alexa-tracking

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/571d9340d44f9fc3368b457b/lulusan-madrasah-yang-sering-beri-ceramah-lulusan-s2-dan-s3
Lulusan Madrasah yang Sering Beri Ceramah Lulusan S2 dan S3
Kisah Sukses Mahmudi, Orang Indonesia yang Menjadi CEO perusahaan kontruksi di Jepang.
Lulusan Madrasah yang Sering Beri Ceramah Lulusan S2 dan S3
Lulusan Madrasah yang Sering Beri Ceramah Lulusan S2 dan S3
Dalam banyak kesempatan,
Mahmudi Fukumoto masih sering menyelipkan bahasa Jawa ketika berbincang dengan orang. Itu tidak dibuat-buat. Spontan. Salah satu kelebihan Mahmudi saat bermain golf adalah pukulan yang keras. Terkait dengan hal tersebut, dia punya rahasia.

”Saat kecil, di desa, saya ini sering macul (mencangkul, Red). Nah, mungkin karena kebiasaan macul itu pukulan saya sekarang jadi kenceng,” katanya. Sukses yang diraih Mahmudi memang tidak datang dengan mudah. Harus melewati perjuangan panjang dan berliku. Dia nyaris tidak bisa menyelesaikan pendidikan di madrasah aliyah karena faktor biaya.

Saat itu dia baru duduk di bangku kelas satu dan masalah besar menghadang. Keterbatasan biaya membuat Mahmudi terancam drop out. Namun, dia tidak patah semangat. Mahmudi bertekad untuk terus sekolah. Caranya, dia mengabdikan diri sebagai pembantu petugas kebersihan sekolah. ”Setiap pagi saya harus menimba air,” kenangnya.
Lulusan Madrasah yang Sering Beri Ceramah Lulusan S2 dan S3

Karena tugas tersebut, tenaga Mahmudi terkuras. Dia jadi sering mengantuk saat berada di kelas. Banyak materi pelajaran yang tidak ”masuk” ke dalam otaknya. ”Meski begitu, saya ini rangking satu, tapi dari belakang,” selorohnya. Lulus madrasah aliyah, Mahmudi meninggalkan kampung halaman untuk merantau ke Bali. Dia ingin bekerja di hotel. Karena itu, Mahmudi mengambil kursus bahasa Jepang. Siapa sangka, dari proses itu dia bertemu Noriko yang kemudian menjadi istrinya.

Pasangan tersebut kemudian hijrah ke Jepang pada 2001. Awal kehidupan Mahmudi di Negeri Matahari Terbit juga tidak mulus. Dia datang dengan status pengangguran. Tidak mudah mendapatkan pekerjaan. Apalagi dia berstatus warga negara asing. Kemampuan bahasa Jepang nya juga belepotan. Selain itu, Mahmudi tidak memiliki keahlian teknis lain. Jadilah dia bekerja serabutan. Mahmudi pernah menjadi kuli bangunan dan bekerja di hotel.
Lulusan Madrasah yang Sering Beri Ceramah Lulusan S2 dan S3 

Kerja keras Mahmudi membuahkan hasil. Setelah beberapa tahun, bisnisnya semakin kuat. Jaringannya juga makin luas. Kesuksesan Mahmudi membuatnya laris menjadi pembicara dalam forum – forum bisnis.

Dia kerap diundang untuk berbicara di hadapan ratusan peserta dengan berbagai macam latar belakang usaha dan pendidikan. Suatu ketika, Mahmudi tampil menjadi pembicara di hadapan peserta yang tingkat pendidikannya S-2 dan S-3.

”Awalnya saya bingung mau ngomong apa. Tapi, akhirnya saya cerita apa adanya saja. Eh, mereka justru senang,” katanya. Kehidupan Mahmudi kini bisa dibilang sudah nyaman. Bisnisnya berjalan lancar dan bahkan terus berkembang. Meski begitu, dia tidak pelit untuk berbagi ilmu. Mahmudi memprakarsai berdirinya Keihin Network Solution (KNS) yang memberikan pelatihan bisnis kepada pekerja Indonesia di Jepang. ”Setiap tahun ada ribuan pekerja Indonesia yang magang dan menjalani pelatihan di banyak perusahaan besar di Jepang. Sayang, saat harus kembali ke tanah air, mereka tidak memiliki keahlian untuk menjalankan usaha sendiri,” katanya.
Lulusan Madrasah yang Sering Beri Ceramah Lulusan S2 dan S3

Padahal, mereka membawa uang yang tidak sedikit. Menurut perhitungan Mahmudi, setiap pekerja tersebut bisa membawa pulang uang sampai Rp 300 juta. Celakanya, tidak banyak di antara mereka yang bisa memanfaatkan uang tersebut untuk berbisnis. Alhasil, uang tersebut kemudian habis dan mereka menjadi pengangguran lagi. ”Banyak yang nelpon minta kembali ke Jepang. Padahal hal itu tidak bisa,” katanya.

Berangkat dari kondisi tersebut, Mahmudi bergerak. Dia mengadakan pelatihan bisnis kepada para pekerja tersebut. Dengan menggandeng beberapa sponsor, Mahmudi mendatangkan pembicara dari Indonesia. Dia memilih pembicara dari kalangan praktisi. Misalnya, pemilik usaha franchise. Lantas, kapan kembali ke Indonesia” Mahmudi tidak bisa memberi kepastian. Dia hanya ingin menjalani kehidupan seperti air yang mengalir. ”Saya manut (pasrah, Red) pada yang bikin hidup,” katanya.io/ps
Lulusan Madrasah yang Sering Beri Ceramah Lulusan S2 dan S3

Lulusan Madrasah yang Sering Beri Ceramah Lulusan S2 dan S3
www.surabayapagi.com
www.google.com
bantu ngeramein brayy emoticon-Sundul
Quote:Original Posted By yahooy
bantu ngeramein brayy emoticon-Sundul



ok siap bray... bisa jdi panutan tuh..emoticon-Toast
kerenn...tipikal pekerja keras

tp foto istrinya mana?


emoticon-Ngacir
Quote:Original Posted By mmengong
kerenn...tipikal pekerja keras

tp foto istrinya mana?


emoticon-Ngacir



bentar masih perjlanan bray...emoticon-Wkwkwk