak Yahudi Indonesia yang mendalami bidang hukum. Salah satunya pengajar di Fakultas Hukum Univesitas Sam Ratulangi Manado, yang juga seorang rabi (pendeta Yahudi).

Di kalangan pengacara, David berkawan dengan pengacara-pengacara beragama Islam. Ia menyebut beberapa advokat seperti Indra Sahnun Lubis, Luthfi Hakim, dan Munarman.

"Brothers-brothers saya itu kebanyakan Muslim. Lihat tuh si Indra. Munarman (pengacara yang aktif di FPI) itu 'begini sama saya'," tuturnya sambil menjabat tangannya sendiri sebagai tanda keakraban."Luthfi Hakim itu kan dari majelis mujahidin," tambahnya lagi.

Selaras dengan David yang terbuka dengan kawan-kawannya, Yobbi Ensel pun demikian. Ia bahkan bercerita bahwa "tetangga-tetangganya yang Muslim senang mendengarkan" kitab Taurat. Yobbi pemimpin komunitas Yahudi di Manado. Darah Yahudi yang mengalir di tubuhnya berhulu kedua orang tuanya. "Lingkungan dekat rumah saya tahu saya ini berdarah Yahudi," ujarnya kepada Tempo pada 2011.

Situasi di Manado yang didominasi nonmuslim dipandang lebih kondusif bagi para pemeluk Yahudi. Sebuah sinagoga pun sudah berdiri di kota itu. Namun, ia mengaku tidak bangga sebagai Yahudi dan "lebih suka menjadi non-Yahudi (goyim) karena menjadi Yahudi itu tanggung jawabnya besar."


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...nan-antaragama

---