alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/571de6661ee5df4b6f8b456c/klik-penjelasan-mabes-polri-soal-rumor-kerusuhan-tolikara
Klik! Penjelasan Mabes Polri soal Rumor Kerusuhan Tolikara
JAKARTA - Mabes Polri membantah adanya perseteruan dan kerusuhan di Tolikara, Papua, yang disebut menewaskan setidaknya satu orang dan 95 rumah terbakar sejak tanggal 9 hingga 24 April kemarin.
"Kami sudah kros cek ke Kapolda Papua dan Kapolres Tolikara soal adanya pemberitaan kerusuhan di Tolikara yang katanya menimbulkan beberapa korban jiwa. Informasi itu tidak benar," tandas Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta, Senin (25/4).
Dia menjelaskan, memang ada satu orang ditemukan tewas oleh warga setempat bernama Demikus Wanimbo di Kabupaten Tolikara pada 9 April 2016. Namun, Agus mengaku, belum mengetahui persis penyebab kematian pegawai negeri di Dinas Kependudukan Kabupaten Tolikara itu. Yang pastinya, kata dia, jenazah Demikus memang dibakar karena faktor adat di Tolikara.
"Kemudian setelah kejadian tanggal 9 April sampai sekarang tidak ada kejadian apapun di Kabupaten Tolikara khususnya. Penemuan mayat tadi ditemukan di antara distrik Tanaga dan Distrik Namis, itu masih masuk Kabupaten Tolikara. Saat ini pihak Polda Papua sudah melakukan langkah-langkah penyidikan. Bahkan kami minta keterangan dari lima orang saksi termasuk camat, maupun keluarga korban," beber dia.
Agus pun mengklaim, hingga saat ini situasi di Kabupaten Tolikara kondusif. Berdasarkan penyelidikan sementara, beredarnya informasi kerusuhan itu sejak kemarin, malah membuat situasi menjadi panas.
"Kami tegaskan bahwa tidak ada kejadian kerusuhan yang mengakibatkan korban jiwa baik meninggal maupun korban berat selama bulan April. Informasi yang sudah beredar itu tidak benar dan hal tersebut sudah dikonfirmasi oleh Kapolres kepada yang bersangkutan. Ternyata info yang diterima itu juga bukan dari hasil temuan sendiri tapi dapat informasi dari orang lain," tandasnya. (mg4/jpnn)


sumber : http://m.jpnn.com/read/2016/04/25/391873/Klik!-Penjelasan-Mabes-Polri-soal-Rumor-Kerusuhan-Tolikara-
Yg nyebarin rumornya wajib diciduk itu ..
Biasanya sih golongan yg demen ngehalalin darah orang lain sok play victim
kalo mayoritas babi ya gini..
Quote:Original Posted By victorducatista
Yg nyebarin rumornya wajib diciduk itu ..
Biasanya sih golongan yg demen ngehalalin darah orang lain sok play victim


mgkn salah satu simpatisan OPM/aktivis HAM papua yg gajes yg jd biang rumor nya itu.... emoticon-Nohope
ternyata tidak benar emoticon-Amazed








kalopun benar ..... bukan urusan saiyah emoticon-Hammer (S)
Kok beda sama versi bapak Kapolri sebelumnya (per 23 Juli 2015):

Quote:Polisi Ungkap Peran Dua Dalang Kerusuhan Tolikara

Jakarta, CNN Indonesia -- Dua orang tersangka pemicu kerusuhan di Tolikara saat Hari Raya Idul Fitri berhasil ditangkap Polda Papua, Kamis (23/7). (Baca: Polisi Berhasil Tangkap Biang Kerok Rusuh Tolikara)

“Sudah ditangkap pukul 17.00 WIT. Baru saja satu jam yang lalu. Saya langsung yang memimpin penangkapan,” kata Kapolda Papua Irjen Yotje Mende kepada CNN Indonesia. (Baca: Kapolda Pimpin Penangkapan Dalang Kerusuhan Tolikara).

Kedua tersangka yang berinisial HK dan JW merupakan warga lokal Tolikara. “Keduanya dari GIDI (Gereja Injili di Indonesia),” kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Istana Negara, Jakarta.

Yotje membeberkan peran para tersangka dalam kerusuhan Tolikara yang membuat jemaah salat Id bubar dan menghanguskan sejumlah bangunan di wilayah itu, termasuk musala.

“Mereka orang yang menyuruh menyerang di awal. Mereka sebagai provokator, menggunakan wireless (untuk berkomunikasi), kemudian melakukan penyerangan saat salat Id,” kata Yotje.

Polda Papua akan segera menginterogasi kedua tersangka. “Perlu pemeriksaan intensif terhadap tersangka, kenapa sampai ada niatan menyerang waktu salat Id,” ujar Yotje.

Meski dua dalang kerusuhan Tolikara telah tertangkap, Yotje menegaskan penyelidikan tidak berhenti karena bisa jadi tersangka bertambah.

Tolikara saat ini telah kembali kondusif. Muslim dan warga Kristen Tolikara telah resmi berdamai Rabu (22/7). Pendeta Yunus Wenda dari GIDI dan Ustaz Haji Ali Muktar saling bersalaman dan berpelukan di lapangan Koramil yang juga menjadi lokasi salat Id, Jumat (17/7).

Pendeta Yunus meminta maaf karena telah menyakiti hati muslim. Dia berharap seluruh warga Tolikara kembali bersatu seperti semula. Harapan itu diamini oleh Ustaz Ali yang berdoa agar kerusuhan tak terjadi lagi di Tolikara.

Umat Islam dan Kristen Tolikara sepakat untuk membangun kembali kerukunan beragama yang terpelihara baik di Tolikara sebelum pecah insiden pekan lalu. (Baca selengkapnya: Pendeta GIDI dan Imam Masjid Saling Peluk di Tolikara) (agk)

Sumur :
http://www.cnnindonesia.com/nasional...uhan-tolikara/


Quote:Dua orang tewas dan 95 rumah dibakar di Tolikara

Sedikitnya dua orang tewas dan 95 rumah dibakar akibat konflik antarmasyarakat di Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua.

Dalam keterangan kepada BBC Indonesia, Feri Kagoya selaku kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tolikara mengatakan konflik tersebut berlangsung antara warga Distrik Gika dan Distrik Panaga sejak 9 April 2016 hingga Minggu (24/04).

“Warga kedua distrik saling serang. Bahkan, mereka menggalang kekuatan dari distrik-distrik lain yang masih punya hubungan kekerabatan. Banyak yang sudah mengungsi ke distrik-distrik tetangga,” kata Feri kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.

Akibat konflik tersebut, sedikitnya dua orang tewas, 17 luka berat, dan 15 lainnya luka ringan. Dari kerugian materi, sebanyak 95 rumah hangus dibakar, sejumlah lahan pertanian rusak, dan hewan ternak dijarah.

Menurut Feri, sebenarnya sudah ada kesepakatan damai dari tetua adat dari masing-masing distrik. Sejumlah personel TNI dan Polri pun telah berada di lokasi konflik.

Namun, dia mengkhawatirkan adanya kerusuhan lanjutan apabila tiada penanganan lanjutan mengingat kedua kubu masih menyimpan dendam. "Kedua kelompok kini masih siap siaga satu...Warga menyiapkan anak panah, tombak, dan parang."

Penyebab

Penyebab konflik tersebut, sebagaimana dipaparkan Feri, adalah kecemburuan mengenai pembagian dana bantuan pemerintah.

“Warga salah satu distrik merasa dana bantuan ke distrik lain jauh lebih besar. Ini menjadi pemicu,” ujar Feri.

Akan tetapi, Bupati Tolikara, Usman Wanimbo, membantah bahwa bantuan dana pemerintah menjadi penyulut aksi kekerasan. Dia berkeras bahwa pertikaian antarwarga disebabkan masalah perzinahan.

“Tidak ada sangkut pautnya dengan dana bantuan pemerintah, ini murni semata-mata perzinahan. Warga salah satu distrik yang marah berupaya membalas dendam ke distrik lain,” kata Usman.

Bagaimanapun, dia mengakui bahwa besaran dana bantuan pemerintah ke setiap distrik berbeda. Dia tidak menjelaskan apa yang menjadi dasar perbedaan besaran dana ke setiap distrik.

Sumur :
http://www.bbc.com/indonesia/berita_...ra_papua_rusuh



walah, kok bisa gitu...
nah loh, siapa nih yang nyebar berita buat micu konflik di sana.