alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/571db79ed44f9fa1738b456a/semua-ini-berawal-dari-situ
Semua ini berawal dari situ.. (Aku, Dia dan Game Online Reborn)
Selamat pagi, siang, sore, malam kaskuser sekalian. Sekian lama menghilang akhirnya gua balik lagi, kali ini dengan akun baru.


Semua ini berawal dari situ...

Quote:
FAQs

Q : Gan ini game nya apaan sih?
A: Idol street gan, sorry bukan nya promosi yee

Q : Kok bisa sih jatuh cinta sama orang yg ketemu di game?
A : entahlah mungkin karena saling merasa nyaman satu sama lain

Q : Siapa tau hode gan, kan character cewe di game kebanyakan hode
A : Udahlah gan, yg ini mahh asli cewek, ane udah test #ups emoticon-Ngakak (S)

Q : Ini cerita asli gan?
A : Semua cerita yg ane tulis 100% berdasarkan kisah nyata


Salam, selamat membaca emoticon-Ngakak (S)

Quote:
Index :
Part 1 - Intro
Part 2 - Real Life
Part 3 - Hati yang tulus
Part 4 - Suprise!!
Part 5 - Nobody Knows
Part 6 - Hope
Part 7 - Hope II
Part 8 - Fate
Part 9 - Semua kan indah pada waktunya
Part 10 - Perjalanan
Part 11 - Akhirnya
Part 12 - Ferris Wheel
Part 13 - Soft Whisper
Part 14 - Married?
Part 15 - Pagi yg berbeda
Part 16 - Senam Jantung
Part 17 - Explanation
Part 18 - Tragedi Kaleng Krupuk
Part 19 - Awkward Moment
Part 20 - Wedding Day
Part 21 - Hari Spesial
Part 22 - Proud of You
Part 23 - Spectacular Night
Part 24 - Malam itu...
Part 25 - Insha-Allah
Part 26 - Selamat Jalan
Part 27 - Bandara
Part 28 - Masa Lalu x Masa Kini
Part 29 - Back To Mil-sim
Part 30 - Bali
Part 31 - Malam Idul Fitri
Part 32 - Hard Decision
Part 33 - Jungle Wargame
Part 34 - Dea Latest!!


Update every Tuesday & Friday...emoticon-Malu (S)
Bila berkenan, berikan lah Rate sesuai dengan penilaian agan pribadi mengenai cara penyampaian ane dalam cerita ini, dan juga kalo ada yg janggal atau kurang pas atau mau bertanya, jangan ragu buat kasih Komentar yaa gan

Kalo ada pertanyaan pribadi juga monggo pm ane, secepat mungkin pasti ane balas kok
Quote:
"Intro"

Semua ini berawal dari situ...

Rintik-rintik hujan mengiringi lantunan lagu indah instrumental oleh Sung Ha Jung di penghujung bulan maret ini menambah berat setiap nafas yg terhembus. Masih terpikirkan oleh ku, kenapa? kenapa? dan kenapa?. Kegalauan di siang bolong ini semakin berlanjut, ku tatap butir demi butir air yg jatuh dari langit mendung yg di iringi oleh angin kecil meniup daun-daun dari pepohonan. Aku tidak GALAU. Bahkan perasaan ini lebih dari sekedar galau. Apa sih yg dulu ku pikirkan sampai-sampai aku bisa mengucapkan hal itu dengan ringan nya. Sebuah janji yg tak bisa ku tepati, mendekati pun belum.

"eh, ngelamun aja lu!. Kerja bro kerjaa", ucap salah seorang teman mengagetkan ku dari lamunan dan membuatku tersentak seketika. "Jam kerja ko malah ngelamun? kenapa bro? ada masalah?", Ari seorang partner kerja ku kali ini mengambil kursi di sebelahku untuk sekedar memastikan bahwa keadaan ku baik-baik saja. Aku tak menjawabnya, hanya sebuah senyum tersungging di bibirku, senyum buatan.

"eh Ri, lu pernah ga sih bikin janji yg lu ga bisa tepatin?", tanya ku pada Ari. Ia terdiam sejenak, mungkin mencoba memikirkan kata-kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan ku barusan. Sungguh bukan main, sekarang hujan semakin besar, di iringi dengan tiupan angin yg semakin kencang seakan mengetahui isi hati ku yg sedang gundah ini.

Apa yg sudah ku lakukan?

Nama ku Leo, seorang desainer grafis yg bekerja di sebuah perusahaan advertising. Belakangan aku sering di panggil dengan nama lain, Omen. Tapi tak sedikit pula yg memanggilku Leo. 2 Bulan yg lalu aku bukanlah apa-apa, aku masih seorang pengangguran, mencoba mencari peruntungan dengan menjual beberapa desain kaos, tapi tetap saja tak mencukupi kebutuhan ku sehari-hari. Sampai akhirnya ku putuskan nekat untuk pindah ke kota kecil ini, tempat dimana segala kenangan berawal, tempat dimana kisah ini berawal.

Ari : "oi bengong aja lu yo"
Aku : "eh iya ri, sorry sorry ngelamun lagi"
Ari : "berarti daritadi gua jawab lu ga denger?" (sambil berjalan menuju meja kerjanya)
Aku : "yaaah ri sorry bro, sumpah ga denger, apaan?"
Ari : "auk ah"
Aku : "yaelah gitu aja ngambek ri, lu bilang apaan sih?"

Ari tak menjawabku, ia melanjutkan lagi pekerjaan nya yg tadi sempat tertunda karena menghampiri aku yg sedang melamun. Nampaknya sebuah janji yg sudah ku buat ini memang tak dapat ku tepati, penghasilan ku dari pekerjaan ini tak sesuai dengan harapan ku. Tapi jika di pikir-pikir, konyol jika aku menghabiskan banyak uang untuk menghadiri acara wisuda dari seorang wanita yg ku kenal lewat "GAME". Konyol? tidak juga. Karena pada saat ulang tahunku, justru dia yg pertama kali menemui aku, menempuh jarak jauh antar pulau tak masalah baginya, karena dia memang mencintai ku, walaupun cara berkenalan kami tak lazim. Sebagai sepasang kekasih dari dunia "GAME", kami hidup layaknya pasangan kekasih lain, walau jarak memisahkan kami, namun selalu terjalin komunikasi diantara kami.

Oh iya, hal ini membuatku tersadar seketika, "Melz" sedang apa yaa?? emoticon-Wink
Quote:
"The Real Life"

Saat ini hidupku memang sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, paling tidak aku memiliki penghasilan tetap tiap bulan nya. Namun hal ini tetap saja membuatku harus berpikir ekstra, bagaimana cara nya agar aku bisa menabung dan menghadiri acara wisuda Melz yg sudah tinggal menghitung bulan ini. Hari demi hari berlalu dengan kesibukan ku yg baru sebagai seorang pegawai, kali ini aku sudah jarang memasuki dunia Game, bahkan hampir tidak pernah lagi kusentuh game itu sejak hari pertama aku pindah ke kota ini.

Sekarang hidupku sudah tidak bergantung pada sahabatku "Ardy" lagi, aku sudah menyewa sebuah kamar kost yg jaraknya cukup dekat dengan tempat kerja ku. Sebelumnya saat awal aku tiba dikota ini, aku menumpang dirumah sahabat dekat ku Ardy, walaupun rumahnya sangat nyaman, dan keluarga nya pun baik padaku, tetap saja ada perasaan tak enak karena harus menumpang. Nampaknya cuaca di hari minggu di awal bulan april ini kurang bersahabat kepada ku, rencana untuk keluar menghirup udara segar dan menyegarkan otak harus ku batalkan karena hujan deras yg turun sejak pagi. Tak ada hal lain yg bisa ku lakukan di hari ini selain menunggu kekasihku pulang dari kampusnya. Sesekali dia menghubungi ku lewat sms, tapi aku yg mulai BT dengan cuaca hari ini tak menghiraukan nya. "ada orang ga di dalam, halooo", seseorang mengetuk pintu kamar kost ku, ku tengok sedikit lewat jendela yg hanya di tutupi handuk. Rupanya pemilik kost, ku pikir ia akan menagih uang sewa yg memang belum ku bayar bulan ini, tapi ternyata ia menyodorkan sebuah kotak terbungkus plastik packing khas titipan kilat. "ini ada titipan, kemarin waktu paket nya datang kamu masih kerja", ucap pak pemilik kost pada ku. Perasaan janggal mulai terasa, akhir-akhir ini aku tak memesan barang apapun di FJB, apa ini?.

Tertulis alamat pengirim, Malang jawa timur.

"Ahh tidak salah lagi, ini pasti dari Melz", pikirku dalam hati sembari memcoba membuka plastik pembungkus kotak itu. Ku tarik satu persatu lakban yg melingkar di sekujur kotak itu, dengan perasaan penuh harapan dan hati gembira aku ingin secepat mungkin mengetahui apa isi dari kotak ini.


Sekilas cerita tentang Melz bagi pemirsa baru.
Melz adalah seorang kekasih yg sangat baik, ia sungguh bisa menyenangkan hati ku, aku dan Melz bertemu untuk pertama kali di akhir desember 2012, kami bertemu secara tidak sengaja lewat sebuah game online yg sangat bersejarah. Sejak saat itu, aku dan Melz saling berhubungan via game online, untuk beberapa bulan kami terus menjaga hubungan kami sebagai sepasang kekasih dalam dunia game online, namun takdir nampaknya berkata lain, aku harus pindah dari kota yg ku tinggali saat ini menuju pedalaman kalimantan, dan harus ku tinggalkan kuliahku demi pindah kesana. Komunikasi ku dengan Melz terputus untuk beberapa bulan, tak pernah lagi ku dengar kabar dari nya, karena hubungan kami hanya sebatas di dunia Game, dengan kata lain, aku tak punya kontak nya di dunia nyata.
Beberapa bulan tinggal di pedalaman membuatku hampir gila, tanpa sinyal internet, bahkan hp ku hanya bisa di pakai untuk telepon dan sms saja, hari-hari berat ku jalani semasa pengasingan sambil terus-terusan berpikir tentang Melz, walaupun saat itu aku masih punya Riri sebagai kekasihku. Barulah setelah aku menemukan internet stabil di pedalaman itu, aku bisa nyambung lagi dengan dunia Melz, aku bisa masuk lagi dalam dunia yg mempertemu kan aku dengan Melz, Sejak saat itu aku mendapat pelajaran berharga, tak ku sia-siakan kesempatan itu untuk meminta kontak Melz diluar dunia game agar selalu bisa terhubung dengan nya.
Posisi ku kali ini adalah seorang jomblo, sejak ditinggalkan Riri sang kekasih, kali ini aku mencoba untuk lebih dekat dengan Melz, walau aku tak pernah melihat wajah aslinya sebelumnya. Kami terus menjalin hubungan sampai pada akhirnya muncul perasaan nyaman satu sama lain. Bersama kami membuat komitmen untuk menanggalkan titel "kekasih dunia game" dan menuju "kekasih dunia nyata".


Akhirnya setelah bersusah payah, bungkus dari paket ini berhasil terbuka, segera ku buka penutupnya untuk melihat isinya.
"Taaaadaaaaa", kotak kecil itu berisi kan sebuah surat terbungkus kertas berwarna merah, ku ambil surat itu lalu segera kubaca. Tertulis sebuah puisi, puisi yg pernah ku berikan kepada seseorang dulu, sudah lama sekali aku tak melihat puisi ini. Tulisan itu membuatku tahu persis siapa pengirim dari paket ini, "apalagi? ada apa lagi? mau nya apa?", pikirku geram.
Betapa terkejutnya aku saat membaca bagian bawah dari surat itu,

"dear Leo, mohon maafkan atas segala yg pernah ku lakukan padamu, atas semua salah yg pernah terjadi, dikesempatan ini aku hanya meminta do'a restu dari mu, lihat di dalam kotak".

Mata ku tertuju pada kotak yg barusan ku letakan di meja saat ku ambil surat itu, wow sebuah undangan pernikahan...
Pertamax di amankan emoticon-Cool
Rankaian kata2nya oke ,gan..
Keep updet , emoticon-2 Jempol
No kentang emoticon-Betty
Quote:Original Posted By panji1028
Pertamax di amankan emoticon-Cool
Rankaian kata2nya oke ,gan..
Keep updet , emoticon-2 Jempol
No kentang emoticon-Betty


Pertamax nya sdh aman emoticon-Cool

Baik gan akan rajin di update asal gak di sengketa lagi kayak cerita sebelumnya emoticon-Ngakak (S)
Quote:
"Hati yg tulus"

Sepucuk undangan terselip di dalam kotak yg barusan ku letakan di meja itu, betapa terkejutnya aku dengan semua ini. Sambil di iringi detak jantung yg semakin meningkat ritme nya, ku arahkan tangan menuju benda itu, ku raih dengan perasaan yg makin tak karuan. "Jeng.. Jeng", Sungguh mengejutkan ku, undangan yg barusan ku terima adalah undangan pernikahan nya Riri. Dengan siapa? entahlah, aku tak pernah mendengar nama itu sebelumnya. Beberapa tahun lalu, aku menuliskan sebuah puisi untuk Riri seorang, dan cuma dia yg tahu isi dari puisi sederhana itu. Tapi, apa maksud nya mengirimkan kembali puisi itu lalu di iringi dengan sepucuk undangan? Tak habis pikir aku, mengapa ini terjadi. Walaupun mantan, yaa gimana yaa rasanya kalo undangan nya datang di iringi dengan sesuatu yg pernah kita beri itu.

Malam hari...

Melz : "sayang, kok km cemberut aja daritadi? ada masalah yaa?"
Aku : "engga kok, aku cuma agak kecapean aja"
Melz : "enggak, km bohong, pasti ada apa2"
Aku : "emang km tau darimana?"
Melz : "muka mu itu lo ga bisa bohong, ada apa? ayoo cerita."

Lewat video call malam ini, ku ceritakan semua pada Melz, dan anehnya, Melz mendengarkan dengan seksama cerita yg ku sampaikan padanya. Apa dia tak merasa cemburu? atau apa gitu? Jujur yee, aku sendiri aja kadang suka marah kalo Melz cerita-cerita tentang mantan nya, nahh tapi dia ini sungguh luar biasa. Tampang nya tak berubah sedikit pun saat aku menceritakan semuanya secara detail, mulai dari paket yg ku terima, puisi yg dulu ku beri ke Riri, sampai undangan itu pun dia masih antusias mendengarkan setiap kata yg keluar dari mulutku.
Apa ini karena cinta nya yg mendalam kepada ku?
Entahlah.

Aku : "yang.."
Melz : "iyaa..."
Aku : "km ga papa denger aku cerita barusan?"
Melz : "mmmh.. emang kenapa yang?"
Aku : "lohh itu kan ada hubungan nya sama masa lalu ku, km ga marah?"

"Denger yaa yang, apapun itu yg terjadi di masa lalu yaa sudah biarkan lah berlalu, toh km yg sekarang ada sama aku ini kan bukan orang yg sama dengan yg km ceritain di masa lalu itu, aku sayang km yg sekarang sayang sama aku, bukan tokoh masa lalu itu", ucap Melz. Sungguh sangat memorable, bahkan sudah 3 tahun cerita ini berlalu, kata-kata ini selalu terngiang di otak ku. Kata-kata ini yg selalu menguatkan ku, selalu memberikan ku semangat untuk menunjukkan bahwa aku yg sekarang jauh lebih baik daripada aku yg dulu.

Aku : "maafin aku yaa.."
Melz : "kok km minta maaf sih?"
Aku : "aku ngerasa bersalah aja, waktu km cerita tenta..."
Melz : "sssst... sudah gausah di lanjutin, aku tau kok"

"sebelum km minta maaf, aku udah maafin km kok sayang", lagi-lagi Melz mengeluarkan kata-kata yg semakin membuatku terpukau, semakin membuatku mencintainya, dan membuatku berpikir bahwa, "ini lah orang yg selama ini ku cari".

"Terus gimana sama undangan yg barusan km terima? Km mau dateng?", tanya Melz. Kata-kata nya barusan menciptakan keheningan sekejap, jujur aku tak tahu apa yg harus ku lakukan, apa kah aku harus datang ke acara pernikahan mantan ku sendiri?
Quote:
"Surprise!!"

2 Bulan menuju acara wisuda Melz, masih tak nampak adanya gambaran tentang keberangkatan ku. Duit yg ku kumpulkan dari jerih payah pekerjaan letih sebagai seorang "desain grafis yg masih kurang di hargai di tanah ini" pun masih jauh dari kata cukup untuk memenuhi keberangkatan ku menuju pulau jawa. Seiring berjalan nya waktu, Melz selalu menanyakan kepastian akan keberangkatan ku, selalu ia tanya kan lagi dan lagi. Aku hanya bisa menjawab, "iya, ku usahain kok buat km yang".

"tokk... tokk... tok...", pintu kamar kost ku di ketuk di pagi hari ini. "Siapa sih yg datang pagi-pagi gini", gumamku dalam hati. Aku yg sedang bersiap mengawali aktifitas di pagi itu dengan tampang yg agak lusuh, membuka kan pintu.

"lama amat buka nya, baru bangun lu?", ucap nya pada ku setelah ku buka kan pintu. Di pagi hari ini, kedatangan tamu yg sangat berarti dalam hidupku, sahabatku Ardy.

Aku : "eh elu monyet, gua pikir pak kost mau nagih bulanan"
Ardy : "buset lu, temen datang malah di kira debt collector, gua punya kabar nih"
Aku : "kabar apaan? baik atau buruk?"
Ardy : "hmm.. ada 2 kabar sih, mau baik dulu atau buruk dulu?"

"lu udah tau? tu mantan lu mau nikah?", deg... mendadak waktu serasa terhenti setelah perkataan Ardy barusan, aku sih udah tau kalo Riri mau nikah, tapi kok bisa si Ardy juga tau hal ini? Darimana?

Aku : "emang lu tau darimana?"
Ardy : "ahh ga penting gua tau darimana, lu dateng gak?"
Aku : "eh bujug, mana mungkin gua dateng"
Ardy : "emang kenapa? kok lu gak mau dateng? Baper?"

Iye sih bener, baper sih dikit. Tapi yg lebih penting lagi, ngapain aku harus pergi jauh-jauh keluar pulau hanya untuk menghadiri acara pernikahan mantan? Gak lucu..

Ardy : "nah sekarang lu mau denger kabar baik nya gak?"

Kabar baik? Siapa sih yg ga seneng denger kabar baik? Yaa pasti nya aku mau lah mendengar kabar baik itu, entah itu sesuai harapan ku atau tidak.

Aku : "kabar apaan?"
Ardy : "lu tau minggu depan ada kontes buat desain lo..."

"Treet tet tooot, Jeng Jeng..."
emoticon-phone Melz Calling...
Pembicaraan Ardy terputus karena hp ku yg tiba-tiba berdering. "Udah angkat aja dulu, siapa tau penting", ucap Ardy meneruskan omongan nya yg sempat tersendat.

Aku : "haloo sayang"
Melz : "haloo haloo, yang yang"
Aku : "iyaa iyaa, ada apa yang? kok kayaknya girang banget"
Melz : "aku punya kabar nih, baik banget"
Aku : "wah wah apaan tuh? kasih tau dong..."
Melz : "gini yang, barusan aku dapat kabar katanya aku dapat kuota buat wisuda bulan depan loooh yeyeyee"

Melz nampaknya senang sekali memberitahukan kabar itu padaku, lahh tapi aku? Aku malah kebingungan, bingung super bingung karena memang uang yg ku kumpulkan belum cukup untuk berangkat kesana. Tapi aku tak mau merusak suasana.

Aku : "cieeee selamat ya sayang, jadi bulan depan nih wisudanya?"
Melz : "iyaiyaiya, km harus datang pokok e, aku ga mau tau, hihi"

"Gleeegg", aku hanya bisa menelan ludah mendengar kata-kata barusan.

Aku : "iya yang, ku usahain yaa, pokok nya semua ku usahain buat km"
Melz : "bener yooo, janji yoo.."
Aku : "yess baby.."
Melz : "okedeh, yaudah km siap-siap kerja gih, tar telat lohh"

Nah... Sedangkan 2 bulan kedepan pun aku masih tak tau kepastian nya bisa berangkat atau enggak, sekarang dia bilang bahwa wisuda nya di majukan jadi bulan depan. Ironis sekali...

Ardy : "kok muka lu kayak kanjut kucel?, kenapa bro?"
Aku : "iya nihh, si Melz bilang wisuda nya bulan depan, sedangkan duit gua masih jauh dari kata cukup"
Ardy : "naaaah kebetulan kabar yg gua bawa ini berkaitan masalah duit"
Aku : "he?? apaan emang?"

Ardy menjelaskan, bahwa minggu depan adalah hari terakhir pengumpulan hasil karya dari sebuah kontes logo yg di adakan di kota kecil ini, hadiah yg di tawarkan lumayan besar, untuk juara 2 pun masih sangat cukup untuk membiayai kepergianku. Tanpa pikir panjang langsung ku anggukan kepala tanda bahwa aku setuju mengikuti kontes itu, kini aku bisa tersenyum sambil berharap akan memenangkan kontes tersebut.
game nya audi atau ck2 ganemoticon-Bingung, OOT ga sih?
Quote:Original Posted By oggg52
game nya audi atau ck2 ganemoticon-Bingung, OOT ga sih?


Game nya idol street gan emoticon-Ngakak (S)
Hahaha
ayo lanjut gan. menarik nih tema ceritany
Quote:
"Nobody Knows"

Belakangan aku malah disibukkan oleh pekerjaan ku sebagai seorang desain grafis, hampir tiap hari aku pulang larut malam. Kejar target? Bisa dibilang iya, karena waktu yg semakin dekat dan aku masih tak punya cukup duit. Beberapa kali berhubungan dengan Melz lewat sms, rupanya tak membuatnya puas, tampak sekali kekecewaan di setiap sms yg ia kirimkan, mungkin ia merasa aku mengacuhkan dirinya. Ketahui lah Melz, apa yg ku lakukan ini hanya untuk mu, semua ini untuk bisa bertemu dengan mu di hari wisuda mu kelak.

Deadline kontes logo semakin dekat, sudah ku siapkan beberapa materi dan presentasi yg akan jadi senjata ku bertarung di hari pengumpulan karya nanti. Makin hari, Melz makin tampak kecewa pada ku, seakan ia tak percaya bahwa aku sibuk bekerja. Dan juga aku memang tak mau memberitahu nya, karena aku tak mau ia tahu bahwa aku bekerja super keras agar bisa menjumpainya di hari itu nanti.

"Km sebenernya ngapain aja sih? Hampir tiap hari loh km pulang tengah malam terus!", ucap Melz padaku. Ia agak marah hari ini, mungkin kesabaran nya menunggu ku pulang setiap hari sudah mulai habis. Ku coba menjelaskan satu persatu kepadanya, ku jelaskan bahwa pekerjaan yg menuntut aku untuk lembur dan kerja ekstra. Ia bisa mengerti akan hal itu, tapi Melz tak pernah tahu bahwa semua ini ku lakukan untuk dia. Masih belum tahu.

"kalo udah di kirim e-mail terus apa lagi?", tanya ku pada Ardy. Hari ini adalah hari terakhir penyerahan karya kontes, hari ini juga ku kumpulkan sebuah desain sederhana yg membuatku hampir tak tidur 2 hari. Penuh harapan ku pencet tombol send di layar komputer jinjing ku.

Ardy : "udah lu kirim?"
Aku : "ga sopan amat ni orang, salam dulu kek"
Ardy : "ehh serius ni, udah lu kirim belum?"
Aku : "udah udah, emang kenapa?"
Ardy : "syukur deh, barusan gua dapat pengumuman dari kampus kalo kontes udah di tutup"

Lohh... Terus e-mail yg barusan ku kirimkan? Masih sempat masuk gak yaa?.

Aku : "eh dy, gua kirim e-mail nya barusan loo, emang masih sempat ya?"

"ya kalo gak masuk sih, itu derita elooo", canda Ardy. Penuh harapan, aku terus menanti kan pengumuman yg akan di umumkan lusa di sebuah acara Expo.

Aku : "dy..."
Ardy : "apaan?"
Aku : "kalo gua gak menang, gimana ya buat gua berangkat ke malang?"
Ardy : "lu kok jadi gini? gak pernah gua liat seorang Omen, seorang Leo yg patah semangat"
Aku : "gua takut dy, gua takut ga bisa menuhin janji ke Melz"
Ardy : "lu yakin aja men, lu harus optimis, kalo pun lu gak menang, gua yakin lu punya rencana cadangan"

"Rencana Cadangan?", tak pernah terpikir olehku. Bahkan jika aku memang harus kalah dalam kontes ini pun, mungkin satu-satu nya rencana cadangan agar tetap bisa terbang ke kota Melz adalah, dengan meminjam uang dari perusahaan tempat ku bekerja.

Melz : "sayang..."
Aku : "iya ada apa yang?"

Malam ini, ku luangkan waktu untuk berhubungan dengan Melz via Video Call. Sudah lama rasanya tak memandangi wajah indah Melz dari layar 17" ini. Nampak jelas kesedihan di wajah Melz, agak sedikit terlihat air mata di mata Melz.

Aku : "ada apa? kok km keliatan sedih gitu hari ini?"
Mel : "km kemana aja toh selama ini? aku ngerasa jauh banget tau akhir-akhir ini!"

Tangis Melz pun akhirnya pecah. Memang selama ini aku agak menjauh dari Melz, bukan karena aku tak sayang, atau ada yg lain. Tapi ini semua ku lakukan untuk nya, semua yg ku kerjakan adalah demi bersama Melz. Tapi aku tak berniat untuk memberitahukan nya pada Melz, aku akan tetap merahasiakan hal ini, hanya aku yg tahu bahwa selama ini aku berjuang untuk nya.
kentang emoticon-Marah
Quote:Original Posted By kandadwipa
ayo lanjut gan. menarik nih tema ceritany


Makasih sudah mampir gan, terus dilanjut kok emoticon-Malu (S)

Quote:Original Posted By oggg52
kentang emoticon-Marah


sambil nunggu kentang nya matang, baca cerita sebelum kejadian ini aja gan, nohh link nya ada di atas emoticon-Ngakak (S)
Quote:
"Hope"

"Sayang, bukan nya aku jauhin km atau apa, ini semua karena kerjaan ku, maafin aku semua ini karena kerjaan ku yang", ucapku pada Melz berusaha menenangkan hati nya yg sedang gundah. Aku paham betul apa yg dia rasakan saat ini, kurang lebih dulu aku juga pernah merasakan yg namanya di cuekin, di jauhin, waktu masih menjalani dengan Riri.

"Bukan nya aku gak percaya km kerja yang, aku juga perlu di perhatiin", Melz terlihat terisak sambil menyapu air mata yg menetes di pipi nya.

"Aku tau maksudmu, bukan nya selama ini juga aku gak pernah gak perhatiin km?"

"Iya iya, tapi aku mau km yg dulu!. Aku mau km yg waktu nya selalu ada buat aku!"

Entahlah, apalagi yg harus ku lakukan untuk menenangkan hati nya? Apalagi yg harus ku katakan untuk membuatnya percaya bahwa aku tetap memperhatikannya, tetap menyayanginya.
Makin lama, Video Call ini semakin membuat Melz menangis menjadi-jadi. Bukan nya tenang, tapi dia semakin sedih, aku pun ikut sedih rasanya melihat orang yg ku sayang harus meneteskan air mata, dan memang ini semua salahku.

"Gini deh yang, aku janji aku gak bakal cuekin km lagi, janji", Aku berusaha menenangkan nya lagi.

"Terus kalo km udah janji tapi nanti di ingkari lagi? Apa guna nya? Km yg sekarang terlalu sibuk sama kerjaan mu"

"Bukan terlalu sibuk, tapi kerjaan itu tanggung jawabku, masa aku harus lepas tanggung jawab? Sebagai laki-laki aku gak bakal lari apalagi lepas tangan dari yg namanya tanggung jawab, km tau itu kan?"

Seketika Melz yg daritadi agak menunduk ini menaikkan wajahnya, menatap ke arahku. Sepertinya dia sudah mulai tenang dengan kata yg barusan ku ucapkan. Nampaknya itu bisa membuat hatinya agak tenang.

"Tenangkan hatimu sayang, tenangkan pikiranmu. Semua ini ku lakukan bukan karena aku terlalu sibuk dengan kerjaan, tapi demi tanggung jawabku atas pekerjaan"

Melz sudah mulai jinak kali ini, ia menatap ku dalam lewat webcam 2mp ini.

"yang, km tau gak kenapa aku sedih kayak gini?", ucap Melz berusaha menjelaskan apa yg ia rasakan.

"Apa yang? Kenapa? Bilag aja sama aku"

"Aku tu takut km keasikan sama kerjaanmu, sampai akhirnya km lupa sama aku, aku takut kehilangan orang yg ku sayang, aku gak mau lagi kehilangan orang yg ku sayang"

Kucoba menjelaskan sesuatu yg Melz harus tau, yg Melz harus mengerti. "Bukannya aku keasikan sama kerjaan ku, bukan, ini semua ku lakukan demi masa depan, kalo kerjaan ku bagus, kan gaji ku bisa naik yang, gaji naik artinya aku punya uang lebih banyak buat masa depan?"
Syukurlah ia mau mengerti dengan apa yg ku jelaskan.

Hari berganti, saat yg ditunggu-tunggu akhirnya tiba.

"Selamat datang di Expo 2013, malam hari ini adalah saat yg mendebarkan karena, kami akan mengumumkan pemenang dari kontes logo dengan total hadiah lebih dari 5 juta rupiah".

Kata sambutan dari host itu mendapat riuh tepuk tangan oleh pengunjung yg berkumpul di depan panggung, banyak diantara nya kulihat rekan-rekan satu profesi yg ku kenal. Mungkin mereka juga sama sepertiku, menantikan saat nya pengumuman tiba. Seperti biasa, acara pengumuman di hiasi oleh musisi-musisi lokal yg menyumbangkan suara lewat lagu-lagu yg mereka mainkan. Sorotan lampu warna-warni di panggung seakan menghipnotis penonton yg hadir.

"eh lu ada disini yo, ikut kontes ya?", tepukan dipundak ku di iringi sapaan dari Yadi, seorang desainer grafis dari perusahaan lain.

"iya di, lu ikut juga ya?"

"hehe iya coba-coba keberuntungan yo, yuk santai bareng gua daripada lu bengong sendirian aja"

Aku mengikuti langkah Yadi menuju gerombolan nya, ia datang bersama teman-teman nya, partner kerja katanya. Obrolan ringan terjadi diantara kami, sekedar bertegur sapa dan saling berkenalan satu sama lain. Sampai mana tadi obrolan ku dengan Yadi?.

"Dan akhir nya!, saat yg ditunggu-tunggu tiba!." Host cewek melangkahkan kaki menuju podium, di iringi oleh host cowok.

"Kami, akan mengumumkan, Juara dari kontes desain logo expo 2013"

"Mulai darimana?" Host cewek menyodorkan secarik kertas kepada rekan host nya

"Dari sini dooong, kita sudah memilih, Atas polling dewan juri yg terhormat, Juara 3 Jatuh kepada..."

Deg.. Deg... Deg... Jantung ku semakin berdegup kencang, berharap nama ku masuk dalam 3 Besar yg akan disebutkan oleh 2 host itu. Yadi pun terlihat tegang menanti pengumuman yg dibacakan, waktu seakan berhenti sejenak sembari si Host menghela nafas.
"Hope Part 2"

"Dan juara 3 dari kontes desain logo jatuh kepada!..."

Host yg daritadi seakan mengulur-ulur waktu untuk membuat pengunjung penasaran sekarang terdiam sejenak, sembari menunggu aba-aba dari pihak panitia lain untuk menampilkan hasil karya sang pemenang di layar proyektor.

"Selamat kepada saudari Ina!", Sebuah hasil karya yg sangat indah terpampang dilayar seluas kurang lebih 2 Meter di atas panggung.
"Wah memang keren, pantas lahh dia mendapat juara 3", ucapku dalam hati.

"Tenang broo, masih ada 2 juara lagi", Yadi berusaha menenangkan ku yg semakin gugup, semakin berdebar jantung ini rasanya mengharapkan nama ku di panggil.

"Sekarang, untuk juara ke 2, jatuh kepada...", Host cewek kembali memanggil pemenang selanjutnya. Di ikuti oleh si Host cowok yg memegang secarik kertas putih.

"Selamat kepada Saudara Tino, silahkan naik ke atas panggung!".

"WHAT??!" Tino?. Sorry deh, bukan maksud buat jelek-jelekin orang ya, tapi emang si Tino bikin logo kayak gimana sih kok bisa menang? Si Tino selama ini terkenal sebagai "copy cat".
Sebuah hasil karya yg indah kini terpampang dilayar, ku akui karya itu memang indah, tapi seperti nya aku cukup familiar dengan susunan bentuk dan warna seperti ini, pernah liat, tapi dimana yaa??

"Itu temen kerja lu yo, samperin gih", Yadi menepuk pundak ku sambil mengajak ku untuk mendekati panggung.

"Iye di, ogah ahh gua disini aja, males gua sama tu orang"

"Loh kenapa yo? bukan nya dia temen lu se kantor?"

"Lu ga liat tu logo yg di layar?"

"Iya gua liat"

"familiar sama bentuk itu?"

Hmm.. Rupanya si Yadi baru sadar kalau bentuk dari logo yg di tampilkan mirip pada sesuatu. Yahh yg namanya copy cat, pasti lah kerjaan nya cuma menjiplak dari sesuatu yg pernah dibuat orang lain. Dan hebatnya lagi, karya jiplakan itu bisa masuk juara 2!. Keren.

"Nahh sekarang kita masuk ke saat yg di tunggu-tunggu nih guys!" Seruan host membuyarkan lamunanku sesaat.

"Sekarang kita mau bacakan, juara 1 dari kontes desain logo"

"Jatuh kepada!.."

Jengg.. Jeengg... Sebuah logo yg sangat simpel, menarik dan juga komposisi warna yg tepat terpajang dilayar. "Wow" ini benar-benar bagus, pantas saja dia menjadi juara 1.

"Selamat kepada saudara Mulyadi!, dipersilahkan naik ke panggung!" Ucap Host lantang.

Loh loh, Yadi?! Iya bener si Yadi juara 1!. Aku ikut senang mendengar bahwa Yadi lah yg menjadi juara 1 dalam ajang ini, memang kalau diperhatikan, dia adalah seorang yg berbakat, semua karya nya selalu mampu membuat orang yg memandang nya merasa senang dan mudah di mengerti.

"Hahaha Leo, gua menang!" Yadi girang sambil menaiki panggung.

Aku hanya melambaikan tangan sambil tersenyum, bener sih aku juga ikut senang dengan terpilihnya teman ku sebagai juara, tapi kan aku juga perlu duit nya buat pergi ke pulau seberang?. Agak kecewa, ku langkahkan kaki menuju pinggiran pagar yg membatasi lokasi expo dengan lahan parkiran, tak jauh dari panggung. Sambil memikirkan, bagaimana nasib ku kedepan? Aku tak mau di cap sebagai seorang yg ingkar janji, aku tak mau tak bisa memenuhi janji yg sudah ku buat. Apa yg harus ku lakukan agar mendapat tambahan uang lagi?

"Dan tak hanya itu..", Host kembali berbicara kali ini.

"Masih ada lagi nih yg seru-seru, setelah juara 1, 2 dan 3 terpilih"

"Masih ada juara harapan nih, ohh iya juara yg ini juga sebenarnya karya nya keren, langsung kita umumkan.."

"ohh masih ada juara harapan? yaudahlah aku sih santai disini aja", pikirku sambil menyalakan sebatang rokok.

"Juara harapan, jatuh kepada..."

Kuhisap dalam-dalam rokok ku.

"Saudara Leo silahkan naik menuju panggung!".

"uhukk... uhukkk...", aku terbatuk mendengar pengumuman barusan. Serius ini aku yg di panggil? Nama Leo kan gak cuma aku sendiri.
"Fate"

"Silahkan menuju panggung, saudara Leo!".

Sang host kembali memanggil nama ku. Namun kali ini aku benar-benar yakin bahwa yg di panggil adalah aku, aku lah yg menjadi juara harapan dari kontes ini karena ku lihat karya ku kali ini di tampilkan di layar. Dengan perasaan campur aduk, ku hempaskan rokok ku ke tanah, dan segera aku berlari kecil menuju panggung yg terasa semakin jauh saja.

"selamat bro selamat", Raut wajah bahagia nampak jelas di wajah Yadi, ia menyambut ku dengan sodoran tangan saat ku naiki tangga panggung ini.

"Baiklah, sekarang semua juara sudah berkumpu, kami ucapkan selamat kepada seluruh juara"

Sang host kemudian meneruskan susunan acaranya, menuju pembagian hadiah yg di iringi dengan musik-musik enerjik dengan sorotan lampu yg menawan, dan ledakan confetti di atap panggung, benar-benar suasana yg meriah, se meriah suasana hatiku. Satu persatu kertas besar bertuliskan nominal uang hadiah dari kontes di bagikan oleh pihak panitia. Cukup lega sih rasanya akhirnya aku bisa merasakan memenangkan sebuah kontes, dan memang disaat yg tepat, ada kebanggaan tersendiri tentunya dalam hati ku.

Beberapa hari kemudian, kembali aku pada rutinitasku, menjalani hidup yg keras sebagai seorang desainer grafis. Setiap hari selalu tercipta karya-karya seni yg mampu memuaskan setiap klien yg datang. Perjuangan ini pun akhirnya hampir mencapai ujungnya. Kurang dari 2 minggu lagi menuju acara wisuda Melz. Tentu hal itu semakin membuatku putar otak, sementara hadiah yg kudapatkan dari kontes itu tak sebanyak yg ku harapkan. Tadi nya aku berharap minimal mendapatkan juara 2 agar bisa memenuhi transportasi menuju luar pulau, nyata nya aku hanya mampu mendapat juara harapan, dan uang 500 ribu rupiah. Tak apalah, lagipula lumayan buat nambah-nambah.

"Sayang, gimana? Km tanggal berapa mau kesini nya?". Pertanyaan dari Melz kali ini membuatku tak berdaya, sebelumnya ia tak pernah menanyakan kepastian tanggal berangkatku. Mungkin karena harinya makin dekat.

"Aku mikir-mikir dulu sambil ngitung waktu nya ya sayang". Jawabku mencoba bersikap tegas.

"Iya yang, aku cuma mau tau aja, jadi aku bisa siap-siap disini hihihi"

Siap-siap yaa? Boro-boro deh siap-siap, ni duit masih minus. Kalo seandainya aku disana cuma buat 3 hari sih duit segini cukup banget, tapi kan kami jarang bertemu, masa sih momen pertemuan yg langka ini cuma 3 hari?. Paling tidak aku perlu 1 minggu, sama seperti saat Melz dulu datang kesini saat aku ulang tahun.
Malam menjelang larut, ku langkahkan kaki menuju parkiran kost sempit yg kutinggali, tanpa jaket di malam yg dingin ini, ku nyalakan mesin motor matic yg akan mengantarkan ku menuju rumah Ardy. "Aku harus ketemu Ardy, aku harus ngomongin ini sama dia", karena aku tak tahu lagi, pada siapa aku harus meminta bantuan dan nasihat selain pada nya.

Teras rumah gelap yg menjadi ciri khas rumah Ardy menyambutku, setelah kurang lebih 10 menit ku tempuh perjalanan, menuju pintu depan yg nampaknya sudah terkunci rapat. "Tokk... Tok..", ku ketuk pintu kayu berwarna putih itu, tak ada jawaban dari dalam. Nampaknya mereka semua sudah tidur. Ku coba mengetuk pintu nya lagi dan lagi, masih tetap tak ada jawaban. Menghubungi Ardy lewat hp? Percuma, hp nya pasti sudah mati sejak pukul 23.00 tadi, karena memang dia setting begitu.

"Ahh aku tau benar, ni si kunyuk paling lagi main game di kamar", ucapku dalam hati.

Aku nekat, ku panjat dinding yg menghalangi antara halaman belakang dan tempat jemuran rumahnya, "bodo amat dah mau dikira maling juga gapapa deh", hanya itu yg terlintas di otak ku.
Setelah perjuangan berat akhirnya berhasil ku injakkan kaki di atas tempat jemuran ardy, yg langsung mengarah ke dapurnya, tanpa kunci sehingga bisa ku masuki dengan mudahnya. Hanya orang yg sering kesini yg tau kalau tempat ini tak pernah dikunci.

"Ahh kampret lu, bukan nya bukain gua" sambil merebahkan diri di kasur kamar Ardy

"eh eh darimana lu? masuk lewat mana?" dia kebingungan sambil melongo melihat ke arahku

"Manjat gua, lu sih ga bukain gua pintu, tega amat lu"

"Yahh lu kan tau sendiri di kamar ini ga kedengeran apa-apa, ada apa lu malem-malem kesini?"

Kuceritakan niatku mengunjungi rumah Ardy ditengah malam ini, kusampaikan bahwa aku perlu bantuan dia untuk sekedar mendengarkan curahan perasaan ku yg gundah ini. Uang yg masih ku rasa kurang ini, tak bisa membiayai hidupku selama seminggu disana nanti, sedangkan Melz sudah meminta kepastian keberangkatan ku. "Bingung gua bro", ucapku pada Ardy.
Update lg om omen
aha.. akhirnya aku dapat beristirahat dari marathon sore ini emoticon-Hammer (S) dituggu updateannya yaa gan emoticon-Malu (S)
Quote:Original Posted By TerIyaMa
Update lg om omen


Siaap gan akan segera di update kok emoticon-Big Grin

Quote:Original Posted By hopebebetter
aha.. akhirnya aku dapat beristirahat dari marathon sore ini emoticon-Hammer (S) dituggu updateannya yaa gan emoticon-Malu (S)


Ciyee yg udah kelar marathon, akhirnya sampe disini dengan selamat sentosa emoticon-Ngakak (S)
Quote:Original Posted By exoluris
Siaap gan akan segera di update kok emoticon-Big Grin



Ciyee yg udah kelar marathon, akhirnya sampe disini dengan selamat sentosa emoticon-Ngakak (S)



wkwkw iya nih.. setelah lari berjam-jam akhirnya sampai juga emoticon-Big Grin
×