alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/571de1e4de2cf248628b4568/ahok-sebut-yang-beri-bantuan-kepada-quotmanusia-perahuquot-keterlaluan
Ahok Sebut yang Beri Bantuan kepada "Manusia Perahu" Keterlaluan
Ahok Sebut yang Beri Bantuan kepada "Manusia Perahu" Keterlaluan
Bantuan disalurkan bagi warga Pasar Ikan yang tergusur, Selasa (19/4/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyayangkan banyak pihak yang memberi bantuan makanan kepada warga Pasar Ikan yang tinggal di perahu. Menurut dia, kondisi seperti ini banyak dipolitisasi oleh pihak lain.

"Yang kasih makan mah keterlaluan, cuma kasih makan enam orang lagi. Sampai kapan tahannya? Sampai pilkada juga (nanti) dilupain," ujar Ahok di Lapangan IRTI Monas, Senin (25/4/2016).

Ahok mengatakan, dia mampu membantu lebih banyak warga melalui kebijakan Pemerintah Provinsi DKI daripada yang bisa diberikan pihak tersebut.

"(Sebanyak) 10.000 juga saya piara boleh makan gratis. Jadi, jangan dipolitisasi dan didramatisasi," ujar Ahok.

Posko-posko kemanusiaan memang sudah bermunculan di Kampung Luar Batang. Di antaranya adalah posko dari Front Pembela Islam, Aksi Cepat Tanggap (ACT), Baznas, dan Lembaga Nasional Pos Kemanusiaan Peduli Umat (PKPU).

Pemprov DKI Jakarta sebelumnya membongkar semua bangunan yang berada di Kampung Akuarium, Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, khususnya di RW 04.

Sebagian warga sudah direlokasi ke Rusun Rawa Bebek dan Marunda. Ada pula warga yang masih bertahan di lokasi penggusuran. Sebagian dari mereka tinggal di perahu.

http://megapolitan.kompas.com/read/2...hu.Keterlaluan

Sinetron ekspoitasi manusia gusuran ala mnc&viva emoticon-DP
politik kotor menjatuhkan gubernur dki
demi mendapatkan simpati dan pencitraan emoticon-Mad (S)

Ahok Sebut yang Beri Bantuan kepada "Manusia Perahu" Keterlaluan

Ahok Sebut yang Beri Bantuan kepada "Manusia Perahu" Keterlaluan

keterlaluan memang klo kemiskinan dipolitisasi.
emg keterlaluan kalo cm 6 orang... maksudnya kokoh itu kalo lo mau ngasih bantuan jangan cuma 6 orang...
ehhh junjungan nasbung set dah.. pantesan aja pelit banget.. gak berkah gak pernah menang emoticon-Wkwkwk
Intel pasti sudah tahu, siapa dibelakang mereka yg sengaja menantang pemprov DKI Jakarta!?
beda perlakuan si hoktod ini ketika cina benteng digusur kau ngomong apa hok ?

ras dan agama itu mempunyai kecenderungan dia akan berpihak kemana ..
Cuma disini kemiskinan dijadikan tameng untuk berbuat seenaknya ..
Sekarang malah dipolitisasi pula
yang penting pencitraan kali seperti zaman dahulu kala
Pokoknya kalo di indonesia itu kemiskinan bisa menjadi bahan komoditas
Quote:Original Posted By bolehkritikan
beda perlakuan si hoktod ini ketika cina benteng digusur kau ngomong apa hok ?



waktu itu korban gusuran ada solusi ditempatin di rusun nggak?






#penggusuran kampung pulo

Ahok: Cina Benteng Beda dengan Kampung Pulo

M Rodhi Aulia - 25 Agustus 2015 12:05 wib

 

 

 

 



Warga Cina Benteng menghalangi alat berat yang hendak meruntuhkan tempat tinggal mereka dengan tidur di jalan saat Pemkot Tangerang menertibkan rumah di bantaran sungai Cisadane. (Foto: MI/ Gino)

Metrotvnews.com, Jakarta: Masyarakat diminta tidak membandingkan antara penggusuran warga Cina Benteng, Tangerang, dengan Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Terlebih, kebijakan itu dilakukan dalam kondisi dan waktu berbeda.
 
Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama mengakui, meminta Wali Kota Tangerang yang saat itu menjabat, Wahidin Halim, memberikan ganti rugi korban penggusuran warga Cina Benteng. Menurut dia, saat itu duit kerohiman masih dikenal di negara ini.
 
"Waktu itu saya di Komisi II DPR marah sama wali kota. Mereka (Cina Benteng) sudah tinggal lama. Saya bilang mana (uang kerohiman)? Kalau boleh dianggarin, kenapa enggak dianggarin. Itu saya marah. Cisadane dan Ciliwung mirip-mirip kasusnya. Tapi, sekarang kan beda, uang kerohiman sudah tidak boleh," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2015).
 
Perbedaan lain adalah, penggusuran warga Cina Benteng tidak memiliki alternatif tempat tinggal bagi warga yang digusur. Ahok ingin pemerintah menyiapkan tempat tinggal alternatif. "Kamu enggak bisa main usir orang, harus dikasih solusi rusun," ujarnya.
 
Ahok meminta jangan membandingkan kasus Kampung Pulo dengan kasus Cina Benteng. Saat ini, kata Ahok, dirinya tidak bisa memberikan uang kerohiman atau ganti rugi kepada Kampung Pulo.
 
Menurut Ahok, dirinya menargetkan pada 2017 akan selesai 50.000 unit rusun yang diperuntukkan warga terdampak normalisasi. Secara pribadi, Ahok lebih suka membayar ganti rugi kepada warga terdampak normalisasi ketimbang membangun rusun.
 
"Secara jujur, kalau mau kasih duit saya lebih suka kasih Rp15 juta. Soalnya kalau bangun satu rusun butuh (biaya) Rp140 juta-Rp 200 juta. Kalau mau minta Rp15 juta dan pulang kampung mau, saya kasih uang kerohiman. Rp15 juta lebih untung saya. Tapi, jangan balik lagi ke Jakarta," ujar Ahok.
 
Ahok diketahui pernah memarahi Wahidin Halim, saat Pemerintah Kota Tangerang ingin menggusur permukiman warga Cina Benteng di Kampung Sewan, Tangerang, pada 2010. Saat itu, Ahok yang masih menjabat sebagai anggota Komisi II DPR memarahi Wahidin karena tak menyediakan uang ganti rugi bagi warga yang rumahnya terkena normalisasi Sungai Cisadane.
 
Ahok saat itu menyesalkan keputusan Pemkot Tangerang tidak memberikan ganti rugi kepada warga Cina Benteng yang akan digusur. Ahok menyampaikan hal tersebut saat Wahidin dipanggil oleh DPR untuk menjelaskan rencana penggusuran pemukiman Cina Benteng di Tangerang pada 28 Mei 2010.
 
Ahok juga mempertanyakan ihwal anggaran yang tidak tersedia untuk memberikan ganti rugi. Menurut Ahok, Pemkot Tangerang bisa memanfaatkan APBD untuk membayar ganti rugi. APBD 2010 bisa digunakan sebagai ganti rugi asal mendapat persetujuan dari DPRD setempat.
 
Ahok menegaskan, jika Pemkot Tangerang serius membayar ganti rugi, Pemkot Tangerang bisa mencari dana bantuan sebagai dana penunjang bagi warga.
 
Menurutnya Ahok, tindakan menggusur ratusan rumah warga tanpa memberikan ganti rugi merupakan tindakan yang tidak bisa diterima. Sebab, warga membangun dengan hasil jerih payah mereka selama bertahun-tahun.


(FZN)

semoga paham bedanya emoticon-Embarrassment

kampung pulo udah gak bisa,manusia perahu pun jadi
ntar malah rebutan tuh emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kakekserbatahu
Ahok Sebut yang Beri Bantuan kepada "Manusia Perahu" Keterlaluan

keterlaluan memang klo kemiskinan dipolitisasi.


gan itu pic nya yang dirusun banyak motor ? lah maren tereak2 akses jauh kejalan gada kendaraan kalo dipindah ke rusun emoticon-Cape d...
Buset pelit bener cuma 6 orang yg dikasih makan emoticon-Cape d... (S)
Emang keterlaluan!!!
6 orang diurusin... lah itu di kerawang pada kebajiran kagak ditolongin...

Ketauan banget sih pada mau cari muka..
Quote:Original Posted By bolehkritikan
beda perlakuan si hoktod ini ketika cina benteng digusur kau ngomong apa hok ?

ras dan agama itu mempunyai kecenderungan dia akan berpihak kemana ..


Ya lu itu contohnya baik
Siapa tuh yg ngasih bantuan? Mikimos?

emoticon-cystg
Quote:Original Posted By bolehkritikan
beda perlakuan si hoktod ini ketika cina benteng digusur kau ngomong apa hok ?

ras dan agama itu mempunyai kecenderungan dia akan berpihak kemana ..


laporan BPK tidak ada yang tidak bohong ya coi.. alias semua benar...
hmmmm sungguh pemahaman bahasa indonesia dari seorang nasbung tolol emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By kakekserbatahu
waktu itu korban gusuran ada solusi ditempatin di rusun nggak?






#penggusuran kampung pulo

Ahok: Cina Benteng Beda dengan Kampung Pulo

M Rodhi Aulia - 25 Agustus 2015 12:05 wib

 

 

 

 



Warga Cina Benteng menghalangi alat berat yang hendak meruntuhkan tempat tinggal mereka dengan tidur di jalan saat Pemkot Tangerang menertibkan rumah di bantaran sungai Cisadane. (Foto: MI/ Gino)

Metrotvnews.com, Jakarta: Masyarakat diminta tidak membandingkan antara penggusuran warga Cina Benteng, Tangerang, dengan Kampung Pulo, Jatinegara, Jakarta Timur. Terlebih, kebijakan itu dilakukan dalam kondisi dan waktu berbeda.
 
Gubernur DKI Jakarta Basuki `Ahok` Tjahaja Purnama mengakui, meminta Wali Kota Tangerang yang saat itu menjabat, Wahidin Halim, memberikan ganti rugi korban penggusuran warga Cina Benteng. Menurut dia, saat itu duit kerohiman masih dikenal di negara ini.
 
"Waktu itu saya di Komisi II DPR marah sama wali kota. Mereka (Cina Benteng) sudah tinggal lama. Saya bilang mana (uang kerohiman)? Kalau boleh dianggarin, kenapa enggak dianggarin. Itu saya marah. Cisadane dan Ciliwung mirip-mirip kasusnya. Tapi, sekarang kan beda, uang kerohiman sudah tidak boleh," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2015).
 
Perbedaan lain adalah, penggusuran warga Cina Benteng tidak memiliki alternatif tempat tinggal bagi warga yang digusur. Ahok ingin pemerintah menyiapkan tempat tinggal alternatif. "Kamu enggak bisa main usir orang, harus dikasih solusi rusun," ujarnya.
 
Ahok meminta jangan membandingkan kasus Kampung Pulo dengan kasus Cina Benteng. Saat ini, kata Ahok, dirinya tidak bisa memberikan uang kerohiman atau ganti rugi kepada Kampung Pulo.
 
Menurut Ahok, dirinya menargetkan pada 2017 akan selesai 50.000 unit rusun yang diperuntukkan warga terdampak normalisasi. Secara pribadi, Ahok lebih suka membayar ganti rugi kepada warga terdampak normalisasi ketimbang membangun rusun.
 
"Secara jujur, kalau mau kasih duit saya lebih suka kasih Rp15 juta. Soalnya kalau bangun satu rusun butuh (biaya) Rp140 juta-Rp 200 juta. Kalau mau minta Rp15 juta dan pulang kampung mau, saya kasih uang kerohiman. Rp15 juta lebih untung saya. Tapi, jangan balik lagi ke Jakarta," ujar Ahok.
 
Ahok diketahui pernah memarahi Wahidin Halim, saat Pemerintah Kota Tangerang ingin menggusur permukiman warga Cina Benteng di Kampung Sewan, Tangerang, pada 2010. Saat itu, Ahok yang masih menjabat sebagai anggota Komisi II DPR memarahi Wahidin karena tak menyediakan uang ganti rugi bagi warga yang rumahnya terkena normalisasi Sungai Cisadane.
 
Ahok saat itu menyesalkan keputusan Pemkot Tangerang tidak memberikan ganti rugi kepada warga Cina Benteng yang akan digusur. Ahok menyampaikan hal tersebut saat Wahidin dipanggil oleh DPR untuk menjelaskan rencana penggusuran pemukiman Cina Benteng di Tangerang pada 28 Mei 2010.
 
Ahok juga mempertanyakan ihwal anggaran yang tidak tersedia untuk memberikan ganti rugi. Menurut Ahok, Pemkot Tangerang bisa memanfaatkan APBD untuk membayar ganti rugi. APBD 2010 bisa digunakan sebagai ganti rugi asal mendapat persetujuan dari DPRD setempat.
 
Ahok menegaskan, jika Pemkot Tangerang serius membayar ganti rugi, Pemkot Tangerang bisa mencari dana bantuan sebagai dana penunjang bagi warga.
 
Menurutnya Ahok, tindakan menggusur ratusan rumah warga tanpa memberikan ganti rugi merupakan tindakan yang tidak bisa diterima. Sebab, warga membangun dengan hasil jerih payah mereka selama bertahun-tahun.


(FZN)

semoga paham bedanya emoticon-Embarrassment



jelas sangat beda, nelayan itu tinggalnya di pinggir pantai, sama saja membunuh perlahan, mau jadi apa jika ditempatkan di rusun mau jadi tukang tambal ban ?
Quote:Original Posted By antiuclim
laporan BPK tidak ada yang tidak bohong ya coi.. alias semua benar...
hmmmm sungguh pemahaman bahasa indonesia dari seorang nasbung tolol emoticon-Big Grin



cieee dimana pinternyanij nastaj, justru makin goublok aja gw bilang topik manusia perahu malah komentar bpk, ngerasa nga kalo lu goblok tak ... ngerasa nga .. konslet nih bocah coba pegang jidat lu panas ngak

ngoahaha silahkan coli dilanjut tak
Quote:Original Posted By bolehkritikan
jelas sangat beda, nelayan itu tinggalnya di pinggir pantai, sama saja membunuh perlahan, mau jadi apa jika ditempatkan di rusun mau jadi tukang tambal ban ?



ada transport free emoticon-Cape d...

mangnya bukan ahok... gak komprehensif emoticon-Ngakak


MerahPutih MegaPolitan - Setelah program relokasi rusun, Pemerintah Provinsi (Pemperov) DKI Jakarta telah membuat kebijakan baru, yaitu Feeder Bus gratis untuk seluruh penghuni Rumah Susun Sewa (Rusunawa).

 

Sesuai dengan rute masing-masing, Feeder bus ini nantinya akan memasuki rusun untuk mengambil penumpang rusun. Program ini diketahui untuk para warga relokasi normalisasi area waduk dan pinggiran kali.

 

Bus akan beroporasi selama 15 jam penuh mula dari pukul 5 pagi hingga pukul 10 malam. Selain itu, fedeer bus ini punya 7 rute di masing-masing rusunawa.

 

1. Rusunawa Marunda dilayani feeder rute Terminal Tanjung Priok-Rusunawa Marunda

 

2. Rusunawa Budha Tzu Chi dan Pelabuhan Muara Angke dilayani feeder rute perpanjangan BKTB jurusan PIK-Balai Kota

 

3. Rusunawa Pulo Gebang dilayani feeder‎ rute Terminal Pulo Gadung-Rusunawa Pulo Gebang

 

4. Rusunawa Cipinang Besar Selatan dilayani feeder rute Kampung Rambutan-Tanah Abang

 

5. Rusunawa Pinus Elok dan Rusunawa Rawa Bebek dilayani feeder Terminal Klender-Terminal Rawamangun

 

6. Rusunawa Flamboyan dan Kapuk Muara dilayani feeder rute Terminal Grogol-Terminal Kalideres

 

7. Rusunawa Daan Mogot dan Tambora, dilayani ‎feeder rute Terminal Kalideres-Muara Baru

 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meresmikan halte feeder di Rusun Marunda, Jakarta Utara pada Minggu (17/1) kemarin. Tujuannya agar dapat mengakomodasi mobilitas penghuni rusun.

ada komen lagi?