alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/571dc57bde2cf270168b4569/bosen-curhat-rustam-pulang-dari-eropa-jokowi-kumpulkan-menteri-bahas-tax-amnesty
(Bosen curhat rustam) Pulang dari Eropa, Jokowi Kumpulkan Menteri Bahas Tax Amnesty
JAKARTA - Hampir satu pekan penuh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan beberapa menteri kabinet kerja melakukan kunjungan kerja ke beberapa negara Eropa. Dalam kunjungannya tersebut banyak agenda yang dibawa oleh orang nomor satu di Indonesia.

Jokowi dan rombongan berkesempatan mengunjungi Jerman, Inggris, Belgia dan Belanda. Di mana, agenda yang dijalankan menjalin kerjasama di sektor ekonomi hingga politik, bahkan bertemu dengan diaspora Indonesia.

Seperti yang diinformasikan Tim Komunikasi Presiden, Jakarta, Senin (25/4/2016). Menindak lanjuti hasil kunjungannya, pada pukul 14.00 WIB, Presiden Jokowi akan melakukan rapat terbatas (ratas) mengenai tindak lanjut hasil kunjungannya ke Eropa.

Setelah itu, Mantan Wali Kota Solo ini akan kembali ratas, di mana ratas yang diagendakan pukul 15.00 WIB ini akan membahas mengenai kebijakan pengampunan pajak alias tax amnesty.

http://economy.okezone.com/read/2016...as-tax-amnesty


Jokowi Perintahkan Luhut Cari Kuburan Massal Korban 1965


JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan untuk mencari lokasi kuburan massal korban peristiwa 1965.

Kuburan massal itu, kata Luhut, untuk pembuktian sekaligus meluruskan sejarah terkait isu pembantaian pengikut PKI pascatahun 1965 silam.

"Presiden tadi memberitahu, disuruh cari saja kalau ada kuburan massalnya," ujar Luhut usai bertemu Presiden di Istana, Jakarta, Senin (25/4/2016).

"Sebab selama ini berpuluh-puluh tahun kita selalu dicekoki bahwa ada sekian ratus ribu orang yang mati. Padahal sampai hari ini belum pernah kita temukan satu kuburan massal," lanjut dia.

Luhut juga meminta lembaga swadaya masyarakat yang terus mendesak pemerintah untuk meminta maaf atas peristiwa 1965 untuk membuka data jika mengetahui ada kuburan massal yang dimaksud. (baca: Kalla: Pemerintah Tak Punya Rencana Minta Maaf atas Tragedi 1965)

"Silahkan kapan dia mau tunjukkin. Sampaikan ini dari Menko Polhukam, kapan kami bisa pergi dengan mereka," ujar Luhut.

Selama ini, kata Luhut, banyak yang mengaku memiliki data kuburan massal korban, tetapi tidak dapat membuktikannya.

Pernyataan Luhut terkait keinginan menggali kuburan massal korban 1965 ini sempat diungkapkan saat Simposium Nasional Membedah Tragedi 1965, beberapa waktu lalu. (baca: Cari Bukti, Luhut Ingin Kuburan Massal Korban 1965 Digali)

"Saya malah minta kalau ada alat buktinya, kita ingin minta gali kuburan massalnya," kata Luhut ketika itu.

Luhut mengamini bahwa ada konflik horizontal yang terjadi pada 1965. Besarnya konflik tersebut hingga menewaskan sejumlah orang.

Namun, ia menolak jumlah korban tewas disebut hingga ratusan ribu orang. (baca: Soal Tragedi 1965, Luhut Tak Suka Indonesia Diadili di Negara Lain)

"Bahwa ada yang meninggal di tahun 1965, yes, tetapi jumlahnya tidak seperti yang disebut-sebutkan sampai 400.000 orang, apalagi jutaan orang," ucap Luhut.

http://nasional.kompas.com/read/2016...al.Korban.1965

Kerja, kerja, kerja emoticon-I Love Indonesia

(Bosen curhat rustam) Pulang dari Eropa, Jokowi Kumpulkan Menteri Bahas Tax Amnesty
hehe di bp pada musingin DKI yang cmn seupil
lupa dengan presiden yang udh kerja se Indonesia Raya emoticon-I Love Indonesia (S)
waooooww
disuruh nyari kuburan massal pembantaian tahun 1965
bakal banyak yang kejang2 nih