alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/571dae9e947868e3758b4568/kpk-dalami-pertemuan-pimpinan-dprd-dan-aguan
KPK Dalami Pertemuan Pimpinan DPRD dan Aguan
KPK Dalami Pertemuan Pimpinan DPRD dan Aguan
Senin, 25 April 2016 | 11:58
AAA
Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan sedang mendalami pertemuan antara Pimpinan DPRD DKI dengan bos PT Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma atau Aguan. Pertemuan yang dihadiri oleh Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi; Wakil Ketua DPRD yang juga Ketua Balegda DPRD M Taufik, Ketua Fraksi PKS yang juga Ketua Pansus Zonasi DPRD DKI, Selamat Nurdin; Ketua Fraksi Hanura DPRD, Muhammad (Ongen) Sangaji; Ketua Komisi D DPRD, M Sanusi tersebut diduga merupakan rangkaian proses pembahasan dua Raperda mengenai reklamasi di pantai utara Jakarta.
Pembahasan dua Raperda ini berujung pada tindak pidana penyuapan kepada Sanusi oleh Presdir PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja.
"Apa isi pertemuan itu masih didalami oleh penyelidik, tapi dipercaya pertemuan tersebut merupakan rangkaian pertemuan proses dan penyertaan masing-masing pihak terkait konstruksi kasus," kata Komisioner KPK, Saut Situmorang saat dikonfirmasi, Senin (25/4).
Pendalaman terhadap pertemuan tersebut diduga menjadi pintu masuk KPK untuk menjerat tersangka lain dalam kasus ini. Saut pun tak membantah hal tersebut. Saut menegaskan, pihaknya terus mengembangkan kasus ini. "Bisa saja kasusnya berkembang," katanya.
Untuk mendalami pertemuan tersebut, KPK memanggil dan menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah anggota DPRD DKI pada hari ini. Mereka yang dijadwalkan diperiksa, yakni Selamat Nurdin, Ongen, Wakil Ketua Balegda DPRD DKI dari Fraksi PDIP, Merry Hotma, dan Anggota Balegda DPRD dari Fraksi Nasdem Bestari Barus. Selain itu, KPK juga melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Taufik. Mereka diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas Sanusi.
Saut menyatakan, pihak-pihak yang dipanggil dan diperiksa belum tentu bersalah dalam kasus ini. Namun, Saut mengingatkan mereka yang diperiksa juga berpotensi terlibat. "Semua pihak yang pernah kita panggil berpotensi untuk tidak bersalah dan salah," katanya.
Sebelumnya, saat akan diperiksa penyidik KPK pada Senin (18/4), Taufik tak membantah adanya pertemuan antara pimpinan DPRD dengan Aguan tersebut. Meski demikian, seolah lempar bola, Taufik meminta awak media untuk mengkonfirmasi hal tersebut kepada Prasetyo.
"Tanya Pak Ketua itu (Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi)," kata Taufik di Gedung KPK, Jakarta, Senin (18/4).
Dalam kasus dugaan suap terkait pembahasan dua Raperda mengenai reklamasi di pantai utara Jakarta, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni Ketua Komisi D DPRD DKI M Sanusi, karyawan PT Agung Podomoro Land Trinanda Prihantoro, dan Presdir PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja.
Sanusi ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dari Ariesman melalui Trinanda untuk memuluskan pembahasan dua Raperda mengenai reklamasi pantai utara Jakarta. Sanusi dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.
Sementara Ariesman dan Trinanda ditetapkan KPK sebagai tersangka pemberi suap kepada Sanusi dan disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Fana Suparman/PCN
http://m.beritasatu.com/hukum/361783...dan-aguan.html

Hadoh, mustinya sewa dukun kemaren pake garansi, jadi nyasar kemana2 ini..