alexa-tracking

Semua ini berawal dari situ...

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/571db79ed44f9fa1738b456a/semua-ini-berawal-dari-situ
Semua ini berawal dari situ.. (Aku, Dia dan Game Online Reborn)
Selamat pagi, siang, sore, malam kaskuser sekalian. Sekian lama menghilang akhirnya gua balik lagi, kali ini dengan akun baru.


Semua ini berawal dari situ...

Quote:


Salam, selamat membaca emoticon-Ngakak (S)

Quote:


Update every Tuesday & Friday...emoticon-Malu (S)
Bila berkenan, berikan lah Rate sesuai dengan penilaian agan pribadi mengenai cara penyampaian ane dalam cerita ini, dan juga kalo ada yg janggal atau kurang pas atau mau bertanya, jangan ragu buat kasih Komentar yaa gan

Kalo ada pertanyaan pribadi juga monggo pm ane, secepat mungkin pasti ane balas kok
Quote:
Quote:
Pertamax di amankan emoticon-Cool
Rankaian kata2nya oke ,gan..
Keep updet , emoticon-2 Jempol
No kentang emoticon-Betty
Quote:


Pertamax nya sdh aman emoticon-Cool

Baik gan akan rajin di update asal gak di sengketa lagi kayak cerita sebelumnya emoticon-Ngakak (S)
Quote:
Quote:
game nya audi atau ck2 ganemoticon-Bingung, OOT ga sih?
Quote:


Game nya idol street gan emoticon-Ngakak (S)
Hahaha
ayo lanjut gan. menarik nih tema ceritany
Quote:
kentang emoticon-Marah
Quote:


Makasih sudah mampir gan, terus dilanjut kok emoticon-Malu (S)

Quote:


sambil nunggu kentang nya matang, baca cerita sebelum kejadian ini aja gan, nohh link nya ada di atas emoticon-Ngakak (S)
Quote:
"Hope Part 2"


"Dan juara 3 dari kontes desain logo jatuh kepada!..."

Host yg daritadi seakan mengulur-ulur waktu untuk membuat pengunjung penasaran sekarang terdiam sejenak, sembari menunggu aba-aba dari pihak panitia lain untuk menampilkan hasil karya sang pemenang di layar proyektor.

"Selamat kepada saudari Ina!", Sebuah hasil karya yg sangat indah terpampang dilayar seluas kurang lebih 2 Meter di atas panggung.
"Wah memang keren, pantas lahh dia mendapat juara 3", ucapku dalam hati.

"Tenang broo, masih ada 2 juara lagi", Yadi berusaha menenangkan ku yg semakin gugup, semakin berdebar jantung ini rasanya mengharapkan nama ku di panggil.

"Sekarang, untuk juara ke 2, jatuh kepada...", Host cewek kembali memanggil pemenang selanjutnya. Di ikuti oleh si Host cowok yg memegang secarik kertas putih.

"Selamat kepada Saudara Tino, silahkan naik ke atas panggung!".

"WHAT??!" Tino?. Sorry deh, bukan maksud buat jelek-jelekin orang ya, tapi emang si Tino bikin logo kayak gimana sih kok bisa menang? Si Tino selama ini terkenal sebagai "copy cat".
Sebuah hasil karya yg indah kini terpampang dilayar, ku akui karya itu memang indah, tapi seperti nya aku cukup familiar dengan susunan bentuk dan warna seperti ini, pernah liat, tapi dimana yaa??

"Itu temen kerja lu yo, samperin gih", Yadi menepuk pundak ku sambil mengajak ku untuk mendekati panggung.

"Iye di, ogah ahh gua disini aja, males gua sama tu orang"

"Loh kenapa yo? bukan nya dia temen lu se kantor?"

"Lu ga liat tu logo yg di layar?"

"Iya gua liat"

"familiar sama bentuk itu?"

Hmm.. Rupanya si Yadi baru sadar kalau bentuk dari logo yg di tampilkan mirip pada sesuatu. Yahh yg namanya copy cat, pasti lah kerjaan nya cuma menjiplak dari sesuatu yg pernah dibuat orang lain. Dan hebatnya lagi, karya jiplakan itu bisa masuk juara 2!. Keren.

"Nahh sekarang kita masuk ke saat yg di tunggu-tunggu nih guys!" Seruan host membuyarkan lamunanku sesaat.

"Sekarang kita mau bacakan, juara 1 dari kontes desain logo"

"Jatuh kepada!.."

Jengg.. Jeengg... Sebuah logo yg sangat simpel, menarik dan juga komposisi warna yg tepat terpajang dilayar. "Wow" ini benar-benar bagus, pantas saja dia menjadi juara 1.

"Selamat kepada saudara Mulyadi!, dipersilahkan naik ke panggung!" Ucap Host lantang.

Loh loh, Yadi?! Iya bener si Yadi juara 1!. Aku ikut senang mendengar bahwa Yadi lah yg menjadi juara 1 dalam ajang ini, memang kalau diperhatikan, dia adalah seorang yg berbakat, semua karya nya selalu mampu membuat orang yg memandang nya merasa senang dan mudah di mengerti.

"Hahaha Leo, gua menang!" Yadi girang sambil menaiki panggung.

Aku hanya melambaikan tangan sambil tersenyum, bener sih aku juga ikut senang dengan terpilihnya teman ku sebagai juara, tapi kan aku juga perlu duit nya buat pergi ke pulau seberang?. Agak kecewa, ku langkahkan kaki menuju pinggiran pagar yg membatasi lokasi expo dengan lahan parkiran, tak jauh dari panggung. Sambil memikirkan, bagaimana nasib ku kedepan? Aku tak mau di cap sebagai seorang yg ingkar janji, aku tak mau tak bisa memenuhi janji yg sudah ku buat. Apa yg harus ku lakukan agar mendapat tambahan uang lagi?

"Dan tak hanya itu..", Host kembali berbicara kali ini.

"Masih ada lagi nih yg seru-seru, setelah juara 1, 2 dan 3 terpilih"

"Masih ada juara harapan nih, ohh iya juara yg ini juga sebenarnya karya nya keren, langsung kita umumkan.."

"ohh masih ada juara harapan? yaudahlah aku sih santai disini aja", pikirku sambil menyalakan sebatang rokok.

"Juara harapan, jatuh kepada..."

Kuhisap dalam-dalam rokok ku.

"Saudara Leo silahkan naik menuju panggung!".

"uhukk... uhukkk...", aku terbatuk mendengar pengumuman barusan. Serius ini aku yg di panggil? Nama Leo kan gak cuma aku sendiri.
"Fate"


"Silahkan menuju panggung, saudara Leo!".

Sang host kembali memanggil nama ku. Namun kali ini aku benar-benar yakin bahwa yg di panggil adalah aku, aku lah yg menjadi juara harapan dari kontes ini karena ku lihat karya ku kali ini di tampilkan di layar. Dengan perasaan campur aduk, ku hempaskan rokok ku ke tanah, dan segera aku berlari kecil menuju panggung yg terasa semakin jauh saja.

"selamat bro selamat", Raut wajah bahagia nampak jelas di wajah Yadi, ia menyambut ku dengan sodoran tangan saat ku naiki tangga panggung ini.

"Baiklah, sekarang semua juara sudah berkumpu, kami ucapkan selamat kepada seluruh juara"

Sang host kemudian meneruskan susunan acaranya, menuju pembagian hadiah yg di iringi dengan musik-musik enerjik dengan sorotan lampu yg menawan, dan ledakan confetti di atap panggung, benar-benar suasana yg meriah, se meriah suasana hatiku. Satu persatu kertas besar bertuliskan nominal uang hadiah dari kontes di bagikan oleh pihak panitia. Cukup lega sih rasanya akhirnya aku bisa merasakan memenangkan sebuah kontes, dan memang disaat yg tepat, ada kebanggaan tersendiri tentunya dalam hati ku.

Beberapa hari kemudian, kembali aku pada rutinitasku, menjalani hidup yg keras sebagai seorang desainer grafis. Setiap hari selalu tercipta karya-karya seni yg mampu memuaskan setiap klien yg datang. Perjuangan ini pun akhirnya hampir mencapai ujungnya. Kurang dari 2 minggu lagi menuju acara wisuda Melz. Tentu hal itu semakin membuatku putar otak, sementara hadiah yg kudapatkan dari kontes itu tak sebanyak yg ku harapkan. Tadi nya aku berharap minimal mendapatkan juara 2 agar bisa memenuhi transportasi menuju luar pulau, nyata nya aku hanya mampu mendapat juara harapan, dan uang 500 ribu rupiah. Tak apalah, lagipula lumayan buat nambah-nambah.

"Sayang, gimana? Km tanggal berapa mau kesini nya?". Pertanyaan dari Melz kali ini membuatku tak berdaya, sebelumnya ia tak pernah menanyakan kepastian tanggal berangkatku. Mungkin karena harinya makin dekat.

"Aku mikir-mikir dulu sambil ngitung waktu nya ya sayang". Jawabku mencoba bersikap tegas.

"Iya yang, aku cuma mau tau aja, jadi aku bisa siap-siap disini hihihi"

Siap-siap yaa? Boro-boro deh siap-siap, ni duit masih minus. Kalo seandainya aku disana cuma buat 3 hari sih duit segini cukup banget, tapi kan kami jarang bertemu, masa sih momen pertemuan yg langka ini cuma 3 hari?. Paling tidak aku perlu 1 minggu, sama seperti saat Melz dulu datang kesini saat aku ulang tahun.
Malam menjelang larut, ku langkahkan kaki menuju parkiran kost sempit yg kutinggali, tanpa jaket di malam yg dingin ini, ku nyalakan mesin motor matic yg akan mengantarkan ku menuju rumah Ardy. "Aku harus ketemu Ardy, aku harus ngomongin ini sama dia", karena aku tak tahu lagi, pada siapa aku harus meminta bantuan dan nasihat selain pada nya.

Teras rumah gelap yg menjadi ciri khas rumah Ardy menyambutku, setelah kurang lebih 10 menit ku tempuh perjalanan, menuju pintu depan yg nampaknya sudah terkunci rapat. "Tokk... Tok..", ku ketuk pintu kayu berwarna putih itu, tak ada jawaban dari dalam. Nampaknya mereka semua sudah tidur. Ku coba mengetuk pintu nya lagi dan lagi, masih tetap tak ada jawaban. Menghubungi Ardy lewat hp? Percuma, hp nya pasti sudah mati sejak pukul 23.00 tadi, karena memang dia setting begitu.

"Ahh aku tau benar, ni si kunyuk paling lagi main game di kamar", ucapku dalam hati.

Aku nekat, ku panjat dinding yg menghalangi antara halaman belakang dan tempat jemuran rumahnya, "bodo amat dah mau dikira maling juga gapapa deh", hanya itu yg terlintas di otak ku.
Setelah perjuangan berat akhirnya berhasil ku injakkan kaki di atas tempat jemuran ardy, yg langsung mengarah ke dapurnya, tanpa kunci sehingga bisa ku masuki dengan mudahnya. Hanya orang yg sering kesini yg tau kalau tempat ini tak pernah dikunci.

"Ahh kampret lu, bukan nya bukain gua" sambil merebahkan diri di kasur kamar Ardy

"eh eh darimana lu? masuk lewat mana?" dia kebingungan sambil melongo melihat ke arahku

"Manjat gua, lu sih ga bukain gua pintu, tega amat lu"

"Yahh lu kan tau sendiri di kamar ini ga kedengeran apa-apa, ada apa lu malem-malem kesini?"

Kuceritakan niatku mengunjungi rumah Ardy ditengah malam ini, kusampaikan bahwa aku perlu bantuan dia untuk sekedar mendengarkan curahan perasaan ku yg gundah ini. Uang yg masih ku rasa kurang ini, tak bisa membiayai hidupku selama seminggu disana nanti, sedangkan Melz sudah meminta kepastian keberangkatan ku. "Bingung gua bro", ucapku pada Ardy.
Update lg om omen
aha.. akhirnya aku dapat beristirahat dari marathon sore ini emoticon-Hammer (S) dituggu updateannya yaa gan emoticon-Malu (S)
Quote:


Siaap gan akan segera di update kok emoticon-Big Grin

Quote:


Ciyee yg udah kelar marathon, akhirnya sampe disini dengan selamat sentosa emoticon-Ngakak (S)
Quote:



wkwkw iya nih.. setelah lari berjam-jam akhirnya sampai juga emoticon-Big Grin
×