alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/571dabe0a09a395f538b4569/manners-maketh-man
Manners Maketh Man

Manners Maketh Man

"Manners Maketh Man" - William of Wykeham

Manners Maketh Man


***

Panggil gua dengan panggilan Lutesium. Mengapa Lutesium? Karena di keluarga gua hampir semuanya menyukai Kimia, ya ayah gua adalah seorang Chemist. Hampir dari kecil gua selalu diajarkan dengan nama-nama dari sistem periodik unsur yang jumlahnya dari tahun ke tahun terus bertambah. Nama lahir gua bukan Lutesium, tapi ayah gua selalu memanggil gua dengan panggilan Lutesium, kadang ia menyingkatnya menjadi Lutes. Kadang terbesit di pikiran gua mengapa ia memanggil gua dengan panggilan Lutesium. Ketika gua tanya kepada ayah gua, ia hanya menjawab, "Lutesium adalah suatu unsur dalam tabel periodik yang sangat langka. Kegunaannya sebagai katalis dalam beberapa reaksi kimia untuk minyak bumi dapat berperan penting untuk mempercepat laju reaksi tersebut. Dan juga, Lutesium adalah suatu unsur logam yang tahan dengan korosi. Selain itu, Lutesium adalah suatu logam langka.", penjelasan itu gua terima saat gua masih di sekolah menengah pertama. Ia berkata, "Menjadi seorang Chemist itu sangat menyenangkan dan menjanjikan, semua hal yang ada di dunia ini mengandung unsur kimia. Mulai dari makanan yang kita makan, darah yang mengalir di tubuh kita, minyak bumi, tulang kita, semuanya tersusun dari unsur kimia. Ketika kita menguasainya, kita dapat menguasai hal-hal lainnya, bahkan dunia itu sendiri.". Ya, ayah gua selalu menanamkan ke gua bahwa di dunia ini bukanlah nilai yang kita cari, melainkan ilmu. Jika dengan nilai kita memang bisa masuk ke berbagai sistem masyarakat namun kita tidak akan pernah berkembang. Namun, dengan ilmu kita juga akan masuk ke dalam berbagai sistem masyarakat karena sistem itu membutuhkan kita, karena ilmu yang kita punya. Ayah gua pun mengajarkan dan selalu menanamkan ke gua bahwa sikap dan sopan santun dapat membawa kita ke dalam hal kebaikan, "Manners Maketh Man", ia selalu berbicara seperti itu. Ia bilang, "Jika kita ingin diperlukan sebagaimana kita ingin diperlakukan, maka kita yang harus memulainya memperlakukan orang-orang sesuai dengan apa yang kita inginkan.". Kalimat itu yang membentuk karakter diri gua menjadi seperti ini.

Secara singkat, gua memiliki wajah menengah ke atas. Dengan tinggi 175 cm, cukup untuk masuk menjadi taruna. Gua diberkati kelebihan dalam otak, gua akuin gua jarang sekali belajar. Menurut gua sendiri, belajar itu tidak harus selamanya dari buku. Buku hanya mengejarkan kita untuk tetap menjadi buku, tidak lebih. Dengan pendapat seperti itu, gua lebih sering mengamati seseorang dalam keseharian gua dan bergaul dengan banyak orang dengan sistem sosial yang berbeda-beda karena gua akan mendapat pengalaman hidup yang dapat mencerahkan otak gua.

Back To the Story

***

Tahun 2013

Gua lahir dan besar di salah satu kota di daerah Jawa Barat, kota dengan huruf awal B sama dengan nama gua yang berawalan dengan huruf B. Gua mendaftar ke salah satu sekolah terbaik di kota ini. Ya, gua tidak ragu untuk mendaftar di sekolah ini karena gua yakin gua bisa masuk ke sekolah ini. Keyakinan adalah sesuatu hal penting, jika kita meyakini suatu hal baik maka hal baik itu pun akan terjadi, begitupun sebaliknya. Sehingga gua selalu menanamkan keyakinan yang baik pada hati gua. Dan benar saja gua dapat lolos pendaftaran masuk dengan peringkat cukup memuaskan.

Pagi hari sekali gua sudah harus datang di sekolah ini, pukul 06.00 gua sudah harus sampai di sekolah memakai semua atribut lengkap yang bahkan atribut itu pun tidak gua kerjakan sama sekali. Gua tau esensi dari membuat atribut-atribut ini adalah untuk membuat kita siswa baru menjadi disiplin akan pertaturan, ya gua udah mengerti esensinya sehingga gua menjadi malas untuk membuatnya. Ya, terkesan seperti sombong atau arogan. Ya, begitulah gua memandang hidup, ketika gua tau esensinya gua berhenti melakukan itu.

Sampai di gerbang kita disuruh baris di depan membanjar untuk masuk melalui ruangan biologi hijau lalu diarahkan ke lapangan sekolah, sebelum itu ada pemeriksaan di gerbang ruangan biologi. Ya, itu adalah pemeriksaan atribut-atribut. Gua pandang sekitar gua, mereka semua tampak cemas itu terlihat dari reaksi di wajah mereka yang spontan saat melihat panitia-panitia MOS di depan sudah menunggu bagaikan suatu reaksi yang memiliki Energi Bebas Gibbs sangat negatif sehingga reaksi itu berlangsung sangat spontan sekali. Gua hanya dapat tertawa melihat kejadian ini. Satu persatu siswa diperiksa oleh panitia-panitia MOS dan sekarang saatnya gua diperiksa.

"Atribut kamu kemana?" Tanya seorang cowok yang gua lihat agak tengil dan galak

"Ga kemana-mana kak, saya lupa untuk membuatnya." Jawab gua jujur

"Kamu ini masih anak baru aja udah bertingkah seperti ini, catat namanya. Kamu push up 50 kali." Bentaknya

"Iya kak, makasih." Jawab gua

"Wooo, dihukum malah bilang makasih. Kamu mau saya tambah hukumannya." Bentaknya makin tinggi

"Setiap kita diberi keringanan atau hukuman sekalipun, kita harus mengucapkan Terima Kasih. Itu sopan santun yang diajarkan kepada saya." Jawab gua tegas

"...." Dia tidak bisa menjawab apa yang gua katakan

Lalu gua mengambil posisi push up dan langsung melakukan 50 kali push up. Ya, ini olahraga pagi bagi gua


***

Sekarang gua sudah berada di lapangan sekolah dan mendengarkan khutbah pagi dari seorang kepala sekolah. Ya ampun ini bagi gua sebuah penderitaan yang sangat-sangat menyiksa, namun gua tetap harus melaksanakannya. Kepala sekolah berbicara panjang lebar mengenai sekolah ini dan berbagai prestasinya, ya gua hanya mendengarkan saja. Kemudian setelah kepala sekolah selesai akan khutbah paginya. Sekarang tiba di upacara pembukaannya, dipanggil dua murid terbaik saat pendaftaran.

"Nabillah Elsaphira Putri diharapkan maju ke depan." Panggil seseorang wanita dari pengeras suara

Lalu samar-samar gua mendengar nama gua dipanggil ke depan, "Ah, perasaan gua aja itu nama gua." batin gua

Lalu suara itu semakin jelas memanggil nama gua, "Males banget segala maju."

Ya, mau tidak mau gua harus maju di panggilan yang ke sekian.

Banyak yang memandang gua seakan-akan tidak percaya bahwa gua yang menjadi peringkat terbaik cowok. Gua akui jika melihat gua tidak ada kesan anak pintar atau anak berprestasi karena penampilan gua tidak menunjukan seperti itu. Rambut gua yang seleher dan banyak gelang tangan yang meilingkar di tangan gua cukup untuk menjelaskan kalau gua seorang remaja yang nakal.

"Kamu kemana aja, aku udah manggil kamu 10 kali kamu baru dateng." Ucap seorang perempuan yang tadi berbicara

"Di barisan kak, saya kira bukan saya." Jawab gua sekenanya

"Yaudah cepet kamu ke depan kepala sekolah, ada pengalungan simbolis dari kepala sekolah."

Gua langsung melaksanakannya tanpa ada basa-basi lagi dengan perempuan tersebut.


***

Sekarang gua sudah berada di ruangan MOS gua yang cukup ramai, gua malas sekali untuk memulai perkenalan dan mulai berbincang-bincang mengenai masa-masa SMP dulu. Gua lebih suka merebahkan kepala gua ke meja sambil sebelumnya telah melipat jaket yang selalu gua kenakan yang bertuliskan "TOKYO" dibelakangnya sebagai bantal untuk gua tidur

Tak terasa gua ketiduran di kelas, dan gua merasakan seluruh badan gua pegal sekali. Gua memutuskan untuk keluar dari kelas MOS ini karena yang tadi membangunkan gua adalah bel istirahat. Gua memutuskan untuk ke kantin untuk meminum kopi hitam. Ya, kopi hitam adalah salah satu minuman favorit gua selain soda.

Gua duduk di salah satu bangku di kantin untuk menunggu pesanan gua datang. Gua memikirkan 3 tahun ke depan gua menjadi apa di sekolah ini.

Saat kopi hitam datang ke meja gua, saat itu pula ada seseorang yang tiba-tiba datang dan hampir membuat gua tersedak saat meminum kopi hitam ini...


"Think like a proton, Always Positive"

youtube-thumbnail


Quote:TAME IMPALA - "The Less I Know The Better"

Someone said they left together
I ran out the door to get her
She was holding hands with Trevor
Not the greatest feeling ever
Said, "Pull yourself together
You should try your luck with Heather"
Then I heard they slept together
Oh, the less I know the better
The less I know the better

Oh my love, can't you see yourself by my side
No surprise when you're on his shoulder like every night
Oh my love, can't you see that you're on my mind
Don't suppose we could convince your lover to change his mind
So goodbye

She said, "It's not now or never
Wait 10 years, we'll be together"
I said, "Better late than never
Just don't make me wait forever"
Don't make me wait forever
Don't make me wait forever

Oh my love, can't you see yourself by my side?
I don't suppose you could convince your lover to change his mind

I was doing fine without ya
'Til I saw your face, now I can't erase
Giving in to all his bullshit
Is this what you want, is this who you are?
I was doing fine without ya
'Til I saw your eyes turn away from mine
Oh, sweet darling, where he wants you
Said, "Come on Superman, say your stupid line"
Said, "Come on Superman, say your stupid line"
Said, "Come on Superman, say your stupid line"

Badai kaya ngulang lagi pelajaran SMA kimia.... Lanjut bang.. Nama2 tokoh pake nama yg di tabel Periodik ga ???? emoticon-Big Grin
Quote:Original Posted By redstone.rs1
Badai kaya ngulang lagi pelajaran SMA kimia.... Lanjut bang.. Nama2 tokoh pake nama yg di tabel Periodik ga ???? emoticon-Big Grin



Kemungkinan untuk seperti itu selalu ada gan hehe. saya sangat senang dengan pelajaran kimia. Nama asli saya pun dibentuk dari 3 unsur dalam tabel periodik hehe. Hari ini insyaAllah akan ada update gan hehe
Quote:Original Posted By lutesium



Kemungkinan untuk seperti itu selalu ada gan hehe. saya sangat senang dengan pelajaran kimia. Nama asli saya pun dibentuk dari 3 unsur dalam tabel periodik hehe. Hari ini insyaAllah akan ada update gan hehe


Akan ada Senyawa CINTa (Carbon Iodium Nitrogen Tantatalum ) emoticon-Smilie

Manners Maketh Man

Part 2

Lifa? Iya itu Lifa, bener-bener Lifa. Emangnya dia masuk SMA ini yaa sambil gua memikirkan hal itu, Lifa sudah duduk di depan gua. Gua taruh gelas kopi hitam yang tadi gua minum secara perlahan, dan menumpukan kedua sikut kepada meja kantin ini dan menahan dagu gua depan telapak tangan sambil melihat ke arah Lifa.

Tiba-tiba tangan lifa terangkat keatas, dan...

Plakk

Belum sempat gua ingin berbicara kepadanya

Plakk

Kali ini lebih keras daripada sebelumnya. Rasanya ditampar oleh wanita ini begitu dahsyat dan nikmat mungkin, tangannya seperti sangat ringan sekali untuk menampar pipi gua. Bahkan laju reaksi tangannya sangat cepat bagaikan reaksi redoks yang sangat spontan sekali setiap melihat gua.

"Lutes, Lutes dulu gua benci banget deh sama lu. Sumpah lu tuh ngeselin banget pas SMP dulu." Ucapnya tanpa satupun jeda

"Ada apa sih, Lif? Dulu gua cuma pengen punya waktu sendiri aja kok, lagian gua punya masalah sendiri yang harus gua selesaikan sendiri." Balas gua jujur"Tapi gapapa sih, yang penting Now, you've comeback, ah gua kangen banget sahabat gua balik lagi jadi Lutes yang lama." Sambutnya dengan senyum yang mengembang

"Emang gua kemana sih, gua perasaan ga pernah kemana-mana." Ucap gua santai

Plakkk

"Ga kemana-mana gimana, tiap anak-anak ngumpul lu ga pernah dateng. Gua tau lu ada masalah tapi ya lu bisa cerita kan siapa tau itu lu bisa ngeringanin beban lu juga kan." Ucapnya

"Yaudah santai aja dulu, Lif. Gausah sampe nampar gua tiga kali juga bisa kan."

Terlihat wajah Lifa sedikit agak murung setelah mendengar kalimat gua yang terakhir

"Kenapa lagi sih nif Lifa wajahnya udah ditekut lagi aja." Batin gua

"Lif, wajah lu jelek banget kalau kayak gitu percis banget kayak bentuk geometri molekul air deh. V-bent."

"Bentuk geometri air? Ah, ga ngerti gua. Baru juga masuk SMA gua, udah ah gausah bahas gituan ga ngerti sumpah." Ucapnya kesal

"Iya, wajah lu ditekuk gitu lagi. Maafin kata-kata gua yang tadi, Lif. It's not what you mean, Lif."

"Iya iya ga gua tekuk lagi nih, iyakan? Tapi... nanti traktir gua makan pas pulang!" Ucapnya jelas dan tegas

"Whatever you say, Lif. I'll do it." Ucap gua sambil meneguk Kopi Hitam yang gua pesan tadi

"Yaudah gua balik dulu ke kelas yaa. Lama-lama bosen juga liat muka lo deh hehe." Ucapnya sambil tertawa

Ya, dia adalah Lifa. One of My Bestfriend, tingkahnya yang sangat aktif membuat gua kadang kewalahan. Ya, bentuk tamparannya pun salah satu keaktifan yang dia miliki. Dulu dia pernah membenci gua mungkin karena gua sempat menghilang di kelas 8 dan kelas 9 SMP. Ada masalah yang gua alami, masalah internal hidup gua. Gua gabisa cerita ke siapapun waktu itu, dan pada dasarnya pun gua tipe orang yang sangat sulit untuk bercerita tentang apapun yang gua alami. Gua lebih suka menulis semua yang gua alami dan semua yang gua rasakan di buku catatan gua.

Seorang INTP seperti gua sangat sulit untuk mengungkapkan apa yang gua rasakan, bahkan kadang gua pun ga mengerti dengan apa yang gua rasakan sendiri. Lucu memang, namun begitu adanya. Di otak gua hanya memikirkan banyak hal yang seharusnya tidak sama sekali untuk gua pikirkan

***

Bel pulang sudah mulai berdering membuat gelombang bunyi yang merambat melalu udara masuk ke dalam daun telinga gua dan menggetarkan gendang telinga. Terlalu keras nampaknya sehingga membuat gua sedikit kaget. Gua pun merapihkan semua barang-barang gua dan mulai memakai tas gua dan melangkah keluar sekolah. Ketika sampai di parkiran motor, gua sudah melihat Lifa sedang menunggu.

"Ini orang kayaknya bener-bener nagih janjinya ke gua deh." Batin gua

Dan, benar saja ketika gua naik ke motor gua dan mulau menyalakan mesin motor gua dia sudah naik di belakang gua.

"Lif, ini serius jadi?" Tanya gua

"Ya, jadilah. Lu kan tadi udah bilang hayooo." Ucapnya sambil senyum penuh kemenangan

"Oke, I'm a man with his word. Mau kemana?"

"Ke tempat makan depan SMP aja, gua kangen soalnya." Ucapnya

"Deal." Ucap gua sambil menjalankan motor gua

Ketika gua melewati pagar sekolah tampak seseorang seperti sedang melihat ke arah gua. Gua ga terlalu memperhatikannya, dan gua juga bukan seorang yang selalu ingin tahu hal-hal seperti itu.

"Ah, sudahlah mungkin cuma perasaan gua doang kali." Batin gua



"Pahamilah angin itu berarah agar kau tahu sebuah makna di dalamnya."



youtube-thumbnail



Quote:Original Posted By redstone.rs1


Akan ada Senyawa CINTa (Carbon Iodium Nitrogen Tantatalum ) emoticon-Smilie


Kalau tentang Cinta mungkin hampir di setiap kenangan tentang SMA memilikinya hehe. Norepinefrin, dopamin dan phenylethylamine yang dilepaskan oleh tubuh kita dan itu membuat kita merasakan perasaan jatuh cinta, selain itu tingginya kadar dopamin juga terkait dengan norepinefrin, yang meningkatkan perhatian, memori jangka pendek, hiperaktif, sulit tidur ketika kita jatuh cinta.

Mungkin seperti itu penjelasan secara sains jika kita sedang jatuh cinta.
Namun, cinta bukan suatu hal sains menurut ane
Ada yang tau sama hal ini?
We are made of star stuff.


Manners Maketh Man
Izin nenda gan
×